do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 08 Desember 2008

Mengenal Tanda-Tanda Kemunafikan


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni’mat iman dan Islam kepada kita. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adl utusan Allah. Semoga selawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah saw keluarganya sahabatnya dan orang-orang yg mengikuti jalan hidupnya. Kaum muslimin rahimakumullah.Marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT dgn selalu memperbaiki akhlak dan ibadah kita. Semua orang Islam diwajibkan mempunyuai akhlak yg mulia krn Rasululullah saw diutus ke dunia tiada lain utk mengajarkan umat manusia berakhlak mulia dalam hubungannya dgn Allah dgn sesama manusia baik muslim maupun non muslim dan dgn sesama mahluk ciptaan-Nya. Untuk membentuk akhlak yg luhur seseorang harus mendidik dan membiasakan dirinya dgn perilaku-perilaku yg baik. Adapun cara utk memperbaiki akhlak yg buruk seseorang harus berusaha keras serta mau memaksakan diri utk melakukan lawannya. Misalnya kebiasaan berbohong atau dusta bisa diperbaiki dgn megusahakan lawan sifat itu yaitu selalu menjunjung sifat jujur. Kesukaan ingkar janji dan khianat bisa diperbaiiki dgn membiasakan diri menepati janji. Meskipun pada mulanya amat berat tetapi bila dibiasakan dgn latihan dan perjuangan secara terus-menerus maka lama kelamaan akan ringan dan mudah. Kaum muslimin yg berbahagia.Bukankah tiap orang pasti memiliki sifat watak dan karakteristik yg berbeda? Karena itu tidak mungkin tiap orang akan memiliki tingkat kualitas akhlak dan kepribadian yg persis sama. Dalam masalah ini perlu kita sadari bahwa akhlak dan kepribadian seseorang merupakan faktor yg paling menentukan apakah ia bisa disenangi atau tidak oleh orang lain. Melalui kepribadian sesorang bisa memperlhatkan dirinya kepada orang lain. Oleh krn itu tiap orang harus menjaga akhlak dan kepribadiannya dgn menampilkan sifat-sifat terpuji dan perilaku yg luhur. Begitu mudahnya orang-orang di kalangan kita saling membohongi dan mengingkari janji. Padahal kepercayaan menurut kalangan bisnis adl modal utama yg tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Behkan jika dikaji lbh jauh dusta ingkar dan khianat merupakan sifat-sifat tercela dan termasuk ciri kemunafikan. Sebab didalamnya terdapat unsur meremehkan orang lain sifat yg tentunya harus dihindari oleh ummat Islam. Rasulullah saw bersabda yg artinya “Tanda orang munafik itu tiga walupun ia puasa dan salat serta mengaku dirinya muslim. Yaitu jika ia berbicara ia berdusata jika berjanji ia menyalahi dan jika dipercaya ia khianat.” Dari hadis di atas dapat ditafsirkan bahwa orang munafik ialah orang yg bertolak belakang antara lahir dgn batinnya yakni lahirnya Islam sedangkan batinnya ingkar. Karena itu Rasulullah melukiskan orang munafik itu sebagai orang yg tak jujur dalam semua hal baik kata-kata maupun perbuatannya. Maksudnya walaupun seseorang mengaku muslim mengejakan salat dan puasa selama ia suka berlaku tidak jujur ingkar janji dan berkhianat maka ia termasuk golongan orang-orang munafik. Jelasnya sifat munafik sangat meracuni keimanan seseorang. Ironisnya sifat-sifat seperti itu justru banyak terdapat di kalangan umat Islam. Sinyalemen ini bisa kita rasakan kebenarannya dalam kehidupan sehari-hari. Sifat munafik telah menyusup ke lubuk hati kaum muslimin sehingga sering menimbulkan perilaku-perilaku sosial yg sangat menjengkelkan dan merusak nailai-nilai moral. Sidang Jumat rahimakumullah.Sekarang apa yg harus kita lakukan utk menghindari sifat-sifat buruk tersebut? Tentunya krn ini mencakup masalah pembinaan moral umat maka salah satu usaha kongritnya ialah dgn memasyarakatkan budaya malu di kalangan masyarakat utk melakukan sifat-sifat buruk itu. Kemudian masyarakat diajak utk membudayakan rasa bangga dan penghormatan kepada orang-orang yg memiliki sifat-sifat sidik konsisten pada janji dan amanah.
