do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 16 September 2010

54 Soal-Jawab tentang Aqidah Seorang Muslim


Jawaban : Dia menciptakan kita agar beribadah kepadaNya serta tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.
Dalil dari AlQur’an :
(الذريات:56)وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.
Dalil dari sunnah :
)حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً ( متفق عليه
Hak Allah atas hambaNya bahwa mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun
Soal 2: Bagaimana kita menyembah Allah ta’ala?
Jawaban: Sebagaimana Allah dan RosulNya perintahkan.
Dalil dari AlQur’an :
(البينة: من الآية5) َمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
Dan tidaklah mereka diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan hanya mengikhlaskan diin untukNya.
Dalil dari sunnah :
[ من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو ردّ ] رواه مسلم
Barang siapa melakukan suatu amal yang tidak ada dalam perkara kami maka amalan itu tertolak.
Soal 3 : Apakah kita menyembah kepada Allah dengan perasaan takut dan harapan?
Jawaban :Ya! Kita menyembahnya Allah dengan rasa takut dan harapan
Dalil dari AlQur’an :
(الأعراف: من الآية56)وَادْعُوهُ خَوْفاً وَطَمَعاً
Dan serulah Dia oleh kalian dalam kondisi takut[dari neraka] dan harap [kepada sorga]
Dalil dari sunnah :
[أسأل الله الجنة وأعوذ به من النار] صحيح رواه أبو داود
Saya mohon Allah sorga dan berlindung denganNya dari neraka.
Soal 4 : Apa yang dimaksudkan Ihsan dalam ibadah?
Jawaban : merasa diawasi oleh Allah saja, yang Dia selalu melihat kita.
Dalil dari AlQur’an :
(النساء: من الآية1) إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً
Sesungguhnya Allah atas kalian selalu mengawasi.
(الشعراء:218)الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ
Yang melihatmu ketika engkau berdiri[untuk sholat]
Dalil dari sunnah :
[ الإحسان أن تعبدوا الله كأنك تراه فإن لم تكن تراه فإنه يراك] رواه مسلم.
Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya, dan jika engkau tidak melihatNya sesungguhnya Dia melihatmu.
Soal 5 : Untuk apa Allah mengutus para rasul?
Jawaban :Untuk mengajak beribadah kepadaNya dan menghilangkan penyekutuan dariNya.
Dalil dari AlQur’an :
(النحل: من الآية36)وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوت
Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul hendaklah kalian menyembah Allah dan menjauhi thoghut.
Dalil dari sunnah :
[والأنبياء إخوة ودينهم واحد] متفق عليه
Para nabi itu bersaudara dan agama mereka satu . ya’ni semua rasul mengajak kepada tauhid.
Soal 6 : Apa yang dimaksud dengan tauhid Ilah ?
Jawaban : MengesakanNya dengan Ibadah, do’a, nadzar dan hukum.
Dalil dari AlQur’an :
(محمد: من الآية19)فَاعْلَمْ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا اللَّه
Ketauhilah bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan haq kecuali Allah.
Dalil dari sunnah :
[فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله] متفق عليه
Hendaklah yang pertama kali yang engkau menyeru mereka kepadanya persaksian bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah.
Soal 7 : Apa makna ungkapan : laa ilaaha illAllah.
Jawaban :Tidak ada yang disembah dengan haq kecuali Allah.
Dalil dari AlQur’an :
(الحج: من الآية62)ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِل
Demikian itu karena Allah adalah Dialah yang haq dan apa yang mereka seru selainnya adalah yang batil.
Dalil dari sunnah :
[من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم ماله ودمه] رواه مسلم .
Barang siapa yang berkata : tidak ada Ilah yang haq disembah kecuali Allah, haramlah hartanya [untuk diambil] dan darahnya [untuk ditumpahkan] HR Muslim]
Soal 8 : Apa ma’na tauhid dalam masalah sifat Allah?
Jawaban : Mengukuhkan apa yang disifatkan Allah dan RasulNya untuk diriNya.
