do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 14 Juni 2011

Menciptakan Brand Untuk Meningkatkan Daya Saing

Majunya penetrasi pasar produk Cina dan terpuruknya Barat memberikan keuntungan tersendiri bagi produk Indonesia. Utamanya dalam membangun brand sendiri. Menurut Hermawan Kartajaya, Presiden dan Pendiri Markplus Inc, masa 2011-2016 Indonesia berada di Jembatan emas, sehingga merupakan saat yang tepat untuk menciptakan Brand sendiri. Menciptakan merek Lokal yang baik akan meningkatkan daya saing produk lokal baik di tingkat nasional maupun Internasional. Contoh produk yang cukup sukses memperkenalkan merek lokal adalah industri rokok, jamu dan minuman. Meski belum mendominasi pasar namun produk jamu perlahan-lahan mulai menggeser industri farmasi.
Pentingnya menciptakan brand belum diimbangi oleh kondisi pasar Indonesia sendiri. Sifat konsumen di Indonesia terlalu pemaaf, “Kualitas belum menjadi nomor satu di benak konsumen. Mereka mudah memaafkan,” demikian dikatakan Hermawan. Berbeda dengan iklim di luar negeri di mana sisi delivery dan promise begitu tinggi. Kondisi ini membuat iklim kompetisi merek di Indonesia tidak setara dengan global (negara maju). “Jadi, organizational culture perusahaan Indonesia belum sampai ke tingkat global,” tambah dia.
Selain itu kondisi pasar Indonesia yang belum mengutamakan kualitas menjadi hambatan saat bertarung dalam persaingan di tingkat global. Kondisi di dalam negeri menciptakan Country image saat bersaing di pasar global.
Dalam menciptakan kekuatan branding perusahaan harus memperhatikan PDB (positioning, differentiation, branding). Namun, tindakan ini harus didukung oleh semua aspek perusahaan, mulai dari divisi Research and Development (R&D), produksi dan pemasaran.
Jika produk Cina dengan segudang variasi kualitas produknya dengan percaya diri menjangkau pasar dunia, tentunya produk-produk Indonesia juga bisa melakukan itu. Dengan menciptakan brand yang mengacu pada kualitas produk niscaya mampu bersaing di dunia global. (Galeriukm).
Sumber:
http://swa.co.id/2011/07/hermawan-kartajaya-pdb-jadi-tiga-senjata-kekuatan-merek/

Senin, 13 Juni 2011

Tips Memilih Waralaba Yang Menguntungkan

Memiliki sebuah bisnis yang berjalan dengan baik dan menguntungkan adalah harapan setiap orang. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan kerja keras dan perjuangan yang cukup panjang. Salah satu cara untuk “mempersingkat” kesuksesan sebuah bisnis adalah dengan menjalankan bisnis waralaba atau kemitraan. Dengan mengikuti bisnis waralaba kita tidak perlu membangun sistem bisnis sendiri, cukup dengan menginvestasikan modal yang kita miliki untuk membeli sebuah sistem waralaba, bisnis berjalan dan kita memperoleh keuntungan dari bisnis waralaba yang kita miliki. Membeli sistem waralaba ibaratnya seperti halnya kita mengikuti jalan orang-orang sukses yang lebih dulu dari kita. Meski demikian kita harus jeli dan teliti dalam memilih bisnis waralaba yang akan kita ikuti.
Saat ini banyak sekali ditawarkan model bisnis waralaba yang hanya memerlukan sedikit modal. Bisnis waralaba dengan modal yang kecil dibawah 10 juta banyak diiklankan melalui media massa, internet dan media lainnya. Menjamurnya bisnis waralaba dengan modal kecil ini merupakan pertanda bahwa saat ini sangat mudah dan praktis dalam membuka sebuah usaha. Bidang usaha yang ditawarkan melalui sistem waralaba ini juga semakin beragam yang bisa dipilih sesuai dengan selera kita.
Singkatnya Usaha Kecil juga sudah banyak dijalankan dengan sistem waralaba. Dalam bidang usaha makanan ada Bakso yang dijual dengan model waralaba, Mie dengan  model waralaba bahkan makanan tradisional Pisang Ijo  dijual dengan sistem waralaba. Di bidang minuman kesehatan ada waralaba teh rossela yang cukup digemari masyarakat.
Bisnis dengan modal kecil, caranya mudah dan keuntungan yang menjanjikan merupakan dambaan setiap orang. Dengan membeli sebuah sistem waralaba mungkin kita berfikiran tidak perlu kerja keras dan ongkang-ongkang kaki keuntungan akan mengalir setiap hari.
Meski menawarkan kemudahan dan kepraktisan dalam menjalankan bisnis, usaha waralaba tetap memerlukan usaha kerja keras dari pembeli waralaba. Setidaknya dalam masa enam bulan pertama, kita harus melakukan kontrol penuh terhadap kinerja bisnis waralaba yang kita kelola sambil memperdalam pengetahuan mengenai alur bisnis yang dimiliki. Jika semua sudah berjalan dengan baik tinggal melakukan pengawasan dan tugas menjadi semakin ringan. Tugas-tugas bisa didelegasikan kepada karyawan.
Agar kita tidak salah dalam memilih dan mengelola bisnis waralaba, ada beberapa tips yang bisa dijadikan rujukan dalam memilih bisnis waralaba yang ditawarkan, berikut tipsnya :

  • Pilihlah produk yang akan dijual, pemilihan produk harus disesuaikan dengan lokasi tempat kita akan menjual produk waralaba kita.  Meski sistem waralaba yang kita beli memiliki track record yang baik tetapi jika ditempatkan pada lokasi yang salah tidak akan mendatangkan keuntungan.
  • Jika produk sudah dipilih, langkah selanjutnya adalah menentukan perusahaan waralaba tempat kita akan bermitra. Dengan banyaknya perusahaan yang menawarkan kemitraan waralaba, membuat kita harus lebih selektif. Lakukan survey ke lima sampai 10 outlet masing-masing mitra dari perusahaan tersebut. Pastikan dari seluruh outletyang disurvey tersebut memilki omzet bagus secara merata.
  • Pelajari estimasi keuangan yang disodorkan pada penawaran secara jeli. Jangan terlalu percaya pada estimasi yang berlebihan. Pilih saja yang menawarkan estimasi secara wajar dan rasional.
  • Pastikan nama warala yang ditawarkan tidak dalam sengketa atau bermasalah dengan pihak lain. Jika perlu brand dari waralaba yang dipilih sudah memiliki hak paten.
  • Kenali kredibilitas dari pemilik brand waralaba tersebut dengan cara bertanya pada beberapa orang/sumber yang cukup mengenalnya.
Dengan mempertimbangkan beberapa tips memilih sebuah sistem waralaba tersebut sudah cukup untuk mengurangi resiko kegagalan bisnis waralaba yang kita beli. Selain itu kita akan terhindar dari bisnis waralaba yang hanya menjanjikan “mimpi” keuntungan tetapi tidak berdasar fakta dan data yang akurat. Selamat Menjalankan Usaha. ( Galeriukm).
Sumber:
Wahyu Saidi, Kiat Memilih Waralaba Murah, Minggauan Bisnis Dan Investasi, KONTAN.

