do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 22 Juni 2012

Tips Membuat Kerajinan Pelepah Pisang

Sebagain besar orang menganggap pelepah pisang (kering) adalah sampah yang tidak berguna. Begitu pula saat penulis masih kecil, di kampung halaman seringkali hanya melihat pelepah pisang yang sudah kering (layu) teronggok di kebun. Bahkan terkadang oleh orang tua dibakar karena dianggap mengotori kebun. Namun kini pelepah pisang bisa dijadikan karya seni lukisan yang indah dan bernilai ekonomi tinggi. Lagi-lagi tangan-tangan orang kreatif yang menjadikan limbah seperti itu sebagai sebuah berkah.
Tips membuat kerajinan Tangan dari Pelepah Pisang

Pelepah Pisang. Jenis pisang bebas, pelepah pisang yang baik adalah yang sudah kering dipohon, kondisi pelepah pisang benar-benar kering (tidak basah atau lembab), pelepah tidak perlu dijemur di sinar matahari (cukup diangin-anginkan saja). Tidak perlu menggunakan bahan pengawet atau ditambah pewarna buatan, karena akan menghilangkan kesan alami lukisan. Corak warna pelepah pisang yang akan digunakan disesuaikan dengan kebutuhan pelukis, sesuai dengan gaya dan tema lukisan. Lukisan yang sudah jadi tidak perlu di vernis (bahan pengkilap lukisan). Supaya lebih indah bisa dipakai pigura dan kaca. Agar lukisan awet dan tahan lama, hindari lukisan dari basah/lembab.


Lem. Tidak ada jenis lem khusus untuk lukisan ini. Lem yang biasa digunakan contohnya ; lem kertas biasa (yang berbahan dasar tepung singkong/kanji/aci, Lem merek FOX yang biasa dijual dipasaran. Lem FOX lebih sering penulis gunakan, karena daya rekatnya yang cukup kuat, walaupun harganya agak sedikit lebih mahal.


Triplek. Biasanya digunakan untuk dasar lukisan. Selain triplek dapat juga digunakan bahan-bahan lain, seperti karton tebal, kayu, dll.

Cara Penempelan Pelepah Pisang, Teknik menempel bebas. Untuk melukis pemandangan, kaligrafi, hewan2, manusia, biasanya penulis menempel latar belakangnya dulu, baru yang terakhir detailnya. Seperti contoh Lukisan Kaligrafi, pertama tempellah latar belakang yang berwarna gelap semua, setelah kering baru tempel tulisan kaligrafinya yang berwarna terang. Agar hasil tempelan merata dan kuat, biasanya setelah pelepah pisang ditempel, lukisan diberi pemberat diatasnya hingga lem kering (seperti dengan kaca tebal, kayu pemberat, buku yang tebal, dll), tujuannya agar lem menempel merata disetiap bagian pelepah pisang yang ditempel.

Untuk tahap tahap pertama, memang dibutuh keuletan dan kesabaran ekstra untuk membuat kerajinan tangan ini, karena bahan dan alat ini tidak lazim digunakan untuk tujuan melukis. Tetapi bila telah mahir dan teknik melukisnya telah didapat sendiri, akan diperoleh sebuah lukisan yang unik dan agak sulit untuk ditiru orang, sehingga nilai jualnya juga lebih baik. Selamat mencoba!

Sumber:http://id.shvoong.com/humanities/arts/2162931-tips-membuat-kerajinan-pelepah-pisang/#ixzz1yY9guIC3

Karakteristik industri yang mempengaruhi hasil bisnis

Semua karakteristik industri yang baru diidentifikasikan harus dipertimbangkan untuk menentukan dampaknya terhadap sebuah prestasi perusahaan.
Perubahan dalam permintaan industri dan persaingan mempengaruhi permintaan akan produk perusahaan sehingga mempengaruhi penghasilannya. Selain karakteristik industri mempengaruhi jumlah produk yang dihasilkan perusahaan, hal itu juga mempengaruhi biaya operasional, seperti biaya produksi dan administrasi. Setiap perubahan dalam peraturan tenaga kerja dan lingkungan, secara khusus mempengaruhi biaya perusahaan. Efek keseluruhan terhadap keuntungan tergantung pada dampak dari setiap karakteristik terhadap penghasilan atau biaya perusahaan. Dampak potensial dari permintaan industri dan persaingan pada hasil perusahaan dapat dipastikan dengan berkonsultasi dengan bisnis apapun secara berkala dan membahas bagaimana industri tertentu berhasil belakangan ini.
Hasil perusahaan sangat tergantung pada karakteristik industri berikut :
1. Permintaan industry
2. Persaingan industry
3. Lingkungan tenaga kerja
4. Lingkungan peraturan

Defenisi Pemasaran Industri



Marketing Association : Marketing as the performance of business activities that direct the flow of good and service from procedure to consumer.
Pemasaran adalah ukuran keberhasilan kegiatan perusahaan ntuk mengarahkan arus barang dari produsen ke konsumen
Kalau kita memperhatikan defenisi di atas, ternyata terdapat kekurangan-kekurangan di sana sini. Kekurangan-kekurangan tersebut adalah sebagai berikut:
Menganggap fungsi distribusi produk lebih penting dari fungsi marketing yang lain
 Defenisi ini tidak menunjukkan peranan pemasaran yang dapat mengembangkan produk dan jasa
Defenisi ini tidak dapat menunjukkan manfaat yang akan diperoleh produsen ke konsumen
 Kurang memperhatikan unsure manusia yang selalu ada di dalam system pemasaran
Melihat kekurangan defenisi diatas, maka akan coba menarik defenisi lain, yakni: Marketing is the human activities directed at satisfying wants and needs throught exchange processes
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia melalui proses pertukaran
Defenisi ini menunjukkan kepada kita, bahwa pemasaran bertanggung jawab sebelum produk terjual dan sesudah produk terjual sampai ke tangan pembeli. Tugas pemasaran bukan hanya mendistribusikan produk, tetapi mempunyai tugas/fungsi yang lain.
2. Defenisi Pemasaran Industri

Rober W. Haas, DBA: Industry Marketing can be defined as human activities directed toward satisfying wants and needs of professional buyer and other individual influencing purchase in commercial, institutional and government organization throught exchange prosses.
Pemasaran industri adalah aktivitas manusia yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan pembeli yang ahli, atau memuaskan kebutuhan dan keinginan pembeli yang lain, yang dapat mempengaruhi pembelian barang-barang yang diperdagangkan, barang kebutuhan lembaga-lembaga dan barang kebutuhan organisasi pemerintah, melalui proses pertukaran .
Pemasaran industri mengarahkan produknya untuk perusahaan-perusahaan yang menjual produknya kembali kepada orang lain, kepada lembaga-lembaga yang memutuhkannya untuk keperluan proses produksi, atau kepada organisasi pemerintah untuk membantu aktivitas mereka setiap hari. Jadi pemsaran industri tidak menunjukkan produknya kepada konsumen akhir.
Perusahaan-perusahaan yang membeli produk industri mengadakan pertukaran secara rasionil. Mereka membeli barang dengan memakai pertimbangan yang rasionil, ekonomis, dan menguntungkan.
Berbeda dengan pertukaran produk konsumsi, membeli suatu produk sering didasarkan pada motivasi pembelian seseorang. Kadang-kadang pembelian suatu produk tidak rasionil, karena didorong oleh gengsi dan petimbangan-pertimbangan lain.
Keputusan membeli suatu produk industri tidak sepenuhnya ditentukan oleh seseorang. Tetapi keutusan ini pada umumnya ditentukan oleh beberapa orang. Masing-masing mereka dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Biasanya individu-individu yang berpengaruh ini adalah mereka yang berhubungan erat dengan produksi, pemasaran, dan keuangan

Pemanfaatan Pasir Pantai Indonesia dalam Industri Semikonduktor

Semikonduktor adalah material yang mempunyai konduktivitas listrik di antara konduktor dan isolator. Semikonduktor sangat bermanfaat di bidang elektronika karena nilai konduktivitas listriknya dapat diubah-ubah sesuai kebutuhan. Semikonduktor dibuat dari unsur-unsur yang bersifat metalloid atau semi-logam seperti silikon dan germanium. Nilai konduktivitas semikonduktor dapat diubah dengan cara menambahkan atau menyuntikkan material tertentu yang disebut material doping. Penambahan material doping ini menambah ketidakmurnian (dopan) semikonduktor sehingga nilai konduktivitasnya bisa meningkat. Semikonduktor digunakan di dalam rangkaian elektronika sebagai komponen-komponen tertentu, contohnya dioda, transistor, LED, dan lain-lain. Hampir semua peralatan elektronika saat ini, mulai dari jam tangan digital sampai komputer menggunakan komponen yang terbuat dari bahan semikonduktor. Oleh karena itu, seiring perkembangan teknologi elektronika, teknologi pembuatan semikonduktor juga terus berkembang.

Perkembangan teknologi elektronika menyebabkan teknologi informasi juga berkembang dengan sangat cepat. Sekarang hampir setiap orang di dunia terhubung dengan internet, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perkembangan teknologi informasi tersebut membuat permintaan terhadap teknologi elektronika semakin meningkat dan permintaan bahan semikonduktor juga semakin meningkat. Adanya permintaan yang besar karena permintaan teknologi informasi tersebut membuat masa ini disebut era semikonduktor.

Salah satu unsur utama yang diperlukan dalam pembuatan semikonduktor adalah silikon. Silikon adalah unsur semi-logam atau metalloid yang bijinya dapat didapatkan dengan mudah dari pasir pantai. Selama ini, masyarakat yang tinggal di tepi pantai mencari dan menambang biji silikon untuk dijual. Indonesia memiliki sedikit sekali industri yang bergerak di bidang pemrosesan biji silikon menjadi semikonduktor, sehingga belum bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam secara maksimal.

Indonesia adalah salah satu negara dengan garis pantai terpanjang di dunia. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki sumber biji silikon yang sangat banyak. Akan tetapi, jumlah industri semikonduktor yang masih sangat sedikit dan sebagian besar adalah perusahaan asing menyebabkan kelimpahan unsur silikon yang terdapat di sepanjang pantai Indonesia belum bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Masyarakat Indonesia hanya bisa memanfaatkan pasir pantai tersebut sebagai bahan baku ekstraksi biji silikon yang kemudian dijual kepada industri dalam maupun luar negeri yang akan memproduksi bahan semikonduktor.

Indonesia membutuhkan lebih banyak industri semikonduktor nasional untuk memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah ini. Jika pemerintah berani berinvestasi dalam pembangunan industri semikonduktor, hal itu akan menjadi langkah awal untuk ikut berperan di dalam perkembangan teknologi di dunia. Silikon yang didapatkan dari pantai Indonesia akan memiliki nilai tambah yang sangat signifikan jika diolah menjadi bahan semikonduktor. Selain itu, perkembangan industri semikonduktor dapat membuka peluang bagi industri-industri elektronika lain untuk berkembang. Misalnya industri komputer, industri robotika, dan lain-lain.

Tujuan pembangunan industri di Indonesia

Pembangunan industri mempunyai peranan yang sangat strategis karena dapat membawa perubahan mendasar dalam struktur perekonomian di Indonesia. Oleh karena itu, pembangunan sektor industri senantiasa mendapat perhatian yang besar dari pemerintah. Pembangunan sektor industri di Indonesia terutama ditujukan untuk hal-hal berikut ini:
a. meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat
b. meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional
c. meningkatkan kemampuan dan penguasaan teknologi
d. meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pembangunan industri
e. memperluas dan meratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha
f. meningkatkan penerimaan devisa negara melalui peningkatan ekspor hasil industri ke mancanegara
g. mengembangkan pusat-pusat pertumbuhan industri yang menunjang pembangunan daerah
h. memperkuat stabilitas nasional dalam rangka memperkokoh ketahanan nasional

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF DARI PEMBANGUNAN INDUSTRI



DAMPAK POSITIF

a. Menambah penghasilan penduduk sehingga meningkatkan kemakmuran
b. Perindustrian menghasilkan aneka barang yang dibutuhkan oeh masyarakat.
c. Perindustrian memperbesar kegunaan bahan mentah
d. Usaha perindustrian dapat memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk.
e. Mengurangi ketergantungan Negara pada luar negeri.
f. Dapat merangsang masyarakat utuk meningkatkan pengetahuan tentang industi

DAMPAK NEGATIF

a. Limbah industry akan menimbulkan pencemaran air, tanah dan udara
b. Asap-asap pabrik menimbulkan polusi udara.
c. Akibat dari pncemaran, banyak menimbulkan kematian bagi binatang-binatang, manusia dapat terkena penyakit, hilangnya keindahan alam dan lain-lain.

Pengaruh REVOLUSI INDUSTRI DI INDONESIA

Revolusi industri yang terjadi di Eropa berhasil mendorong terjadinya perubahan dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut tidak hanya mempengaruhi kehidupan masyarakat Eropa, akan tetapi juga masyarakat di belahan dunia lainnya, termasuk Indonesia. Apalagi dengan perubahan paradigma filsafat yang diterapkan oleh imperialisme Barat pada saat itu. Daerah jajahan tidak hanya merupakan daerah taklukan saja tetapi fungsinya lebih diberdayakan dari sekedar daerah penghasil bahan baku dan pemasaran hasil industri, tetapi juga secara aktif dijadikan sebagai tempat penanaman modal (investasi).
Selain karena desakan kebutuhan aman yang menuntut diikutinya arus revolusi industri, muncul pula kritikan dari kaum humanis dan demokrat di negeri Belanda tentang pemberlakuan sistem tanam paksa di Indonesia. Desakan-desakan tersebut pada akhirnya mendorong untuk dihapuskannya sistem tanam paksa pada tahun 1870. Sebagai penggantinya, diterapkanlah sistem ekonomi terbuka di Hindia Belanda.
Sistem ekonomi terbuka memungkinkankan siapa saja dapat menanamkan modalnya di Indonesia, tidak hanya orang-orang Belanda saja.
Tentu saja penanaman modal tersebut dilandasi dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Kondisi ini pada akhirnya menciptakan cara baru dalam hal penindasan dan pengisapan bangsa Indonesia. Kalau dulu yang melakukan penindasan adalah orang-orang Belanda maka pada masa ini Indonesia dieksploitasi oleh kaum swasta dan para kapitalis asing lainnya.
Penanaman modal di Indonesia, sebagian besar diarahkan untuk pembangunan perkebunan-perkebunan yang dapat menghasilkan komoditi yang diperlukan bagi bahan dasar industri. Lalu dibangunlah perkebunanperkebunan yang sebagian besar dibangun di daerah Jawa dan Sumatera.
Pembangunan perkebunan ini membutuhkan tenaga kerja yang akan digunakan untuk mengurus perkebunan. Dengan demikian, banyak penduduk yang diangkat menjadi tenaga kerja perkebunan, bahkan untuk perkebunan di Sumatera diangkat tenaga kerja yang berasal dari Jawa. Terjadilan arus transmigrasi dari pulau Jawa ke Sumatera yang dilakukan secara paksa. Bahkan ada di antara orang-orang Jawa ini yang dikirim ke daerah Madagaskar dan Suriname.
Eksploitasi yang dilakukan oleh para kapitalis terhadap penduduk Indonesia dilakukan dengan gaya baru. Para pekerja dipaksa untuk bekerja di perkebunanperkebunan dengan upah yang sangat minim dengan beban kerja yang sangat tinggi. Mereka tidak bisa menghindar dari ketentuan tersebut karena mereka terikat kontrak kerja. Pada tahun 1881, pemerintah kolonial Belanda mengeluarkan undang-undang Koelie Ordonantie yang mengatur para pekerja. Berdasarkan undang-undang tersebut, para kuli bekerja sesuai dengan kontrak.
Untuk mendukung program perkebunan tersebut, pemerintah kolonial Hindia Belanda membangun berbagai prasarana, seperti irigasi, waduk, jalan raya, jalan kereta api, serta pelabuhan-pelabuhan. Pembangunan sarana-sarana tersebut seringkali memakan korban jiwa yang sangat banyak dari penduduk Indonesia karena mereka dipekerjakan secara paksa. Akan tetapi dengan pembangunan prasarana tersebut, terutama pembangunan jaringan jalan raya
telah menimbulkan pengaruh bagi tumbuhnya mobilitas penduduk. Pembangunan jalan raya dan kereta api memungkinkan pertumbuhan dan hubungan antarkota secara cepat.
Sementara itu, gerakan-gerakan humanis yang berkembang di negeri Belanda mendorong diberlakukannya politik balas budi terhadap bangsa Indonesia. Salah satu politik balas budi tersebut adalah program yang dikemukakan oleh Mr. C. Th. Van Deventer. Gagasannya yang diterbitkan oleh majalah de Gids pada tahun 1899 memaparkan perlunya bangsa Belanda
melakukan balas budi terhadap Indonesia. Balas budi dilakukan dengan jalan membantu bangsa Indonesia untuk mencerdaskan dan memakmurkan rakyatnya.
Terdapat tiga cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu:
1. memajukan pengajaran (edukasi);
2. memperbaiki pengairan (irigasi);
3. melakukan perpindahan penduduk (transmigrasi).
Ide yang dikemukakan oleh van Deventer ini kemudian lebih dikenal dengan politik etis.
Program pendidikan tidak ditujukan untuk mencerdaskan bangsa Indonesia, tetapi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga administrasi rendahan yang akan ditempatkan di industri-industri perkebunan. Program irigasi tidak diarahkan untuk peningkatan pertanian
penduduk Indonesia, tetapi diarahkan untuk menunjang perkebunan-perkebunan milik para kapitalis. Sementara itu, program transmigrasi bukan diarahkan untuk pemerataan penduduk dan peningkatan kualitas hidup penduduk Indonesia, melainkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perkebunan-perkebunan milik Belanda.
Lambat laun program politik etis ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, terutama dalam hal program pendidikan (edukasi). Program pendidikan yang awalnya ditujukan untuk menghasilkan tenaga administratif rendahan, pada akhirnya semakin berkembang. Tidak hanya jenjang pendidikan semakin tinggi, tetapi juga menjangkau spesialisasi bidang pendidikan lainnya seperti kedokteran, keguruan, teknik, pertanian, dan
sebagainya.
Pendidikan Barat yang diberikan oleh Belanda pada umumnya hanya diperoleh masyarakat Indonesia yang berasal dari kelas bangsawan atau priyayi. Secara umum yang mempergunakan kesempatan ini ialah mereka yang berasal dari golongan priyayi kelas rendahan.
Muncullah golongan baru dalam masyarakat Indonesia yang oleh seorang sejarawan, Sartono Kartodirdjo, disebut sebagai homines novi. Kelompok masyarakat ini adalah kelompok masyarakat baru yang lahir karena pendidikan Barat yang mereka terima. Lambat laun, golongan ini telah menggeser kedudukan kelas-kelas priyayi atas lainnya yang tidak berpendidikan Barat. Apalagi setelah Belanda memberlakukan peraturan bahwa pejabat-pejabat yang akan memegang
jabatan pemerintahan harus memiliki ija ah pendidikan Barat, sehingga tertutuplah jalan kelas priyayi tersebut dari jabatan-jabatan yang sebelumnya mereka peroleh dengan cara turun-temurun. Hal ini pada akhirnya menghapuskan sistem feodalisme yang selama ini sangat kental berlaku dalam pola hubungan antara priyayi dan rakyat jelata.
Perubahan yang sangat penting terjadi dalam struktur masyarakat Indonesia pada saat itu adalah dengan munculnya gerakan-gerakan emansipasi wanita. Pengenalan masyarakat Indonesia dengan pendidikan Barat semakin membuka cakrawala mereka tentang nasib bangsanya. Kemampuan mereka untuk membaca hasil-hasil pemikiran yang berkembang di Barat secara langsung menumbuhkan kesadaran tentang nasib bangsanya yang sedang mengalami penjajahan.