do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 26 April 2011

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha

pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi memaksa terbukanya kran persaingan global yang tanpa mengenal batas ruang dan waktu. setiap kita dituntut untuk dapat berkompetisi secara global diberbagai bidang, tak terkecuali bidang sumber daya manusia yang merupakan pondasi dari sebuah negara untuk dapat bercatur pada tataran internasional. kemampuan sumber daya manusia yang harus dimiliki tidak cukup sebatas mampu bersaing dalam memperebutkan peluang kerja yang ada namun bagaimana kita dapat menciptakan peluang pekerjaan tersebut bagi banyak orang. dengan itu setiap kita dituntut untuk mampu dan mau berjiwa wirausaha sehingga menjadi kreatif dan inovatif dalam memunculkan ide-ide dan gagasan baru. kerwirausaha merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena keberadaannya sebagai khalifah fil-ardh dimaksudkan untuk memakmurkan bumi dan membawanya ke arah yang lebih baik (qs. 11/hud : 61). namun ad beberapa kesulitan tuk terjun ke dunia ini.., namun demikian berbagai permasalahan yang datang adalah lembaran utama berupa proses menuju pendewasaan dan kematangan seorang entrepreneurship yang bermuara pada kesuksesan dalam mengelola suatu bidang usaha.
sikap mental wirausahawan  ada enam sikap mental (minimal) yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan agar sukses menjalankan wirausahanya adalah :

1. kreatif dan inovatif.
bermental wirausahawan terletak pada seberapa besar seseorang dapat mengekspresikan dan mengeksploitasi kemampuan dirinya, berimajinasi, senantiasa mendapatkan inspirasi, menciptakan atau memperbaharui sesuatu yang belum terpikirkan oleh orang lain dan hasil inovasinya itu menjadi sesuatu yang mempunyai nilai jual.

2. optimis, tegar dan ulet.
rasa percaya diri yang tinggi (tidak berlebihan), tegar dan sangat ulet patut menjadi modal dasar dalam berwirausaha. seseorang yang demikian tidak akan mudah putus asa, bahkan mungkin tidak pernah putus asa. masalah akan dihadapinya dan bukan dihindari

3. pekerja keras.
waktu kerja bagi seorang wirausahawan tidak ditentukan oleh jam kerja. saat ia sadar dari bangun tidurnya, pikirannya sudah bekerja membuat rencana, menyusun strategi atau memecahkan masalah.

4. multi tasking.
bermental wirausahawan sejati artinya dia mempu memandang sesuatu dalam perspektif/dimensi yang berlainan. bahkan mampu melakukan multi-tasking (melakukan beberapa hal pekerjaan/solusi sekaligus).

5. berhemat.
wirausahawan yang bijaksana biasanya hemat dan sangat berhati-hati dalam menggunakan uangnya terutama jika ia dalam tahap awak usahanya. setiap pengeluaran untuk kepentingan pribadi dipikirkannya secara serius sebab ia sadar bahwa sewaktu-waktu uang yang ada akan diperlukan untuk modal usaha atau modal kerja.

6. berani ambil resiko.
seorang wirausahawan berani mengambil resiko. semakin besar resiko yang diambilnya, semakin besar pula kesempatan untuk meraih keuntungan karena jumlah pemain semakin sedikit.
prinsip entrepreneur unggulan
berikut penulis jelaskan lima prinsip yang dikemukakan dr. rhenald kasali tersebut tentang entrepreneur unggulan, yaitu :

- reputasi (kredibilitas).
nama baik adalah modal dasar kita untuk terjun berwirausaha. apapun yang kita miliki untuk meyakinkan seseorang (mitra) akan sia-sia adanya tanpa mempunyai reputasi, track record yang baik.

- tumbuh dari bawah (bottom up).
kesuksesan dalam berwirausaha tidak tiba-tiba datang begitu saja, sukses dimulai dari langkah kecil. seiring berjalannya waktu, usaha yang kita geluti senantiasa ditemani oleh berbagai macam hambatan sehingga manakala kita dapat melaluinya, maka seiring itu pula kesuksesan demi kesuksesan terus kita raih.

- istiqomah dan konsentrasi/fokus. sikap istiqomah
adalah konsisten, tetap dan teguh. tetap pada pendirian, tidak berubah, dan tahan uji. sikap istiqomah akan melahirkan tiga pondasi entrepreuner yaitu keberanian (syajaah) dalam menggeluti dunia baru, ketenangan (itminan) dalam menghadapi berbagai risiko, dan tafaul (optimis) dalam meraih hasil/kesuksesan.

- anti kerumunan.
berusaha memasuki dunia usaha yang baru bukan bidang yang sudah dikelola oleh banyak orang, kecuali mampu memberikan nilai lebih terhadap kualitas produk tersebut.

- modal hanya pelengkap. modal (financial)
menjadi alasan utama kenapa orang enggan atau sulit untuk berwirausaha padahal. mereka berpikir uanglah satu2nya penentu wirausaha itu dapat berdiri. padahal kita bisa memulainya dengan tidak menggunakan modal uang sama sekali misalnya join dengan teman, relasi yang mempunyai modal dan kita turut serta mengelolanya atau jika ingin mendirikan usaha sendiri tanpa join dengan yang lain bisa dimulai dengan modal yang sangat kecil atau mengajukan pinjaman ke pihak lain (bank, kenalan atau saudara). jika cerdas, kita bisa memulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali. misalnya dengan sistem titip jual (konsinyasi).
kunci sukses berwirausaha


sumber:http://id.shvoong.com/business-management/1929422-menumbuhkan-jiwa-wirausaha/#ixzz1va2jwypo

Posting Komentar