do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 21 April 2011

Kewirausahaan dilihat dari Berbagai Sudut Pandang dan Konteks



Pandangan Ahli Ekonomi
Menurut ahli Ekonomi, wrausaha adalah orang yang mengombinasikan factor-faktor produksi sepertii sumber daya alam, tenaga kerja, material, dan peralatan lainnya untuk meningkatkan nilai yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya. Wirausaha juga merupakan orang yang memperkenalkan perubahan-perubahan, inovasi, dan perbaikan produksi lainnya. Dengan kata lain, wirausaha adalah seseorang atau sekelompok orang yang mengorganisasikan factor-faktor produski , sumber daya alam, tenaga, modal dan keahlian untuk tujuan memproduksi barang dan jasa.
Pandangan ahli manajemen
Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan dan mengombinasikan sumber daya seperti keuangan, material, tenaga kerja, keterampilan untuk menghasilkan produk, proses produksi, bisnis, dan organisasi usaha baru (Marzui Usman, 1997 :3). Wirausaha adalah seseorang yang memiliki kombinas unsure-unsur internal yang meliputi inovasi, visi, komunikasi, optimism, dorongan, semangat dan kemampuan memanfaatkan peluang usaha.
Pandangan Psikolog
Wirausaha adalah orang yang memiliki dorongan kekuatan dari dalam dirinya untuk memperoleh suatu tujuan serta suka bereksperimen untuk menampilkan kebebasan dirinya di luar kekuasaan orang lain.

Sumber : Drs Suryana, M.Si “Kewirausahaan, Pedoman Praktis : Kiat dan Proses Meuju Sukses” , Penerbit Salemba Empat.

Rabu, 20 April 2011

5 kunci sukses wirausaha


  • Untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses harus memiliki keinginan untuk terus maju atau dikenal dengan istilah prestatif.
    Ini adalah lima kunci sebagai sikap dan perilaku bekerja prestatif yang wajib diterapkan wirausaha, yaitu:
    1. Kerja Ikhlas, maksudnya bukan berarti kerja tanpa mengharapkan gaji atau berjualan tanpa mengharapkan laba. Kerja ikhlas disini maksudnya adalah melakukan kegiatan bisnis tanpa keluh kesahbahkan rasa lelah tidak dirasakan sebagai suatu beban yang berat.
    2. Kerja Mawas, maksudnya mawas diri dari rasa emosional, dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan dan tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima kritikan (tidak marah) atau pujian (tidak GR yang berlebihan) dengan tujuan tidak terjebak pada kesalahan yang sama.
    3. Kerja Cerdas, Tidak dipungkiri bahwa bisnis tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja tetapi juga mengandalkan otak, akal budi untuk berfikir. Wirausaha yang cerdas dalam menjalankan bisnisnya akan pandai memperhitungkan resiko bisnis, mampu melihat peluang usaha, dan dapat mencari solusi sehingga memperoleh keuntungan.
    4. Kerja Keras, maksudnya bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal, misalnya tenaga, pikiran, waktu, dan perasaan untuk meraih keinginannya.
    5. Kerja Tuntas, kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisir usaha dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal. Hindarkan rasa malas, karena rasa malas hanya menyedot energi dan kekuatan berfikir kita.

  • Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2257118-kunci-sukses-wirausaha/#ixzz1vA5lrjDM

    Selasa, 19 April 2011

    Orang YANG SUCCES BETERNAK BEBEK


    Jakarta - Anda ingin sukses terjun di bisnis peternakan bebek? Sukses yang direngkuh Dewa Gede Putra Darmada ini mungkin bisa menjadi salah satu inspirasi Anda. Semua orang punsepertinya bisa melakukan karena modal sangat minim dan bisa mengantarkan anda menjadi peternak bebek yang sukses.
    Adalah Dewa Gede Putra Darmada, pemuda kelahiran Gianyar, Bali 21 September 1984 yang memulai usaha berternak bebek (Bali) sejak tahun 2009 dan kini sudah berhasil menangguk sukses. Dewo panggilan akrab Dewa Gede, mengatakan, untuk sukses dibisnis ini tidak lah susah, yang penting kata dia seorang peternak harus senang lebih dahulu dengan bebek sehingga punya rasa memiliki terhadap bebek.
    Sesuai dengan nama bendera usahanya Dewa Duwe Duck yang berarti Dewa Punya Bebek, Dewo berhasil menjadi penyuplai bebek potong di wilayah Gianyar Bali dan sekitarnya. Bisnis usahanya hanya dimulai dari modal Rp 50.000 saja. "Sejak awal saya memang senang dengan bebek, saya selalu senang melihat bebek," kata Dewo kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

