do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 12 Mei 2012

KETELADANAN NABI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Di kala umat manusia dalam kegelapan dan kehilangan pegangan hidupnya, lahirlah seorang laki-laki di dunia dari keluarga yang sederhana di kota Mekkah. Seorang bayi yang kelak membawa perubahan besar bagi sejarah peradaban dunia. Bayi itu telah menjadi yatim pada saat 7 bulan sebelum ia lahir. Oleh kakeknya Abdul Muthalib dengan penuh kasih sayang, bayi itu dibawa ke kaki ka’bah. Di tempat suci itulah bayi tersebut diberi nama Muhammad. Kelahiran Nabi Muhammad pada tanggal 12 Rabiulawal tahun Gajah atau tanggal 20 April tahun 571 M. Beliau menjadi Nabi pada saat usia 40 tahun ditandai dengan diterimanya wahyu yang pertama di Gua Hiro’
Kata kenabian memiliki asal kata “nabi” yaitu seorang hamba Allah yang telah diberi kitab, hikmah, kemampuan berkomunikasi dan berintregasi dengan-Nya dan dengan para malaikat-Nya, serta kemampuan mengimplementasikan kitab dan hikmah itu, baik dalam pribadi maupun umat manusia dan lingkungannya.
Nabi Muhammad SAW adalah seperti manusia lain dalam hal naluri, fungsi fisik serta kebutuhannya. Beliau adalah manusia yang memiliki akhlak mulia. Sehingga ia di kenal dengan sebutan “AL-AMIN” (Orang yang dapat dipercaya).Gelar Al-Amin itu di berikan karena kejujurannya dan sifat dapat dipercaya.
Adakalanya kita mengingat kembali keteladanan dalam Islam, ungkapan keteladanan biasa disebut “Uswatun Khasanah” yang sebenarnya diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, seperti firman Allah SWT dalam AL-Qur’an surat Al Ahzab ayat 21, “ Sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah SAW itu suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah “ .
Gelar Uswatun khasanah amat pantas diberikan kepada Nabi Muhammad SAW, karen Nabi Muhammad adalah sosok hamba Allah yang bijaksana dalam mendidik umat dan santun dalam bergaul. Selain menyandang gelar Uswatun Khasanah, Nabi Muhammad juga mendapat julukan Al’Amin, bersifat Amanah, seperti tertuang dalam firman Allah SWT surat An-nisa ayat 4, “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” 
Disamping itu keteladanan beliau ditunjukkan dengan sikapnya yang pemurah, pengasih dan penyayang. Oleh karena itu, tidaklah heran apabila didalam risalah kerasulannya, beliau mendapat sebutan rahmatan lil ‘alamin. Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Anbiya ayat 107 , “ Dan tidaklah kami mengutus kamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta “ .Pribadi agung yang terdapat dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa risalah sejarah Islam, betapa hebatnya beliau yang kehidupannya menjadi suri tauladan yang baik bagi umat Islam di seluruh pelosok dunia. Bahkan setelah beliau wafat, sepantasnya beliau mendapat gelar pelopor dunia dalam segala bidang kehidupan. 
Seperti telah diriwayatkan, rasulullah SAW begitu tegar dalam soal kejujuran sehingga beliau terkenal sebagai “ Orang Terpecaya” dan “ Orang Benar”. Begitu pula beliau sangat berhasrat agar orang-orang Muslim menjunjung tinggi nilai kebenaran seperti beliau. Beliau memandang kebenaran sebagai dasar segala keluhuran budi, kebaikan dan perilaku benar. Beliau mengajarkan bahwa seseorang yang mutaki adalah orang yang teguh memegang kebenaran sehingga ia terhitung bertaqwa oleh Tuhan.
Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin dunia yang terbesar sepanjang sejarah. Karena kurang lebih dalam waktu 23 tahun, beliau telah menghasilkan beberapa karya besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin manapun di seluruh dunia sejak Nabi Adam as. Sampai sekarang. Karya besar tersebut antara lain :
1. (mengesakan Tuhan) 
2. Nabi Besar Muhammad saw. telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semula mempercayai Tuhan sebanyak 360 (berfaham polytheisme) menjadi bangsa yang memiliki keyakinan tauhid mutlak.
3. (kesatuan ummat) 
4. Nabi Besar Muhammad saw. telah berhasil menjadikan bangsa Arab yang semua selalu melakukan permusuhan dan peperangan antar suku dan antar kabilah, menjadi bangsa yang bersatu padu dalam ikatan keimanan dalam naungan agama Islam.
5. (kesatuan pemerintahan) 
6. Nabi Besar Muhammad saw. telah berhasil membimbing bangsa Arab yang selamanya belum pernah memiliki pemerintahan sendiri yang merdeka dan berdaulat, karena bangsa Arab adalah bangsa yang selalu dijajah oleh Persia dan Romawi, menjadi bangsa yang mampu mendirikan negara kesatuan yang terbentang luas mulai dari benua Afrika sampai Asia.
Salah satu kunci keberhasilan Nabi Muhammad itu adalah karena keteladanan beliau dalam memimpin. Sikap istiqomah Nabi Muhammadlah yang dapat memberikan keberhasilan dalam memimpin. Apakah istiqomah itu?? Istiqomah adalah upaya manusia dengan bersungguh-sungguh, gigih, konsisten untuk selalu menjalankan perintah-perintah-Nya, menjauhi segala larangan-Nya, sejalan dengan sunatullah serta ridha atas ketentuan-Nya yang berlaku, mengikuti akhlak Nabi Muhammad SAQ dan amal-amal kebaikan lainnya.
Di dalam Al-Qur’an istiqomah berkaitan dengan pengertian “ pendirian yang teguh dan kokoh” khususnya keteguhan hati pada pelaksanaan perintah dan larangan Allah. Seperti yang tercantum dalam firman Allah dalam QS 41:30
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : “ Tuhan kami ialah ALLAH” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan “ Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS. 41:30)
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah kemudian mereka tetap istiqomah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS 46:13-14) 
Sikap istiqomah seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW, dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya kita selalu menegakkan kebenaran dengan selalu berkata jujur, membela kaum yang lemah, berbuat adil kepada semua orang sesuai dengan proporsinya, amar ma’ruf nahi mungkar, qonaah dan menghindari semua larangan-Nya seperti syirik, kufur nikmat atas nikmat yang telah Allah beri, berdusta, menghina sesama dan lain sebagainya.
Berdasarkan kutipan-kutipan yang telah ditulis menandakan bahwa rasulullah sebagai hamba Allah yang patut menjadi suri tauladan yang baik bagi umat manusia di dunia. Sifat dan sikap Rasulullah seperti yang telah diuraikan di atas, dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahan renungan hidup.


Posting Komentar