do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 03 Juli 2012

Memulai Bisnis Bermodal Gagasan


Modal hampir selalu menjadi kendala utama para calon pengusaha. “Nggak punya modal,” itulah alasan klasik yang sering terdengar. Lalu muncullah pertanyaan yang berulang-ulang ditanyakan dari dulu hingga sekarang: “Bisakah kita memulai bisnis tanpa modal?”
Tentu saja, salah satu syarat berbisnis adalah modal. Namun, sayangnya, selama ini yang dianggap modal oleh awam adalah modal uang sendiri. Tunai. Jika seperti itu memang bisa jadi hambatan untuk memulai usaha. Namun jika modal itu bukan uang sendiri, atau modal itu bukan semata-mata uang tunai, maka memulai bisnis tanpa modal (tunai) itu sangatlah mungkin.
Saya ingat beberapa tahun lalu, Agus Supriyadi dan calon istrinya, yang masih tak punya uang, ke sana kemari menjual idenya ke pengelola hotel di Yogya dengan beberapa carik kertas.  Mereka kemudian bisa membangun portal pariwisata berbahasa Inggris dan Indonesia: Yogyes.com. Kini, Yogyes.com sudah menjadi rujukan bule ketika bertandang ke Yogyakarta. Hotel-hotel di Kota Gudeg itu pun rasanya ada yang kurang jika tidak terdaftar di Yogyes.
Apakah Yogyes dibangun pakai modal? Tentu, ada biaya bensin bolak-balik naik motor, biaya mencetak proposal, biaya makan seadanya selama belum tembus proyeknya.  Tapi itu tidak seberapa, hanya beberapa puluh ribu rupiah. Yang “tak ternilai” adalah gagasannya. Ketika ada beberapa hotel yang akhirnya mau “membeli idenya” untuk beriklan di sana, mereka membangun portal Yogyes.
Banyak contoh pengusaha pemula yang seperti Agus, yang tidak pusing dengan modal uang tunai. Mereka terus “menjual gagasannya”.  Pelangganlah yang kemudian membiayainya kebutuhan awalnya.
Jamil Azzaini, insporator SuksesMulia yang punya banyak bisnis itu pernah bercerita, saat masih mahasiswa ia berbisnis dengan menjadi penjual buku. Dari mana modalnya? “Dari uang muka para pembeli buku,” katanya.
Saya juga punya kisah agak mirip. Ketika memulai bisnis, saya mempersiapkan modal uang tunai cukup banyak. Namun, perusahaan belum berdiri, saya sudah bisa membuat proposal dan memenangkan proyek pembuatan web. Uang muka proyek itulah yang saya pakai sebagai modal awal usaha. Ya, pada dasarnya, bisnis saya pun dimulai dengan dimodali pelanggan.
Untuk contoh skala besar, perhatikan para juragan properti. Mereka hanya menjual gambar, tanah masih kosong melompong, namun bisa mendapatkan pembeli yang membayar uang muka. Para pengusaha properti itu menerapkan strategi Pre-Sales: jualan dulu meski barangnya belum berwujud. Dengan uang muka dan pinjaman bank, mereka kemudian membangun propertinya.
Gagasan pun bisa menjadi modal!

Jadi, sekarang singkirkan jauh-jauh pertanyaan “Bisakah memulai bisnis tanpa modal uang tunai?”. Dalam banyak kasus, gagasan pun bisa menjadi modal. Uang muka dari pembeli bisa jadi modal.
Pertanyaan kini perlu diganti: “Bagaimana bisa mendapatkan uang muka dari pelanggan agar bisa memodali usaha?” Di sinilah otak kreatif pengusaha diuji. Salah satu ujian bagi pengusaha adalah: bisakah mendapatkan uang dari pihak lain untuk memulai usahanya.
Salah satu syarat menjadi pengusaha itu kemampuan mencari modal untuk menjalankan usahanya. Bukan memiliki modal tunai.
Posting Komentar