    Dewo yang memang punya keluarga usaha pemotong hewan, awalnya cuma iseng-iseng membeli 10 ekor bebek anakan seharga Rp 30.000, lalu ia juga membeli konsentrat seharga Rp 20.000 untuk pakannya.Walhasil tak disangka, bebek peliharaannya tumbuh kembang dengan cepat, dalam tempo 2 bulan ia berhasil memanen hasil jerih payahnya seharga Rp 500.000. Semenjak itu lah, ia semakin bersemangat memutar uangnya, yang akhirnya membawanya menjadi penyuplai 1200 ekor bebek per bulan di wilayah Bali dengan omset puluhan juta per bulan."Margin dibisnis bebek itu sekali panen bisa berlipat-lipat," kata Dewo yang merupakan salah satu peserta wirausaha Mandiri itu.

    Ia kini sudah memiliki 4 buah kandang dengan masing-masing ukuran 4x6 meter, dimana setiap kandang bisa menampung 500 ekor bebek. Setiap dua minggu sekali ia mendatangkan bibit dari Badung Bali, sehingga panen bebek ia bisa lakukan setiap seminggu sekali.
    Untuk urusan kandang, Dewo punya tips bagi yang mau memulai usaha bebek, yaitu usahan disiapkan kolam kecil di areal kandang untuk keperluan bebek mandi setiap harinya.Hal ini penting agar kondisi bebek bisa terus bersih dan tak berbau. Mengenai bau, Dewo juga punya tips jitu agar kandang bebeknya tak mengganggu tetangga sebelah.

    Syaratnya setiap pemberian pakan pagi dan sore, ia mencampurkan daun pepaya secukup agar kotoran bebek tak berbau. Daun pepaya juga berkhasiat membuat daging bebek akan lebih empuk jika dimasak, meskipun ia mengingatkan porsinya diberikan secukupnya karena daun pepaya memiliki rasa pahit yang tinggi.Mengenai pakan bebek, selama ini ia hanya mengandalkan pakan bebek dari sisa makanan nasi restoran disekitarnya yang ia dapatkan cuma-cuma. Selain itu, yang terpenting harus ada campuran sayur yang bisa diperoleh dari sisa-sisa di pasar plus dicampur gedebong (pelepah) pisang yang dicacak yang sudah direbus."Berdasarkan pengalaman saya, bebek itu unggas yang tahan penyakit, dikasih makan apa saja mau. Tingkat kematiannya pun jauh dibawah 10%," katanya.

    Untuk tetap menjaga kesehatan bebek terhadap penyakit yang sering menimpa bebek seperti flu, Dewo juga punya tips ampuh untuk mengobati bebek dari flu yaitu dengan memberikan campuran daun mengkudu dalam adonan pakan bebek."Berdasarkan hitungan saya biaya produksi untuk satu ekor bebek hingga panen termasuk karyawan hanya Rp 14.000," imbuhnya.Ia juga menuturkan berternak bebek begitu menggiurkan, khususnya di Bali banyak masyarakat yang masih berternak bebek hanya sambilan yang hanya dijual ke pengumpul. Sementara konsep yang ia kembangkan adalah berternak bebek secara total dengan tidak melepas bebek namun dikandangkan dalam jumlah besar sehingga tingkat pertumbuhannya sangat cepat. "Kalau saya langsung pasarkan ke konsumen seperti restoran, pecel lele, rumah makan, pendeta dan lain-lain," ujar Dewo.

