do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 25 Februari 2015

MAKALAH PMS



BAB 1
PENDAHULUAN


 A.    Latar Belakang
Masalah kesehatan reproduksi menjadi perhatian bersama dan bukan hanya individu yang bersangkutan, karena dampaknya luas menyangkut berbagai aspek kehidupan dan menjadi parameter kemampuan Negara dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Dengan demikian kesehatan alat reproduksi sangat erat hubungannya dengan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian anak (AKA).
Penyakit kelamin adalah penyakit yang cara penularannya melalui hubungan kelamin. Tempat terjangkitnya penyakit tersebut tidak semata-mata pada alat kelamin saja, tetapi dapat terjadi diberbagai tempat di luar alat kelamin. Dulu penyakit ini dikenal dengan nama “venereal diseases”, berarti penyakit Dewi Cinta menurut versi Yunani. Yang tergolong penyakit ini adalah sifilis, gonore, ulkus mola, limfogranuloma venereum, granuloma inguinale.
Dalam penelitian lebih lanjut dijumpai bahwa makin bertambah penyakit yang timbul akibat hubungan seksual sehingga nama penyakit kelamin (veneral diseases) berubah menjadi sexually transmitted disease (STD) yang dalam bahasa Indonesia menjadi penyakit menular seksual (PMS). Dari sudut epidemiologi ternyata penyakit menular seksual berkembang sangat cepat berkaitan dengan pertambahan dan terjadinya migrasi penduduk, bertambahnya kemakmuran, serta terjadi perubahan perilaku seksual yang semakin bebas tanpa batas.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran menyebabkan diketahuinya bakteri, protozoa, jamur, dan virus sebagai penyebab penyakit hubungan seksual. Sebagian besar penyakit tersebut bisa disembuhkan kecuali acquired immunodefisiency syndrome (AIDS). Di Indonesia penyakit ini sudah banyak menjalar dengan perkembangan penularan yang sangat cepat, penyakit ini dapat melumpuhkan semua kemampuan daya tahan tubuh terhadap berbagai bakteri, protozoa, jamur dan virus lainnya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian penyakit menular seks?
2.      Apa saja jenis-jenis penyakit menular seks?
3.      Bagaimana cara penularan sekaligus cara pencegahan penyakit menular seks?


























BAB II
PEMBAHASAN


A.  Pengertian Penyakit Menular Seks
Penyakit Menular Seksual (PMS) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. Penyakit menular seksual (PMS) atau kadang-kadang disebut infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang menyebar melalui hubungan seks. Orang awam lebih sering menyebutnya penyakit kelamin. PMS ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. Selain melalui kontak seksual, PMS juga dapat menular lewat penggunaan bersama jarum suntik  dan dari ibu ke anak sebelum, selama atau setelah persalinan.
PMS terutama berisiko pada mereka yang berganti-ganti pasangan. Semakin sering anda berganti pasangan, semakin besar risiko anda terinfeksi PMS. Risiko PMS dapat dikurangi dengan perilaku seks yang aman.
PMS memengaruhi baik pria maupun wanita. Namun, masalah kesehatan dan konsekuensi jangka panjang PMS cenderung lebih parah pada wanita. Beberapa PMS dapat menyebabkan infeksi radang panggul, abses tuba falopi/ovarium, dan parut organ reproduksi yang dapat menyebabkan kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim), infertilitas dan bahkan kematian.

B.  Jenis-jenis penyakit menular seks
Jenis-jenis penyakit menular seks ( PMS ) yang disebabkan karena seks bebas adalah sebagai berikut :
a.  Gonorrhea
Gonorrhea juga dikenal sebagai kencing nanah, dapat terjadi pada wanita maupun pria. Penyakit ini disebabkan karena Infeksi bakteri Neissiria gonorrhoae. Bakteri ini menyerang selaput lendir dari alat kelamin ( saluran kencing ), daerah rahim atau leher rahim, saluran tuba fallopi, anus, kelopak mata, dan tenggorokan. Penyakit ini menular melalui hubungan seksual.

Tanda dan gejala :
1.      Keluar cairan putih kekuning-kuningan dari alat kelamin
2.      Terasa panas dan nyeri pasa saat buang air kecil
3.      Terjadi pembengkakan pada testis ( pria )
4.      Keluhan dan gejala terkadang belum Nampak meskipun sudah menyebar keseluruh tuba fallopi ( wanita )
Pengobatan dengan memberikan antibiotika seperti, Ceftriaxone, Cefixisme, Ciprofloxacin dan Ofloxacin

b.  Syphillis
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang sangat berbahaya, karena mengganggu otak dan fungsi organ lainnya, disebabkan oleh Treponema pallidum, Penularannya terjadi lewat hubungan seksual yang tidak sehat.
Tanda dan gejala :
1.             Muncul benjolan di sekitar kelamin
2.             kadang-kadang disertai pusing dan nyeri tulang seperti flu, yang akan hilang sendiri tanpa diobati.
3.             Ada bercak kemerahan pada tubuh sekitar 6-12 minggu setelah berhubungan seksual.
4.             selama 2-3 tahun pertama, penyakit ini tidak menunjukkan gejala apapun. Namun setelah 5-10 panyakit ini menyerang susunan saraf otak, pembuluh darah, dan jantung.
5.             Pada perempuan penyakit ini dapat menular pada bayi yang di kandung.
6.             Pengobatan pada penderita syphilis dengan memberikan penisiln intra muskulus. Pada pasien hamil, diberikan ertiromisin atau setriakson. Doksiklin atau tetrasiklin diberikan pada pasien yang alergi penisilin tapi tidak hamil.




c.  Herpes
Penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan herpes genitalis (herpes kelaim). Penyebab herpes ini adalah Virus Herpes Simplex (HSV) dan di tularkan melalui hubungan seks, pakaian.
Gejala awal biasanya berupa gatal, kesemutan dan sakit. Lalu akan muncul bercak kemerahan yang kecil, yang diikuti oleh sekumpulan lepuhan kecil yang nyeri. Lepuhan ini pecah dan bergabung membentuk luka yang melingkar. Herpes timbul antara 3 sampai 10 hari setelah berhubungan dengan orang yang mempunyai penyakit tersebut. Tetapi antara 5-10 hari, gejala ini akan hilang dan muncul kembali. Gelaja ini timbul tergantung tergantung daya tahan tubuhnya.





















BAB III
PENUTUP

 A.    Kesimpulan
Penyakit menular seks ( PMS ) adalah penyakit yang ditularkan melalui hubungan seks. PMS ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh. Selain melalui kontak seksual, PMS juga dapat menular lewat penggunaan bersama jarum suntik  dan dari ibu ke anak sebelum, selama atau setelah persalinan. PMS terutama berisiko pada mereka yang berganti-ganti pasangan. Penyakit menular seks diantaranya adalah Gonorrhea, Syphillis, Herpes.


B.  Saran
Diharapkan untuk dapat menambah wawasan tentang hal-hal yang berkaitan dengan penyakit menular seks, agar dapat mengurangi penyakit-penyakit menular seks lainnya yang disebabkan karena pergaulan bebas terutama dikalangan remaja. Dan untuk meningkatkan lagi pengetahuan tentang penyakit menular seks yaitu dengan mengikuti seminar-seminar kesehatan, membaca buku tentang PMS (Penyakit Menular Seksual), dan media informasi lainnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti : pergaulan bebas, kehamilan diluar nikah, pasangan tidak bertanggung jawab, dan PMS (Penyakit Menular Seksual).










DAFTAR PUSTAKA



Ø  Majoer, Arif dkk. 2000. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta. Media Aesculapius. FKUI.



















MAKALAH
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
(PMS)

OLEH:
KELOMPOK VII
1.                WA ODE SITTI HALIMA
2.                NUR MUSDALIFAH
3.                WA ODE RAWIR
4.                ARSITA ANGGRAENI
5.                WA ODE FERAWATI
6.                IRMAYANI 

YAYASAN PENDIDIKAN SOWITE
AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA
KABUPATEN MUNA
2015


 
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulisan makalah ini yang berjudul “PENYAKIT MENULAR SEKSUAL”  dapat terselesaikan dengan baik tepat pada waktunya. Apapun yang saya sajikan semoga selalu bermanfaat bagi para pembacanya.
Saya juga mengucapkan terimah kasih bagi orang-orang yang telah berjasa membantu dalam pembuatan makalah ini karena berkat merekalah dapat terciptanya makalah ini

Saya menyadari bahwa laporan ini masih memiliki banyak kekurangan baik isi maupun teknik penulisan, untuk itu kritik dan saran sangat diperlukan untuk perbaikan.


Raha,      Februari 2015


                                                                                      Penulis

Tidak ada komentar: