do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 08 Desember 2008

Mengenal Tanda-Tanda Kemunafikan


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni’mat iman dan Islam kepada kita. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adl utusan Allah. Semoga selawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah saw keluarganya sahabatnya dan orang-orang yg mengikuti jalan hidupnya. Kaum muslimin rahimakumullah.Marilah kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT dgn selalu memperbaiki akhlak dan ibadah kita. Semua orang Islam diwajibkan mempunyuai akhlak yg mulia krn Rasululullah saw diutus ke dunia tiada lain utk mengajarkan umat manusia berakhlak mulia dalam hubungannya dgn Allah dgn sesama manusia baik muslim maupun non muslim dan dgn sesama mahluk ciptaan-Nya. Untuk membentuk akhlak yg luhur seseorang harus mendidik dan membiasakan dirinya dgn perilaku-perilaku yg baik. Adapun cara utk memperbaiki akhlak yg buruk seseorang harus berusaha keras serta mau memaksakan diri utk melakukan lawannya. Misalnya kebiasaan berbohong atau dusta bisa diperbaiki dgn megusahakan lawan sifat itu yaitu selalu menjunjung sifat jujur. Kesukaan ingkar janji dan khianat bisa diperbaiiki dgn membiasakan diri menepati janji. Meskipun pada mulanya amat berat tetapi bila dibiasakan dgn latihan dan perjuangan secara terus-menerus maka lama kelamaan akan ringan dan mudah. Kaum muslimin yg berbahagia.Bukankah tiap orang pasti memiliki sifat watak dan karakteristik yg berbeda? Karena itu tidak mungkin tiap orang akan memiliki tingkat kualitas akhlak dan kepribadian yg persis sama. Dalam masalah ini perlu kita sadari bahwa akhlak dan kepribadian seseorang merupakan faktor yg paling menentukan apakah ia bisa disenangi atau tidak oleh orang lain. Melalui kepribadian sesorang bisa memperlhatkan dirinya kepada orang lain. Oleh krn itu tiap orang harus menjaga akhlak dan kepribadiannya dgn menampilkan sifat-sifat terpuji dan perilaku yg luhur. Begitu mudahnya orang-orang di kalangan kita saling membohongi dan mengingkari janji. Padahal kepercayaan menurut kalangan bisnis adl modal utama yg tentunya harus dimulai dari diri sendiri. Behkan jika dikaji lbh jauh dusta ingkar dan khianat merupakan sifat-sifat tercela dan termasuk ciri kemunafikan. Sebab didalamnya terdapat unsur meremehkan orang lain sifat yg tentunya harus dihindari oleh ummat Islam. Rasulullah saw bersabda yg artinya “Tanda orang munafik itu tiga walupun ia puasa dan salat serta mengaku dirinya muslim. Yaitu jika ia berbicara ia berdusata jika berjanji ia menyalahi dan jika dipercaya ia khianat.” Dari hadis di atas dapat ditafsirkan bahwa orang munafik ialah orang yg bertolak belakang antara lahir dgn batinnya yakni lahirnya Islam sedangkan batinnya ingkar. Karena itu Rasulullah melukiskan orang munafik itu sebagai orang yg tak jujur dalam semua hal baik kata-kata maupun perbuatannya. Maksudnya walaupun seseorang mengaku muslim mengejakan salat dan puasa selama ia suka berlaku tidak jujur ingkar janji dan berkhianat maka ia termasuk golongan orang-orang munafik. Jelasnya sifat munafik sangat meracuni keimanan seseorang. Ironisnya sifat-sifat seperti itu justru banyak terdapat di kalangan umat Islam. Sinyalemen ini bisa kita rasakan kebenarannya dalam kehidupan sehari-hari. Sifat munafik telah menyusup ke lubuk hati kaum muslimin sehingga sering menimbulkan perilaku-perilaku sosial yg sangat menjengkelkan dan merusak nailai-nilai moral. Sidang Jumat rahimakumullah.Sekarang apa yg harus kita lakukan utk menghindari sifat-sifat buruk tersebut? Tentunya krn ini mencakup masalah pembinaan moral umat maka salah satu usaha kongritnya ialah dgn memasyarakatkan budaya malu di kalangan masyarakat utk melakukan sifat-sifat buruk itu. Kemudian masyarakat diajak utk membudayakan rasa bangga dan penghormatan kepada orang-orang yg memiliki sifat-sifat sidik konsisten pada janji dan amanah.
    Sifat sidik artinya benar lawannya sombong atau dusta. Sidik merupakan sifat utama yg wajib diamalkan oleh semua orang Islam sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah. “Hai orang-orang yg beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yg benar.” Bersikap benar tidak suka berbohong mempunyai pengaruh yg besar sekali dalam masyarakat dan merupakan sikap mental yg sangat dibutuhkan utk membangun kualitas sumber daya manusia guna mewujudkan masyarakat yg adil dan makmur. Karena itulah Rasulullah saw sangat tegas melarang umatnya melakukan dusta kecuali pada tiga hal krn alasan utk mencapai kebaikan dan menegakkan kebenaran yaitu Pertamasuami berbohong kepada istri misalnya menjanjikan sesuatu yg patut dijanjikan kepada seorang istri sekedar utk menghibur dan menyenangkan hatinya. Kedua berdusta dalam perang sebagai siasat pertempuran. Ketiga dusta yg dilakukan sebagai taktik uuntuk mendamaikan dua orang muslim yg berselisih. Bahkan utk keadaan berdusta itu bisa menajdi wajib yaitu bila dalam keadaan darurat atau posisinya terdesak seperti utk menyelamatkan nyawanya sendiri dari kezaliman dan kekejaman. Tetapi meskipun demikian harus dipahami bahwa apabila suatu tujuan yg baik dan benar itu sudah bisa dicapai tanpa juga bohong atau dusta itu tetap haram hukumnya.
    Menepati janji. Allah SWT berfirman “Hai orang-orang yg beriman peliharalah janji-janji itu.” Perintah utnuk memenuhi semua janji sebagaimana ditegaskan dalam ayat di atas sebenarnya merupakan prinsip umum yg harus dipatuhi oleh tiap orang yg terikat kepada suatu janji atau yg mesti berlaku sesuai adat kebiasaan dalam interaksi sosial seperti transaksi jual beli hutang piutang kehidupan politik sosial dan sebagainya. Sidang Jumat rahimakumullah.Dalam hukum Islam janji adl hutang yg berarti harus dibayar. Ajaran ini jelas sejalan dgn nilai-nilai kedisiplinan yg semakin dituntut bagi perkembangan zaman lebih-lebih dalam konteks kehidupan modern. Masyarakat sangat memerlukan sikap hidup dgn disiplin tinggi teguh pada janji serta menghormati peraturan dan norma-norma yg berlaku dalam kehidupan global. Karena itu sebagai petunjuk bentuk ajaran kedisiplinan umat dalam perjanjian Allah SWT telah menunjukan ketika berjanji bagi orang-orang yg beriman “Dan janganlah kamu mengatakan bahwa sungguh aku akan mengerjakannya besok pagi kecuali dgn menyebut ‘insya Allah’.” “Tepatilah janji sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya.”
    Sifat amanah artinya terpercaya atau jujur lawannya khianat. Amanah yg diajarkan di dalam Islam meliputi banyak hal di antaranya barang-barang yg dititipkan atau uang yg kita pinjam wajib dikembalikan kepada pemiliknya. Bisa juga berupa amanah berupa anak dan keturunan agar dididik menjadi orang yg beriman beramal saleh dan berakhlak mulia. Amanah juga bisa berupa tugas dan jabatan. Disamping itu ilmu harta pangkat umur kesehatan kecerdasan akal dan sebagainya semua itu merupakan amanah dari Allah yg harus dipelihara dan diamalkan sebaik-baiknya sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Kaum muslimin rahimakumullah.Pemahaman yg luas tentang makna amanah perlu lbh dimasyarakatkan di kalangan umat sebab sifat amanah atau kejujuaran itu biasanya hanya dikaitkan dgn bidang materi misalnya jujur tidak mengamil sesuatu yg bukan haknya baik dgn mencuri korupsi menipulasi bisnis ataupun tindakan lain yg intinya sama yaitu mengambil yg bukan haknya. Padahal sebenarnya perbuatan tidak jujur di bidang materi itu hanya salah satu segi dari ketdakjujuran. Kejujuran pada hakikatnya meliputi semua bidang kehidupan yg di dalamnya tertmasuk bidang ilmu pengetahuan pemikiran kekayaan dan sebagainya. Allah SWT berfirman “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yg berhak menerimannya.” Kaum muslimin rahimakumullah.Sebagai penutup kajian yg singkat ini dapat disimpulkan bahwa sifat sidik konsisten pada janji dan amanah apabila benar-benar telah diamalkan oleh kaum muslimin citra Islam pasti akan lbh harum daripada kenyataan selama ini. Sebaliknya citra Islam akan pudar apabila lawan dari sifat-sifat tersebut yaitu bohong ingkar janji dan khianat semakin membudaya di kalangan umatnya. Yang lbh penting lagi bukan masalah citra Islam atau lainnya tetapi tanggung jawab diri kita masing-masing di hadapan Allah SWT. Akhirnya marilah kita renungkan isi hadis peringatan Rasulullah saw berikut ini “Tiadalah beriman orang yg tidak amanah dan tiada beragama orang yg tidak menepati janji.” Al-Islam - Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia
Posting Komentar