    Sifat sidik artinya benar lawannya sombong atau dusta. Sidik merupakan sifat utama yg wajib diamalkan oleh semua orang Islam sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah. “Hai orang-orang yg beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yg benar.” Bersikap benar tidak suka berbohong mempunyai pengaruh yg besar sekali dalam masyarakat dan merupakan sikap mental yg sangat dibutuhkan utk membangun kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan masyarakat yg adil dan makmur. Karena itulah Rasulullah saw sangat tegas melarang umatnya melakukan dusta kecuali pada tiga hal krn alasan utk mencapai kebaikan dan menegakkan kebenaran yaitu Pertamasuami berbohong kepada istri misalnya menjanjikan sesuatu yg patut dijanjikan kepada seorang istri sekedar utk menghibur dan menyenangkan hatinya. Kedua berdusta dalam perang sebagai siasat pertempuran. Ketiga dusta yg dilakukan sebagai taktik uuntuk mendamaikan dua orang muslim yg berselisih. Bahkan utk keadaan berdusta itu bisa menajdi wajib yaitu bila dalam keadaan darurat atau posisinya terdesak seperti utk menyelamatkan nyawanya sendiri dari kezaliman dan kekejaman. Tetapi meskipun demikian harus dipahami bahwa apabila suatu tujuan yg baik dan benar itu sudah bisa dicapai tanpa juga bohong atau dusta itu tetap haram hukumnya.
    Menepati janji. Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yg beriman peliharalah janji-janji itu.” Perintah utnuk memenuhi semua janji sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas sebenarnya merupakan prinsip umum yg harus dipatuhi oleh tiap orang yg terikat kepada suatu janji atau yg mesti berlaku sesuai adat kebiasaan dalam interaksi sosial seperti transaksi jual beli hutang piutang kehidupan politik sosial dan sebagainya. Sidang Jumat rahimakumullah.Dalam hukum Islam janji adl hutang yg berarti harus dibayar. Ajaran ini jelas sejalan dgn nilai-nilai kedisiplinan yg semakin dituntut bagi perkembangan zaman lebih-lebih dalam konteks kehidupan modern. Masyarakat sangat memerlukan sikap hidup dgn disiplin tinggi teguh pada janji serta menghormati peraturan dan norma-norma yg berlaku dalam kehidupan global. Karena itu sebagai petunjuk bentuk ajaran kedisiplinan umat dalam perjanjian Allah SWT telah menunjukan ketika berjanji bagi orang-orang yg beriman “Dan janganlah kamu mengatakan bahwa sungguh aku akan mengerjakannya besok pagi kecuali dgn menyebut ‘insya Allah’.” “Tepatilah janji sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.”
    Sifat amanah artinya terpercaya atau jujur lawannya khianat. Amanah yg diajarkan di dalam Islam meliputi banyak hal di antaranya barang-barang yg dititipkan atau uang yg kita pinjam wajib dikembalikan kepada pemiliknya. Bisa juga berupa amanah berupa anak dan keturunan agar dididik menjadi orang yg beriman beramal saleh dan berakhlak mulia. Amanah juga bisa berupa tugas dan jabatan. Disamping itu ilmu harta pangkat umur kesehatan kecerdasan akal dan sebagainya semua itu merupakan amanah dari Allah yg harus dipelihara dan diamalkan sebaik-baiknya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Kaum muslimin rahimakumullah.Pemahaman yg luas tentang makna amanah perlu lbh dimasyarakatkan di kalangan umat sebab sifat amanah atau kejujuaran itu biasanya hanya dikaitkan dgn bidang materi misalnya jujur tidak mengamil sesuatu yg bukan haknya baik dgn mencuri korupsi menipulasi bisnis ataupun tindakan lain yg intinya sama yaitu mengambil yg bukan haknya. Padahal sebenarnya perbuatan tidak jujur di bidang materi itu hanya salah satu segi dari ketdakjujuran. Kejujuran pada hakikatnya meliputi semua bidang kehidupan yg di dalamnya tertmasuk bidang ilmu pengetahuan pemikiran kekayaan dan sebagainya. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yg berhak menerimannya.” Kaum muslimin rahimakumullah.Sebagai penutup kajian yg singkat ini dapat disimpulkan bahwa sifat sidik konsisten pada janji dan amanah apabila benar-benar telah diamalkan oleh kaum muslimin citra Islam pasti akan lbh harum daripada kenyataan selama ini. Sebaliknya citra Islam akan pudar apabila lawan dari sifat-sifat tersebut yaitu bohong ingkar janji dan khianat semakin membudaya di kalangan umatnya. Yang lbh penting lagi bukan masalah citra Islam atau lainnya tetapi tanggung jawab diri kita masing-masing di hadapan Allah SWT. Akhirnya marilah kita renungkan isi hadis peringatan Rasulullah saw berikut ini “Tiadalah beriman orang yg tidak amanah dan tiada beragama orang yg tidak menepati janji.” Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Minggu, 07 Desember 2008