    Bahkan kata Dewo, jika dibandingkan berternak ayam, dari sisi harga, harga bebek cenderung tidak pernah turun dengan harga jual yang cukup bagus. Saat ini ia menjual bebeknya bervariatif, misalnya bebek dibawah 1 Kg dengan usia satu bulan khusus untuk pecel lele dijual Rp 25.000-30.000 per ekor, umur 2 bulan dijual Rp 35.000, hingga paling besar dijual Rp 60.000 per ekor untuk usia 3 bulan keatas."Terus terang saja, saya sekarang kewalahan meladeni permintaan, di wilayah Ubud saja permintaan pasar 1000 ekor per hari. Saya baru bisa suplai 100,"kata pemuda lulusan S-1 Peternakan Kampus Marwa Dewa ini.Lewat keuletan dan keseriusannya ini, ia kini menikmati bisnisnya yang terus berkembang. Setidaknya ia sudah mandiri membangun kandang senilai Rp 14 juta di pekarangan rumahnya, bahkan Dewo sudah memiliki kendaraan mobil pick up sendiri untuk menopang kegiatan usahanya.Intinya kata dia berbisnis ternak tidak lah susah, jika ada kemauan pasti bisa sukses. Untuk urusan modal, ia telah membuktikan bahwa memulai bisnis tak melulu merogoh kocek tebal."Dengan pakan sampah, kita menghasilkan produksi yang tinggi. Berternak tak selamanya pakai dana besar," tutur pengusaha muda usaha Mandiri yang memiliki 6 karyawan ini.

    Potensi pasar bebek menurutnya tidak hanya di Bali saja, dibanyak daerah termasuk di Jawa peluang ini selalu ada. Permintaan terhadap bebek khususnya untuk sajian restoran terus meningkat.Khusus untuk di Bali, bebek selain digunakan untuk pangan di restoran, bebek sering dipakai untuk pengganti angsa sebagai keperluan ibadah para pendeta Hindu. Terutama bebek putih, yang melambangkan kesucian terkait dengan Dewa Brahma.

    Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2140129-orang-yang-succes-beternak-bebek/#ixzz1vA7PVvpb

    Senin, 18 April 2011

    Mengembangkan Jiwa Wira Usaha

    Sistem Pemerintahan yang berbentuk Monarki Kerajaan sejak berabad-abad yang lalu, mengakibatkan bentuk budaya penghambaan diri dan pengkultusan terhadap individu pemimpin. Adanya strata sosial dalam masyarakat yang memisahkan golongan priyayi dan rakyat jelata serta minoritas kaum abangan sulit dihapuskan dalam pranata sosial, meskipun jaman telah berubah ratusan tahun. Hanya masyarakat pesisiran yang cenderung reaktif terhadap aturan-aturan yang bersifat hirarkhis, karena secara geografis tempat tinggal mereka jauh dari pusat pemerintahan dan juga karena faktor hubungan yang lebih luas dengan dunia luar sehingga mereka umumnya lebih memiliki keberanian untuk bertindak daripada masyarakat pedalaman yang cenderung pasrah pada keadaan.

    Rakyat biasa yang mendominasi jumlah penduduk Indonesia telah memposisikan diri sebagai wong cilik yang merasa terlahir dari "sononya" hidup serba kekurangan. Sikap pasif yang mengakar ini berdampak pada sikap pesimisme dan penumpulan kreativitas yang bermuara pada kepasrahan sebelum bertindak. Gampang menyimpulkan suatu keadaan yang tidak enak sebagai takdir, tanpa melakukan usaha-usaha sebelumnya. Takut berwiraswasta sebab takut bangkrut dan enggan membuka usaha sebab apa yang ada sekarang saja sudah cukup. Banyak langkah takut dianggap serakah dan takut dinilai orang sebagai kurang narima ing pandum (kurang menerima atas pemberian).
    Kalau saja sikap-sikap sebagaimana diatas bisa dikikis, dan para penganggur memiliki jiwa wirausaha yang kuat, masalah ini sedikit dapat diatasi. Sebab dengan wirausaha dapat menyerap tenaga kerja, sekaligus menggiatkan sektor riil dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

    Namun sering dijumpai orang yang mengeluh ; "Mau usaha apa ?", "Modalnya dari mana ?", atau "Kapan saya bisa memulai ?", "Siapa yang mau beli ?", dan sebagainya. Untuk memnjalankan usaha sebenarnya tidaklah sulit, asalkan mau berusaha dengan niat yang kuat dan secara terus menerus, serta pantang menyerah. Wira usaha dapat dilakukan di hampir semua sektor ekonomi.
    Mulailah dari usaha kecil-kecilan dirumah. Pilihlah jenis usaha yang paling disukai agar bisa dilakukan secara senang hati. Bila perlu libatkan semua anggota keluarga sebagai tenaga kerja, dan tanamkan pengertian bahwa apa yang dikerjakannya dengan memerah keringat dan air mata adalah untuk menambah penghasilan keluarga sehingga penggunannya dapat lebih hemat.

    Usahakan pilihan jenis usaha yang dilakukan dibutuhkan oleh masyarakat/konsumen. Akan lebih baik lagi apabila usahanya itu membuat konsumen selalu ingin menikmati secara terus menerus, (sustainable) sehingga dengan demikian masyarakat/konsumen akan menjadi pelanggan tetap yang merupakan modal kehidupan usaha tersebut.
    Jangan buru-buru mengharap keuntungan yang besar, yang penting usahanya jalan dulu. Tidak ada usaha yang dilakukan dengan mudah dan hasilnya melimpah, tanpa melalui proses/tahapan yang sulit sebelumnya. Pengusaha-pengusaha yang sukses tentu merangkak dari bawah dengan melewati masa-masa sulit penuh resiko. Namun orang biasanya hanya memandang dari sisi keberhasilannya saja tanpa mengetahui masa-masa kritisnya.
    Jadi kapan memulai usaha ? Sekarang Juga !! Usaha tidak akan berhasil sepanjang belum dimulai. Jangan menunggu-nunggu waktu lagi karena kesempatan datangnya cuma sekali. Selamat berwirausaha.

    Sumber:http://id.shvoong.com/business-management/entrepreneurship/1953660-mengembangkan-jiwa-wira-usaha/#ixzz1vA7lOfNJ

    Minggu, 17 April 2011

    10 Nilai-nilai yang Menuntun Anda Sukses Mengelola Bisnis

    Tidak ada setengah-setengah dalam kesuksesan

    Kita hanya melakukan bisnis bila kita melakukannya dengan lebih baik daripada yang lain. Profesionalisme, dedikasi, dorongan dan semangat mengejar keunggulan adalah elemen yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan. Dan, yang paling penting Anda harus benar-benar berkomitmen. Jika Anda tidak sepenuhnya berkomitmen maka mungkin sebaiknya anda pergi melakukan sesuatu yang lain.

    Jadilah Inovatif

    Membangun budaya perbaikan berkesinambungan untuk mendorong inovasi. Pertanyakan semua yang Anda lakukan. Pertanyakan segala sesuatu yang orang lain lakukan. Ketika Anda datang dengan jawaban – gunakan itu untuk memikirkan kemungkinan-kemungkinan baru dan cara baru. Carilah perubahan, dan bukannya menjadi takut akan itu. "Sama seperti energi adalah dasar kehidupan itu sendiri, dan ide-ide sumber inovasi, begitu juga inovasi merupakan percikan penting dari semua perubahan manusia, perbaikan dan kemajuan." ~ Ted Levitt

    Tentukan Visi Anda

    Miliki visi yang jelas tentang apa yang ingin Anda capai dan bangun rencana bisnis yang kohesif untuk mendefinisikan visi dan detail langkah-langkah yang perlu Anda ambil untuk mencapai tujuan Anda. Dan berbagi visi Anda dengan stakeholder Anda, jika tidak, maka Anda akan pergi dalam suatu perjalanan tanpa satu pun pengikut di belakang Anda.

    Lakukan Sekarang

    Jangan biarkan penundaan ke dalam hidup Anda. Jangan menghabiskan waktu untuk memikirkan semuanya kecuali tugas anda. "Ketika Anda berada di perjalanan, sangat membantu untuk mengetahui kemana Anda akan pergi, tapi jangan lupa, satu-satunya hal yang nyata tentang perjalanan Anda adalah langkah yang Anda ambil pada saat ini. " ~ Eckhart Tolle. Mulailah langkahmu.

    Bersemangatlah

    Jika Anda bergairah tentang segala sesuatu yang Anda lakukan dalam hidup Anda, maka dijamin anda akan mempengaruhi orang lain di sekitar Anda untuk menjadi bersemangat tentang apa yang mereka lakukan.

    Bertekad

    Mempunyai tekad dan Anda akan mencapai tujuan yang telah Anda tetapkan untuk diri sendiri.

    Pengembangan Pribadi

    Sadar diri. Memahami siapa Anda. Selalu mencari peningkatan. Tidak ada manusia yang sempurna.

    Prinsip Diri

    Perlakukan setiap klien dan setiap anggota staf seperti yang Anda ingin mereka memperlakukan Anda. Bahkan Anda harus menerapkan ini kepada semua orang yang berinteraksi dengan anda baik dalam bisnis dan kehidupan pribadi.

    Kesalahan adalah Kesempatan untuk Belajar

    Kegagalan bukan masalah jatuh, tapi tidak bangun yang merupakan kegagalan. Jangan biarkan rasa takut kegagalan melumpuhkan Anda. Tantang diri anda setiap hari dan penuhi tantangan. Jangan pernah takut tidak berhasil. Jadilah takut tidak pernah mencoba. Keberanian bukanlah kurangnya rasa takut, tetapi ketahanan terhadap ketakutan. Jadilah pemberani dan gunakan kesalahan sebagai kesempatan belajar.

    Jadilah Optimis

    Selalu siap untuk meletakkan putaran positif pada apapun yang mungkin terjadi di sekitar Anda. Selalu ada dua sisi untuk apapun - itu adalah pertanyaan tentang apakah Anda siap untuk melihat sisi positif meskipun kadang-kadang mungkin sulit untuk menemukannya. "Optimis = Seorang yang memanjat pohon karena dikejar oleh singa, tapi menikmati pemandangan yang lebih indah dilihat dari atas pohon." ~ Walter Winchell

    Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2249251-10-nilai-nilai-yang-menuntun/#ixzz1vA8GZ3sO

    Sabtu, 16 April 2011

    10 Langkah Membangun Bisnis Sendiri



    Membangun bisnis
    Anda ingin memulai bisnis sendiri? ingin memulai usaha dan membangun bisnis sendiri? atau masih bingung, ingin menjadi wirausaha (entrepreneur) tapi bingung mau terjun di bisnis apa? coba simak tips berikut mengenai bagaimana memulai bisnis atau usaha sendiri.
    Saat akan memulai bisnis, mungkin bagi para pebisnis pemula seperti saya, seringkali seseorang masih bingung dengan berbagai hal, misalnya bisnis apa ya yang cocok dengan saya? sedangkan saya hanya punya modal 5 juta atau bahkan saya tidak punya modal sama sekali? apa saya sudah siap untuk berbisnis? peluangnya bagaimana? resikonya bagaimana? dan berbagai pertanyaan lain yang terpikir saat akan memulai atau membangun bisnis.
    Bagi Anda yang masih baru akan memulai atau sedang memulai, coba simak beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun bisnis sendiri.
    1. Mulailah dari Mimpi Anda
    Mulailah dengan sebuah mimpi Anda. Seperti pada artikel sebelumnya, cara kaya ala donald trump, kiat sukses donald trump dimulai dari mimpi.
    Semua berawal dari sebuah mimpi. A dream is where it all started. Pemimpilah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah inovasi produk, cara pelayanan, jasa, ataupun idea yang dapat dijual dengan sukses. Para pemimpi tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata ‘tidak bisa’ ataupun ‘tidak mungkin’.

    2. Percaya (Belief)
    Percayalah bahwa Anda mampu untuk meraih kesuksesan. Seperti kata Andrie Wongso “Sukses adalah hak saya”. Dengan memiliki kepercayaan yang besar terhadap kesuksesan yang dapat Anda raih, Anda akan bergerak semakin ringan dan mampu menerjang segala rintangan.

    3. Mulailah dari hal yang Anda sukai
    Saat akan memulai usaha, pilihlah produk atau jasa yang akan Anda hasilkan sesuai dengan bidang yang Anda sukai (Passion). Dengan demikian Anda akan mencintai produk atau jasa Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan dan membuat kerja keras terasa lebih ringan. Anda akan selalu antusias dan gigih untuk melalui masa-masa sulit.
    Selain itu, Anda akan memiliki totalitas dalam berusaha, Anda akan mencurahkan semua sumber daya yang Anda miliki (waktu, energi, pikiran) untuk memulai bisnis Anda dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil.

    4. Pelajari Dasar-dasar Bisnis
    Pelajarilah Dasar-dasar Bisnis, misalnya *BUY LOW, SELL HIGH, PAY LATE, COLLECT EARLY*: Tidak akan ada kesuksesan tanpa ada sebuah pengetahuan dasar untuk berbisnis yang baik. Learning by doing, turut terjun langsung dalam bisnis minimal 1 sampai 2 tahun membuat Anda akan mengetahui dasar-dasar usaha yang akan membantu kita menuju jalan kesuksesan.

    5. Berani Mengambil Resiko
    Ambillah resiko. Pepatah bijak mengatakan “The Giant that u will be able to achieve is directly proportional to the risk taken“.
    Resiko selalu ada di setiap bisnis, berani mengambil resiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap resiko yang akan diambil. Sebuah resiko yang diperhitungkan dengan cermat akan memberikan kemungkinan berhasil lebih tinggi.

    6. Carilah “Guru” Bisnis dan Minta Nasehat
    Carilah “guru” atau mentor bisnis sesuai dengan bidang bisnis yang akan Anda geluti. Mintalah nasehat darinya, tapi tetaplah ikuti kata hati Anda. Ask the experts but follow your hearts.
    Dalam mencari guru, mungkin Anda tidak bisa secara langsung meminta mentoring secara langsung kepada orang yang Anda anggap guru di dibidang Anda, tapi Anda tetap bisa “mentoring” secara tidak langsung misalnya mengikuti seminar, workshop, diskusi, atau membaca buku, web, blog, dari orang yang Anda anggap guru.
    Para Pengusaha selalu mencari nasehat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera ke enam-nya. Komunikasi yang baik dan kepiawaian menjual merupakan kunci sukses saat memulai usaha. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.

    7. Work Hard & Work Smart
    Kerja keras dan Kerja Smart. Ethos Kerja keras sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard-work and smart-work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua successful start-up butuh workaholics. Pengusaha sejati tidak pernah lepas dari bisnisnya, pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.

    8. Bangunlah Network
    Bangunlah jaringan, bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang akan lebih memilih membeli dari orang yang telah dikenal, pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari orang yang telah dikenal. Teman (network) Anda akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasehat, membantu menolong pada masa sulit.

    9. Berani Menghadapi Kegagalan
    Berani menghadapi kegagalan. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha, selama kegagalan itu tidak membuat kita “mati”. Setiap usaha selalu akan mempunyai resiko kegagalan dan bila mana itu sampai terjadi, bersiaplah dan hadapilah!.
    Meminjam istilah Tung DW, “tidak ada kegagalan, yang ada adalah proses belajar”. Pengusaha sejati adalah pengusaha yang mampu bangkit dari kegagalan-kegagalannya dan mampu mengubahnya menjadi kemenangan.

    10. Action Now
    Mulailah sekarang juga.

    Sumber:http://id.shvoong.com/business-management/1927039-10-langkah-membangun-bisnis-sendiri/#ixzz1vA8fVzb5

    Jumat, 15 April 2011

    MEMBANGUN ENTREPRENEUR MUSLIM


    Bekerja dan berusaha merupakan aktivitas yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kita sebagai makhluk sosial senantiasa berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan kita, termasuk ketika kita membahas tentang kegiatan berwirausaha. Wirausaha atau dalam bahasa Inggris sering disebut enterepreneur adalah seseorang yang menciptakan bisnis baru ditengah banyaknya resiko dan ketidakpastian sebagai sebuah tujuan untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang dan sumber daya yang penting sebagai modal utama (Zimmerer, Scarborough, 2002). Namun fakta membuktikan, di negara kita kegiatan berwirausaha masih sangat sedikit sekali dilakukan khususnya oleh masyarakat muslim yang menjadi mayoritas penduduk Indonesia. Banyak sekali faktor– faktor yang mempengaruhi paradigma negatif masyarakat Indonesia mengenai kegiatan berwirausaha karena kurangnya ilmu yang dimilki serta sedikitnya kecakapan dalam berwirausaha. Umumnya masyarakat masih menilai bahwasanya orang yang berwirausaha cenderung bersikap selalu agresif, kikir dan egois serta tidak tetapnya penghasilan yang diperoleh, kadang untung dan kadang rugi. Hal inilah yang menyebabkan sebagian besar masyarakat di negeri ini kurang tertarik untuk terjun ke dunia kewirausahaan. Para orang tua juga lebih menyukai anaknya menjadi pegawai negeri atau jadi orang kantoran daripada menjadi seorang wirausahawan. Jika hal ini terus berlanjut, maka kita akan semakin ketinggalan dengan negara-negara berkembang lainnya, seperti Korea, Jepang, India, bahkan dengan negara tetangga kita sendiri, Malaysia & Singapura.

     Negara-negara tersebut memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, sehingga mampu bersaing dalam kancah internasional. Oleh karena itu pengembangan dan pertumbuhan jiwa kewirausahaan di negeri ini dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah perekonomian dan kemiskinan yang melanda masyarakat Indonesia.
    Dalam ajaran Islam bekerja adalah perbuatan yang sangat mulia sebab Islam mengajarkan bahwasanya bekerja bukan hanya memenuhi kebutuhan perut saja, tapi juga untuk memelihara harga diri, martabat, dan maslahat kemanusiaan yang harus dijunjung tinggi. Oleh karena itu ajaran Islam sangat menghargai orang yang bekerja dengan tangannya sendiri, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Rasulullah S.A.W dari Abu Abdullah Az-Zubair bin Al-‘Awwam r.a., bahwasanya ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Sungguh seandainya salah seorang di antara kalian mengambil beberapa utas tali, kemudian pergi ke gunung dan kembali dengan memikul seikat kayu bakar dan menjualnya, kemudian dengan hasil itu Allah mencukupkan kebutuhan hidupmu, itu lebih baik daripada meminta-minta kepada sesama manusia, baik mereka memberi ataupun tidak.” (HR. Bukhari).

    Berwirausaha termasuk pekerjaan yang sangat mulia, karena seorang wirausahawan akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan kemaslahatan dalam hidupnya. Orang yang berusaha dengan mengerahkan segala kemampuannya akan memiliki kepuasan tersendiri terhadap hasil pekerjaannya dan bertambah martabat hidupnya daripada orang yang tidak bekerja dan hanya bermalas-malasan alias menganggur. Orang yang menganggur dan malas bekerja akan menurunkan harga dirinya sendiri, karena hal tersebut akan menjerumuskannya pada perbuatan hina, seperti suka mengemis atau meminta-minta. Oleh sebab itu, aktivitas kewirausahaan di kalangan masyarakat perlu ditingkatkan karena hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam memperluas lapangan pekerjaan sehingga mampu meningkatkan produktivitas sumber daya manusia Indonesia yang sangat besar dan menurunkan jumlah pengangguran yang melimpah. Selain itu, kegiatan wirausaha juga mampu meningkatkan kekuatan perekonomian negara melalui aktivitas UKM yang tahan terhadap goncangan krisis ekonomi. Dengan semakin banyaknya wirausahawan yang turut berpartisipasi dalam pembangunan negara, khususnya wirausahawan muslim, maka akan meningkatkan budaya kerja masyarakat yang mandiri, berani serta mampu bersaing dalam persaingan global.

    Sebagai konsekuensi akan anjuran bekerja kepada semua umatnya, ajaran Islam juga memperhatikan landasan kerja seseorang secara religius dan manusiawi agar dapat menjadi pekerja yang handal dan kreatif dalam menjalankan usahanya di manapun mereka bekerja, selama tidak melanggar ketentuan syari’at. Oleh karena itu, seorang wirausahawan muslim harus selalu menyadari dan meyakini akan suatu ketetapan dan perubahan. Ketetapan dalam hal ini adalah konsep akidah yang berasakan tauhid. Artinya meyakini bahwasanya Allah S.W.T adalah Dzat Yang Maha Mengatur segalanya. Dia-lah Sang Pemberi Rezeki, sehingga kita tidak perlu khawatir karena rezeki kita telah diatur oleh-Nya. Sedangkan yang dimaksud perubahan adalah dalam hal mu’amalah atau interaksi antar sesama sebagai makhluk sosial. Artinya kita harus selalu berinovasi dalam setiap usaha yang kita lakukan agar senantiasa memberikan manfaat terhadap orang lain. 

    Sumber:http://id.shvoong.com/business-management/business-ideas-and-opportunities/2278239-membangun-entrepreneur-muslim/#ixzz1vA9KYTjh