do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 30 April 2011

Karakter Wirausaha Indonesia Rendah

Karakter wirausaha Indonesia berbeda jauh dengan China atau India yang sudah sangat kuat berdagangnya. Bila kita lihat riwayatnya negri ini dijajah Belanda ratusan tahun dimana mereka menanamkan pemikirn di masyarakat untuk menjadi pegawainya akan menjadi terhormat. Selanjutnya orang tua mendorong anaknya untuk menjadi pegawai. Mereka lebih bangga bila anaknya menjadi pegawai. Sebenarnya, kini seorang pengusaha lebih banyak mempunyai kesempatan dibanding pegawai dalam mengembangkan potensi diri maupun taraf hidup.  Ada kecenderungan pengusaha masuk ke dunia politik. Di DPR saja ada 60 anggauta HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), belum lagi di tingkat kabupaten, kota, propinsi atau yang menjadi gubernur, bupati, walikota  Sungguh wajar bila di jaman penjajahan Belanda menanamkan pemikiran bahwa menjadi pegawai merupakan strata istimewa di masyarakat. Bukankah ini berarti pegawai menjadi abdi dalem mereka! Tragisnya, di sebagian besar negri ini (terutama di daerah-daerah, bukan metropolis) masyarakat masih memandang pegawai mempunyai kelas tersendiri. Entah sampai kapan???
Padahal negri ini kini membutuhkan wirausahawan muda yang tangguh untuk menciptakan lapangan kerja bagi diri dan orang lain. Kini sudah sepantasnya wirausahawan tangguh ini menjadi pahlawan ekonomi bangsa.

Sumber: http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2004000-karakter-wirausaha-indonesia-rendah/#ixzz1v9zqOALc
Posting Komentar