Qadha’ Dan Qadhar


Qadha’ Dan Qadhar” ketegori Muslim. Qadha’ Dan Qadhar
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan :
Apa perbedaan antara Qadha’ dan Qadhar ?
Jawab :
Ulama berbeda pendapat mengenai perbedaan antara keduanya. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa qadar adalah taqdir Allah sejak zaman azali, sedangkan qadha’ adalah hukum Allah mengenai sesuatu ketika sesuatu itu terjadi . Jika Allah menetapkan terjadinya sesuatu pada waktu yang ditentukan, maka itulah yang dinamakan qadar. Dan ketika telah datang waktunya terjadinya sesuatu yang telah ditetapkan sebelumnya itu, maka itulah yang dinamakan qadha’. Semacam ini banyak sekali kita dapatkan dalam Al-Qur’an, seperti firman Allah :
“Artinya : Telah diputuskan perkara yang kamu berdua menanyakannya kepadaku”. .
Juga Allah berfirman :
“Artinya : Dan Allah melaksanakan hukum dengan adil”.
Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang semisal. Jadi, qadar adalah ketentuan Allah mengenai segala sesuatu pada zaman azali, sedangkan qadha’ adalah pelaksanaan dari qadar itu pada saat terjadinya.
Ada juga ulama yang mengatakan bahwa kedua istilah itu memiliki satu makna atau satu pengertian. Namun yang kuat adalah jika keduanya disandingkan, maka keduanya memiliki perbedaan arti seperti bisa kita lihat di atas, dan jika dipisahkan atau berdiri sendiri, maka kedua istilah itu memiliki satu makna . Wallahu a’lam.
Pertanyaan :
Bagaimana pengaruh Qadha’ dan Qadar terhadap bertambahnya iman ?
Jawab :
Qadha’ dan Qadar akan membantu seorang muslim dalam mengatasi urusan agama dan dunianya, karena dia beriman bahwa qudrah Allah ‘Azza wa Jalla di atas segala qudrah, dan jika Allah Ta’ala menghendaki sesuatu tidak ada yang bisa menghalanginya. Jika seorang mukmin tidak percaya ini semua, ia akan berusaha dan mencari sarana untuk kesampaian maksudnya.
Kita semua telah tahu dari sejarah masa lalu dimana kaum muslimin mampu meraih kemenangan yang luar biasa meskipun jumlah mereka sedikit. Itu semua karena keimanan mereka dengan janji Allah ‘Azza wa Jalla serta keimanan mereka dengan qadha’ dan qadar, dan mereka yakin bahwa segala urusan ada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla.
Pertanyaan :
Adakah sesuatu yang buruk dalam qadar Allah ?
Jawab :
Dalam qadar Allah tidak ada sesuatu yang buruk, akan tetapi keburukan itu terdapat pada yang ditakdirkan. Kita tahu bahwa ada orang yang mendapatkan musibah dan ada juga yang mendapatkan untung. Musibah merupakan sesuatu yang buruk, akan tetapi keburukan itu tidaklah perbuatan Allah Ta’ala, yakni perbuatan dan takdir Allah itu bukan merupakan keburukan. Keburukan ada pada yang diperbuat oleh-Nya, bukan pada perbuatan-Nya. Allah tidaklah mentakdirkan keburukan ini melainkan untuk sesuatu kebaikan. Allah Ta’ala berfirman :
“Artinya : Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan ulah tangan manusia”.
Ini merupakan penjelasan penyebab kerusakan di muka bumi. Adapun mengenai hikmahnya seperti difirmankan oleh-Nya :
“Artinya : Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali “. .
Jadi, musibah ini pada akhirnya merupakan kebaikan. Dengan demikian keburukan itu tidak disandarkan kepada Tuhan, akan tetapi disandarkan sesuatu yang diperbuat dan kepada mahluk. Ini bisa diartikan suatu keburukan dari satu sisi dan merupakan kebaikan di sisi yang lain. Kalau dilihat bencananya yang terjadi, maka itu suatu keburukan, namun jika dilihat dari akibatnya, maka itu suatu kebaikan.
“Agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali “.
Sumber Qadha’ Dan Qadhar : http://www.salaf.web.id