Dalil dari AlQur’an :
(الشورى: من الآية11)لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Tidak ada yang seperti Dia sesuatupun, dan Dia Maha Mendengar dan Melihat.
Dalil dari sunnah :
[ينـزل ربنا تبارك وتعالى في كل ليلة إلى السماء الدنيا] متفق عليه
Robb kita Yang Maha Agung dan Tinggi setiap malam turun ke langit dunia [mutafaqun ‘alaihi] turun sesuai dengan keagunganNya dan kesucianNya
Soal 9 : Apa faedah tauhid bagi seorang muslim.
Jawaban : Petunjuk di dunia dan keamanan di akherat.
Dalil dari AlQur’an :
(الأنعام:82)الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
Orangorang yang beriman dan tidak mencampur keimanan mereka dengan kedholiman[kesyirikan] mereka mendapatkan keamanan dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.
Dalil dari sunnah :
[حق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئاً] متفق عليه
Hak hamba terhadap Allah bahwa Dia tidak menyiksa orang yang tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun
Soal 10 : dimana Allah?
Jawaban : Allah di atas langit diatas Arsy .
Dalil dari AlQur’an :
(طـه:5)الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
ArRohman [Allah Yang Maha Pengasih] bersemayam di atas Arsy.
Dalil dari sunnah :
[إن الله كتب كتاباً إن رحمتي سبقت غضبي فهو مكتوب عنده فوق العرش] روها البخاري
Sesungguhnya Allah telah menulis buku : yang tertulis di dalamnya] sesungguhnya RahmatKu mengalahkan kemurkaanKu kitab itu tertulis di sisiNya di atas Arsy.
Soal 11 :Apakah Allah bersama kita dengan ilmuNya atau dengan DzatNya?
Jawaban : Allah bersama kita dengan ilmuNya mendengar dan melihat.
Dalil dari AlQur’an :
(طـه:46)قَالَ لا تَخَافَا إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى
Allah berfirman : jangan kalian berdua takut sungguh Aku bersama kalian berdua mendengar dan melihat.
Dalil dari sunnah :
إنكم تدعون سميعاً قريباً وهو معكم [رواه مسلم]
Sesungguhnya kalian menyeru Dzat Yang Maha Mendengar Maha dekat dan Dia bersama kalian. Yaitu dengan IlmuNya melihat dan mendengar kalian
Soal 12 : Apa dosa yang paling besar?
Jawaban : Dosa yang paling besar sirik menyekutukan Allah?
Dalil dari AlQur’an :
(لقمان: من الآية13)يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Wahai anakku janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu kedholiman yang besar.
Dalil dari sunnah :
[سئل صلى الله عليه وسلم أي الذنب أعظم قال : أن تدعو لله ندّاً وهو خلقك] رواه مسلم
Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam ditanya tentang dosa apa yang paling besar. Beliau bersabda : engkau menyeru bandingan untuk Allah sedang Dia telah menciptakan kamu
Soal 13 : Apa syirik besar itu?
Jawaban : Yaitu mengarahkan ibadah untuk selain Allah seperti doa.
Dalil dari AlQur’an :
(الجـن:20)قُلْ إِنَّمَا أَدْعُو رَبِّي وَلا أُشْرِكُ بِهِ أَحَداً
Katakanlah tiada lain saya menyeru [berdoa] kepada Robbku dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatupun.
Dalil dari sunnah :
[أكبر الكبائر الإشراك بالله] رواه البخاري
Dosa yang paling besar dari dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah.
Soal 14 : Apa bahaya syirik besar?
Jawaban : Syirik besar penyebab kekal di neraka?
Dalil dari Al Qur’an :
(المائدة: من الآية72)إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ
Sesungguhnya siapa yang menyekutukan Allah maka sungguh Allah telah mengharamkan atasnya sorga dan tempat tinggalnya di neraka.
