do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 25 Desember 2009

Defenisi Pemasaran Industri




Marketing Association : Marketing as the performance of business activities that direct the flow of good and service from procedure to consumer.
Pemasaran adalah ukuran keberhasilan kegiatan perusahaan ntuk mengarahkan arus barang dari produsen ke konsumen
Kalau kita memperhatikan defenisi di atas, ternyata terdapat kekurangan-kekurangan di sana sini. Kekurangan-kekurangan tersebut adalah sebagai berikut: 
Ø Menganggap fungsi distribusi produk lebih penting dari fungsi marketing yang lain
Ø Defenisi ini tidak menunjukkan peranan pemasaran yang dapat mengembangkan produk dan jasa
Ø Defenisi ini tidak dapat menunjukkan manfaat yang akan diperoleh produsen ke konsumen
Ø Kurang memperhatikan unsure manusia yang selalu ada di dalam system pemasaran
Melihat kekurangan defenisi diatas, maka akan coba menarik defenisi lain, yakni: Marketing is the human activities directed at satisfying wants and needs throught exchange processes
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan manusia melalui proses pertukaran
Defenisi ini menunjukkan kepada kita, bahwa pemasaran bertanggung jawab sebelum produk terjual dan sesudah produk terjual sampai ke tangan pembeli. Tugas pemasaran bukan hanya mendistribusikan produk, tetapi mempunyai tugas/fungsi yang lain. 

2. Defenisi Pemasaran Industri
Rober W. Haas, DBA: Industry Marketing can be defined as human activities directed toward satisfying wants and needs of professional buyer and other individual influencing purchase in commercial, institutional and government organization throught exchange prosses. 
Pemasaran industri adalah aktivitas manusia yang ditujukan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan pembeli yang ahli, atau memuaskan kebutuhan dan keinginan pembeli yang lain, yang dapat mempengaruhi pembelian barang-barang yang diperdagangkan, barang kebutuhan lembaga-lembaga dan barang kebutuhan organisasi pemerintah, melalui proses pertukaran .Pemasaran industri mengarahkan produknya untuk perusahaan-perusahaan yang menjual produknya kembali kepada orang lain, kepada lembaga-lembaga yang memutuhkannya untuk keperluan proses produksi, atau kepada organisasi pemerintah untuk membantu aktivitas mereka setiap hari. Jadi pemsaran industri tidak menunjukkan produknya kepada konsumen akhir.  

Perusahaan-perusahaan yang membeli produk industri mengadakan pertukaran secara rasionil. Mereka membeli barang dengan memakai pertimbangan yang rasionil, ekonomis, dan menguntungkan. 



Berbeda dengan pertukaran produk konsumsi, membeli suatu produk sering didasarkan pada motivasi pembelian seseorang. Kadang-kadang pembelian suatu produk tidak rasionil, karena didorong oleh gengsi dan petimbangan-pertimbangan lain. 

Keputusan membeli suatu produk industri tidak sepenuhnya ditentukan oleh seseorang. Tetapi keutusan ini pada umumnya ditentukan oleh beberapa orang. Masing-masing mereka dapat mempengaruhi keputusan pembelian. Biasanya individu-individu yang berpengaruh ini adalah mereka yang berhubungan erat dengan produksi, pemasaran, dan keuangan. 

Tidak ada komentar: