do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 31 Maret 2011

Memulai Wirausaha Sejak Dini

Usia muda merupakan saat yang tepat untuk memulai wirausaha, pada usia ini ide-ide segar mengalir dan keberanian untuk mencoba relatif tinggi. Hal yang dibutuhkan oleh seorang enterpreneur adalah keberanian untuk memulai usaha tanpa beban apapun. Bayangkan jika wirausaha dimulai saat usia sudah cukup lanjut dan tanggungan menghidupi keluarga cukup besar, orang menjadi lebih banyak pertimbangan untuk memulai sebuah bisnis. Demikian juga dengan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang. Keberanian dan kreativitas mereka memulai wirausaha mengantarrkan menjadi menjadi juara harapan II business competition yang digelar Hipmi dan AIESEC Undip.

Melalui usaha handycraft berbahan enceng gondok berlabel Albus Gallery, Dimas Putra (21), Agung Ani Sutanto (21), Aditya Candra Wijaya (21), Erlangga (21), Anshori (21) dan M Arif (21), memiliki tekad untuk menularkan virus wirausaha semenjak dini.
Lahirnya galeri yang berada di Jalan Tanjungsari 2 RT 1 RW 2 No 36 ini dimotori oleh Anshori, yang jauh lebih dulu merintis usaha kerajinan tangan. Produk yang dihasilkannya beragam, dari gantungan kunci, tas, hingga mebel. Namun yang bikin unik dari produk itu adalah bahan baku yang digunakan selama ini kurang dilirik. Seperti serat enceng gondok, rotan, dan pandan karang.
Ditambah dengan kreativitas tinggi, produk mereka memiliki nilai artistik tersendiri. Padahal di bangku kuliah mereka tidak mendalami ilmu desain produk, lantas dari mana mereka mendapatkan inspirasi? Menurut Dimas, ide bisa didapatkan dari berbagai sumber. Selain salah seorang anggota sudah terjun terlebih dahulu, mereka tidak malu untuk belajar dari buku-buku desain produk.
Dia secara khusus menyebut pekerjaannya di galeri itu mendatangkan tantangan tersendiri. Meski belum bisa dibilang besar omsetnya, tapi selama dua bulan itu pesanan mebel dari pandan karang masih berdatangan. Satu set mebel berisi satu meja dan dua kursi dijual seharga Rp 3 juta. Dalam operasinya, galeri tersebut melayani pembuatan desain kerajinan untuk produk-produk keluaran usaha kecil dan menengah (UKM).
Sekalipun kesibukan mereka sudah seabrek, kelima wirausaha muda ini masih menyimpan obsesi khusus menularkan virus wirausaha sebanyak-banyaknya. Beruntung, keikutsertaannya dalam kompetisi bisnis yang akhirnya berbuah stan gratis dalam Marketing Entrepreneurship Expo membuat potensi mereka semakin dilirik. ”Kami sangat terbantu karena mendapat jaringan kerja baru. Kami berharap bisa membuka cabang-cabang baru,” katanya.(Galeriukm).
Sumber:
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/12/17/132772/Albus-Gallery-Tularkan-Virus-Wirausaha-sejak-Dini

Poskan Komentar