do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 20 Februari 2014

PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERDASARKAN PRINSIP BERWAWASAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN



PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM BERDASARKAN PRINSIP BERWAWASAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
ABSTRAK
Semua sumber daya alam baik yang potensial maupun yang riil harus dimanfaatkan seefektif dan seefisien mungkin demi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Hal ini tertuang dalam Undang-undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Pengelolaan Lingkungn Hidup dan UUD 1945 Pasal 33 yang menetapkan agar sumber daya alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Kemakmuran tersebut harus dapat dinikmati oleh generasi sekarang dan yang akan datang. Artinya, generasi sekarang harus berhati-hati dalam mengeksploitasi dan memanfaatkan sumber daya alam, sehingga generasi yang akan datang tetap dapat menikmatinya.
Jika diamati dengan baik, alam itu rusak karena ulah manusia sendiri yang tidak bertanggung jawab. Manusia hanya mementingkan kehidupannya sendiri dengan mengekploitasi alam semaunya. Karena manusia tidak pernah puas dengan sesuatu. Akibatnya lam ini menjadi rusak.
Seharusnya, manusia lebih bertanggung jawab terhadap apa yang telah mereka lakukan kepada alam ini. Dengan cara memelihara dan menjaga serta merawat alam yang kita tinggali.
BAB I
PENDAHULUAN
Sumber daya alam yang ada dimuka bumi merupakan sumber daya esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Hilang atau berkurangnya ketersediaan sumber daya alam tersebut akan berdampak terhadap kelangsungan hidup manusia. Oleh karena itu, yang menjadi persoalan mendasar sehubungan dengan pengelolaan sumber daya alam adalah bagaimana mengelola sumber daya alam tersebut, agar menghasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi manusia tanpa mengorbankan keletarian sumber daya alam itu sendiri.
Pengelolaan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan telah dilakukan sejak lama. Namun, pertumbuhan penduduk yang tinggi serta diiringi dengan semakin bertambahnya kebutuhan manusia menyebabkan eksploitasi sumber daya alm secara berlebihan. Akibatnya, timbul dampak negative, seperti kepunahan flora dan fauna, longsor, banjir dan pencemaran lingkungan. Jika hal ini dibiarkan berlanjut, generasi yang akan datang tidak lagi dapat menikmati sumber daya alam yang ada pada saat ini.

BAB II
PEMBAHASAN
A. KERUSAKAN SUBMBER DAYA ALAM
Perubahan lingkungan terjadi karena adanya mata rantai yang terputus dalam daur kehidupannya. Salah satu contoh perubahan lingkungan adalah berubahnya kawasan hutan menjadi pertanian, perkebunan, ataupun pemukiman. Hutan yang terbuka secara tidak langsung akan memutuskan regenerasi vegetasi berikutnya. Akibatnya akan terjadi kepunahan baik flora maupun fauna penghuninya. Perubahan lain dari pembukaan hutan adalah adanya perubahan daur hidrologi. Air hujan yang melalui tanah bekas hutan yang miring akan menyebabkan erosi dan banjir di daerah hilir, karena hanya sedikit terjadinya penyerapan air ke dalam tanah. Wujud kerusakan lingkungan tersebut disebabkan oleh dua hal, yaitu oleh kegiatan manusia dan proses alam.
Berikut beberapa factor yang menyebabkan kerusakan sumber daya alam:
1. Kerusakan Hutan
Hutan berfungsi sebagai penyeimbang kadar oksigen dalam udara. Selain itu, hutan juga menyimpan berbagai macam keragaman hayati. Namun, sejalan denagn eksploitasi hutan oleh manusiamaka kemampuan daya dukung hutan terhadap kehidupan pun semakin berkurang.
Beberapa macam kerusakan hutan, seperti:
a. Penebangan hutan secara liar tanpa adanya upaya untuk menanamnya kembali (reboisasi). Akibatnya hutan akan menjadi gundul dan bebrapa jenis flora dan fauna akan punah.
b. Oleh karena jumlah penduduk yang semakin banyak maka banyakhutan yng dialihkan untuk lahan pertanian dan pemukiman sehingga semakin lama luas wilayah hutan semakin sempit.
c. Akibat penggundulan hutan dapatmengakibatkan banjir dan tnah longsor. Oleh karena akar-akar hutan sudah tidak bias berfungsi lagi sebagai pengikat air di dalam tanah. Air hujan yang jatuh langsung turun ke daerah yang lebih rendah sehingga emnimbulkan banjir. Bekas hutan yng sudah gundul akhirnya berubah menjadi lahan kritis yang tidak produktif lagi.
2. Pertanian dan Perikanan
Di negara yang sedang berkembang, seperti Indonesia, sebagioan besar penduduknya masih berorientasi pada sector agraris. Sector ininsangat membutuhkan daya dukung tanah sebagai sumber pencaharian pokok. Namun, akibat adanya pembangunan maka daya dukung sumber daya tanah ini pun semakin berkurang.
Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, seperti:
a. Keracunan DTT
Penggunaan pestisida dalam tanaman tidak saja untuk membasmi serangga, akan tetapi dapat menjadi racun apabila pemakaiannya tidak terkontrol. Pestisida yang biasanya banyak digunakan adalah DDT (organo-klorin). Zat ini larut juga dalam lemak dan jaringan lemak, oleh karena itu mudah berpindah dari lingkungan ke jaringan lemak hewan. Racun ini juga mudah terurai dan tetap berperan sebagai racun walaupun lama berada di lingkunag. Akibat racun ini terkonsentrasi pada tumbuhan dan hewan.
b. Kesuburan tanah berkurang
Kelebihan penggunaan pupuk anorganik dapat menyebabkan derajat keasaman berbuah dan dapat mempengaruhi penyerapan unsur-unsur hara tumbuhan. Jika terjadi kelebihan nitrat dan fosfat dalam jumlah yang besar dapat menggangu pertumbuhan tanaman. Demikian juga pemakaian nitrogen, fosfor, dan kalium dapat merangsang pertumbuhan sedemikian rupa sehingga memerlukan penambahan unsur hara lain, seperti kalium, magnesium, dan unsur-unsur mikro yang jumlahnya melebihi jumlah yang tesedia di tanah. Hal ini akan menyebabkan penurunan produksi dan daur unsure hara. Dengan demikian, penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan justru mengurangi kesuburan tanah. Oleh karena itu pupuk anorganik yang berlebihan dapat menjadi polutan.
c. Perubahan keseimbangan lingkungan
Banyak sekali kawasan hutan yang sudah dirombak menjadi lahan pertanian yang ditanami tanaman seragam (monokultur). Lahan monokultur menyebabkan daur biologi dan daur materi berubah, bahkan akan terjadi keseimbangan yang baru. Tanaman momokultur memerlukan pupuk terus menerus dan dapat mengakibatkan tergangunya unsure hara secara alami. Untuk itu perlu dipertimbangkan adanya rotasi tanaman secara bergiliran.
d. Resistensi serangga
Adanya keluhan dari petani bahwa serangga yang dibasmi masih saja muncul. Hal ini disebabkan oleh adanya individu serangga yang dapat bertahan dari racun tertentu. Individu ini meproduksi pembentukan populasi yang tahan terhadap racun tertentu (resisten).
3. Teknologi dan Industri
Perkembangan teknologi dan industry yang sangat pesat akan memudahkan manusia dalam mengolah alam. Namun, seringkali karena kepentingan yang sesaat manusia tidak mengindahkan kelestarian alamnya demi masa yang akan datang. Akibatnya dari kegiatan industry ini akan menghasilkan pencemaran (polusi). Polusi adalah sebuah gangguan keseimbangan lingkungan yang disebabkan oleh factor asing yang meracuni lingkungan tersebut. Sesuatu yang menyebabkan polusi disebut dengan polutan. Polutan dapat berupa bahan kimia, debu, sedimen, makhluk hidup (atau yang dihasilkan oleh makhluk hidup), panas, suara, radiasi, yang dilepaskan ke dalam lingkungan yang berakibat mengganggu manusia dan makhluk hidup lain. Menurut tempatnya polusi dapat digolongkan mejadi empat, yaitu polisi air, polusi udara, polusi tanah dan polusi suara.
a. Polusi air
Untuk menguji polusi air, dapat dilakukan dengan menguji kandungan oksigen dalam air, banhan organic, bahan anirganik, tingkat kekeruhannya, dan mengukur populasi bakterinya. Polusi air disebabkan ole zat kimia buatan manusia yang mempunyai dampak negative yang lebih parah dibandingkan zat-zat kimia alami. Jika air yang tercemar masuk ke dalam sungai atau danau, maka konsentrasinya akan berkurang karena pengeceran oleh sungai atau danau. Oleh karena itu, salah satu cara untuk mengurangi daya polusi dari polutan di air adalah dengan cara menurunkan konsentrasinya dengan menambahkan sejumlah besar air. Salah satu polutan yang sifatnya agak lain adalah polutan logam, seperti arsenal, timah, krom, kadium, air raksam da karbon tetraklorida. Polutan logam tersebut tidak terurai denagn lingkungan. Apabila polutn tersebut masuk ke tubuh manusia, dapat merusak organ tubuh manusia dan menyebabkan kanker.
b. Polusi udara
Udara adalah komponen yang sangat vital dalam sebuah ekosistem. Untuk keperluan respirasi, orgaisme memrluakn okesigen yang diambil dari udara. Polusi udara dapat terjadi karena adanya penambahan komponen tertentu di udara. Bahan-bahan polutan udara jika berkumpul di atmosfer akan menimbulkan terjadinya hujan asam. Polutan di udara dapat mengganggu kesehatan manusia, seperti mata berair, batuk, bronchitis, dan menyebabkan kanker paru-paru. Selain itu dapat menyebabkan korosi pada logam, cat menjadi pudar, kertas menjadi rapuh dan pudar, serta kulit menjadi rapuh.
c. Polusi tanah
Tanah merupakan tempat dari tanaman tumbuh dan berkembang. Tetapi jika tanah yang seharusnya menjadi tempat tanaman tumbuh itu sekarang tidak subur dan tidak bisa digunakan untuk menanam tanaman lagi, maka polusi pun akan semakin parah. Tanah yang tidak subur tersebut dikarenakan pemupukan yang berlebihan sehingga unsure hara yang ada di dalam tanah berkurang. Sehingga tanaman yang seharusnya tumbumbuh dengan baik terganggu karena kurangnya unsure hara dalam tanah.
d. Polusi suara
Polusi suara disebabkan karena bisingnya suara kendaraan bermotor, pabrik, kereta api, ataupun pesawat terbang. Terlebih di beberapa lokasi hiburan, seperti nihgt club, dugem, pagellaran music, dan sebagainya merupakan sumber pencemaran suara. Akibat dari pencemaran ini dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Seperti jantung, perasaan gelisah, dan sebagainya.
4. Gunung Meletus
Letusan gunung api merupakan peristiwa alam yang tidak dapat ditanggulangi. Kita hanya bisa mempersiapkan sebelum terjadinya letusan sehingga dapat memperkecil korban bencana alam tersebut.
Beberapa kerusakan alam yang ditimbulkan oleh letusan gunung api adalah sebagai berikut:
a. Lahar yang dikeluarkan akanmenimbun apa saja yang dilaluinya. Akhirnya sungai di lereng gunung pun akan mengalami pendangkalan.
b. Gas yang mengandung racun akan mengancam keselamatan makhluk hidup di sekitarnya.
c. Letusan gunung api akan mengeluarkan material-material padat, cair, seperti lava, kerikil, debu, ataupun bom vulkanik. Material-material ini dapat merusak wilaya sekitar gunung.
d. Awan panas yang tidak terlihat oleh mata dapat menyebabkan kepunahan binatang yang ada di lereng-lereng gunung.
5. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam. Gempa ada yang mempunyai kekuatan besar dan ada yang mempunyai kekuatan kecil. Berbagai kerusakan yang disebabkan oleh gempa, antara lain:
a. Retaknya tanah yang dapat memanjang, dapat menyebabkan putusnya atau terbelahnya jalan raya
b. Kekuatan yang besar dapat mengahncurkan bangunan, tanah longsor, dan menghancurkan berbagai fasilitas yang berada di sekitar pusat gempa.
6. Badai Siklon
Badai siklon adalah badai yang disebabkan oelh pergerakan angin siklon di daerah tropis (tropical strom). Angin ini sering dinamakan angin puyuh atau angin berpusing. Kecepatannya sangat tinggi, biasanya terdapat pada wilayah 80° sampai 150° LU / LS.
7. Musim Kemarau dan Penghujan
Musim kemarau dan penghujan sama-sama dapat menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan. Musim kemarau yang sangat panjang dapat menyebabkan kekeringan yang dapat merusak keseimbangan ekosistem. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh kemarau yang panjang antara lain:
a. Sumur sebagai sumber utama air bersih bagi penduduk menjadi kering
b. Banyak pepohonan yang menggugurkan daunnya atau bahkan menjadi keing dan mati. Hal ini dapat menimbulkan kebkaran hutan.
c. Mata air, danau, sungai, dan air tanah menjadi kering sehingga dapat menghambat petani untuk menanam tanaman.
d. Banyak pepohonan yang mati sehingga rantai makanan menjadi terganggu karena salah satu unsurnya mati, yaitu produsen tingkat pertama (tumbuhan).
Selain kemarau, musim hujan juga dapat mendatangkan bencana, yaitu banjir. Apabila dilakukan penataan lingkungan yang kurang tepat maka ketika turun hujan langsung menimbulkan banjir. Misalnya, Kota DKI Jakarta yang hamper setiap tahun mengalami musibah banjir.
Banjir dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Selain dapat merenggut nyawa manusia, juga beberapa infrastruktur yang sudah dibangun, seperti jembatan, jalan, rumah, irigasi, rel kereta api, dan areal pertanian dapat mengalami kerusakan. Beberapa factor yang dapat menyebabkan banjir adalah sebagai berikut:
a. Tersumbatnya saluran air yang disebabkan oleh penduduk yang membuang sampah di sungai
Hancurnya tanggul dan muatan sungai yang terlalu berat oleh sampah dan lumpur yang menyebabkan pendangkalan sungai dan alirannya lambat
b. Tidak adanya darah resapan air karena sudah berubah menjadi lahan beton dan aspal
c. Penggundulan di daerah hulu
B. PENGELOAAN SUMBER DAYA ALAM BERDASARKAN PRINSIP BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN EBRKELANUTAN
Masalah utama dalam pembangunan nasional adalah terbatasnya jumal sumber daya alam. Sementra itu, kebutuhan manusia semakin bertambah sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kondisi ini menuntut adanya kebijakan yang tepat memnfaatkan lingkungan agar tidak cepat habis, seperti:
1. Memperhatikan Factor Kelestarian Lingkungan
Pembangunan tidak semata-mata hanya akan menghabiskan sumber daya alam yang ada. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang terampil dan cerdas yang akan mengarahkan jalannya roda pembangunan.
2. Meningkatkan Nilai Sumber Daya Alam yang Tersedia
Sumber daya alam yang berhasil di eksploitasi tidak serta merta langsung dijual ke luar negeri, melainkan harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Hal ini akan menambah nilai jual sehingga harganya lebih mahal. Untuk itu, diperlukan penguasaan ilmu pengetahuan yang memadai untuk megolahnya.
3. Membangun Masa Sekarang dan Masa yang Akan Datang
Pembangunan hendaknya bukan hanya untuk saat ini saja. Sudah seharusnya kita tidak membebani kepada anak cucu kita nanti. Oleh karena itu, pembangunan harus berkesinambungan dengan generasi berikutnya.
4. Menerapkan Etika Lingkungan
Etika lingkungan adalah kebijaksanaan moral manusia dalam pergaulannya dengan lingkungannya, termasuk manusia dengan makhluk hidup lainnya, manusia dengan alam, serta manusia dengan tuhannya. Untuk membuat lingkungan menjadi seimbang dan harmonis, berarti harus memperlakukannya dengan bijaksana.
5. Menjamin Pemerataan dan Keadailan
Strategi pembangunan yang berwawasan lingkungan dilandasi oleh pemerataan distribusi lahan dan factor produksi, lebih meratanya kesempatan kerja perempuan, dan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan.
6. Menghargai Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati merupakan dasar bagi tatanan lingkungan. Pemeliharaan keanekaragaman hayati memiliki kepastian bahwa sumber daya alam selalu tersedia secara berkesinambungan untuk masa yang akan datang.
7. Menggunakan Pendekatan Integrative.
Dengan menggunakan pendekatan integrative maka keterkaitan yang kompleks antara manusia dengan lingkungan dapat dimungkinkan untuk masa kini dan masa yang akan datang.
8. Menggunakan Pendekatan AMDAL Dalam Merencanakan Pembangunan Lingkungan
Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) adalah studi mengenai suatu kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan.
Selain beberapa kebijakan tersebut di atas, beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melestarikan ketersediaan sumber daya alam adalah sebagai berikut:
a. Reboisasi
Reboisasi adalah upaya untuk menanam kembali pepohonan yang telah rusak. Reboisasi sangat diperlukan untuk mengembalikan kondisi lingkungan seperti sediakala. Beberapa keuntungan dari reboisasi, yaitu:
1) Dapat mencegah banjir, karena hutan secara ekologis dapat menyerap air hujan dan menyimpannya dalam lapisan-lapisan tanah menjadi air tanah.
2) Udara menjadi segar, karena secara klimatologis tumbuhan dapat menyerap gas karbondioksida (CO2) dan melepaskan oksigen (O2)
3) Kesuburan tanah selalu terjaga, karena dedaunan yang rontok akan mengalami pembusukan dan dapat menambah unsure hara dalam tanah
b. Sengkedan
Pada daerah yang miring akan terjadi kerusakan yang sangat cepat. Untuk itu pada daerah seperti ini, harus di buat tanggul-tanggul yang berbentuk terasering. Tujuannya adalah untuk menghambat air pada waktu turun hujan sehingga dapat mesap ke dalam tanah.
c. Pengembangan daerah aliran sungai (DAS)
Daerah aliran sungai adalah wilayah yang dilalui oleh aliran sungai beserta anak-anak sungainya. Disekitar wilayah sungai ini, merupakan daerah yang rentan pengikisan oleh air sungai. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya untuk mengendalikan daerah aliran sungainya, seperti:
1) Mengatur aliran air dengan cara membuat bendungan-bendungan
2) Mengadakan reboisasi di kanan dan kiri sungai, tujuannya adalah untuk mengatur dan menyimpan air serta mencegah terjadinya pendangkalan.
3) Dijalankannya Undang-undang No. 4 Tahun 1982 mengenai ketentuan-ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup.
d. Pengolahan air limbah
Air limbah dapat merusak lingkungan di sekitar kita. Limbah bias berasal dari rumah tangga dan industry.
Beberapa gangguan yang disebabkan oleh limbah, antara lain:
1) Menjalarnya berbagai macam penyakit, seperti types, kolera, disentri, kanker, dan berbagai penyakit dalam lainnya.
2) Baunya yang kurang sedap dapat mengganggu keindahan
3) Terganggunya berbagai kehidupan binatang air, seperti ikan, dan berbagai jenis burung pemangsa ikan.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menangani limbah, antar lain:
1) Setiap industry yang menghasilkan limbah diwajibkan mempunyai sarana pengolah limbah sehingga tidak berbahaya.
2) Lokasi industry harus dijauhkan dari lokasi sumber air minum bagi penduduk.
3) Tempat pembuangan limbah harus dijauhkan dari lokasi sumber air minum bagi penduduk
4) Selalu mengontrol saluran pembuangan limbah agar tidak mengalami kebocoran
5) Limbah yang mengandung racun harus dinetralisir secara kimiawi
6) Beberaapa unsure limbah yang tidak dapat dinetralisir ahrus di tanam atau di buang denga drum ke tengah lautan
e. Penertiban pembuangan sampah
Sampah merupakan salah satu permasalahan di lingkunga kota yang masih menimbulkan berbagai masalah. Oleh karena itu, diperlukan pengaturan yang tepat agar tidak membawa dampak negative bagi masyarakat di sekitarnya.
Beberapa cara yang dapat digunakan untuk memusnahkan sampah, antara lain:
1) Sampah organic dapat ditimbun dan dijadikan kompos
2) Sampah anorgaik dapat di daur ulang untuk berbagai keperluan
3) Sampah juga dapat dikelola dengan baik menjadi biogas yang dapat digunakan untuk penerangan dan memasak
4) Dibakar
5) Beberapa sampah organic yang masih segar dapat dijadikan sebagai makanan ternak.
BAB III
KESIMPULAN
Lingkungan hidup (khususnya alam) merupakan objek untuk pemenuhan kebutuhan manusia. Tidak ada satupun kebutuhan manusia di dunia ini yang tidak tergantung dari lingkungan. Pada awal kehidupan, manusia menyesuaikan dengan lingkungannya agar tetap dapat bertahan hidup. Keserasian dan keseimbangan diberlakukan pada masa itu. Manusia bersahabat dengan lingkungan.
Namun selanjutnya, sedikit demi sedikit lingkungan mulai diubah agar sesuai dengan kebutuhan manusia. Bahkan pada masa sekarang, keterdesakan untuk memenuhi kebutuhan (dan keinginan) menjadikan manusia makin gencar melakukan pemanfaatan (eksploitasi) terhadap lingkungannya. Asas keserasian dan keseimbangan mulai ditinggalkan. Manusia lupa atau tidak peduli bahwa lingkungan yang dimanfaatkan belum tentu akan dapat selamanya menyediakan kebutuhan bagi manusia secara konstan.
Di masa sekarang dan yang akan datang, yang paling menderita karena rusaknya lingkungan hidup adalah manusia. Manusia tidak dapat menghirup udara segar lagi karena terjadi polusi udara. Manusia tidak dapat meminum atau menggunakan air bersih lagi karena tercemar limbah industry. Manusia tidak bias lagi memetik hasil dari pepohonan karena sudah habis ditebang manusia itu sendiri, begitu pula dengan hewan yang mulai langka karena terus diburu manusia. Karena itulah kita sebagai manusia harus menjaga lingkungan dengan sebijak-bijaknya.
DAFTAR PUSTAKA
Hare, Tony. 1996. Selamatkan Bumi Kita Lapisan Ozon. Semarang: PT Mandira Jaya Abadi.
Tjasyono, Bayong. 1998. Geosains. Bandung: Nelson.
Pusat Pengembangan Penataran guru IPS dan PMP. 1999. Geografi Lingkungan dan Sumber Daya. Malang.

Poskan Komentar