Minggu, 12 Juni 2011

Tips Meningkatkan Kualitas Diri

Apapun profesi dan pekerjaan kita kualitas diri menjadi tolok ukur dan kunci keberhasilan dalam karier. Menjadi enterpreneur atau bekerja pada perusahaan/orang lain tidak lepas dari hal yang satu ini. Jika kualitas diri tidak baik maka akan sulit bagi kita untuk mencapai kesuksesan. Maka tidak ada jalan lain kecuali untuk terus menerus meningkatkan dan mengupgrade kualitas diri. Setiap zaman dan waktu memerlukan kecakapan dan kualitas diri yang selalu meningkat. Jika kita stagnan dalam kualitas diri maka karier dan usaha kita juga akan mengalami stagnasi juga.
Perasaan cepat puas dengan apa yang telah dicapai biasanya akan menimbulkan stagnasi dalam karier dan ini harus dihilangkan. Berikut ini ada beberapa tips untuk meningkatkan kualitas diri yang patut untuk dicoba:
1. Nilailah diri sendiri
Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya Anda mengawalinya dengan menilai kinerja diri. Penilaian harus obyektif dan realistis. Jika Anda merasa kinerja Anda belum maksimal, nilailah seperti itu. Ambilah kertas, kemudian tuliskan poin-poin tugas apa saja yang Anda hadapi di kantor. Lalu, tanyakan pada diri Anda, seberapa jauh mampu menangani poin-poin tersebut.
Misalnya, jika Anda seorang supervisor TI, tanyakan seberapa cepat Anda mampu mengikuti perkembangan teknologi yang ada saat ini? Tanyakan juga apakah Anda menikmati tugas-tugas tersebut. Daftar singkat ini akan membantu Anda memperoleh gambaran utuh mengenai kinerja Anda sendiri. Setelah diperoleh gambaran utuh, Anda bisa memutuskan, aspek mana yang sudah Anda kuasai, dan aspek mana mana yang perlu ditingkatkan.
2. Terus belajar
Pahamilah bahwa karier profesional merupakan sebuah proses di mana Anda memiliki kesempatan untuk mengikutinya terus menerus.
Jadi, gunakan kesempatan ini untuk menguasai kemampuan prosefesional. Kerjakan semua tugas dengan sebaik-baiknya, ikuti aturannya, cari tahu kelebihan dan kelemahan proses yang Anda ikuti, dan seterusnya. Dengan demikian, Anda akan mampu menjalankan semua tugas Anda dengan baik, saat ini dan di masa datang.
3. Be Responsible
Meskipun berada dalam naungan sebuah perusahaan, Anda yang akan menentukan karier. Jadi, bertanggungjawablah dan pastikan bahwa Anda mengambil semua peluang untuk meningkatkan skill profesional Anda. Memperoleh tawaran untuk mengikuti training , seminar, atau keanggotaan sebuah asosiasi profesional? Tak perlu ragu untuk ikut dan bergabung karena skill pun akan semakin kaya.
4. Jaga kinerja
Selain bertanggungjawab, Anda juga harus menerapkan standar pribadi di dalam mengerjakan tugas profesional Anda. Standar inilah yang akan menentukan kualitas kinerja. Di sisi lain, kinerja inilah yang akan menjadi dasar kenaikan jabatan atau promosi. Jadi, jangan segan bertanya kepada atasan. Jika memang merasa perlu, mintalah job atau tugas baru yang menurut Anda menantang. Namun, jangan asal meminta penugasan. Ukur kemampuan dan yakin bahwa Anda memang mampu menerima tugas.(Galeriukm).
Sumber:
http://www.tabloidnova.com/Nova/Karier/Pengembangan-Diri/10-Cara-Upgrade-Kualitas-1

Sabtu, 11 Juni 2011

Bagaimana Mengatasi Pelanggan Yang Sulit

Bagaimanapun bisnis yang anda jalankan sangat bergantung pada pelanggan(Customer). Dan setiap pelanggan memiliki karakteristik dan keinginan yang berbeda-beda. Ada pelanggan yang mudah diajak berkompromi dan bekerjasama dan ada pelanggan yang “sulit” dalam hal pelayanan. Namun demikian sebagai pengelola bisnis kepuasan pelanggan adalah yang utama.
Hal utama dan terpenting dalam mengatasi masalah pelanggan yang “sulit” adalah memikirkan bahwa pelanggan anda “tidak sulit”. Biasanya pelanggan menjadi sulit karena layanan yang anda berikan tidak sesuai dengan yang mereka inginkan dalam persepsi mereka. Maka singkirkan terlebih dahulu anggapan bahwa kita benar dan mulailah memperbaiki service kepada pelanggan dengan  melakukan langkah-langkah berikut:
1. Dengarkan kata-kata mereka, fikirkan dan amati secara cermat situasinya
2. Berikan pertanyaan secara mendalam untuk lebih memahami yang dimaksudkan oleh pelanggan.
3. Segera pikirkan Solusi yang bisa menjembatani kesenjangan antara harapan dan kenyataan.
4. Perhitungkan Langkah-langkah berikutnya.
5. Jangan Lupa berterimakasih kepada pelanggan setelah semua masalah terselesaikan.
Mengatasi masalah pelanggan yang sulit pada dasarnya memerlukan kemampuan kita untuk mendengarkan dan memahami apa yang dikeluhkan. Tidak ada pelanggan yang ingin mempersulit diri, masalah komunikasi menjadi faktor penting dalam hal ini.(Galeriukm).


Sumber:
http://www.carolroth.com/unsolicited-business-advice/?p=5215

Jumat, 10 Juni 2011

Tips Membuat Pelanggan Tetap Setia

Dalam bisnis pelanggan menjadi raja yang akan menentukan keberlangsungan usaha anda. Upaya-upaya terus dilakukan dalam memuaskan pelanggan agar tetap setia menggunakan produk yang kita jual. Ada beberapa tips penting yang ayak dipertimbangkan dalam membuat pelanggan tetap setia pada produk kita.
Tips membuat pelanggan setia:
1. Produk
Produk yang unik, menarik dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan produk lain cukup berperan dalam menentukan kesetiaan pelanggan. Jika produk anda sama dengan produk orang lain maka sulit untuk mempertahankan pelanggan.
2. Harga
Berapa harga yang ditawarkan? Ketahuilah, pelanggan pasti akan mencari harga yang lebih murah jika pelayanan, kualitas, dan produk yang ditawarkan sama saja. “Perbedaan harga itu penting. Jika Anda menjual produk seharga Rp 10.000 dan pesaing menjual dengan harga Rp 9.999, pasti akan berpengaruh. Tetapi jangan lalu jadi membiarkan terjadi persaingan harga terus menerus,” jelas perempuan yang sering dipanggil dengan nama Tami ini di acara Beautifying Indonesia, Martha Tilaar Group beberapa waktu lalu di Jakarta Convention Center.
3. Tempat
Dimana dan channel apa yang digunakan? Lokasi strategis dan kemudahan akses akan menjadi hal penting dan menyenangkan bagi pelanggan.
4. Promotion
Ketahui apa yang kira-kira akan membuat pelanggan bergairah untuk membeli barang Anda? Gimmick promosi akan menjadi hal yang menyenangkan bagi pelanggan. Pelanggan tentu akan menghitung value yang bisa ia dapatkan dari harga yang ia keluarkan.
5. Process
Seperti apa pelayanan Anda? Misal, jika Anda pemilik salon yang menyediakan pelayanan creambath yang urutan umumnya sudah jelas, tentu pelanggan yang datang ke tempat Anda juga mengharapkan proses pelayanan yang jelas dan memuaskan, kan? Pelanggan pasti kesal jika ternyata urutannya berantakan dan malah bikin pusing.
6. People
Siapa yang akan mengurus saya sebagai pelanggan? Bayangkan diri Anda sebagai pelanggan di sebuah salon. Tidakkah Anda akan mengharap bahwa orang yang mengurus Anda adalah orang yang kompeten, mengetahui apa yang dilakukannya, ramah, dan mengutamakan kenyamanan Anda? Sama seperti itu pula pelanggan lain mengharapkan pelayanan yang akan ia dapatkan .
7. Pace
Waktu adalah hal yang penting. Apalagi saat seperti sekarang ini. Pelanggan butuh pelayanan yang cepat. Siapa yang mau menunggu lama untuk dilayani? Penuhi kebutuhan pelanggan dengan waktu yang singkat.
8. Proof
“Pelanggan adalah iklan berjalan!” ujar Tami. Tak percaya? Coba ingat-ingat, jika Anda pernah mengalami sebuah pengalaman pelayanan atau produk yang menyenangkan dan baik, tidakkah Anda akan merekomendasikan kepada orang lain? Pelanggan butuh bukti. Saat mereka terpuaskan, niscaya ia akan bawa orang lain ke tempat itu.(Galeriukm).
Sumber:
http://female.kompas.com/read/xml/2010/10/01/12163138/8.p.yang.bikin.pelanggan.setia

Kamis, 09 Juni 2011

Memperbaiki Service Kepada Pelanggan

Salah satu aspek penting dalam meningkatkan kepuasan pelanggan ( customer satisfaction) adalah bagaimana kita memberikan service kepada pelanggan(Customer Service). Sederhana saja, dengan service yang sebaik-baiknya maka pelanggan akan terpuaskan. Jika pelanggan sudah puas menggunakan produk atau jasa yang kita miliki maka berimbas pada peningkatan pemasaran dan revenue yang akan diterima. Tentunya melakukan evaluasi bagaimana kita melakukan service kepada pelanggan cukup penting dilakukan.
Service kepada pelanggan bukan saja retorika atau sekedar lips service semata, tetapi satu bentuk ketulusan hati untuk benar-benar ingin memberi. Secara SOP (Standart Operating Procedure) biasanya custumer support selalu dituntut untuk ramah, tersenyum dan lain-lain. Namun jika senyuman tidak tulus akan dirasakan lain oleh pelanggan.
Untuk dapat memberikan service yang baik kepada pelanggan kita memang jangan hanya terjebak pada hal-hal yang ada di permukaan saja tetapi lebih dari itu. Dalam memberikan service kepada pelanggan ada beberapa hal yang penting untuk disimak:
Pertama,pelayanan sesungguhnya adalah sebuah cara berpikir, sebuah paradigma, sebuah mindset. Melayani sesungguhnya adalah sebuah sikap hidup, sebuah cara dan gaya hidup. Ini bahkan harus dimulai dengan menyadari bahwa kita bisa ada di dunia ini karena pelayanan Tuhan dan orangtua kita masing-masing. Karena itu, tugas kita hidup di dunia ini sesungguhnya sangatlah jelas: Melayani. Tugas kita bukanlah bekerja sesuai dengan job desk kita, tetapi melayani setiap pelanggan dengan segenap jiwa dan raga kita.
Kedua, pelayanan itu sesungguhnya dibutuhkan bukan hanya oleh pelanggan eksternal kita, tetapi terlebih-lebih oleh pelanggan internal kita yaitu teman-teman dan atasan kita di kantor. Kepada klien kita memang selalu bersikap ramah dan melayani, tetapi pelayanan yang sejati justru adalah pelayanan yang kita berikan kepada semua orang di sekitar kita yang membutuh kan bantuan profesional kita.
Pelayanan eksternal tanpa didahului pelayanan internal hanyalah sebuah tindakan mementingkan diri sendiri. Padahal bukankah esensi pelayanan adalah mementingkan orang lain? Pelayanan seharusnya menjadi jantungnya pekerjaan kita, bahkan unsur terdalam dari kehidupan itu sendiri.
Pelayanan bukanlah semata-mata seperti seorang frontliners melayani nasabahnya, atau customer representative menjawab pertanyaan klien di loket pelayanan. Pelayanan adalah sebuah cara berpikir (mindset). Lihatlah apa yang dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya. Ibu ini mungkin tidak paham bagaimana tata cara berbicara dan tersenyum yang baik. Ia sama sekali tidak paham mengenai teknik pelayanan pelanggan.
Namun, ia tahu persis bagaimana memperlakukan anak-anaknya dengan penuh kasih sayang. Ia mengorbankan waktunya, tenaganya bahkan dirinya sendiri untuk kebahagiaan anak-anaknya. Inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan pelayanan.(Galeriukm).


Sumber:
http://www.bisnis.com/sosok/21045-service-is-a-mindset

Rabu, 08 Juni 2011

Berawal Dari Nol Sukses Menjadi Perusahaan Raksasa

Tidak setiap usaha harus diawali dengan modal materi yang besar. Banyak orang sukses dalam bisnis tanpa modal usaha berupa materi yang besar bahkan mereka memulai usaha dari nol. Contohnya saja Steve Jobs dan Steve Wozniack membangun sebuah komputer di garasi . Ada jutaan pengusaha di seluruh dunia yang telah dimulai perusahaan menguntungkan tanpa bantuan dari investor besar, tetapi hanya sebagian kecil sampai puncak industri.
Berikut ini adalah empat contoh kisah sukses yang menakjubkan yang membuktikan bahwa untuk sukses dalam bisnis, anda tidak perlu uang jutaan dari investor untuk menjadi besar:
1. Hewlett-Packard
Hampir semua orang sudah mengenal brand yang satu ini. HP memulai usahanya dari sebuah garasi. Bill Hewlett dan David Packard mendirikan perusahaan dengan $ 538 pada tahun 1939 sebagai produsen elektronik, mendapatkan dorongan dari produk pertama sukses, sebuah osilator audio. Perusahaan diperluas ke dalam segala macam elektronik , dan akhirnya memasuki bisnis komputer pada tahun 1966 dengan komputer mini HP 2100.
Sekarang 72 tahun, HP telah tumbuh menjadi salah satu perusahaan terbesar di dunia teknologi informasi. Sekarang memiliki lebih dari 300.000 karyawan dan pendapatan diposting $ 126.000.000.000 pada tahun 2010.
2. Starbucks
Starbucks saat ini menjadi life style manusia modern kelas atas nongkrong di kedai kopi. Dua guru dan penulis berkumpul untuk memulai sebuah kedai kopi dan penjual kacang dengan uang mereka sendiri pada tahun 1971.
Ia tidak sampai Howard Schultz bergabung dengan perusahaan pada tahun 1982 ketika kedai kopi Starbucks datang untuk menjadi, meskipun awalnya ragu-ragu pendiri untuk mengubah rencana bisnis sangat drastis.
Setelah perusahaan go public pada tahun 1992, ide Schultz tumbuh ke dalam rantai kedai kopi terbesar di dunia. Saat ini 17.000 toko menyebar di 55 negara dan dapat ditemukan pada apa setiap sudut jalan.
3. Subway
Didirikan oleh Fred Deluca dengan $ 1.000 dari di tahun 1965, tujuan asli Subway adalah untuk membuka 32 toko di 10 tahun pertama. Sembilan tahun kemudian, mereka menyadari bahwa mereka akan tekor, sehingga mulai menjadi waralaba.
Subway sekarang memiliki lebih banyak lokasi di seluruh dunia daripada makanan cepat saji raksasa McDonald, dengan lebih dari 34.000 lokasi di 98 negara, dan perusahaan mengangkut $ 15200000000 pendapatan pada 2010. Ini masih swasta, dan dimiliki oleh Deluca and Associates perusahaan Dokter Buck itu.
4. Mattel
Awalnya pembuat gambar-bingkai kehabisan rumah pendiri Ruth dan Elliot Handler pada tahun 1945, yang masih kecil. Mattel masuk ke bisnis mainan dengan menggunakan kayu sisa sisa dari frame untuk membangun rumah boneka. Mainan pertama untuk menjadi besar adalah mainan Uke-A-Doodle musik pada tahun 1947.
Mattel telah tumbuh menjadi perusahaan $ 5 juta menjelang pertengahan 1950-an, tetapi pada tahun 1959 Ruth Handler datang dengan boneka Barbie, mengubah industri mainan selamanya.
Sekarang mainan terbesar dunia berdasarkan pendapatan perusahaan ($ 5900000000 pada tahun 2010), dan tidak lagi memiliki pabrik mainan di AS.(Galeriukm).
Sumber:
http://www.openforum.com/articles/4-gigantic-companies-that-started-from-nothing