Dalil dari sunnah :
[من مات يشرك بالله شيئاً دخل النار] رواه مسلم
Barang siapa mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu pasti masuk neraka
Soal 15 : Apakah amalan bermanfaat jika diikuti dengan kesyirikan
Jawaban: Amal tidak bermanfaat yang dibarengi dengan syirik.
Dalil dari AlQur’an :
(الأنعام: من الآية88) وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Kalau mereka menyekutukan sungguh gugurlah apa yang mereka amalkan.
Dalil dari sunnah :
[من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه]رواه مسلم
Barang sipa yang beramal suatu amalan ia menyekutukan didalamnya selain Aku, Aku tinggalkan dia dan sekutunya
Soal 16: Apakah kesyirikan itu ada di kalangan kaum muslimin.
Jawaban : Ya ! banyak dan amat di sayangkan.
Dalil dari AlQur’an :
(يوسف:106)وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلا وَهُمْ مُشْرِكُونَ
Dan tidaklah beriman kepada Allah kebanyakan mereka kecuali mereka berbuat syirik.
Dalil dari sunnah :
[لا تقوم الساعة حتى تلحق قبائل من أمتي بالمشركين وحتى تعبد الأوثان] صحيح رواه الترمذي
Tidaklah terjadi kiamat sehingga beberapa kabilah dari umatku bergabung dengan musyrikin dan sehingga berhala disembah.
Soal 17 : Apa hukum berdoa kepada selain Allah seperti para wali?
Jawaban : Berdoa kepada mereka suatu kesyirikan memasukkan ke neraka.
Dalil dari AlQur’an :
(الشعراء:213)فَلا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ
Maka jangan engkau seru bersama Allah Ilah yang lain maka engkau termasuk orang yang disiksa.
Dalil dari sunnah :
[من مات وهو يدعو من دون الله ندّاً دخل النار] رواه البخاري
Barang siapa mati dan dia menyeru selain Allah sebagai bandingan pastilah ia masuk neraka.
Soal 18 : Apakah doa itu ibadah kepada Allah?
Jawaban : Ya doa adalah ibadah kepada Allah ta’aala.
Dalil dari AlQur’an :
(غافر: من الآية60)وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ 
Robbmu berfirman : berdoalah kepadaKu pasti aku kabulkan buat kalian
Dalil dari sunnah :
[الدعاء هو العبادة] رواه الترمذي وقال حديث صحيح
Doa itu ibadah .
Soal 19 : Apakah orang mati mendengar doa?
Jawaban : Orang-orang mati tidak mendengar doa.
Dalil dari AlQur’an :
(النمل: من الآية80)إِنَّكَ لا تُسْمِعُ الْمَوْتَى 
Sesungguhnya engkau tidak memperdengarkan orang mati
(فاطر: من الآية22)وَمَا أَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَنْ فِي الْقُبُورِ
Dan tidak engkau memperdengarkan orang yang ada dalam kuburan.
Dalil dari sunnah:
صحيح رواه أحمد.إن لله ملائكة سياحين في الأرض يبلغون عن أمتي السلام 
Sesungguhnya Allah memiliki Malaikat-Malaikat yang terbang ke berbagai tempat di bumi menyampaikan kepadaku salam dari umatku.
Soal 20 : Apakah kita minta bantuan kepada orang mati?
Jawaban: Kita tidak minta bantuan kepada mereka, bahkan kita istighotsah dengan Allah.
Dalil dari AlQur’an :
(لأنفال: من الآية9)إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ 
Ingatlah ketika kalian istigotsah kepada Robb kalian maka Dia mengabulkan kalian.
Dalil dari sunnah :
[كان إذا أصابه هم أو غم قال : يا حي يا قيوم برحمتك أستغيث]حسن
Adalah Nabi jika terkena kesusahan dan kesedihan beliau berdoa : wahai Dzat Yang Maha Hidup, Wahai Dzat Yang Mengurusi MakhluqNya dengan rahmatMu aku beristighotsah.
Soal 21 : Apakah boleh minta pertolongan kepada selain Allah
Jawaban: Tidak boleh minta pertolongan kecuali kepada Allah.
Dalil dari AlQur’an :
(الفاتحة:5)إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
Hanya kepadaMu lah kami menyembah .
Dalil dari sunnah :
[إذا سألت فاسأل الله وإذا استعنت فاستعن بالله] رواه الترمذي وقال حديث حسن.
Soal 22 : Apakah kita minta bantuan kepada yang hidup dan hadir?
Jawaban : Ya apa yang mereka mampu melakukan.
Dalil dari AlQur’an :
(المائدة: من الآية2)وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ 
Tolong menolonglah dalam masalah kebajikan dan taqwa dan jangan tolong menolong dalam masalah dosa dan permusuhan.
Dalil dari sunnah :
إذا سألت فاسأل الله رواه الترمذي
Kalau engkau minta mintalah kepada Allah dan jika engkau minta pertolongan mintalah kepada Allah.
Dalil dari sunnah :
[والله في عون العبد ما دام العبد في عون أخيه]
Allah berada dalam membantu seorang hamba, selama hamba tadi dalam membantu saudaranya.
Soal 23 : Apakah boleh nadzar untuk selain Allah?
Jawaban : Tidak boleh nadzar kecuali untuk Allah.
Dalil dari AlQur’an :
(آل عمران: من الآية35) رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّراً فَتَقَبَّلْ مِنِّي
Wahai Robbku sungguh aku bernadzar untukMu apa yang ada dalam perutku sebagai orang yang bebas [untuk berkhidmah di Masjid Al-Aqsho] maka terimalah dariku
Dalil dari sunnah :
[من نذر أن يطيع الله فليطعه ومن نذر أن يعصيه الله فلا يعصه]رواه البخاري.
Siapa yang bernadzar untuk taat kepada Allah hendaklah ia mentaatinya [melaksanakan nadzarnya] barang siapa bernadzar untuk maksiat, janganlah ia mendurhakaiNya [dengan tidak melaksanakan nadzarnya]
Soal 24 : Apakah boleh menyembelih untuk selain Allah?
Jawaban : Tidak boleh, karena hal itu termasuk syirik besar.
Dalil dari AlQur’an :
(الكوثر:2)فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka sholatlah untuk Robbmu dan sembelihlah [untukNya saja].
Dalil dari sunnah :
[لعن الله من ذبح لغير الله] رواه مسلم
Semoga Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah.
Soal 25 : Apakah boleh thowaf di kuburan?
Jawaban : Tidak boleh thowaf kecuali di Ka’bah.
Dalil dari AlQur’an :
(الحج: من الآية29) وَلْيَطَّوَّفُوا بِالْبَيْتِ الْعَتِيقِ
Dan thowaflah kalian di Rumah Atiq [Ka’bah].
Dalil dari sunnah :
[من طاف بالبيت سبعا وصلى ركعتين كان كعتق رقبة ] صحيح رواه ابن ماجه.
Barang siapa yang thowaf di Baitulloh tujuh kali dan sholat dua roka’at, adalah seperti memerdekakan budak.
Soal 26: Apakah boleh sholat sementara kuburan ada di depan anda?
Jawaban : Tidak boleh sholat kearah kuburan.
Dalil dari AlQur’an :
(البقرة: من الآية144) فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Maka arahkan wajahmu ke Al-Masjidil Harom yaitu menghadaplah ke Ka’bah.
Dalil dari sunnah :
[لا تجلسوا على القبر ولا تصلّوا إليها]رواه مسلم.
Janganlah kalian duduk diatas kuburan dan janganlah sholat kepadanya.
Soal 27 : Apa hukum melakukan sihir?
Jawaban : Hukumnya melakukan sihir adalah kafir.
Dalil dari AlQur’an :
(البقرة: من الآية102) وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْر
Akan tetapi setan setan itu kafir, mereka mengajari manusia sihir.
Dalil dari sunnah :
[ اجتنبوا الموبقات : الشرك بالله، والسحر ......رواه مسلم
Jauhilah oleh kalian tujuh dosa yang membinasakan : syirik, sihir…..
Soal 28: Apakah kita boleh mempercayai dukun dan peramal ?
Jawaban:Kita tidak boleh mempercayai keduanya dalam memberitakan masalah ghoib.
Dalil dari AlQur’an :
(النمل:65)قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ
Katakanlah tidak ada yang di langit maupun di bumi yang mengetaui tentang ghoib kecuali Allah dan mereka tidak sadar kapan dibangkitkan.
Dalil dari sunnah :
[من أتى عرافاً أو كاهناً فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد] صحيح رواه أحمد.
Barang siapa yang mendatangi para normal atau dukun kemudian membenarkan apa yang dikatakan sungguh ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad.
Soal 29 : Apakah ada yang mengetahui yang ghoib?
Jawaban : Tidak ada satupun yang mengetahui yang ghoib kecuali Allah.
Dalil dari AlQur’an :
[وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ )(الأنعام: من الآية59)
Dan di sisiNya kunci-kunci ghoib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia.
Dalil dari sunnah :
[لا يعلم الغيب إلا الله] حسن رواه الطبراني
Tidak ada yang mengetahui yang ghoib kecuali Dia [Hadits hasan Riwayat Tobarony]
Soal 30 :D engan hukum apa kaum muslimin wajib menghukumi?
Jawaban : Mereka wajib menghukumi dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah
(المائدة: من الآية44)وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Dan siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan, mereka adalah orang-orang kafir.
Dalil dari sunnah :
[الله هو الحكم وإليه المصير] حسن رواه أبو داود
Allah adalah penentu hukum, dan kepada-Nya tempat kembali. Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Soal 31: Apa hukum undang-undang yang bertentangan dengan Islam?
Jawaban: Mengamalkannya hukumnya kafir, jika ia membolehkannya.
Dalil dari AlQur’an :
)وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ)(المائدة: من الآية49)
Dan hukumilah diantara mereka dengan apa yang diturunkan oleh Allah
Dalil dari sunnah :
[ومن لم تحكم أئمتهم بكتاب الله ويتخيروا مما أنزل الله إلا جعل الله بأسهم بينهم شديد ]
Dan siapa yang pemimpin-pemimpin mereka tidak menghukumi dengan kitab Allah dan memilih dari apa yang Allah turunkan kecuali Allah jadikan permusuhan kuat diantara mereka.
Soal 32: Apakah boleh bersumpah dengan selain Allah?
Jawaban : Tidak boleh bersumpah kecuali dengan Nama Allah.
Dalil dari AlQur’an :
(التغابن: من الآية7) بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُن
Ya pasti dan Demi Pemeliharaku sungguh kalian pasti dibangkitkan.
Dalil dari sunnah :
[من حلف بغير الله فقد أشرك] صحيح رواه أحمد
Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah sungguh telah musyrik [Hadits shohih riwayat Ahmad]
Soal 33 :Apakah boleh menggantungkan kalung pengaman dan jimat?
Jawaban :Tidak boleh menggantungkannya, karena termasuk syirik.
Dalil dari AlQur’an :
(الأنعام: من الآية17)وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلا كَاشِفَ لَهُ إِلا هُو
Dan jika menimpamu suatu bahaya, maka tidak ada yang bisa menghilangkan kecuali Dia .
Dalil dari sunnah :
[من علق تميمة فقد أشرك] صحيح رواه أحمد
Barang siapa nmenggantungkan azimat maka ia telah musyrik .
Soal 34 : Dengan apa kita bertawassul kepada Allah?
Jawaban :Kita tawassul kepada Allah dengan nama-namaNya, sifat-sifatNya dan amal sholeh.
Dalil dari AlQur’an :
(لأعراف: من الآية180)وَلِلَّهِ الأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا 
Milik Allah nama-nama yang baik maka berdoalah dengannya.
