do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 01 Agustus 2010

Titik Akhir Ahlul Hawa Ahli Bid’ah


Dari Abu Qilabah Rahimahullah, beliau berkata:
Tidak ada seorang yang mengadakan kebid’ahan melainkan suatu saat dia akan menganggap halal menghunus pedang (menumpahkan darah kaum muslimin, atau memberontak pada pemerintah)
(Al I’tisham 1/112, Ad Darimi 1/58 no 99)
Ayyub Rahimahullah biasa menamakan ahli bid’ah dengan khawarijBeliau mengatakan“Sesungguhnya orang-orang khawarij itu hanya berbeda dalam hal nama dan julukan namun mereka bersepakat dalam menghalalkan darah kaum muslimin.”
(Al I’tisham 1/113)
Imam Al Barbahari Rahimahullah mengatakan:
Ketahuilah sesungguhnya hawa (kebid’ahan) itu semuanya rendah dan selalu mengajak kepada pedang (pertumpahan darah, pemberontakan)
(Syarhus Sunnah hal 122)
Ada seseorang yang berkata pada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma : “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan hawa nafsu kami berjalan di atas hawa nafsu kalian (yakni para shahabat)”.
Ibnul Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma segera menimpali : “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kebaikan sedikitpun di dalam hawa nafsu itu. Ia dinamakan hawa karena ia menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka
(Asy Syarhu Wal Ibanah hal 123 no 62)
Dikutip dari http://ghuroba.blogsome.com dinukil dari Kitab Lammud Durril Mantsur minal Qoulil Matsur, Penulis Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi Judul: Titik Akhir Ahli Bid’ah
Poskan Komentar