do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 30 Desember 2011

Puisi Untuk Para Pemimpin Bangsa di Negeri Kaya Raya yang Penduduknya Kelaparan


350 tahun Belanda menjajah Indonesia
Negeri ini masih kaya raya
Setelah lepas dari segala penjajahan asing
Para pemimpin sendiri yang menjajah rakyatnya
Lewat industri lewat bisnis lewat segala kebijakan Membuat rakyat negeri ini dimiskinkan
Indonesia adalah sumber mataair
Dalam situasi normal kenapa ada orang haus dipinggirnya?
Alam yang berlimpah-limpah
Apa saja subur
Cacing pun gemuk makmur
Semua itu tinggal menunggu waktu
Para pemimpin bangsa apa tak mau tahu?
Ulah segelintir manusia serakah
Membuat binatang pun dibuat miskin Kehilangan habitatnya
Sekitar 29.9 juta rakyat Indonesia
Data FAO 2010
Dalam kondisi kelaparan
6 kali lipat penduduk Singapura
Dimana mereka para pemimpin negeri ini?
Memerangi kemiskinan hanya slogan
Lembaga dan instansi yang mengurusinya
Sibuk berbagi jatah sendiri Mereka pun berperan memiskinkan rakyatnya
Banyak teori untuk menjadi formula
Mengangkat harkat orang-orang miskin hina
Kenyataanya mereka tetap sengsara Buktinya ada di sekitar kita
Hai para pemimpin bangsa
Jawabmu hanya kompleks dan makro
Namun tetap sibuk mementingkan kelompoknya
Mementingkan diri sendiri
Mengedepankan keserakahan
Menyimpan pikiran busuk
Hidup memelihara yang jahat
Hai para pemimpin bangsa
Rakyatmu banyak yang kelaparan
Berharap ada kebenaran
Yang didapat hanya pembenaranmu saja
Tunggu
Negeri ini rentan kekacauan
Karena banyak yang menyimpan kebencian Banyak yang menggenggam ketidakpuasan
Perselisihan akan menjadi pemicu
Para pemimpin yang tamak
Membiarkan banyak rakyat kelaparaan
Kemakmuran menjadi sulit
Kestabilan menjadi tidak mungkin
Iri hati
Cemburu
Dendam
Di tengah lapar yang menakutkan
Adakah hari cerah yang didambakan?
Ya Allah Ya Tuhanku
Engkau tidak memandang manusia dalam statusnya
Engkau tidak memandang prestasi atau kekurangan kita Engkau menilai dengan hikmat
Ya Allah Ya Tuhanku
Adakah pemimpin bangsaku yang memiliki hikmat-Mu?
Kami rakyat kecil hanya berharap tenteram dan damai Menyambut cerahnya pagi dengan lapar yang tak tertunda lagi.
Poskan Komentar