Dalil dari sunnah :
[أسألك بكل اسم هو لك سميت به نفسك] صحيح رواه أحمد
Aku mohon kepadaMu dengan segala nama yang dia milikmu, Engkau beri nama dengannya akan DzatMu.
Soal 35 : Apakah doa memerlukan perantara makhluq?
Jawaban : Doa tidak memerlukan perantara.
Dalil dari Al-Qur’an :
(البقرة: من الآية186)وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ
Jika hambaku bertanya kepadamu tentang Aku sesungguhnya Aku dekat, aku mengabulkan doa orang yang berdoa jika berdoa kepadaKu
Dalil dari sunnah :
[إنكم تدعون سميعاً قريباً وهو معكم] رواه مسلم
Sesungguhnya engkau berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar Dekat, dan Dia bersamamu.
Soal 36 : Apa tugas yang diperankan rasul?
Jawaban : Tugas yang diperankan Rasul adalah menyampaikan wahyu.
Dalil dari AlQur’an :
(المائدة: من الآية67)يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ 
Wahai Rasul sampaikan apa yang diturunkan kepadamu dari Robbmu.
Dalil dari sunnah :
[اللهم اشهد] مسلم
Ya Allah saksikanlah. [ini jawaban beliau atas ucapan sahabat yang berkata kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan, menunaikan amanah, dan menasehati]
Soal 37 : Dari siapa kita mohon syafa’at nabi ?
Jawaban : Kita mohon syafaat Nabi dari Allah Subhanahu wa ta’ala.
Dalil dari Al-Qur’an :
(الزمر: من الآية44)قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعاً لَه
Katakanlah hanya milik Allah lah seruruh syafa’at
Dalil dari sunnah :
اللهم شفعه في [ أي شفع الرسول صلى الله عليه وسلم في] رواه الترمذي وقال حديث حسن.
Ya Allah jadikanlah dia [Rasul] pemberi syafa’at untukku.
Soal 38 : Bagaimana kita mencintai Allah dan Rasulullah ?
Jawaban :Cinta dengan bentuk ketaatan dan mengikuti perintah.
Dalil dari AlQur’an :
(آل عمران: من الآية31)قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ 
Katakanlah jika anda mencintai Allah, maka ikutilah aku niscaya Allah mencintai kalian.
Dalil dari sunnah :
[لا يؤمن أحدكم حتى أكون أحب إليه من والده وولده والناس أجمعين] البخاري
Tidaklah beriman seorang diantara kalian sehingga aku lebih ia cintai dari pada cintanya kepada orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia. (HR Bukhori.)
Soal 39 : Apakah boleh berlebih-lebihan dalam memuji Rasulullah?
Jawaban : Kita tidak berlebih-lebihan dalam memuji Rasul.
Dalil dari AlQur’an :
(الكهف:110)قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ ً
Katakanlah tiada lain saya hanya seorang manusia seperti kalian, telah diwahyukan kepadaku.
Dalil dari sunnah :
[لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم فإنما أنا عبد فقولوا عبد الله ورسوله] البخاري
Jangan engkau lebih lebihkan saya sebagaimana Nasoro Melebih lebihkan Isa anak Maryam tiada lain saya seorang hamba, maka katakanlah hamba Allah dan RasulNya
Soal 40 : Siapa makhluq pertama kali.
Jawaban : Dari manusia Adam, dari benda pena.
Dalil dari AlQur’an :
(صّ:71)إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَراً مِنْ طِينٍ
Ingatlah ketika RobbMu berfirman kepada Malaikat sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah.
Dalil dari sunnah :
[إن أول ما خلق الله القلم] رواه أبو داود والترمذي وقال حديث حسن
Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena.
Soal 41 : Dari apa diciptakan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam.
Jawaban : Allah menciptakan Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dari nutfah.
Dalil dari AlQur’an :
(غافر: من الآية67)هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَة
Dialah yang menciptakan kalian dari tanah kemudian dari nutfah.
Dalil dari sunnah :
[إن أحدكم يجمع خلقه في بطن أمه أربعين يوماً نطفة] متفق عليه
Sesungguhnya seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya empat puluh hari sebagai nutfah.
Soal 42 : Apa hukum jihad dijalan Allah?
Jawaban : Jihad wajib dengan harta, jiwa dan lisan.
Dalil dari AlQur’an :
(التوبة: من الآية41)انْفِرُوا خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ
Berangkat lah jihad dalam kondisi ringan maupun berat dan berjihad lah dengan harta kalian dan jiwa kalian
Dalil dari sunnah :
[جاهدوا المشركين بأموالكم وأنفسكم وألسنتكم] صحيح رواه أبو داود.
Berjihad lah melawan orang-orang musyrikin dengan harta kalian, jiwa kalian dan lidah kalian
Soal 43 : Apa wala’ untuk orang beriman ?
Jawaban : Yaitu cinta, menolong orang-orang yang beriman yang bertauhid.
Dalil dari AlQur’an :
(التوبة: من الآية71)وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْض
Orang beriman laki dan perempuan sebagian mereka sebagai wali sebagian yang lainnya
Dalil dari sunnah :
[المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضاً] رواه مسلم
Orang mukmin bagi mukmin yang lainnya seperti satu bangunan sebagian menguatkan sebagian yang lainnya.
Soal 44 : Apakah boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka?
Jawaban : Tidak boleh berloyalitas kepada orang kafir dan menolong mereka.
Dalil dari Al-Qur’an :
(المائدة: من الآية51)وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُم
Barang siapa mengambil mereka sebagai wali maka sesungguhnya dia termasuk dari golongan mereka .
Dalil dari sunnah :
[إن آل بني فلان ليسوا لي بأولياء] متفق عليه
Sesungguhnya keluarga bani fulan bukan waliku [karena mereka orang kafir]
Soal 45 : Siapa wali itu ?
Jawaban : Wali adalah orang beriman yang bertaqwa?
Dalil dari AlQur’an :
(يونس:62)أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُون الذين آمنوا وكانوا يتقونَ
Ketauhilah sesungguhnya wali-wali Allah tidak ada rasa takut atas mereka juga tidak mereka sedih. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka bertaqwa.
Dalil dari sunnah :
[إن وليي الله وصالح المؤمنين] متفق عليه
Sesungguhnya waliku adalah Allah dan orang beriman yang sholeh
Soal 46 : Untuk apa Allah menurunkan Al-Qur’an.
Jawaban : Allah menurunkan Al-Quran untuk diamalkan.
Dalil dari AlQur’an :
(لأعراف: من الآية3)اتَّبِعُوا مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ وَلا تَتَّبِعُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاء
Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Robb kalian dan jangan ikuti wali selainNya.
Dalil dari sunnah :
[اقروا القرآن واعملوا به ولا تستكثروا به] صحيح رواه أحمد
Bacalah AlQur’an dan amalkan, jangan engkau memperbanyak harta dengannya .
Soal 47 :Apakah kita mencukupkan diri dengan Alqur’an dari hadits.
Jawaban :Kita tidak mencukupkan diri dengan Al-Qur’an dari hadits.
Dalil dari AlQur’an :
(النحل: من الآية44)وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ
Dan telah kami turunkan peringatan kepadamu agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang diturunkan kepada mereka.
Dalil dari sunnah :
[ألا وإني أوتيت القرآن ومثله معه] صحيح رواه أبو داود
Ketauhilah sesungguhnya aku diberi AlQur’an dan sepertinya bersamanya.
Soal 48 : Apakah kita mendahulukan satu ucapan diatas ucapan Allah dan rasulNya.
Jawaban : Kita tidak mendahulukan satu ucapan diatas ucapan Allah dan RasulNya.
Dalil dari Al-Qur’an :
(الحجرات: من الآية1)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ
Hai orang-orang beriman janganlah kalian mendahului dihadapan Allah dan RasulNya
Dalil dari sunnah :
[لا طاعة لأحد في معصية الله إنما الطاعة في المعروف] متفق عليه
Tidak ada ketaatan untuk seseorang dalam maksiat kepada Allah, tiada lain ketaatan itu ada dalam hal yang baik .
Soal 49 : Apa yang kita lakukan jika kita berselisih?
Jawaban : Kita kembali kepada kitab dan Sunnah.
Dalil dari AlQur’an :
(النساء: من الآية59)فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
Dan jika kalian berselisih maka kembalikan kepada Allah dan Rasul.
Dalil dari Sunnah
[تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما كتاب الله وسنة رسوله] صحيح
Aku telah tinggalkan dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh dengan keduanya yaitu kitab Allah dan sunnah rasulNya.
Soal 50 : Apa bid’ah dalam agama itu?
Jawaban : Semua yang tidak ada dalil syar’i atasnya.
Dalil dari Al-Qur’an :
(الشورى: من الآية21)أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّه
Apakah mereka punya sekutu yang mensyare’atkan buat mereka dari agama yang tidak Allah izinkan.
Dalil dari sunnah :
[من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ] متفق عليه
Barang siapa yang mengada-adakan dalam perkara kami ini, apa yang bukan darinya maka ia tertolak
Soal 51 : apakah ada bid’ah yang baik?
Jawaban : Tidak ada bid’ah yang baik.
Dalil dari Al-Qur’an :
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ (المائدة: من الآية3)نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْأِسْلامَ دِيناً
Pada hari ini aku telah sempurnakan buat kalian agama kalian, Telah aku sempurnakan nikmatKu atas kalian dan Aku telah Ridhoi Islam buat kalian sebagia diin
Dalil dari sunnah :
[إياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة] صحيح رواه أبو داود
Jauhilah oleh kalian semua yang diada adakan, karena semua yang diada adakan itu bid’ah dan semua bid’ah adalah sesat
Soal 51 : Apakah dalam Islam ada sunnah yang baik?
Jawaban : Ya seperti orang yang memulai perbuatan baik supaya ditiru.
Dalil dari Al-Qur’an :
(الفرقان: من الآية74) وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
Dan jadikanlah aku imam untuk orang-orang yang bertaqwa.
Dalil dari sunnah :
[من سن سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها من بعده] رواه مسلم.
Barang siapa yang mencontohkan sunnah yang baik baginya pahalanya dan pahala yang melakukannya setelahnya.
Soal 53 :Apakah cukup bagi seorang untuk memperbaiki diri sendiri?
Jawaban :Harus memperbaiki diri sendiri dan keluarganya?
Dalil dari Al-Qur’an :
(التحريم: من الآية6)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً 
Hai orang-orang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.
Dalil dari sunnah :
[إن الله تعالى سائل كل راع عما استرعاه أحفظ ذلك أم ضيعه] حسن
Sesungguhnya Allah ta’aala akan meminta pertanggungan jawaban setiap pemimpin dari apa yang dipimpinnya apakah menjaganya atau menyia-nyiakannya.
Soal 54 : Kapan kaum muslimin menang?
Jawaban : Jika mengamalkan kitab Robb [Pemelihara] mereka dan sunnah nabi mereka ?
Dalil dari AlQur’an :
(محمد:7)يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
Hai orangorang yang beriman jika kalian menolong Allah, Allah pasti menolongmu dan meneguhkan kaki kalian.
Dalil dari sunnah :
[لا تزال طائفة من أمتي منصورين] صحيح رواه ابن ماجه
Tidak henti-hentinya segolongan dari umatku menang tertolong.
الحمد لله رب العالمين.
Dinukil dari عقيدة المسلم, “Aqidah Setiap Muslim”, Penulis : Syaikh Muhammad Jamil Zainu
Dikutip dari http://www.salafy.or.id Penulis: Syaikh Muhammad Jamil Zainu, judul asli: Aqidah Seorang Muslim – Tanya Jawab I-VI

Tidak ada komentar: