do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 08 Juli 2015

BUDIDAYA TOMAT PADA BERBAGAI MEDIA TUMBUH



BUDIDAYA TOMAT PADA BERBAGAI MEDIA TUMBUH

A.    PENDAHULUAN
Tanah merupakan media tumbuh tanaman.Di dalam tanah terdapat unsur-unsur yang berguna untuk mendukung pertumbuhan tanaman, yaitu unsur hara, air, dan udara. Komposisi ketiga unsur tersebut adalah unsur hara 50 persen yang terbagi menjadi mineral 45 persen dan bahan organik 5 persen, udara dan air masing-masing 25 persen.
Pada dasarnya budidaya sayuran termasuk tanaman tomat jenis hibrida bias dilakukan di segala jenis tanah. Tanaman ini dapat tumbuh di tanah andosol, regosol, latosol, ultisol, dan grumosol. Jika tanah kurang subur atau sifatnya kurang cocok untuk pertumbuhan tanaman tomat, maka bias dimanipulasi melalui penambahan pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Kondisi tanah yang paling cocok untuk bertanam tomat adalah lempung berpasir yang gembur.Jika tanah terlalu liat, harus diperbaiki dengan pemberian pupuk kandang atau pupuk kompos.Derajat keasaman tanah (pH) yang ideal untuk tomat berkisar 6-7.Jika terlalu asam (<6), harus diberikan pengapuran.Jika terlalu basa (>8) dapat tebarkan belerang untuk menurunkannya.

B.     TUJUAN
1.      Untuk mengetahui pengaruh perbedaan horizon tanah terhadap pertumbuhan tanaman tomat.
2.      Untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman tomat.


C.    DASAR TEORI
Tanaman tomat diklasifikasikan ke dalam golongan sebagai berikut:
Kingdom         : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Kelas   : Dicotyledoneae
Ordo    : Tubiflorae
Famili : Solanaceae
Genus : Lycopersicum
Spesies            : Solanum licopersicum
Tanaman tomat memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan dan berbau khas.Perakaran tanaman tidak terlalu dalam, menyebar ke semua arah hingga kedalaman rata-rata 30-40 cm, namun dapat mencapai kedalaman hingga 60-70 cm.
Akar tanaman tomat berfungsi untuk menopang berdirinya tanaman serta menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah.Oleh karena itu tingkat kesuburan tanah di bagian atas sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan produksi buah, serta benih tomat yang dihasilkan.
Batang tanaman tomat bentuknya bulat dan membengkak pada buku-buku.Bagian yang masih muda berambut biasa dan ada yang berkelenjar.Mudah patah, dapat naik bersandar pada turus atau merambat pada tali, namun harus dibantu dengan beberapa ikatan.
Tanaman tomat dibiarkan melata dan cukup rimbun menutupi tanah.Bercabang banyak sehingga secara keseluruhan berbentuk perdu.
Daun tomat berbentuk oval dengan panjang 20-30 cm. Tepi daun bergerigi dan membentuk celah-celah yang menyirip.Diantara daun-daun yang menyirip besar terdapat sirip kecil dan ada pula yan bersirip besar lagi (bipinnatus).Umumnya, daun tomat tumbuh di dekat ujung dahan atau cabang, memiliki warna hijau, dan berbulu.
Bunga tanaman tomat berwarna kuning dan tersusun dalam dompolan dengan jumlah 5-10 bunga per dompolan atau tergantung dari varietasnya. Kuntum bunganya terdiri dari lima helai daun kelopak dan lima helai mahkota. Pada serbuk sari bunga terdapat kantong yang letaknya menjadi satu dan membentuk bumbung yang mengelilingi tangkai kepala putik.Bunga tomat dapat melakukan penyerbukan sendiri karena tipe bunganya berumah satu.Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan terjadi penyerbukan silang.
Buah tomat adalah buah buni, selagi masih muda berwarna hijau dan berbulu serta relatif keras, setelah tua berwarna merah muda, merah, atau kuning, cerah dan mengkilat, serta relatif lunak. Bentuk buah tomat beragam: lonjong, oval, pipih, meruncing, dan bulat. Diameter buah tomat antara 2-15 cm, tergantung varietasnya.Jumlah ruang di dalam buah juga bervariasi, ada yang hanya dua seperti pada buah tomat cherry dan tomat roma atau lebih dari dua seperti tomat marmade yang beruang delapan.Pada buah masih terdapat tangkai bunga yang berubah fungsi menjadi sebagai tangkai buah serta kelopak bunga yang beralih fungsi menjadi kelopak bunga.
Biji tomat berbentuk pipih, berbulu, dan berwarna putih, putih kekuningan atau coklat muda.Panjangnya 3-5 mm dan lebar 2-4 mm. Biji saling melekat, diselimuti daging buah, dan tersusun berkelompok dengan dibatasi daging buah.Jumlah biji setiap buahnya bervariasi, tergantung pada varietas dan lingkungan, maksimum 200 biji per buah.Umumnya biji digunakan untuk bahan perbanyakan tanaman.Biji mulai tumbuh setelah ditanam 5-10 hari.

Syarat tumbuh
·         Iklim
Tanaman tomat pada fase vegetatif memerlukan curah hujan yang cukup.Sebaliknya, pada fase generatif memerlukan curah hujan yang sedikit.Curah hujan yang tinggi pada fase pemasakan buah dapat menyebabkan daya tumbuh benih rendah.Curah hujan yang ideal selama pertumbuhan tanaman tomat berkisar antara 750-1.250 mm per tahun. Curah hujan tidak menjadi faktor penghambat dalam penangkaran benih tomat di musim kemarau jika kebutuhan air dapat dicukupi dari air irigasi, namun dalam musim yang basah tidak akan terjamin baik hasilnya. iklim yang basah akan membentuk tanaman yang rimbun, tetapi bunganya berkurang, dan didaerah pegunungan akan timbul penyakit daun yang dapat membuat fatal pertumbuhannya.
Musim kemarau yang terik dengan angin yang kencang akan menghambat pertumbuhan bunga (mengering dan berguguran). Walaupun tomat tahan terhadap kekeringan, namun tidak berarti tomat dapat tumbuh subur dalam keadaan yang kering tanpa pengairan.Oleh karena itu baik di dataran tinggi maupun dataran rendah dalam musim kemarau, tomat memerlukan penyiraman atau pengairan demi kelangsungan hidup dan produksinya.
Suhu yang paling ideal untuk perkecambahan benih tomat adalah 25-30˚C.Sementara itu, suhu ideal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 24 -28˚C. Jika suhu terlalu rendah pertumbuhan tanaman akan terhambat. Demikian juga pertumbuhan dan perkembangan bunga dan buahnya yang kurang sempurna.Kelembaban relatif yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 80%.
Sewaktu musim hujan, kelembaban akan meningkat sehingga resiko terserang bakteri dan cendawan cenderung tinggi. Karena itu, jarak tanamnya perlu diperlebar dan areal pertanamannya perlu dibebaskan dari segala jenis gulma.
Tanaman tomat membutuhkan penyinaran penuh sepanjang hari untuk produksi yang menguntungkan, tetapi sinar matahari yang terik tidak disukai.Daerah yang beriklim sejuklah yang disukainya.Tanaman ini tidak tahan terhadap awan.Daerah yang dengan kondisi demikian tanaman mudah terserang cendawan busuk daun dan sebangsanya.Angin kering dan udara panas juga kurang baik bagi pertumbuhannya dan sering menyebabkan kerontokan bunga.

·         Tanah
Tomat bisa ditanam pada semua jenis tanah, seperti andosol, regosol, latosol, ultisol, dan grumusol.Namun demikian, tanah yang paling ideal dari jenis lempung berpasir yang subur, gembur, memiliki kandungan bahan organik yang tinggi, serta mudah mengikat air (porous).Jenis tanah berkaitan dengan peredaran dan ketersediaan oksigen di dalam tanah.Ketersediaan oksigen penting bagi pernapasan akar yang memang rentan tehadap kekurangan oksigen.Kadar oksigen yang mencukupi di sekitar akar bisa meningkatkan produksi buah.Oksigen di sekitar akar bisa juga meningkatkan penyerapan unsur hara fosfat, kalium, dan besi.
Untuk pertumbuhannya yang baik, tanaman tomat membutuhkan tanah yang gembur, kadar keasaman (pH) antara 5-6, tanah sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup mulai tanam sampai waktu tanaman mulai dapat dipanen.

D.    ALAT DAN BAHAN
a.      Alat :
Ø  Sekop
Ø  Cangkul
Ø  Polibag
Ø  Plastic lembar
Ø  Sprayer
Ø  Kawat ram
Ø  Timbangan
Ø  Penggaris
Ø  Kapas
Ø  Ajir bambu ukuran 150cm
b.      Bahan :
Ø  Tanah topsoil
Ø  Tanah subsoil
Ø  Benih tomat var Costoluto fiorentino
Ø  Amelioran : pupuk kandang
Ø  Pupuk organic Denaya
Ø  Pupuk anorganik (Za, SP-36 dan KCl)
Ø  Jangka sorong
Ø  Spidol dan label
Ø  Hormax : ZPT organic


E.     CARA KERJA
Ø  Rendam benih tomat selama satu malam dalam air hangat suam-suam kuku yang telah dicampur dengan Hormax, dengan takaran 4ml/L

Ø  Campurkan tanah dan pupuk kandang/kompos dengan perbandingan (2:1) kemudian masukkan kedalam tray sampai hamper penuh, lalu siram hingga lembab.

Ø  Simpan kapas sebesar 1cm x 1cm diatas tray , kemudian semaikan benih tomat keatas kapas tersebut sebanyak 1 biji tomat per lubang

Ø  Tutup biji dengan media tanam setebal 0,5 cm.

Ø  Tutup tray dengan plastic untuk menjaga kelembaban.

Ø  Media tanam hanya disiram jika terlihat kering menggunakan penyemprot halus atau dengan cara merendam tray sampai kedalam baki yang sudah diisi air setinggi 2cm.

Ø    Setelahbiji bertkecambah, plastik bisa dibuka dan lakukan penyiraman setiap pagi. Setiap satu minggu sekali bibit disiram Denaya dengan takaran 10 ml/L.

Ø    Bibit sudah siap dipindah ke media tanam yang lebih besar jika sudah berumur 7 -14 hari setelah semai atau tinggi tanaman sudah mencapai 10-15 cm atau sudah tumbuh sebanyak 5 helai daun.

Ø  Untuk media penanaman, ambil tanah dari kebun UIN dan tanah Lembang, kemudian hancurkan bongkahan tanah agar menjadi halus dan saring dengan kawat ram untuk mendapatkan tanah yang homogen. Selanjutnya hamparkan pada plastik terpisah kemudian simpan di tempat teduh selama satu minggu.

Ø  Buat media sebagai perlakuan sebagai berikut :
KELAS AGROTEK A :
No
Tanah
Tanah :
Pupuk
Kode
Bahanorganik
Anorganik - Organik
1
Kebun UIN
1 : 0
Za, SP-36, KCl
UTA
2
Kebun UIN
2 : 1
Za, SP-36, KCl
UBA
3
Kebun UIN
1 : 0
Denaya
UTD
4
Kebun UIN
2 : 1
Denaya
UBD

Ket :
-        U = Tanah Kebun UIN
-        T = Tanah tanpa bahan organik
-        B = Tanah dengan bahan organik
-        A = Pupuk anorganik
-        D = Pupuk organikDenaya
KELAS AGROTEK B :
No
Tanah
Tanah :
Pupuk
Kode
Bahanorganik
Anorganik - Organik
1
Lembang
1 : 0
Za, SP-36, KCl
LTA
2
Lembang
2 : 1
Za, SP-36, KCl
LBA
3
Lembang
1 : 0
Denaya
LTD
4
Lembang
2 : 1
Denaya
LBD
Ket :
-        L = Tanah Lembang
-        T = Tanah tanpabahanorganik
-        B = Tanah denganbahanorganik
-        A = Pupukanorganik
-        D = Pupuk organik denaya

Ø  Beri label pada setiap campuran media tanaman dalam pilobag

Ø  Lakukan pemeliharaan

Ø  Lakukan pengamatan utama dan dan pengamatan penunjang
Pemeliharaan
Ø  Penyiraman dilakukan setiap hari

Ø  Lakukan penyiangan gulma
Ø  Lakukan pemangkasan

Ø  Pakailah ajir untuk menyangga batang tanaman

Ø  Pemupukan dilakukan sebagai berikut
KELAS AGROTEK B
No
Kode
Pupuk anorganik-organik
Pemupukan I saat tanam
Pemupukan II (2 MST)
Pemupukan III (4 MST)
Pemupukan IV (6 MST)
1
UTA
Za
± 7,5 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan


Sp-36
± 6 gr/tan





KCl
±4,5 gr/tan

± 2,5 gr/tan
± 2gr/tan
2
UBA
Za
± 7,5 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan


Sp-36
± 6 gr/tan





KCl
± 4,5 gr/tan

± 2,5 gr/tan
± 2gr/tan
3
UTD
Denaya
Pupuk Denaya sebanyak 2ml/L diberikan setiap minggu hingga panen
4
UBD
Denaya
*) pemup
*) pemupukan anorganik dilakukan dengan cara membuat lubang sedalam 5 cm dengan jarak  sekitar 10 cm dari tanaman. Kemudian masukkan pupuk secara terpisah untuk Za, tetapi SP-36 & KCl disatukan.
KELAS AGROTEK B
No
Kode
Pupuk anorganik-organik
Pemupukan I saat tanam
Pemupukan II (2 MST)
Pemupukan III (4 MST)
Pemupukan IV (6 MST)
1
LTA
Za
± 7,5 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan


Sp-36
± 6 gr/tan





KCl
±4,5 gr/tan

± 2,5 gr/tan
± 2gr/tan
2
LBA
Za
± 7,5 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan
± 4 gr/tan


Sp-36
± 6 gr/tan





KCl
± 4,5 gr/tan

± 2,5 gr/tan
± 2gr/tan
3
LTD
Denaya
Pupuk Denaya sebanyak 2ml/L diberikan setiap minggu hingga panen
4
LBD
Denaya


*pemupukan anorganik dilakukan dengan cara membuat lubang sedalam 5 cm dengan jarak  sekitar 10 cm dari tanaman. Kemudian masukkan pupuk secara terpisah untuk Za, tetapi SP-36 & KCl disatukan.


Pengamatan Penunjang
Ø  Amati hama penyakit yang menyerang, dokumentasikan dan cari nama OPT tersebut. Perkirakan persentase serangan.
Pengamatan Utama
Ø  Pengamatan tinggi tanaman per 2 minggu hingga panen, dengan cara mengukur tinggi tanaman dari pangkal batang hingga ujung tertinggi daun.

Ø  Hitung jumlah daun yang sudah membuka sempurna, dilakukan per 2 minggu hingga panen
Ø  Catat minggu pemunculan bunga pertama

Ø  Lakukan penimbangan pada tomat yang dipanen.

     HASIL




F.     HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Pengamatan
Tanaman tomat pada tanggal 2 april 2012


Tanaman tomat pada tanggal 9 april 2012

Tanaman tomat pada tanggal 5 mei 2012
a.       Hasil pengamatan tabel rata-rata jumlah daun pada tanaman tomat                   
Perlakuan
Minggu ke-
2
4
6
UTA
5,75
9,25
13,75
UBA
5,75
9,5
15,6
UTD
4
7
8
UBD
5,5
8,75
10,75
LTA
3,75
7,5
17,25
LBA
5,5
7,6
27,6
LTD
4,25
6
9,25
LBD
2,75
6,25
13

b.      Hasil pengamatan tabel rata-rata tinggi batang pada tanaman tomat
Perlakuan
Minggu ke-
2
4
6
UTA
7,6
17,5
36,7
UBA
7,75
23,5
35
UTD
27,5
13,5
19,5
UBD
7,1
16,75
33,7
LTA
11,25
26,5
55,75
LBA
20,5
30,8
58,5
LTD
12,6
19,3
40
LBD
15,1
17,8
47,12

Pembahasan
Penanaman tomat di Indonesia pada umumnya diusahakan di dataran tinggi dengan jenis tanah Andosol. Namun luas daerah tersebut sangat terbatas, sehingga perlu ekspansi perluasan areal ke dataran yang lebih rendah dengan jenis tanah yang didominasi oleh Latosol dan Aluvial. Menurut Suwandi (1990), serapan pupuk P pada jenis Latosol menunjukkan perbedaan nyata, baik yang diberi pupuk organik maupun tanpa pupuk organik. Hal ini disebabkan ketersediaan P sangat tergantung pada tingkat kemasaman tanahPenanaman tomat di Indonesia pada umumnya diusahakan di dataran tinggi dengan jenis tanah Andosol. Namun luas daerah tersebut sangat terbatas, sehingga perlu ekspansi perluasan areal ke dataran yang lebih rendah dengan jenis tanah yang didominasi oleh Latosol dan Aluvial. Serapan pupuk P pada jenis Latosol menunjukkan perbedaan nyata, baik yang diberi pupuk organik maupun tanpa pupuk organik. Hal ini disebabkan ketersediaan P sangat tergantung pada tingkat kemasaman tanah

Tomat merupakan tanaman hortikultura, dalam percobaan penanaman tomat kami mempraktikan dua perlakuan dengan menggunakan jenis tanah yang berbeda yaitu tanah Lembang dan tanah UIN. Dari pengamatan yang sudah kami amati, terlihat rata-rata  dari pertumbuhan daunnya pada tomat yang ditanam di tanah UIN pada minggu kedua dan minggu ke empat daunnya lebih banyak dari pada tomat yang ditanam di tanah Lembang, tapi terlihat pada minggu ke enam pertumbuhan daunnya lebih banyak dari tomat yang ditanam tanah UIN. Begitu juga dengan tinggi tanaman, pertumbuhan pada minggu pertama tanaman tomat yang ditanam di tanah UIN pertumbuhan lambat tetapi pada tomat yang ditanam ditanah Lembang pertumbuhan tinggi tanaman cepat, pada minggu kedua pertumbuhan tanaman yang ditanam ditanah UIN lebih cepat dibanding yang ditanam ditanah Lembang, tetapi pada minggu ke enam pertumbuhan tanaman tomat yang ditanam ditanah Lembang lebih cepat pertumbuhannya dari pada tanaman yang ditanam ditanah UIN. Hal ini disebabkan karena dari faktor eksternal salah satunya yaitu tanah, kita tahu bahwa tanah yang terlihat hitam warnanya lebih subur daripada tanah yang berwarna coklat. Beberapa bulan yang lalu kami melakukan percobaan tentang penentuan sifat fisik tanah dilapangan secara praktis, memang pada saat melakukan uji coba tanah yang mengandung banyak buih yang menandakan bahwa tanah tersebut terdapat bahan organik tinggi yaitu tanah UIN, tapi menurut kami, dengan satu kali percobaan saja itu tidak cukup membuktikan bahwa tanah UIN lebih subur dari tanah Lembang, Jadi hanya dibeberapa tempat saja yang mengandung bahan organik tinggi. Sedangkan tanah Lembang sudah terlihat tingkat kesuburannya dan disana juga merupakan sentra penanaman sayuran.

G.    KESIMPULAN
Ø  Tanaman tomat memiliki akar tunggang, akar cabang, serta akar serabut yang berwarna keputih-putihan dan berbau khas.
Ø  Akar tanaman tomat berfungsi untuk menopang berdirinya tanaman serta menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah.
Ø  Daun tomat berbentuk oval dan bunga tanaman tomat berwarna kuning.
Ø  Tanah
Tomat bisa ditanam pada semua jenis tanah, seperti andosol, regosol, latosol, ultisol, dan grumusol.
Ø  Iklim
Tanaman tomat pada fase vegetatif memerlukan curah hujan yang cukup

Posting Komentar