do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 07 Juni 2011

Membangun Bisnis Toko Online

Saat ini semua bisa dibuat online termasuk menggelar lapak dagangan, atau bahasa kerennya Toko Online. Fasilitas untuk itu sangatlah mudah dan cukup murah karena banyak tersedia banyak aplikasi web gratis untuk membuat toko online. Meski ada kemudahan dalam membangun bisnis Toko Online , tetapi proses back end dari bisnis tersebut jauh lebih kompleks dan tidak boleh diabaikan. Misalnya pembayaran, pengiriman dan lain-lain. Pada tulisan terdahulu beberapa pelaku e-comerce yang sudah establish biasanya memiliki bisnis offline yang berjalan dengan baik.
Pada bisnis toko online dalam sistem pembayaran, ada yang benar-benar online atau sistem 50:50, yakni penawaran dilakukan secara online namun pembayaran masih lewat transfer via Bank atau kantor pos. Hal ini berkaitan dengan masalah keamanan transaksi toko online. Intinya pada kedua pihak antara pemilik toko online dan pembeli merasa nyaman dan aman dalam masalah pembayaraan .
Saat ini sudah cukup banyak toko online ada di Internet mulai yang dikelola oleh pribadi maupun perusahaan besar. Boleh dikatakan siapapun bisa membuat toko online. Hanya saja akan eksis atau tidak tergantung pengelolaannya. Barang yang dijual melalui toko Online juga cukup beragam dari pakaian, makanan, komputer, kambing, ikan hias ,barang bekas dan lain sebagainya.
Menjajakan aneka produk busana muslim, misalnya, sudah dilakoni Desy Wulandari, warga Denpasar, setengah tahun terakhir. Mulanya hal itu dilakukan di sela-sela kesibukannya bekerja di sebuah perusahaan kargo. Modal pertamanya hanya berkisar Rp 500 juta. Selain lewat blognya, Desy juga memasang produknya via jejaring sosial seperti Facebook dengan nama yang sama dengan versi blognya.
Desy mengaku setiap hari ada saja pesanan yang harus dilayaninya, hingga akhirnya ia memilih keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan sepenuhnya mengurusi toko online-nya.
Pilihan membuka bisnis toko online juga diipilih Arif Wicaksono yang bersama istrinya, Rukha Wicaksono, mengembangkan butik online. Arif mengaku, omzet usahanya terus berkembang hingga mencapai puluhan juta rupiah per bulan. Dan, hal itu antara lain juga dipengaruhi oleh adanya situs web tersebut. Tentu saja pembukaan situs web itu harus diimbangi dengan penataan tampilan dan terus memperbarui produk dan tampilannya.
Rahasia lain keberhasilan toko online Arif adalah langkah melakukan search engine optimization (SEO) sehingga toko online selalu muncul di halaman-halaman awal ketika orang menggunakan fasilitas mesin pencarian di internet.
Belanja secara online maupun jumlah toko online di Indonesia diprediksi akan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah pengguna internet di Tanah Air. Cukup dengan memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook, misalnya, yang awal tahun ini menurut survei eMarketer penggunanya di Indonesia mencapai 15,3 juta, bisa dibayangkan potensi sebuah jual beli secara online. Jumlah itu lebih kurang separuh jumlah pengguna aktif internet di Tanah Air.
Pengamat multimedia di Bali, Roy Rudolf Huizen, menyatakan, sebagaimana etika bisnis dengan media apa pun, dasar kepercayaan menjadi yang utama dalam praktik toko online atau e-bisnis. Ketika Anda dapat dipercaya, barang yang Anda tawarkan berkualitas, dan kualitas itu mampu Anda jaga ketika barang itu sampai di tangan konsumen, bisnis Anda akan berjalan terus.
Menurut Roy, salah satu tolok ukur mendapatkan kepercayaan adalah memantapkan unsur legalitas, yang antara lain meliputi sistem dan cara pembayaran yang jelas, pengiriman, serta proses monitoring secara keseluruhan atas barang-barang yang dijual.
Bagi konsumen, Roy tetap meminta agar mereka tetap bijaksana sekaligus hati-hati dan selektif terhadap pihak yang ingin menipu atau mencuri data keuangan seseorang melalui sistem ini. Maka dari itu, unsur legalitas menjadi tolok ukur utama.Membangun toko online pada dasarnya hampir sama dengan membangun reputasi dan kepercayaan. Jika kita bisa meyakinkan pembeli bahwa toko online yang dibangun dapat dipercaya maka satu langkah sudah didapat (Galeriukm).


Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/06/13/08192776/Beli.Kambing..quot.Online.quot…Mengapa.Tidak

Senin, 06 Juni 2011

Strategi Pemasaran Melalui Kemasan

Kemasan atau tampilan luar biasanya mampu menarik pembeli untuk memilihnya. Dalam sebuah Iklan ” Kesan Pertama Begitu Menggoda, Selanjutnya Terserah Anda”, mungkin anda cukup familiar dengan kalimat tersebut. Kesan pertama apabila kita bertemu dengan orang, melihat sebuah benda atau sebuah produk adalah pada sisi luarnya. Pada tahap selanjutnya baru kita bisa mengenal lebih jauh sisi dalamnya. Demikian pula dengan sebuah produk barang, pertama kali yang dilihat adalah bentuk kemasan prosuk tersebut. Jika kemasan membuat orang tertarik ini adalah angkah awal produk bisa sukses di pasaran. Karena itu membuat kemasan yang menarik merupakan satu bentuk strategi pemasaran yang perlu diterapkan.
Jika kita berkunjung ke pasar swalayan kita menjumpai banyak produk sabun cuci dengan berbagai merek dan kemasan. Jika semua merek itu belum dikenal oleh customer, yang akan dinilai pertama adalah kemasanya. Jika pembeli tidak berkesempatan mencoba samplenya maka yang dipilih adalah yang memilki kemasan paling bagus dan menarik. Dengan kualitas barang yang sama orang akan cenderung kembali membeli barang yang memiliki kemasan barang yang bagus. Karena itu penting mempertimbangkan strategi pemasaran dengan Merek dan kemasan produk yang baik. Dengan merek orang akan lebih mudah membedakan barang kita dibanding produk lain.
Melalui kemasan produk tersebut kesan (image) produk juga dapat dibentuk misalnya image sebagai produk yang kokoh, awet, mewah atau tahan lama. Sehingga konsumen akan memilih produk tersebut karena sesuai dengan syarat yang akan dibeli misalnya produk yang tahan lama, tidak mudah rusak dan terjaga kualitasnya.
Jika anda ingin menjalankan strategi pemasaran melalui kemasan ini , ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ciri-ciri desain kemasan produk yang bisa menjual yaitu :
1. Bisa menimbulkan daya tarik bagi konsumen karena bentuknya yang berbeda.
Tidak perlu membuat desain kemasan produk yang mahal , yang penting kemasan anda dapat menimbulkan rangsangan bagi konsumen untuk membuat pertimbangan membeli produk anda.
2. Langsung mengenai persepsi pembeli.
Artinya desain kemasan produk yang dibuat harus langsung dapat ditangkap maksudnya oleh konsumen tanpa harus berpikir terlalu lama. Misalnya jika produk tersebut adalah kecap, maka isi kecap harus tampak menonjol pada desain kemasan produknya. Sehingga begitu konsumen lihat produk tersebut, mereka langsung mengenali bahwa produk tersebut adalah kecap, bukan jamu. (Galeriukm).
Sumber:
1. HU Kedaulatan Rakyat
2. http://www.dokterbisnis.net/2010/03/18/alasan-mengapa-desain-kemasan-sebuah-produk-harus-menjual/

Minggu, 05 Juni 2011

Kunci Sukses Wiraswasta

Ada sejumlah sifat yang mestinya dimiiki oleh serang enterpreneur agar sukses dalam mengembangkan usahanya. Sifat-sifat tersebut jika melekat pada diri seorang enterpreneur akan membuahkan sukses dalam menjalankan bisnis usahanya. Sifat-sifat tersebut antara lain, Disiplin, Komitmen tinggi, Jujur, Kreatif dan inovatif, Mandiri, serta Realistis. Sifat-sifat yang melekat yang dimiliki tersebut menjadi Kunci sukses dalam berwiraswasta yang mutlak harus dimiliki oleh seorang enterpreneur.
Disiplin
Disiplin bermakna dalam melaksanakan kegiatan, wirausahawan harus memiliki ketepatan komitmen terhadap tugas dan pekerjaan secara menyeluruh antara lain ketepatan terhadap waktu, peningkatan kualitas pekerjaan, dan sistem kerja.
Dengan kedisiplinan terhadap komitmen, wirausahawan akan selalu berupaya meningkatkan kualitas pekerjaan dan membangun keunggulan daya saing. Oleh karena itu, wirausahawan selalu menjaga untuk tetap memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang ditetapkan. Salah satu contohnya adalah selalu melakukan dan menjalankan kesepakatan yang telah dibuat.
Komitment Yang Tingi
Dalam hal memiliki komitmen tinggi, harus disadari bahwa komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam melaksanakan kegiatan, wirausahawan harus memiliki komitmen yang konkret, terarah, dan progresif (berorientasi pada kemajuan).
Komitmen terhadap diri sendiri dapat dilakukan dengan proses mengidentifikasi cita-cita dan target yang harus dicapai dalam hidup. Wirausahawan selalu berupaya teguh menjaga komitmen terhadap konsumen untuk mendapatkan kepercayaan mereka, sehingga kepuasan konsumen pada akhirnya memberi keuntungan usaha.
Jujur
Kejujuran merupakan landasan moral wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku pada kehidupan yang bersifat kompleks, kejujuran mengenai karakteristik produk dan jasa yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, dan kejujuran terhadap segala kegiatan terkait dengan penjualan produk. Kejujuran merupakan salah satu kunci sukses wiraswasta yang sangat penting. Wiraswasta berkaitan dengan relasi dengan orang lain, relasi yang baik jika didukung oleh kejujuran setiap pihak.
Kreatif
Wirausahawan juga harus memiliki daya kreativitas tinggi yang dilandasi oleh cara berpikir yang maju dengan gagasan baru yang inovatif. Gagasan kreatif tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk, ataupun waktu. Justru sering kali ide jenius memberi terobosan baru dalam dunia usaha yang awalnya dilandasi oleh berbagai gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Sebagai wirausahawan juga harus melakukan keinginan yang baik tanpa bergantung pada pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidup dengan mengacu pada budaya perusahaan. Kreatifitas dan inovasi terus menerus akan menjadi kunci penentu sukses berwiraswasta. Wiraswasta merupakan dunia yang dinamis yang memerlukan kreatifitas dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Realistis
Wirausahawan juga selalu berpikir realistis dengan kemampuan menggunakan fakta dan realitas sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/perbuatan. Untuk menjadi wirausahawan sukses, syarat utamanya adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahawan yang sangat dipengaruhi oleh ketekunan, kemampuan, atau kompetensi yang ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman usaha. Itulah beberapa sifat yang menjadi Kunci kesuksesan dalam wiraswasta. (Galeriukm)
Sumber : Bisnis Indonesia

Sabtu, 04 Juni 2011

Tips Memilih Jenis Usaha

Setiap akan memulai usaha selalu diawali dengan memilih jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan kita. Biasanya sebelum memilih jenis usaha kita memiliki banyak ide bisnis yang akan dijalankan. Ide bisnis yang banyak perlu disaring, dipertimbangkan dan akhirnya pilih yang paling mungkin dijalankan dan paling menguntungkan. Selain itu pertimbangan lain adalah potensi keuntungan dari jenis usaha yang dipilih, karena bagaimanapun sebuah usaha bisnis tujuan akhirnya adalah keuntungan. Sebaliknya meski ide bisnis memiliki potensi keuntungan besar namun kita tidak memiliki kemampuan menjalankan, hasilnya sama saja. Idealnya pemilihan jenis usaha adalah yang sesuai dengan kemampuan , minat dan tentunya bisnis yang mendatangkan keuntungan.
Memilih jenis usaha apa yang akan ditekuni bisa jadi merupakan proses yang cukup rumit dan memakan resource tersendiri. Terlalu lama memikirkan dan menimbang-nimbang jenis bisnis yang akan ditekuni bisa membuat usaha bisnis tidak segera terlaksana. Namun terlalu cepat mengambil keputusan tanpa pertimbangan masak juga tindakan sia-sia. Ada baiknya anda menuliskan atau membuat daftar ide bisnis yang ada dalam pikiran berikut penjabaran nilai plus minusnya. Penting dicatat adalah berani mengambil langkah memulai usaha di saat yang tepat.
Sebelum mengambil keputusan untuk memilih jenis usaha yang akan dilaksanakan dari berbagai ide bisnis, ada beberapa tips langkah dalam memlih jenis usaha yang penting dilakukan :
1. Bertanya kepada orang dekat
Orang terdekat merupakan orang yang tahu betul dengan kemampuan dan potensi diri kita, sehingga masukannya sangat bermanfaat. Namun perlu jeli memilih orang yang akan dijadikan tempat bertanya, jika orang yang ditanya tipe orang pesimis bisa jadi akan menghalangi niat kita untuk memulai usaha. Kemukanan ide bisnis anda kepada orang tersebut, kemukakan pula detail ide bisnisnya jika anda sudah mengetahuinya. Orang lain akan menjadi second opinion dari ide bisnis yang anda miliki, sehingga pilihan jenis usaha yang akan anda pilih bebas dari subjektifitas.
2. Melihat Trend bisnis yang sedang berkembang
Ide bisnis bisa dimulai dari proses pengamatan bisnis dan peluang usaha di sekitar kita. Mulailah belajar menjadi pengamat yang baik. Lihat semua aspek yang terlihat dari mereka yang sudah menjalankan suatu bisnis tertentu. Dengan begitu , pelan-pelan sense anda untuk memilih usaha yang sesuai akan terbagun. Bisnis yang sedang trend menawarkan peluang bisnis yang cukup menguntungkan. Selain dari ide bisnis yang sedang trend juga penting untuk diamati kebutuhan lingkungan sekitar anda.
3. Mengumpulkan informasi tertulis
Berkunjunglah ke toko buku , perpustakaan . Saat ini ada banyak buku dan tulisan tentang kewirausahaan disana. Segudang ide bisnis banyak anda temui di media tersebut. Pilihlah salah satu yang sifatnya lebih umum ketika awal anda memulai. Jika nantinya anda sudah bisa menentukan pilihan usaha, baru anda beli buku yang khusus membahas pilihan jenis usaha tersebut. Jangan lupa dengan koran dan tabloid, saat ini beberapa media mengkhususkan diri pada topik ini.
4. Mengumpulkan informasi dari internet
Ada banyak informasi bisa diperoleh dari internet, mulai dari artikel , forum diskusi dan lain sebagainya.Melaui media internet anda bisa bertemu langsung dengan orang-orang yang telah berbisnis. Belajar dari pengalaman orang lain melalui internet, mereka bisa menjadi sumber informasi tambahan untuk anda. Internet menjadi sumber ide bisnis jika anda jeli dan tekun mencarinya.
Anda juga bisa bergabung ke mailing list komunitas bisnis, forum diskusi. Media ini merupakan sarana cukup efektif untuk interaksi dua arah yang cukup baik. Orang yang tergabung dalam forum diskusi atau mailing list biasanya terbuka memberiakan masukan dan sharing pengalaman.
5. Mengikuti kursus atau pelatihan bisnis
Jika memang ide bisnis sudah ditemukan maka bisa dipertajam dengan mengikuti kursus atau pelatihan bisnis. Tetapi jika belum memiliki ide bisnis, pelatihan bisnis bisa membantu anda menstimulasi ide-ide bisnis baru. Saat ini semakin banyak kursus atau pelatihan kewirausahaan yang bisa dipilih. Pelatihan ini ada yang bersifat umum sampai detail teknis tentang suatu bisnis tertentu. Mengikuti kursus ini cukup penting bagi anda sebelum memulai usaha.(Galeriukm).

Jumat, 03 Juni 2011

Mengatasi Permasalahan Usaha Kecil

Begitu Banyak Permasalahan yang dihadapi Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia . Padahal dalam perekonomian Indonesia,Usaha Kecil Dan menengah (UKM) secara kuantitas memiliki jumlah yang mayoritas. Akan tetapi jika seluruh aset dan Omzet Usaha Kecil Dan Menengah tersebut digabungkan belum tentu bisa menyamai satu perusahaan besar nasional. Di lain sisi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional, oleh karena selain Usaha Kecil berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala besar yang mengalami stagnasi bahkan berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis tersebut.
Ada beberapa permasalahan sehingga kondisi Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia berada pada kondisi yang demikian. Permasalahan yang timbul dari Faktor internal Usaha Kecil Dan Menengah sendiri maupun permasalahan yang berasal dari Faktor eksternal.

Permasalahan Internal Usaha Kecil dan Menengah (UKM)

1. Kurangnya Permodalan dan Terbatasnya Akses Pembiayaan
Permodalan merupakan faktor utama yang diperlukan untuk mengembangkan suatu unit usaha. Kurangnya permodalan UKM, oleh karena pada umumnya usaha kecil dan menengah merupakan usaha perorangan atau perusahaan yang sifatnya tertutup, yang mengandalkan modal dari si pemilik yang jumlahnya sangat terbatas, sedangkan modal pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya sulit diperoleh karena persyaratan secara administratif dan teknis yang diminta oleh bank tidak dapat dipenuhi. Persyaratan yang menjadi hambatan terbesar bagi UKM adalah adanya ketentuan mengenai agunan karena tidak semua UKM memiliki harta yang memadai dan cukup untuk dijadikan agunan.
Terkait dengan hal ini, UKM juga menjumpai kesulitan dalam hal akses terhadap sumber pembiayaan. Selama ini yang cukup familiar dengan mereka adalah mekanisme pembiayaan yang disediakan oleh bank dimana disyaratkan adanya agunan. Terhadap akses pembiayaan lainnya seperti investasi, sebagian besar dari mereka belum memiliki akses untuk itu. Dari sisi investasi sendiri, masih terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila memang gerbang investasi hendak dibuka untuk UKM, antara lain kebijakan, jangka waktu, pajak, peraturan, perlakuan, hak atas tanah, infrastruktur, dan iklim usaha.
2. Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Sebagian besar usaha kecil tumbuh secara tradisional dan merupakan usaha keluarga yang turun temurun. Keterbatasan kualitas SDM usaha kecil baik dari segi pendidikan formal maupun pengetahuan dan keterampilannya sangat berpengaruh terhadap manajemen pengelolaan usahanya, sehingga usaha tersebut sulit untuk berkembang dengan optimal. Disamping itu dengan keterbatasan kualitas SDM-nya, unit usaha tersebut relatif sulit untuk mengadopsi perkembangan teknologi baru untuk meningkatkan daya saing produk yang dihasilkannya.
2.1. Lemahnya Jaringan Usaha dan Kemampuan Penetrasi Pasar
Usaha kecil yang pada umumnya merupakan unit usaha keluarga, mempunyai jaringan usaha yang sangat terbatas dan kemampuan penetrasi pasar yang rendah, ditambah lagi produk yang dihasilkan jumlahnya sangat terbatas dan mempunyai kualitas yang kurang kompetitif. Berbeda dengan usaha besar yang telah mempunyai jaringan yang sudah solid serta didukung dengan teknologi yang dapat menjangkau internasional dan promosi yang baik.
2.2. Mentalitas Pengusaha UKM
Hal penting yang seringkali pula terlupakan dalam setiap pembahasan mengenai UKM, yaitu semangat entrepreneurship para pengusaha UKM itu sendiri. Semangat yang dimaksud disini, antara lain kesediaan terus berinovasi, ulet tanpa menyerah, mau berkorban serta semangat ingin mengambil risiko.  Suasana pedesaan yang menjadi latar belakang dari UKM seringkali memiliki andil juga dalam membentuk kinerja. Sebagai contoh, ritme kerja UKM di daerah berjalan dengan santai dan kurang aktif sehingga seringkali menjadi penyebab hilangnya kesempatan-kesempatan yang ada.
2.3. Kurangnya Transparansi
Kurangnya transparansi antara generasi awal pembangun UKM tersebut terhadap generasi selanjutnya. Banyak informasi dan jaringan yang disembunyikan dan tidak diberitahukan kepada pihak yang selanjutnya menjalankan usaha tersebut sehingga hal ini menimbulkan kesulitan bagi generasi penerus dalam mengembangkan usahanya.

Permasalahan Eksternal Usaha Kecil Dan Menengah (UKM)

1. Iklim Usaha Belum Sepenuhnya Kondusif
Upaya pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dari tahun ke tahun selalu dimonitor dan dievaluasi perkembangannya dalam hal kontribusinya terhadap penciptaan produk domestik brutto (PDB), penyerapan tenaga kerja, ekspor dan perkembangan pelaku usahanya serta keberadaan investasi usaha kecil dan menengah melalui pembentukan modal tetap brutto (investasi). Keseluruhan indikator ekonomi makro tersebut selalu dijadikan acuan dalam penyusunan kebijakan pemberdayaan UKM serta menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan kebijakan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
Kebijaksanaan Pemerintah untuk menumbuhkembangkan UKM, meskipun dari tahun ke tahun terus disempurnakan, namun dirasakan belum sepenuhnya kondusif. Hal ini terlihat antara lain masih terjadinya persaingan yang kurang sehat antara pengusaha-pengusaha kecil dan menengah dengan pengusaha-pengusaha besar.
Kendala lain yang dihadapi oleh UKM adalah mendapatkan perijinan untuk menjalankan usaha mereka. Keluhan yang seringkali terdengar mengenai banyaknya prosedur yang harus diikuti dengan biaya yang tidak murah, ditambah lagi dengan jangka waktu yang lama. Hal ini sedikit banyak terkait dengan kebijakan perekonomian Pemerintah yang dinilai tidak memihak pihak kecil seperti UKM tetapi lebih mengakomodir kepentingan dari para pengusaha besar.
2. Terbatasnya Sarana dan Prasarana Usaha
Kurangnya informasi yang berhubungan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyebabkan sarana dan prasarana yang mereka miliki juga tidak cepat berkembang dan kurang mendukung kemajuan usahanya sebagaimana yang diharapkan. Selain itu, tak jarang UKM kesulitan dalam memperoleh tempat untuk menjalankan usahanya yang disebabkan karena mahalnya harga sewa atau tempat yang ada kurang strategis.
3. Pungutan Liar
Praktek pungutan tidak resmi atau lebih dikenal dengan pungutan liar menjadi salah satu kendala juga bagi UKM karena menambah pengeluaran yang tidak sedikit. Hal ini tidak hanya terjadi sekali namun dapat berulang kali secara periodik, misalnya setiap minggu atau setiap bulan.
4. Implikasi Otonomi Daerah
Dengan berlakunya Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian diubah dengan UU No. 32 Tahun 2004, kewenangan daerah mempunyai otonomi untuk mengatur dan mengurus masyarakat setempat. Perubahan sistem ini akan mempunyai implikasi terhadap pelaku bisnis kecil dan menengah berupa pungutan-pungutan baru yang dikenakan pada UKM. Jika kondisi ini tidak segera dibenahi maka akan menurunkan daya saing UKM. Disamping itu, semangat kedaerahan yang berlebihan, kadang menciptakan kondisi yang kurang menarik bagi pengusaha luar daerah untuk mengembangkan usahanya di daerah tersebut.
5. Implikasi Perdagangan Bebas
Sebagaimana diketahui bahwa AFTA yang mulai berlaku Tahun 2003 dan APEC Tahun 2020 berimplikasi luas terhadap usaha kecil dan menengah untuk bersaing dalam perdagangan bebas. Dalam hal ini, mau tidak mau UKM dituntut untuk melakukan proses produksi dengan produktif dan efisien, serta dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan frekuensi pasar global dengan standar kualitas seperti isu kualitas (ISO 9000), isu lingkungan (ISO 14.000), dan isu Hak Asasi Manusia (HAM) serta isu ketenagakerjaan. Isu ini sering digunakan secara tidak fair oleh negara maju sebagai hambatan (Non Tariff Barrier for Trade). Untuk itu, UKM perlu mempersiapkan diri agar mampu bersaing baik secara keunggulan komparatif maupun keunggulan kompetitif.
6. Sifat Produk dengan Ketahanan Pendek
Sebagian besar produk industri kecil memiliki ciri atau karakteristik sebagai produk-produk dan kerajinan-kerajian dengan ketahanan yang pendek. Dengan kata lain, produk-produk yang dihasilkan UKM Indonesia mudah rusak dan tidak tahan lama.
7. Terbatasnya Akses Pasar
Terbatasnya akses pasar akan menyebabkan produk yang dihasilkan tidak dapat dipasarkan secara kompetitif baik di pasar nasional maupun internasional.
8. Terbatasnya Akses Informasi
Selain akses pembiayaan, UKM juga menemui kesulitan dalam hal akses terhadap informasi. Minimnya informasi yang diketahui oleh UKM, sedikit banyak memberikan pengaruh terhadap kompetisi dari produk ataupun jasa dari unit usaha UKM dengan produk lain dalam hal kualitas. Efek dari hal ini adalah tidak mampunya produk dan jasa sebagai hasil dari UKM untuk menembus pasar ekspor. Namun, di sisi lain, terdapat pula produk atau jasa yang berpotensial untuk bertarung di pasar internasional karena tidak memiliki jalur ataupun akses terhadap pasar tersebut, pada akhirnya hanya beredar di pasar domestik.

Langkah yang Dapat Ditempuh Untuk Mengatasi Permasalahan Usaha Kecil

Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh Usaha Kecil dan Menengah dan langkah-langkah yang selama ini telah ditempuh, maka kedepannya, perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut:
1. Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif
Pemerintah perlu mengupayakan terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
2. Bantuan Permodalan
Pemerintah perlu memperluas skema kredit khusus dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi UKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura. Pembiayaan untuk UKM sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada maupun non bank. Lembaga Keuangan Mikro bank antara Lain: BRI unit Desa dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR).
Sampai saat ini, BRI memiliki sekitar 4.000 unit yang tersebar diseluruh Indonesia. Dari kedua LKM ini sudah tercatat sebanyak 8.500 unit yang melayani UKM. Untuk itu perlu mendorong pengembangan LKM agar dapat berjalan dengan baik, karena selama ini LKM non koperasi memilki kesulitan dalam legitimasi operasionalnya.
3. Perlindungan Usaha
Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang-undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan (win-win solution).
4. Pengembangan Kemitraan
Perlu dikembangkan kemitraan yang saling membantu antar UKM, atau antara UKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Selain itu, juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian, UKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
5. Pelatihan
Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi UKM baik dalam aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Selain itu, juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
6. Membentuk Lembaga Khusus
Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan UKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh UKM.
7. Memantapkan Asosiasi
Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
8. Mengembangkan Promosi
Guna lebih mempercepat proses kemitraan antara UKM dengan usaha besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu, perlu juga diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.
9. Mengembangkan Kerjasama yang Setara
Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (UKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.
10. Mengembangkan Sarana dan Prasarana
Perlu adanya pengalokasian tempat usaha bagi UKM di tempat-tempat yang strategis sehingga dapat menambah potensi berkembang bagi UKM tersebut. ( Galeriukm).


Kamis, 02 Juni 2011

Membuat Rencana Pemasaran

Rencana Pemasaran adalah ibarat sebuah peta jalan. rencana pemasaran Anda menguraikan tindakan spesifik yang akan Anda ambil untuk pasar produk atau layanan pelanggan potensial. Tindakan ini bekerja untuk mengajak para pelanggan potensial untuk membeli produk atau jasa yang anda miliki.
Membuat rencana pemasaran tidak perlu panjang dan tidak perlu biaya banyak untuk menyelesaikannya. Rencana Pemasaran dapat menjadi bagian dari rencana bisnis Anda secara keseluruhan . Jika Anda menganggapnya sebagai “peta jalan” Anda yang akan memberikan petunjuk rinci tentang cara untuk mencapai tujuan pemasaran Anda.
Dalam membuat rencana pemasaran sangat penting untuk melakukan penelitian sebelum memutuskan rencana pemasaran yang akan dilaksanakan. Sebuah rencana pemasaran yang menyeluruh dan detail tenntang apa yang ingin Anda capai akan membantu dalam mencapai tujuan Anda.
Sebuah rencana pemasaran akan mencapai tujuan sebagai berikut:
  • Memungkinkan perusahaan untuk melihat secara internal dalam rangka untuk memahami dampak dan hasil keputusan pemasaran masa lalu.
  • Melengkapi perusahaan untuk melihat eksternal dalam rangka untuk memahami pasar bahwa target dan kompetisi di ruang tersebut.
  • Menetapkan tujuan masa depan dan memberikan arahan untuk inisiatif pemasaran mendatang.
Cakupan yang ada pada Rencana Pemasaran
1. Ringkasan dan Pendahuluan
Ringkasan dan pengenalan adalah gambaran singkat dari pokok-pokok rencana. Ini harus menjadi sinopsis dari apa yang Anda lakukan, apa yang Anda rencanakan untuk lakukan, dan bagaimana Anda akan ke sana.
2. Tujuan Pemasaran
Bagian ini akan mendefinisikan tujuan pemasaran Anda. Tujuan ini harus didasarkan pada pemahaman Anda kekuatan dan kelemahan, dan lingkungan bisnis di mana Anda beroperasi masuk Mereka juga harus dikaitkan dengan strategi bisnis Anda secara keseluruhan. Ini tidak biasa dan sering bermanfaat untuk fokus pada segmen sasaran spesifik yang Anda akan pemasaran.
3. Analisis Situasi
rincian analisis situasi Anda konteks untuk upaya pemasaran Anda. Dalam bagian ini anda akan melihat dari dekat faktor internal dan eksternal yang akan mempengaruhi strategi pemasaran Anda, ini disebut analisis SWOT. Analisis SWOT menggabungkan analisis eksternal dan internal untuk meringkas Anda Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman.
4.Target Pasar
Konsep pasar target adalah salah satu yang paling dasar, namun aspek yang paling penting dari pemasaran. Tidak ada hal seperti “satu pesan” cocok untuk semua pesan pemasaran. Tidak realistis untuk berpikir bahwa Anda dapat menarik semua orang. Menentukan target pasar atau segmentasi pasar Anda membantu Anda menentukan tempat untuk mengikat sumber daya dan apa jenis metode promosi dan pesan untuk digunakan.
5.Strategi
Strategi adalah langkah-langkah tindakan yang detail bagaimana variabel pemasaran produk, tempat harga, dan promosi digunakan untuk mencapai tujuan rencana dan strategi pemasaran secara keseluruhan.
6.Pelacakan dan Evaluasi
Bagian dari rencana Anda harus mencakup rencana dan prosedur untuk menelusuri setiap jenis kegiatan pemasaran yang Anda gunakan. Pelacakan membantu memantau efektivitas setiap kegiatan pemasaran dan terutama membantu dengan evaluasi program secara keseluruhan. Jika Anda tidak melacak Anda tidak pemasaran.(Galeriukm).
Sumber:
about.com

Rabu, 01 Juni 2011

Mempersiapkan Usaha Kecil Menembus Pasar Modern

KIAT SUKSES USAHA KECIL — Perubahan Fundamental ekonomi dari dalam maupun dari luar negeri membuat ancaman sekaligus peluang bagi kelompok Usaha Kecil Dan menengah. Perubahan yang memungkinkan persaingan pasar yang semakin luas dan penetrasi pelaku usaha lain (Baca: Pengusaha Besar) di segmen pasar Usaha Kecil Dan Menengah semakin membuat Usaha Kecil Dan Menengah semakin terjepit posisinya. Akan tetapi ini justru menjadi tantangan bagi pelaku Usaha Kecil Dan Menengah untuk meningkatkan diri sehingga memiliki daya saing yang kuat dengan pelaku usaha lainnya. Harus ada kemauan kuat untuk memajukan Usaha Kecil Dan Menengah dari berbagai pihak termasuk dari pelaku UKM sendiri. Diperlukan Langkah-langkah kongkrit untuk meningkatkan daya saing Usaha Kecil Dan Menengah.  Keberhasilan Usaha Kecil Dan Menengah di pasar modern perlu kerja keras dengan melakukan adaptasi dengan perubahan-perubahan yang ada.
Contoh sederhana bagaimana penetrasi Pengusaha besar memasuki segmen Pasar Usaha Kecil dan Menengah adalah munculnya Supermarket, Minimarket, Hypermart dan sejenisnya. Produk buah-buahan dan sayuran yang selama ini menjadi lahan bagi kelompok Usaha Kecil Dan Menengah melalui pasar tradisional semakin tergusur oleh kehadiran mereka. Perlahan namun pasti konsumen akan segera beralih ke supermarket, Hypermart dan sejenisnya, karena menawarkan produk yang lebih baik dan kemasan yang lebih menawan. Selain itu cara berfikir One Stop Shooping menjadikan konsumen memilih berbelanja di tempat ini. Pasar Tradisional yang menjadi basis pedagang dalam Kelompok Usaha Kecil Dan Menengah tidak dipilih lagi oleh pembeli karena lokasinya yang biasanya semrawut dan kotor.
Hal ini adalah sebuah perubahan yang wajar dan natural dalam proses sebuah usaha, Ungkapan Pembeli Adalah Raja merupakan ungkapan filosofi yang ditangkap oleh pasar modern. Pembeli bisa memilih secara bebas apa yang dikehendaki berikut daftar harga tanpa harus repot bertanya dan meminta bantuan orang lain. Jika pelaku Usaha kecil Dan menengah tidak merespon dengan cepat maka eksistensinya semakin terpinggirkan. Karena itu ada beberapa langkah agar Usaha Kecil Dan Menengah ikut terlibat dalam perubahan ini dan tidak tergusur oleh perubahan zaman.
1. Turut serta dalam Pasar Modern dengan menjadi suplayer di pasar modern setidaknya memiliki organisasi bisnis yang memadai, karena semua sistem bisnis di pasar modern dikelola melalui manajemen modern. Mau tidak mau Usaha Kecil dan Menengah harus mengubah pola manajemen menjadi manajemen yang modern dan maju.
2. Pelaku Usaha Kecil dan Menengah harus memahami mekanisme dan sistem bisnis yang berlaku di pasar modern.
3. Pelaku saha Kecil Dan Menengah harus mengetahui titik-titik penting yang berkaitan dengan distribusi, purchasing dan mekanisme pembayaran serta aturannya (trading term) yang berlaku di pasar modern.
Sesuai dengan irama perubahan dan persaingan usaha yang semakin ketat maka,kualitas layanan (Quality of Service) menjadi parameter kunci bagi Kesuksesan Usaha Kecil Dan Menengah di pasar modern. Karena itu perlu langkah-langkah untuk meningkatkan daya saing Usaha Kecil Dan Menengah, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
Pertama, memenuhi Trading Term yang tekah disepakati. Biasanya Supliyer dan pihak pengella pasar modern membuat kesepakatan yang biasanya dituangkan dalam trading term . Biasanya dalam trading term tersebut menyebutkan mengenai kesediaan untuk selalu memenuhi stok produk dan persediaan produk yang diminta oleh pasar modern.
Kedua, ketepatan waktu dalam pengiriman produk yang diminta. Jika anda sebagai suplayer tidak dapat memenuhi persediaan produk yang diminta, maka anda harus memberitahukan lebih awal kepada pihak terkait di pasar modern tersebut. Produk yang dikirim harus selalu memenuhi order dan jumlah dan spesifikasi yang diminta.
Ketiga, harus selalu diingatkan secara terus menerus kepada pihak-pihak yang secara langsung berkaitan dengan penanganan produk bahwa produk yang anda kirimkan adalah produk yang bersifat cepat rusak, sehingga harus mendapat perhatian dan perlakukan yang benar, dan sistem penjualan berlaku jual putus, artinya barang yang sudah dikirimkan tidak dapat diretur atau dikembalikan lagi. Karena itu, harus diingatkan, terutama ke bagian penerima barang, untuk selalu mengecek kondisi produk sebelum barang diterima. Karena jika sudah diterima maka tidak dapat dikembalikan lagi.
Suplayer juga harus memberikan informasi yang memadai mengenai tatalaksana dari produk-produk yang dijual di pasar modern, misalnya penanganan kuality controlnya, penyimpanan /coolstorage, misalnya untuk menyimpan produk-produk yang dijual segar harus selalu berada di suhu minus 4 derajat Celcius, kalau sayur mayur dan sejenisnya penyimpanannya berada pada suhu 4 derajat hingga 10 derajat Celcius, serta produk-produk frozen harus berada dalam penyimpanan di suhu minimal 4 derajat Celcius.
Dengan langkah-langkah tersebut kata kuncinya adalah peningkatan Kualitas Usaha Kecil Dan Menengah sehingga mampu bersaing dan tetap eksis di pasar modern yang semakin maju.( Galeriukm ).

Sumber : Drh. RETNO LISTYORINI, Majalah Wirausaha Dan Keuangan