do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 13 Februari 2011

Mengukur Keuntungan/Kerugian Usaha

Setelah sebuah usaha berjalan tentunya kita ingin mengukur sejauh mana perkembangan usaha yang dijalankan. Apakah mendatangkan keuntungan ataukah rugi. Salah satu cara menilai kinerja usaha adalah dengan analisis BEP (Break Even Point). BEP dilakukan untuk mengetahui volume penjualan yang diperlukan agar bisa menutup semua biaya produksi yang dikeluarkan.

Untuk mengukur Kinerja usaha dengan mengunakan analisis BEP ini , bisa dihitung dengan rumusan sebagai berikut:
  • Harga per unit – Biaya variabel per unit = Margin kontribusi per unit
  • Margin kontribusi per unit : Harga per unit = Rasio margin kontribusi
  • Break Even = Biaya tetap : Rasio margin kontribusi
Contoh untuk menghitung BEP adalah sebagai berikut:
Laporan keuanganLilian’s Donuts menunjukkan, biaya tetap usaha roti itu (dalam ribuan) adalah Rp 49.000, dan biaya variabel per 1 donat adalah Rp 0,3. Jika harga jual tiap donat Rp 1, maka setelah dikurangi biaya variabel, tiap donat menyumbang Rp 0,7 untuk menutup pengeluaran tetap.
BEP bisa diketahui dengan membagi biaya tetap dengan kontribusi tiap donat yang dijual itu, yakni Rp 49.000 : 0,7 = 70.000 donat.
Jika penjualan melampaui 70.000 donat, Lilian’s Donuts memperoleh keuntungan. Sebaliknya jika penjualan kurang dari 70,000, Lilian’s akan mengalami kerugian.
Kita juga bisa melihat bahwa peningkatan penjualan 10.000 donat di atas BEP (sehingga menjadi 80.000 donat) akan menghasilkan keuntungan Rp 7.000, dan peningkatan 30.000 donat menjadi 100.000 donat akan menghasilkan keuntungan Rp 21.000. Di lain pihak, saat penjualan hanya 60.000 donat, Lilian’s masih rugi Rp 7.000, dan pada saat penjualan baru 40.000 donat, Lilian’s masih rugi Rp 21.000.
Dari contoh di atas, peningkatan penjualan 25% (dari 80.000 ke 100.000 donat) akan menghasilkan peningkatan keuntungan dari Rp 7.000 ke Rp 21.000. Hal yang sama terjadi sebaliknya, penurunan sedikit saja pada penjualan juga menghasilkan kerugian yang cukup besar.(Galeriukm).

Sumber:
http://wanitawirausaha.femina.co.id/WebForm/contentDetail.aspx?MC=001&SMC=002&AR=8

Poskan Komentar