do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 08 Juli 2015

PENGARUH TELEPON GENGGAM BAGI PRESTASI SISWA



BAB I
 PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
            Sejak teknologi mulai berkembang masyarakat dunia sudah bisa menikmati manfaatnya. Jaman sudah semakin mengglobal teknologi pun sudah teramat canggih. Awalnya, teknologi diciptakan untuk mempermudah setiap kegiatan manusia. Lahir dari pemikiran manusia yang berusaha untuk mempermudah kegiatan-kegiatannya yang kemudian diterapkan dalam kehidupan. Kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan jaman sehingga terjadi pengalihan fungsi teknologi. Ketertarikan orang-orang untuk memiliki teknologi itu semakin meningkat, contohnya handphone atau yang akrab disebut dengan HP. Beberapa tahun yang lalu handphone hanya dimiliki oleh kalangan pembisnis yang memang benar-benar membutuhkan untuk kelancaran pekerjaannya. Seiring berjalannya waktu telepon genggam bisa dimiliki oleh semua kalangan. Baik yang sangat membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan. Karena sekarang telepon genggam di lengkapi dengan beberapa fitur yang membuat telepon genggam memiliki beberapa fungsi selain menelepon atau saling berkirim pesan singkat. Telepon genggam kini bukan lagi sekadar alat untuk berkomunikasi. Namun juga sebagai gaya hidup, penampilan, dan tren.
            Penyalahgunaan dan pemberian telepon genggam yang kurang tepat dapat berdampak negatif bagi pengguna apabila tidak mampu mengendalikannya. Anak-anak SD kini oleh orang tuanya sudah ada yang dibelikan telepon genggam, hal ini akan membuat si anak duduk diam di depan layar telepon genggam terus-menerus untuk menikmati fitur-fitur yang disediakan telepon genggam tersebut jika tidak diawasi dalam penggunaannya mereka akan kecanduan. Begitu juga dengan remaja juga butuh pengawasan karena tidak jarang situs-situs yang kurang bermanfaat dapat diakses. Semua hal negatif dapat diminimalisir dengan adanya pengawasan dari orang tua dan membatasi penggunaannya. Peran orang tua di sini sangat penting. Untuk remaja sendiri, mereka sebenarnya sadar akan dampak itu tetapi lebih mementingkan kesenangan dirinya sehingga mengesampingkan hal-hal yang bermafaat bagi mereka.
            Di kalangan remaja menggunakan telepon genggam sebagai alat yang memiliki banyak fungsi. Oleh karena itu, para remaja dapat menggunakan secara positif dan negatif tergantung dari tiap individu.
Contoh positif dari penggunaan telepon genggam oleh remaja:
  1. Mempermudah berkomunikasi untuk menyambung silaturahmi (pesan dan telepon).
  2. Sarana untuk mencari kebutuhan informasi (internet).
  3. Membantu proses pembelajaran.
  4. Sarana untuk hiburan (permainan, audio, video).
Contoh negatif dari penggunaan telepon genggam oleh remaja:
1.      Sebagai alat untuk menyimpan hal-hal yang mengandung asusila.
2.      Sebagai sarana untuk saling berlomba menunjukkan prestise.
3.      Penggunaan tidak sesuai dengan kondisi. Misalnya saat proses belajar mengajar sedang    berlangsung menggunakan handphone untuk sms-an dengan pacar.
B.Identifikasi Masalah
  1. Dampak baik dan buruknya teknologi telepon genggam bagi kalangan remaja dan pelajar.
  2. Manfaat telepon genggam bagi pelajar dan masyarakat pada umumnya.
  3. Peran orang tua terhadap remaja dalam mengawasi penggunaan telepon genggam.
C.Rumusan Masalah
1.      Apa dampak teknologi dari kalangan remaja?
2.      Bagaimana peran orang tua dalam mengawasi penggunaan telepon genggam?
3.      Apa manfaat telepon genggam bagi remaja dan pelajar?

D.Tujuan dan Manfaat
Tujuan dibuat karya tulis ini adalah sebagai berikut:
1.    Memberikan informasi kepada siswa, orangtua, guru, dan masyarakat mengenai penggunaan telepon genggam dikalangan remaja dan pelajar.
2.    Memberikan informasi kepada remaja, orang tua, guru dan masyarakat  mengenai dampak telepon genggam bagi perilaku anak.
3.    Memberikan gambaran kepada siswa, guru dan masyarakat terutama remaja mangenai pengaruh telepon genggam dalam kehidupan.












BAB II
PEMBAHASAN

A.      Kajian Teori
Telepon selular (ponsel) atau handphone (HP) adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, namun dapat dibawa ke mana-mana (portabel, mobile) dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel. Saat ini Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu sistem GSM (Global System for Mobile Telecommunications) dan sistem CDMA (Code Division Multiple Access).
I. Sejarah Teepon Genggam
Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Pada tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
Setelah berhasil memproduksi telepon genggam, tantangan terbesar berikutnya adalah mengadaptasi infrastruktur untuk mendukung sistem komunikasi telepon genggam tersebut dengan menciptakan sistem jaringan yang hanya membutuhkan 3 MHz spektrum, setara dengan lima channel TV yang tersalur ke seluruh dunia.
Tokoh lain yang diketahui sangat berjasa dalam dunia komunikasi selular adalah Amos Joel Jr yang lahir di Philadelphia, 12 Maret 1918, ia memang diakui dunia sebagai pakar dalam bidang switching. Ia mendapat ijazah bachelor (1940) dan master (1942) dalam teknik elektronik dari MIT. Tidak lama setelah studi, ia memulai kariernya selama 43 tahun (dari Juli 1940-Maret 1983) di Bell Telephone Laboratories, tempat ia menerima lebih dari 70 paten Amerika di bidang telekomunikasi, khususnya di bidang switching. Amos E Joel Jr, membuat sistem penyambung (switching) ponsel dari satu wilayah sel ke wilayah sel yang lain. Switching ini harus bekerja ketika pengguna ponsel bergerak atau berpindah dari satu sel ke sel lain sehingga pembicaraan tidak terputus. Karena penemuan Amos Joel inilah penggunaan ponsel menjadi nyaman.
II. Cara kerja telepon genggam atau ponsel
Didalam ponsel, terdapat sebuah pengeras suara, mikrofon, papan tombol, tampilan layar, dan powerful circuit board dengan mikroprosesor yang membuat setiap telepon seperti komputer mini. Ketika berhubungan dengan jaringan nirkabel, sekumpulan teknologi tersebut memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan atau bertukar data dengan telepon lain atau dengan komputer.
Jaringan nirkabel beroperasi dalam sebuah jaringan yang membagi kota atau wilayah kedalam sel-sel yang lebih kecil. Satu sel mencakup beberapa blok kota atau sampai 250 mil persegi. Setiap sel menggunakan sekumpulan frekuensi radio atau saluran-saluran untuk memberikan layanan di area spesifik. Kekuatan radio ini harus dikontrol untuk membatasi jangkauan sinyal geografis. Oleh Karena itu, frekuensi yang sama dapat digunakan kembali di sel terdekat. Maka banyak orang dapat melakukan percakapan secara simultan dalam sel yang berbeda di seluruh kota atau wilayah, meskipun mereka berada dalam satu saluran.
Dalam setiap sel, terdapat stasiun dasar yang berisi antena nirkabel dan perlengkapan radio lain. Antena nirkabel dalam setiap sel akan menghbungkan penelepon ke jaringan telepon lokal, internet, ataupun jaringan nirkabel lain. Antena nirkabel mentransimiskan sinyal. Ketika ponsel dinyalakan, telepon akan mencari sinyal untuk mengkonfirmasi bahwa layanan telah tersedia. Kemudian telepon akan mentransmisikan nomor identifikasi tertentu, sehingga jaringan dapat melakukan verifikasi informasi konsumen- seperti penyedia layanan nirkabel, dan nomor telepon.         
·           Panggilan dari telepon genggam ke telepon rumah
Ketika melakukan panggilan dari ponsel ke telepon rumah biasa, panggilan tersebut akan berjalan-jalan di melalui antena nirkabel terdekat dan akan diubah oleh penghantar nirkabel' ke sistem telepon landline tradisional. Panggilan tersebut kemudian akan langsung diarahkan ke jaringan telepon tradisional dan ke orang yang menjadi tujuan panggilan.
·           Panggilan dari Ponsel ke Ponsel
Ketika melakukan panggilan dari antarponsel, panggilan akan dirutekan melalui jaringan landline kepada pengantar nirkabel penerima atau akan dirutekan dalam jaringan nirkabel' ke tempat sel terdekat dengan orang yang menjadi tujuan panggilan. Pada saat berbicara di ponsel, maka telepon genggam akan menangkap suara dan mengubah suara menjadi energi frekuensi radio (gelombang radio). gelombang radio akan berjalan melalui udara hingga menemukan penerima di stasiun dasar terdekat. Stasiun dasar kemudian akan mengirimkan panggilan tersebut melalui jaringan nirkabel hingga sampai pada orang yang menjadi tujuan telepon.

·           Panggilan jarak jauh
ketika melakukan panggilan terhadap seseorang yang berada sangat jauh, panggilan akan dirutekan pada pusat pertukaran jarak jauh, yang menyambungkan fiber optic.


III. Manfaat dan Fitur pada Telepon Genggam
Selain berfungsi untuk melakukan dan menerima panggilan telepon, ponsel umumnya juga mempunyai fungsi pengiriman dan penerimaan pesan singkat (short message service, SMS). Ada pula penyedia jasa telepon genggam di beberapa negara yang menyediakan layanan generasi ketiga (3G) dengan menambahkan jasa videophone, sebagai alat pembayaran, maupun untuk televisi online di telepon genggam mereka. Sekarang, telepon genggam menjadi gadget yang multifungsi. Mengikuti perkembangan teknologi digital, kini ponsel juga dilengkapi dengan berbagai pilihan fitur, seperti bisa menangkap siaran radio dan televisi, perangkat lunak pemutar audio (MP3) dan video, kamera digital, game, dan layanan internet (WAP, GPRS, 3G). Selain fitur-fitur tersebut, ponsel sekarang sudah ditanamkan fitur komputer. Jadi di ponsel tersebut, orang bisa mengubah fungsi ponsel tersebut menjadi mini komputer. Di dunia bisnis, fitur ini sangat membantu bagi para pebisnis untuk melakukan semua pekerjaan di satu tempat dan membuat pekerjaan tersebut diselesaikan dalam waktu yang singkat.
Dewasa ini, peranan ponsel sudah menjadi sebuah kebutuhan Primer Sehari-hari, berikut kategori ponsel berdasarkan Fungsi :
a.         Ponsel Bisnis
Ponsel jenis ini ditujukan untuk anda yang menginginkan perangkat bisnis dalam genggaman anda, biasanya ponsel yang telah memiliki kemampuan ini tergolong ponsel pintar "smartphone". Beragai aplikasi bisnis terdapat dalam ponsel ini dan dapat membuat pekerjaan kantor anda dapat dilihat dan dikerjakan dalam sebuah ponsel.
b.        Ponsel Hiburan
Ponsel Jenis ini merupakan ponsel berjenis multimedia, dimana semua aktivitas yang berhubungan dengan musik, seni, foto, sosial dan lainnya dapat anda atasi dengan sebuah ponsel. Banyak Ponsel jenis ini yang memiliki varian nya tersendiri, seperti Ponsel Musik, Ponsel Kamera, dan Ponsel Internet Sosial.
c.         Ponsel Fashion
Ponsel jenis ini lebih banyak mengandalkan tampilannya, dan dapat membuat pemiliknya sangat puas meskipun dengan fitur yang terkesan "seadanya". Tetapi dibalik itu semua, sebuah Ponsel Fashion dapat berharga berkali kali lipat dari harga ponsel tercanggih. Dewasa ini dapat ditemukan ponsel yang berharga lebih mahal dari harga sebuah kendaraan bahkan lebih mahal dari harga sebuah rumah.
d.        Ponsel Standar
Ponsel jenis ini diperuntukan untuk anda yang menginginkan ponsel yang simpel, fitur yang disematkan dalam ponsel ini merupakan fitur inti, tanpa teknologi baru yang disematkan.


B.       Metode Penelitian
     I.     Studi Pustaka
Mencari informasi melalui media internet. Data yang saya ambil tidak lupa saya sertakan dengan sumber di mana data tersebut saya ambil.
  II.     Angket
Penulis mengambil responden siswa MTS Kusambi kelas VII dengan jumlah 50 orang.   

III.     Hasil penelitian dan pembahasan
Remaja sekarang sudah tidak bisa lepas dari teknologi, terutama telepon genggam. Bagi mereka memiliki telepon genggam adalah keseharusan dan kewajiban karena sudah menjadi kebutuhan primer. Baik itu hanya digunakan sebagai sarana hiburan penunjang belajar dan mengikuti Trends. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa mereka sudah kecanduan oleh teknologi karena dengan adanya alat komunikasi tersebut remaja dapat mengakses jejaring social, menyimpan  file-file dan foto, sebagai sarana hiburan, dan lain sebagainya. Bahkan sebenarnya mereka tidak begitu butuh dengan telepon genggam.
Jam belajar di rumah remaja sekarang sudah mulai menurun. Seharusnya, dalam sehari mereka belajar kurang lebih 1-2 jam, tetapi sekarang 30 menit saja sudah dirasa sangatlah lama. Hal ini karena mereka lebih tertarik dan asyik bermainan telepon genggam daripada membaca buku pelajaran terutama bagi mereka yang sudah mulai tertarik dengan lawan jenis.     Berbeda dengan orang- orang yang masih mementingkan belajar sehingga mereka menganggap telepon genggam sebagai barang tambahan untuk menunjang belajar dan sarana hiburan. Ketika sedang belajar, mereka men-silent telepon mereka dan tidak menonaktifkan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
Saat kegiatan belajar mengajar berlangsung , mereka pun juga sembunyi- sembunyi untuk bisa bermain ponsel membalas pesan dari teman , pacar atau gebetan atau hanya sekedar membaca pesan saja tetapi banyak dari mereka yang tetap fokus pada pembelajaran jika pesan itu dirasa tidak begitu penting.
Buku dan pulsa (telepon genggam) juga berkaitan dengan remaja terutama bagi yang masih jadi pelajar. Mereka mempunyai telepon genggam tentunya juga akan mengeluarkan uang untuk membeli pulsa. Nah, sekarang apakah remaja lebih mengutamakan bukunya atau pulsanya? Tentunya mereka akan lebih mementingkan untuk membeli pulsa daripada buku , itu untuk remaja yang mania pada telepon genggam. Coba hitung 1 bulan seorang pelajar membeli pulsan rata- rata Rp 20.000,00-Rp 25.000,00   maka dalam satu tahun kurang lebih mereka menghabiskan Rp240.000- Rp300.000. Sedangkan untuk membeli buku 1 tahunnya hanya berkisar Rp 200.000,00. Mereka akan membeli buku jika buku itu dirasa penting. Buku adalah jendela dunia itu suatu ungkapan yang sudah tidak lagi begitu populer saat ini. Tekhnologi adalah jendelan dunia, ungkapan itulah yang sesuai dengan keadaan sekarang.

Fakta Remaja terhadap Penggunaan Telepon Genggam dalam Keseharian
Dewasa ini remaja sudah tidak bisa lepas dari yang telepon genggam. Remaja akan lebih senang memegang ponsel seharian daripada memegang buku untuk belajar. Menurut mereka ada hiburan tersendiri saat mereka memainkan ponsel itu. Selain sebagai alat komunikasi ponsel juga dapat digunakan untuk menyimpan file-file, foto, dan musik.  Berikut ini adalah tindakan yang biasa mereka lakukan dengan ponsel msing-masing:
  1. Banyak siswa yang mempunyai telepon genggam waktu luangnya banyak tersita untuk smsan atau saling telepon (bukan untuk belajar).
  2.  Ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas siswa memilih sibuk dengan telepon genggam mereka. Sebagian siswa yang menggunakan alat komunikasi tersebut untuk saling berkomunikasi ketika saat ulangan.
  3. Banyak siswa yang menyimpan hal-hal yang berbau pornoaksi dan pornografi.
  4. Ketika membaca berbagai jenis pesan remaja akan berekspresi sesuai dengan situasi yang ada di pesan itu. Hal ini akan menimbulkan kesan aneh oleh orang yang melihatnya.
  5.  Siswa dapat mencari materi dengan search lewat telepon genggam meskipun tidak di warnet, tempat yang tidak ada layanan WIFI atau hotspot.

BAGAIMANAKAH DAMPAK RADIASI PONSEL YANG BERLEBIHAN PADA KESEHATAN
Dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel adalah sebagai berikut :
1.              Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama    10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli). Kanker ini tidak hanya terjadi pada anak-anak dan remaja saja, tetapi juga pada orang dewasa.
2.             Penggunaan ponsel lebih dari 30 menit/hari selama 4 tahun bisa memicu hilang pendengaran (tuli). Radiasi ponsel yang terus    menerus bisa memicu tinnitus (telinga berdenging) dan kerusakan sel rambut yang merupakan sensor audio pada organ pendengaran.
3.             Radiasi ponsel juga berbahaya bagi kesuburan pria. Menurut penelitian, penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan    jumlah sperma hingga 30 persen.
4.             Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang.    Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.
5.             Akibat pemakaian ponsel yang berlebihan, frekuensi radio yang digunakan (900 MHz, 1800 MHz and 2450 MHz) dapat    meningkatkan temperatur di lapisan mata sehingga memicu kerusakan kornea.
6.             Emisi dan radiasi ponsel bisa menurunkan kekebalan tubuh karena mengurangi produksi melatonin. Dalam jangka panjang,        kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan tulang dan persendian serta memicu rematik.
7.             Risiko kanker di kelenjar air ludah meningkat akibat penggunaan ponsel secara berlebihan.
8.             Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh.    Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.
9.             Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu    jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.
10.         Sebuah penelitian membuktikan produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang.    Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.
11.         Medan magnetik di sekitar ponsel yang menyala bisa memicu kerusakan sistem syaraf yang berdampak pada gangguan tidur.       Dalam jangka panjang kerusakan itu dapat mempercepat kepikunan.


BAGAIMANA DAMPAK NEGATIF DAN POSITIF TELEPON GENGGAM BAGI PARA REMAJA
Telepon genggam sangatlah bermanfaat dalam kehidupan manusia pada jaman globalisasi seperti pada saat ini, beberapa manfaat yang dapat kita rasakan adalah sebagai berikut:
1.        Mempermudah komunikasi. Misalnya saja ketika orang tua atau pihak keluarga akan menjemput anak ketika pulang sekolah atau selesai melakukan kegiatan di luar rumah.
2.        Menambah pengetahuan tentang perkembangan teknologi. Karena bagaimanapun teknologi ini sudah merambah hingga kepelososk-pelosok desa.
3.        Memperluas jaringan persahabatan dan mempererat tali silaturahmi.
Teknologi tentunya tidak hanya akan memberikan suatu manfaat positif saja tentu ada dampak negatifnya, adapun dampak negatif dari penggunaan telepon genggam adalah sebagaaaai berikut :
  1. Mengganggu Perkembangan Anak. Dengan canggihnya fitur-fitur yang tersedia di telepon genggam seperti : kamera, permainan (games) akan mengganggu siswa dalam menerima pelajaran di sekolah. Tidak jarang mereka disibukkan dengan menerima panggilan, sms, miscall dari teman mereka bahkan dari keluarga mereka sendiri. Lebih parah lagi ada yang menggunakan telepon genggam untuk mencontek (curang) dalam ulangan atau ujian. Bermain telepon genggam saat guru menjelaskan pelajaran dan sebagainya. Kalau hal tersebut dibiarkan, maka generasi yang kita harapkan akan menjadi budak teknologi.
  2. Penggunaan telepon genggam juga berakibat buruk terhadap kesehatan, ada baiknya siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan atau memilih telepon genggam, khususnya bagi pelajar anak-anak. Jika memang tidak terlalu diperlukan, sebaiknya anak-anak jangan dulu diberi kesempatan menggunakan telepon genggam secara permanen.
  3. Rawan terhadap tindak kejahatan. Ingat, pelajar merupakan salah satu target utama dari pada penjahat. Apalagi telepon genggam merupakan perangkat yang mudah dijual, sehingga anak-anak yang membawa telepon genggam bisa-bisa dikuntit maling yang mengincarnya.
  4. Sangat berpotensi mempengaruhi sikap dan perilaku siswa. Jika tidak ada kontrol dari guru dan orang tua. Telepon genggam bisa digunakan untuk menyebarkan gambar-gambar yang mengandung unsur pornografi.
  5. Dengan mempunyai telepon genggam, maka pengeluaran kita akan bertambah, apalagi kalau telepon genggam hanya digunakan untuk hal-hal yang tidak bermanfaat maka hanya akan menjadi pemborosan yang saja.
  6. Menciptakan lingkungan pergaulan sosial yang tidak sehat. Ada keluarga yang tidak mampu, tetapi karena pergaulan dimana teman-temannya sudah dibelikan telepon genggam sehingga mereka merengek-rengek kepada orang tuanya padahal orang tuanya tidak mampu, atau bahkan menimbulkan gep antara genk telepon genggam keren dan genk telepon genggam jadul atau yang belum memiliki.
  7. Membentuk sifat hedonisme pada anak. Ketika keluar gadget terbaru yang lebih canggih, mereka pun merengek-rengek meminta kepada orang tua, padahal mereka sebenarnya belum memahami benar manfaat setiap fitur-fitur baru secara menyeluruh.

  1. Anak kita akan sulit diawasi, khususnya ketika masa-masa pubertas, disaat sudah muncul rasa ketertarikan dengan teman laki-laki atau perempuannya, maka telepon genggam menjadi sarana ampuh bagi mereka untuk komunikasi, tetapi komunikasi yang tidak baik, hal ini akan mengganggu aktifitas yang seharusnya mereka lakukan, shalat, makan, belajar bahkan tidur !! Karena mereka asyik sms-smsan dengan teman lawan jenisnya.
































BAB III
PENUTUP


A.Kesimpulan
Dari pembahasan dapat diambil kesimpulan:
  1. Ponsel merupakan kebutuhan wajib bagi remaja dan masyarakat . harga yang ditawarkan oleh ponsel itu sendiri sekarang sudah sangat terjangkau dan fitur-fiturnya pun cukup memuaskan.
  2. Ponsel kini bukan lagi sekadar alat untuk berkomunikasi saja tetapi juga sebagai gaya hidup, penampilan, tren dan prestise.
  3. Perkembangan teknologi ponsel menyebabkan perubahan terhadap kehidupan remaja.
  4. Sering kali telepon genggam mengalihkan akativitas seorang pelajar yang seharusnya belajar sebagai tugas utama.
  5. Fungsi ponsel tidak digunakan sebagaimana mestinya akan tetapi malah disalah gunakan oleh berbagai pihak.

B.Saran
            I. Pelajar
1.      Fasilitas canggih yang sudah diberikan oleh ponsel sebaiknya digunakan dengan sebaik mungkin dan sebagai mana mestinya.
2.      Sebagai seorang remaja hendaknya lebih mengutamakan belajar. Bermain ponsel jangan lah berlebihan.
3.      Penggunaan telepon genggam yang terlalu lama dapat menimbulkan hal-hal negatif, maka sebaiknya remaja yang sering menggunakan handphone untuk menelepon mengurangi intensitasnya dan menggunakan seperlunya saja.

II.Orang Tua
1.      Sebagai orang tua seharusnya lebih mempertimbangkan segala sesuatu yang akan diberikan kepada anak dengan melihat akibatnya terhadap perkembangan anak terutama yang memasuki usia remaja.
2.      Mengawasi dan menbatasi si anak dalam penggunaan telepon genggam di kesehariannya.
3.      Mengikuti perkembangan si anak, bisa dengan bertanya bagaimana prestasi di sekolah dan apa hambatan mereka.

DAFTAR PUSTAKA

id.wikipedia.org/wiki/telepon_genggam


































KATA PENGANTAR



Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan  karya ilmiah yang berjudul  ’’Pengaruh Telepon Genggam Terhadap Siswa’’ Karya ilmiah ini disusun untuk memenuhi  Usulan  Kenaikan Pangkat.

            Dalam menyusun karya ilmiah ini, penulis banyak memperoleh bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

Penulis menyadari bahwa dalam menyusun karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya karya ilmiah ini. Penulis berharap semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.


Raha,       Juli 2015


         Penulis
















i
 
 
DAFTAR ISI


Kata Pengantar……………………………………………………………………i
Daftar Isi………………………………………………………………………….ii
BAB I  PENDAHULUAN
A.           Latarbelakang masalah……………………………………………….…….1
B.            Identifikasi masalah……………………………………………….……….2
C.            Rumusan masalah………………………………………………….……….2
D.           Tujuan dan manfaat………………………………………………….……..2

BAB II PEMBAHASAN
A.           Kajian teori………………………………………………………………..3
B.            Metode penelitian………………………..…………………….………….6
C.            Hasil penelitian dan pembahasan………………………………….……...6
D.           Fakta remaja terhadap penggunaan telepon genggam dalam keseharian…7
E.            Dampak radiasi ponsel yang berlebihan pada kesehatan…………….……7
F.             Dampak negatif dan positif telepon genggam bagi para pengguna……....8

BAB III PENUTUP
A.           Kesimpulan ………………………………………………………….……11
B.            Saran ……………………………………………………….……………..11
Daftar pustaka………………………………………………………….………..12
















ii
 
 







Poskan Komentar