Sabtu, 06 Desember 2008

MENINGGALKAN AGAMA, PENYEBAB KEHANCURAN General category


Segala puji bagi Allah yg telah memuliaakan orang-orang yg taat dan menghinakan orang-orang yg maksiat Dia-lah Tuhan yg Maha mulia dan Maha bijaksana. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yg telah menurunkan kitab yg jelas dan mengutus Rasul-Nya kepada kita.
Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW utusan Allah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Allah berfirman di dalam Al-Qur’an “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka mau merubah diri mereka sendiri.”
Dulu ketika umat islam masih berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan sunnah Nabi aqidah mereka masih bersih perbuatan dan akhlaknya masih terjaga norma-norma agama masih terjunjung tinggi ketika itulah Allah eratkan tali per saudaraan mereka Allah muliakan mereka sehingga mereka dihormati dan ditakuti musuh pada saat itulah mereka mampu menguasai dunia .
Keadaan ini sangat jauh berbeda dgn kaum muslimin sekarang aqidah mereka sudah tercemar akhlak dan perbuatan mereka rusak terhadap urusan agama dan dunianyapuan mereka tidak tahu ilmu dan teknologinya terbelakang maka pantaslah mereka terhina di hadapan musuh musuh mereka persatuan mereka rapuh kemulian mereka tercampakkan wibawa mereka hilang mereka kalah dalam segala hal .
“Tiadalah Allah telah menzalimi mereka akan tetapi merekalah yg telah menzalimi diri mereka.”
Penyebabnya adl tidak lain krn umat islam berpaling dari kitab Allah serta menyeleweng dari petunjuk rasululloh lalu menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan yg mereka manut dan patuh di bawah perintahnya. Tidak hanya sampai di situ mereka juga mau ditipu oleh kebudayaan semu kemajuan palsu dgn dalih “ini adl modern” sehingga budaya serba boleh dianggap kemerdekaan mereka tidak mau lagi diatur oleh norma agama lalu mencampakkannya dianggap kemajuan.
Maka tidak heranlah kalau Allah marah lalu Ia turunkan azabnya berupa musibah yg melanda kaum muslimin atau Allah kirmkan musuh utk menyerang mereka kalau tidak Allah jadikan bagi mereka pemimpin yg zhalim sehingga mereka selalu hidup dalam penderitaan.
“Berikanlah peringatan kepada orang-orang yg selalu menyalahi perintah Allah bahwa Allah akan timpakan kepada mereka fitnah atau Allah siksa mereka dgn siksaan yg sangat pedih.”
Sungguh kita telah merasakan bagaimana getirnya penderitaan akibat musibah pitnah dan huru hara yg menimpa kaum muslimin bagaimana pahitnya kehinaan akibat dari pepecahan dan pertentangan sehinagga dgn gampangnya musuh memecahbelah kaum muslimin lalu menyerang kita dari dalam.
Ini semua tidak lain adl buah dari ketidak istiqomahan kita dalam melaksanakan agama. Akibat dari penyelewengan kita dari jalan yg lurus jalan yg telah digariskan Allah Tuhan yg menguasai langit dan bumi. Maka hanya Allah-lah tempat kembalinya semua perkara!
Walaupun demikian kita belum juga sadar dari lalai kita belum juga bangun dari tidur kita kita tidak jera dgn musibah yg menipa tidak mau mengambil pelajaran dari kejadian -kejadian disekitar kita. Maka jika kita masih punya pendengaran penglelihatan dan hati maka kesedihan dan penderitaan itu akan membangunkan kita dari panjang.
Agama Islam adl aqidah yg bersih ibadah yg benar hubungan yg baik dan harmonis akhlaq yg mulia dan adil. Lalu sudah benarkah akidah kita sudah luruskah ibadah kita sudah muliakah akhlak kita ? sudah sesuaikah perbuatan dan keadaan kita dgn tuntunan agama? Ataukah kita masih jauh dari tuntunan agama dan melenceng darinnya.
Apakah dikatakan berislam orang yg masih suka berbohong berkhianat sombong menyalahgunakan amanat !. Apakah dikatakan berislam orang yg menyengsarakan anak-istrinya atau ia durhaka kepada orangtuanya lalu ia memutus tali silaturahmi dan selalu menyakiti tetangganya!
Apakah dikatakan seorang muslim orang yg tidak tergerak hatinya utk membantu saudaranya yanng miskin anak-aanak yatim dan orang yg tertinpa musibah?
Tentulah semua itu tidak sesuai dgn tuntunan Islam dan tidak lah pantas bagi seorang musliam utk bersikap seperti itu.
Allah berfirman di dalam Al-qur’an “Sembahlah Allah dan janganlah menyekutukannya dgn sesuatu dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu.”
Sabda Rasulullah SAW “Seorang muslinm yg baik adl orang yg tidak menyakiti tetangganya baik melalui tangan ataupun lidahnya.”
Maka kerusakan akhlaq dan moral bukanlah ciri masyarakat yg berdasarkan kepada Al-Qur’an dan sunnah Rasul akan tetapi itu adl ciri dari tercampaknya ajaran agama dari masyarakat tersebut. Maka yakinlah tidak ada yg menyampaiakan kita kepada kemulian dan kebahagian kecuali hanya dgn Islam .karena islam membebaskan manusia dari kehawatiran penderitaan yg akan alami manusia baik di dunia dan akhirat.
“Barang siapa mencari selain Islam sebagai agama maka tidak akan diterima amal perbuatannya dan di akhirat kelak termasuk orang-orang yg merugi.”
Rasululah bersabda “Berhati-hatilah agar jangan engkau terjatuh dalam perbuatan yg haram maka engkau termasuk orang yg paling abid diantara manusia ridlalah dgn apa yg Allah karuniakan kepadamu maka engkau termasuk orang yg paling kaya dan berbuat bailkah terhadap tetnggamu maka engkau termasuk orang yg beriman dan cintailah orang lain seperti engkau mencintai dirimu sendiri maka engkau termasuk orang yg selamat” .
Tidak ada yg bisa membebaskan umat ini dari berbagai kesulitan dan kemelut ini kecuali dgn sama -sama kita memperbaiki hati kita menanamkan azam ke dalam sanubari kita ketguhan untuka konsisten dalam berbuat amal shaleh yaitu dgn kembali melaksanakan perintah-perintah agama dan menghidupkan sunah Rasul.
Sabda Rasulullah SAW “Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara jika kalian berpegang teguh kepadanya sekali-kali kalian tidak akan tersesat kitabullah dan sunnah Rasulullah.”
Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

Jumat, 05 Desember 2008

Warisan Dibagi Tidak Berdasarkan Hukum Islam


Warisan Dibagi Tidak Berdasarkan Hukum Islam” ketegori Muslim. Assalammualaikum,
Saya ingin menanyakan bagaimana hukumnya jika warisan tidak dibagikan sesuai hukum Islam, melainkan dibagikan secara merata antara anak perempuan dan anak laki-laki yang sebelumnya sudah disepakati oleh semua anak yang akan mendapatkan warisan. Mohon penjelasan untuk menghilangkan keraguan kami, karena pada dasarnya saya mengetahui bahwa kita sebagai umat Islam harus berpedoman pada Al-Quran , tetapi ketika pembagian harta warisan, keluarga suami tidak mengikuti hukum warisan dalam Islam, padahal sebelumnya suami telah mengingatkan mengenai hukum pembagian ini agar sesuai dengan Al-Quran. Terima kasih.
Wassalammualaikum,
Lusi Safriani
Jawaban
Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,
Apa yang Anda yakini memang benar, bahwa kita sebagai muslim terikat pada hukum Allah SWT dalam banyak hal yang terkait dengan masalah harta. Salah satunya dalam cara membagi warisan.
Setiap harta yang kita terima, nanti di hari kiamat akan dipertanyakan. Tiap rupiah yang kita terima harus kita pertanggung-jawabkan di hadapan mahkamah tertinggi. Manakala ada serupiah saja yang kita miliki itu ternyata didapat dari cara-cara yang melanggar ketentuan Allah, maka pasti akan ketahuan juga.
Di antara harta yang haram adalah harta warisan yang kita dapat bukan dengan cara pembagian warisan yang telah ditetapkan Allah SWT. Katakanlah seharusnya seorang anak wanita hanya mendapat 1/2 dari yang didapat anak laki-laki, namun entah karena tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, dimakannya harta warisan yang haram, maka harta yang bukan jatahnya itu harus dipertanggung-jawabkan di sisi Allah SWT.
Sebab di dalam Al-Quran Al-Karim, melanggar hukum warisan memang diancam masuk neraka. Bukan berhenti di situ saja, bahkan Allah SWT menegaskan bahwa pelakunya akan dikekalkan di dalamnya. Na’uzu billahi min zalik.
Ya Allah, kami berlindung dari neraka-Mu hanya gara-gara makan harta haram yang telah Engkau jelaskan dalam kitab-Mu.
Allah SWT telah mewajibkan umat Islam untuk membagi warisan sesuai dengan petunjuknya. Sebagaimana yang telah Allah syariatkan di dalam Al-Quran Al-Kariem Itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah.
Di dalam Al-Quran surat An-Nisa, setelah Allah SWT menjelaskan siapa saja yang berhak mendapat harta waris dan berapa besar hak masing-masing, lalu Allah yang menjanjikan buat orang yang taat kepada aturan hukum waris untuk masuk surga. Tapi sebaliknya, buat mereka yang tidak mengerjakan aturan pembagian warisan itu, akan dijebloskan ke neraka dan kekal selama-lamanya.
Barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan.
Di ayat ini Allah SWT telah menyebutkan bahwa membagi warisan adalah bagian dari hudud, yaitu sebuah ketetapan yang bila dilanggar akan melahirkan dosa besar. Bahkan di akhirat nanti akan diancam dengan siska api neraka. Tidak seperti pelaku dosa lainnya, mereka yang tidak membagi warisan sebagaimana yang telah ditetapkan Allah SWT tidak akan dikeluarkan lagi dari dalamnya, karena mereka telah dipastikan akan kekal selamanya di dalam neraka sambil terus menerus disiksa dengan siksaan yang menghinakan.
Sungguh berat ancaman yang Allah SWT telah ditetapkan buat mereka yang tidak menjalankan hukum warisan. Cukuplah ayat ini menjadi peringatan buat mereka yang masih saja mengabaikan perintah Allah. Jangan sampai siksa itu tertimpa kepada kita semua.
Karena itu wajarlah bila Rasulullah SAW mewanti-wanti kitasecara khusus untuk mempelajari ilmu pembagian harta warisan. Karena ilmu pembagian warisan itu setengah dari semua cabang ilmu. Lagi pula Rasulullah SAW mengatakan bahwa ilmu warisan ituyang pertama kali akan diangkat dari muka bumi.
Rasulullah SAW bersabda, Pelajarilah ilmu faraidh dan ajarkanlah. Karena pengetahuan bagi waris setengah dari ilmu dan dilupakan orang. Dan ilmubagi waris adalah ilmu yang pertama kali akan dicabut dari umatku. .
Hikmah kita mempelajari dan mensosialisasikan ilmu bagi waris adalah agar seluruh lapisan umat Islam tahu dan siap menerapkannya, bila mereka menghadapi persoalan warisan. Mengapa sekarang ini begitu banyak orang yang enggan membagi harta warisan dengan hukum Allah?
Jawabnya karena ilmu ini tidak pernah secara khusus disosialisasikan di tengah khalayak. Di tengah berbagai ephoria simbol-simbol ke-Islaman, seperti pemakaian busana muslimah, marak berdirinya bank-bank syariah, berbagai aktifitas keIslaman di instansi, perkantoran, kampus dan bahkan juga di televisi, sayang sekali tidak ada satu pun yang mengangkat tema pembagian harta warisan.
Padahal mempelajari dan mengajarkan ilmu ini justru sudah menjadi wanti-wanti Rasulullah SAW. Mengapa justru tidak ada yang mengangkatnya?
Sementara korbannya sudah seringkali kita lihat, di antaranyayang sedang Anda hadapi sekarang ini. Ternyata ada di antara ahli waris yang menolak dibaginya warisan dengan hukum Islam. Sangat boleh jadi sebabnya sederhana, yaitu dia belum pernah kenal dengan hukum waris secara syariah.
Mungkin hatinya baik, orangnya juga mungkin bukan orang jahat, tapi kalau dia belum pernah dikenalkan dengan bagian dari syariah ini, tentu yang harus ikut dipersalahkan adalah mereka yang tidak mau mensosialisasikannya sebelumnya.
Sekarang ini adalah kesempatan baik buat kita untuk mensosialisasikannya kepada teman, saudara, lingkungan dan handai taulan. Jangan menunggu ada yang mau meninggal dulu baru bingung panggil ustadz. Tetapi ajarilah dan sosialisasikan sejak dini dan sejah jauh hari sebelum ada orang tua yang meninggal dunia. Pastikan selruh anggota keluarga kita sudah paham dan mengerti betul bagaimana hukum Allah SWT atas harta warisan.
Semoga Allah memberkahi hidup kita, Amien.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc.
Sumber Warisan Dibagi Tidak Berdasarkan Hukum Islam : http://www.salaf.web.id

Rabu, 03 Desember 2008

Menggapai Ketenangan Jiwa yang Islami


Dalam perkembangan hidupnya manusia seringkali berhadapan dgn berbagai masalah yg berat utk diatasinya. Akibatnya timbullah kecemasan ketakutan dan ketidaktenangan bahkan tidak sedikit manusia yg akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yg semula dianggap tidak mungkin dilakukannya baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri. Oleh krn itu ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yg terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya tiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yg tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yg dikehendaki Allah dan rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa banyak orang yg mencapainya dgn cara-cara yg tidak islami sehingga bukan ketengan jiwa yg didapat te tapi malah membawa kesemrawutan dalam jiwanya itu. Untuk itu secara tersurat Alquran menyebutkan beberapa kiat praktis. 1. Dzikrullah Dzikir kepada Allah SWT merupakan kiat utk menggapaiketenangan jiwa yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah dgn menghadirkan nama-Nya di dalam hati dan menyebut nama-Nya dalam berbagai kesempatan. Bila seseorang menyebut nama Allah memangketenangan jiwa akan diperolehnya. Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat dia menjadi tenang kembali krn merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan keni’matan yg berlimpah lalu dia berdzikir dgn menyebut hamdalah maka dia akan meraih ketenangan krn dapat memanfaatkannya dgn baik dan begitulah seterusnya sehingga dgn dzikir ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim. Allah SWT berfirman yg artinya ” orang-orang yg beriman dan hati mereka menjadi tentram dgn mengingat Allah. Ingatlah hanya dgn mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.”. Untuk mencapai ketenangan jiwa dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah tetapi juga dzikir dgn hati dan perbuatan. Karena itu seorang mukmin selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan baik duduk berdiri maupun berbaring. 2. Yakin akan Pertolongan Allah Dalam hidup dan perjuangan seringkali banyak kendala tantangan dan hambatan yg harus dihadapi. Adanya hal-hal itu seringkali membuat manusia menjadi tidak tenang yg membawa pada perasaan takut yg selalu menghantuinya. Ketidaktenangan seperti ini seringkali membuat orang yg menjalani kehidupan menjadi berputus asa dan bagi yg berjuang menjadi takluk bahkan berkhianat.Oleh krn itu agar hati tetap tenang dalam perjuangan menegakkan agama Allah dan dalam menjalani kehidupan yg sesulit apa pun seorang muslim harus yakin dgn adanya pertolongan Allah dan dia juga harus yakin bahwa pertolongan Allah itu tidak hanya diberikan kepada orang-orang yg terdahulu tetapi juga utk orang sekarang dan pada masa mendatang Allah berfirman yg artinya “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi mu dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” . Dengan memperhatikan betapa banyak bentuk pertolongan yg diberikan Allah kepada para nabi dan generasi sahabat di masa Rasulullah saw maka sekarang pun kita harus yakin akan kemungkinan memperoleh pertolongan Allah itu dan ini membuat kita menjadi tenang dalam hidup ini. Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah itu seringkali baru datang apabila seorang muslim telah mencapai kesulitan yg sangat atau dipuncak kesulitan sehingga kalau diumpamakan seperti jalan maka jalan itu sudah buntu dan mentok. Dengan keyakinan seperti ini seorang muslim tidak akan pernah cemas dalam menghadapi kesulitan krn memang pada hakikatnya pertolongan Allah itu dekat. Allah berfirman yg artinya“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yg beriman “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” . 3. Memperhatikan Bukti Kekuasaan Allah Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adl krn manusia seringkali terlalu merasa yakin dgn kemampuan dirinya akibatnya kalau ternyata dia merasakan kelemahan pada dirinya dia menjadi takut dan tidak tenang tetapi kalau dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram hal ini krn dia sadari akan besarnya kekuasaan Allah yg tidak perlu dicemasi tetapi malah utk dikagumi. Allah berfirman yg artinya “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata ‘Ya Tuhanku perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’. Allah berfirman ‘Belum yakinkah kamu?’. Ibrahim menjawab ‘Aku telah meyakininya akan tetapi agar hatiku tenang ‘. Allah berfirman ‘ ambillah empat ekor burung lalu cincanglah kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu bagian dari bagian-bagian itu kemudian panggillah mereka niscaya mereka datang kepadamu dgn segera’. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” . 4. Bersyukur Allah SWT memberikan keni’matan kepada kita dalam jumlah yg amat banyak. Keni’matan itu harus kita syukuri krn dgn bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang hal ini krn dgn bersyukur keni’matan itu akan bertambah banyak baik banyak dari segi jumlah ataupun minimal terasa banyaknya. Tetapi kalau tidak bersyukur keni’matan yg Allah berikan itu kita anggap sebagai sesuatu yg tidak ada artinya dan meskipun jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yg sedikit. Apabila manusia tidak bersyukur Allah memberikan azab yg membuat mereka menjadi tidak tenang Allah berfirman yg artinya “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yg dahulunya aman lagi tentram rezekinya melimpah ruah dari segenap tempat tetapi nya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah; krn itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yg selalu mereka perbuat.” . 5. Tilawah Tasmi’ dan Tadabbur Alquran Alquran adl kitab yg berisi sebaik-baik perkataan diturunkan pada bulan suci Ramadan yg penuh dgn keberkahan karenanya orang yg membaca mendengar bacaan dan mengkaji ayat-ayat suci Alquran niscaya menjadi tenang hatinya manakala dia betul-betul beriman kepada Allah SWT. Allah berfirman yg artinya “Allah telah menurunkan perkataan yg baik Alquran yg serupa lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yg takut kepada Tuhanya kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dgn kitab itu Dia menunjuki siapa yg dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yg disesatkan Allah maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.” . Oleh krn itu sebagai mukmin interaksi kita dgn Alquran haruslah sebaik mungkin baik dalam bentuk membaca mendengar bacaan mengkaji maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manakala interaksi kita terhadap Alquran sudah baik maka mendengar bacaan Alquran saja sudah membuat keimanan kita bertambah kuat yg berarti lbh dari sekedar ketenangan jiwa. Allah berfirman yg artinya “Sesungguhnya orang-orang yg beriman adl mereka yg apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” . Dengan berbekal jiwa yg tenang itulah seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik sebab baik dan tidak sesuatu yg seringkali berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu Allah SWT memanggil orang yg jiwanya tenang utk masuk ke dalam surga-Nya. Allah berfirman yg artinya“Hai jiwa yg tenang kembalilah kepada Tuhanmu dgn hati yg puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.”. Akhirnya menjadi tanggung jawab kita bersama utk memantapkan ketenangan dalam jiwa kita masing-masing sehingga kehidupan ini dapat kita jalani dgn sebaik-baiknya. Oleh Drs. H. Ahmad Yani Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
sumber file al_islam.chm

Selasa, 02 Desember 2008

KONSEP PERSAUDARAAN DALAM ISLAM


“Sesungguhnya orang-orang mu’min itu bersaudara kerena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah SWT supaya kamu mendapat rahmat.”

Semua muslim adl bersaudara. Karena itu jika bertengkar mereka harus bersatu kembali dan bersaudara seperti biasanya. Hal ini diperkuat oleh larangan Rasulullah SAW terhadap permusuhanantar muslim. Abu Ayyub Al-Anshary meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda “Tidak seorang muslim memutuskan silaturrahmi dgn saudara muslimnya lbh dari tiga malam yg masing-masingnya saling membuang muka bila berjumpa. Yang terbaik diantara mereka adl yg memulai mengucapkan salam kepada yg lain.” .

Persaudaraan yg dimaksudkan adl bukan menurut ikatan geneologi tapi menurut ikatan iman dan agama. Hal tersebut diisyarakat dalam larangan Allah SWT mendoakan orang yg bukan Islam setelah kematian mereka. Firman Allah SWT “Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yg beriman meminta ampun bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adl kerabatnya.”

Ini sama sekali tidak berarti bahwa seorang muslim diijikankan mengabaikan ikatan keluarganya walaupun dgn kerabat non muslim. Dasar kebajkan kepada orang tua dan keluarga dapat ditemukan dalam Al-Qur’an sendiri. Firman Allah SWT “Dan kami wajibkan manusia kebaikan kepada kedua ibu bapaknya.”

Mengutamakan persaudraan Islam lbh dari yg lain sama sekali tidak mempengaruhi ikatan darah biarpun dgn kerabat non-Muslim.

Nabi SAW menekankan pentingnya membangun persaudaraan Islam dalam batasan-batasan praktis dalam bentuk saling peduli dan tolong menolong. Sebagai contoh Beliau bersabda “Allah SWT menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya” . Bodoh sekali seorang muslim yg mengharapkan belas kasih khusus dari Allah SWT jika ia tidak memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan muslim lainnya. Sebagai akibatnya persaudaraan kaum muslim tidak saja merupakan aspek teoritis ideologi Islam tapi telah terbukti dalam praktek aktual pada kaum muslim terdahulu ketika mereka menyebarkan Islam kepenjuru dunia. Kemanapun orang-orang Arab muslim pergi apakah itu ke Afrika India atau daerah-daerah terpencil Asia mereka akan disambut hangat oleh orang-orang yg telah memeluk Islam tanpa melihat warna kulit ras atau agama lamanya. Tidak ada tempat dalam Islam bagi pemisahan kelas maupun kasta.Tata cara melaksanakan shalat tidak ada tempat istimewa dan semua harus berdiri bahu membahu dalam baris-baris lurus. Demikian pula dalam pemilihan imam tidak didasarkan status sosialnya dalam masyarakat namun atas kemampuannya dalam menghafal al-Qur’an. Itulah mengapa seorang imam dapat di tunjuk dari anak yg berusia enam tahun sebagaimana kejadian pada seorang shahabat muda Salamah. Nabi SAW. mengatakan pada kabilahnya “Jika waktu shalat tiba slah seorang dari kalian harus mengumandangkan adzan “. Ketika mereka mencari diantara mereka sendiri mereka tidak menemukan orang yg tahu tentang Al-Qur’an lbh dari Salamah sehingga mereka menunjuknya sebagai imam walaupun ia baru berusia enam atau tujuh tahun pada saat itu. .

Pilar ketiga dalam Islam zakat berupa kewajiban atas orang-orang kaya atau relatif kaya utk menyerahkan sebagian dari simpanan tahunan mereka kepada orang-orang miskin merupakan perwujudan tanggung jawab sosial ekonomi dari persaudaraan itu. Sebabwalaupun kedermawanan amat dianjurkan oleh Islam sebagai mana oleh agama lain tanggung jawab ini dalam Islam dilembagakan dan dipungut oleh negara utk menjamin kelangsungan hidup ekonomi orang-orang miskin. Sebenarnya semua hukum-hukum ekonomi dalam islam selalu menekankan perlindungan atas hak-hak persaudaraan.Praktek-praktek ekonomi yg dgn suatu cara menarik keuntungan atau merugikan anggota-angota masyarakat adl terlarang keras.Makanya pinjaman yg diaku dalam Islam adl pinjaman tanpa bunga sebab pinjaman dgn bunga pada umumnya mengambil keuntungan yg tidak adil dari orang lainketika mereka dalam posisi yg secara ekonomis lemah.

Demikian pula pilar terbesar Islam haji yg mengandung esensi pilar-pilar lainnya menekankan persaudaraan orang-orang beriman dalam semua ritus-ritusnya. Pakaian bagi orang-orang lali-laki yg sedang haji dikenal dgn Ihram terdiri dari dua lembar kain selembar dipakai seputar pinggang selembar yg lain diselempangkan di atas bahu. Kesederhanaan pakain in dikenakan oleh jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia menunjukan hakekat persatuan dan persamaan dalam persaudaraan Islam.

Keaslian prinsip persaudaraan yg meliputi segala upacara keagamaan dan hukum-hukum dalam Islam telah dan terus menjadi faktor kunci dalam menarik manusia di seluruh dunia utk masuk Islam. Namun patut dicatat bahwa prinsip persaudaraan ini telah ditantang dalam prakteknya oleh munculnya nasionalisme diantara kaum muslimin. Walaupun Allah SWT dan Rasul-Nya dgn tegas menentang segala bentuk tribalisme nasionalisme dan rasisme. Nasionalisme telah ditimbul dikalangan kaum muslim setelah tumbangnya generasi awal Berabad-abad setelah wafatnya Nabi saw nasionalisme arab Persia dan Turki meruntuhkan umat muslim ketika kepemmpinan terus berpindah tangan diantara mereka selama masa-masa itu. Bentuk awal nasionalisme ini kemudian diperberat oleh kolonialisme Eropa yg meninggalkan umat Islam terpecah belah ke dalam seribu satu kesatuaan-kesatuan nasional yg berskala kecil dan dangkal. Walaupun ikatan umum Islam tetap berlanjut menyatukan umat dalam persaudaraan pemerintah mereka masing-masing mengeksploitasi segala kesempatan yg dapat membangkitkan perasaan-perasaan nasionalisme agar massa muslim tetap terpecah-pecah sehingga pemerintahan mereka yg pada sebagian besar kasus anti Islam dapat terus terpelihara.

Kelemahan yg menghantam kehidupan umat Islam sekarang ini mulai dari runtuhnya khilafah Islamiyah sampai terpuruknya negeri-negeri Islam sehingga harus menjadi bagian dunia ketiga merupakan satu indikasi yg paling jelas menurunnya rasa persaudaraan dikalangan umat Islam itu sendiri. Perpecahan dikalangan umat yg mempunyai kepentingan-kepentingan golongan ikut meluluh lantahkan pilar-pilar persaudaraan itu. Maka kata kunci utk mampu menegakan Islam di seentero jagad ini adl dgn pererat persaudaraan diantara sesama umat Islam dan menyingkirkan jauh-jauh rasa ta’asubiyah dan keyakinan penuh bahwa nasionalisme bukan dari bagian kita sedikitpun.


Oleh Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

sumber file al_islam.chm

Senin, 01 Desember 2008

Diam Itu Emas Tausyiah Aa Gym


Diam Itu Emas{Diam Aktif} K.H. Abdullah Gymnastiar Dalam upaya mendewasakan diri kita salah satu langkah awal yg harus kita pelajari adl bagaimana menjadi pribadi yg berkemampuan dalam menjaga juga memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana yg disabdakan Rasulullah saw “Barangsiapa yg beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam.” hadits diriwayatkan oleh Bukhari.
1. Jenis-jenis Diam Sesungguh diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yg dgn diam jadi emas tapi ada pula dgn diam malah menjadi masalah. Semua bergantung kepada niat cara situasi juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam: a. Diam BodohYaitu diam krn memang tak tahu apa yg harus dikatakan. Hal ini bisa krn kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertian atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lbh baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.
b. Diam MalasDiam jenis merupakan keburukan krn diam pada saat orang memerlukan perkataan dia enggan berbicara krn merasa sedang tak mood tak berselera atau malas.
c. Diam SombongIni pun termasuk diam negatif krn dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yg diajak bicara tak selevel dengannya.
d. Diam KhianatIni diam orang jahat krn dia diam utk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yg menyelamatkan adl diam yg keji.
e. Diam MarahDiam seperti ini ada baik dan adapula buruk baik adl jah lebih terpelihara dari perkataan keji yg akan lbh memperkeruh suasana. Namun buruk adl dia berniat bukan utk mencari solusi tapi utk memperlihatkan kemurkaan sehingga boleh jadi diam ini juga menambah masalah.
f. Diam Utama {Diam Aktif}Yang dimaksud diam keutamaan adl bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yg membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri maka akan menjadi maslahat lbh besardibanding dgn berbicara.
2. Keutaam Diam Aktif a. Hemat MasalahDengan memilih diam aktif kita akan menghemat kata-kata yg berpeluang menimbulkan masalah.
b. Hemat dari DosaDengan diam aktif maka peluang tergelincir kata menjadi dosapun menipis terhindar dari kesalahan kata yg menimbulkan kemurkaan Allah.
c. Hati Selalu Terjaga dan TenangDengan diam aktif berarti hati akan terjaga dari riya ujub takabbur atau aneka penyakit hati lain yg akan mengeraskan dan mematikan hati kita.
d. Lebih BijakDengan diam aktif berarti kita menjadi pesdengar dan pemerhati yg baik diharapkan dalam menghadapi sesuatu persoalan pemahaman jauh lbh mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lbh bijak dan arif.
e. Hikmah Akan MunculYang tak kalah penting orang yg mampu menahan diri dgn diam aktif adl bercahaya qolbu memberikan ide dan gagasan yg cemerlang hikmah tuntunan dari Allah swtakan menyelimuti hati lisan serta sikap dan perilakunya.
f. Lebih BerwibawaTanpa disadari sikap dan penampilan orang yg diam aktif akan menimbulkan wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lbh segan utk mempermainkan atau meremehkan.
Selain itu diam aktif merupakan upaya menahan diri dari beberapa hal seperti: Diam dari perkataan dusta Diamdari perkataan sia-sia Diam dari komentar spontan dan celetukan Diam dari kata yg berlebihan Diam dari keluh kesah Diam dari niat riya dan ujub Diam dari kata yg menyakiti Diam dari sok tahu dan sok pintar Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat nanti saat ajal menjemput lisan ini diperkenankan utk mengantar kepergian ruh kita dgn sebaik-baik perkataan yaitu kalimat tauhiid “laa ilaha illallah” puncak perkataan yg menghantarkan ke surga.
sumber : file chm bundel Tausyiah Manajemen Qolbu Aa Gym