do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 22 September 2011

Membangun Fondasi Usaha Yang Kuat

Banyak Usaha bisnis yang dijalankan oleh orang mencapai kesuksesan tetapi kemudian mengalami kemunduran usaha. Tetapi banyak pula usaha bisnis yang mencapai kesuksesan dan tetap berada pada kesuksesan. Semua terletak pada usaha bisnis yang dibangun dengan fondasi Usaha yang kuat. Perjalanan bisnis selalu dipenuhi dengan perubahan-perubahan yang tidak terduga, sehingga agar tetap eksis dalam persaingan usaha adalah membangun fondasi usaha dengan kuat. Salah satu langkah membangun fondasi usaha yang kuat adalah dengan melakukan inovasi bisnis secara terus menerus. Inovasi Bisnis memungkinkan perusahaan bertahan terhadap perubahan zaman. Selain itu diperlukan kesabaran untuk tidak tergiur oleh keuntungan sesaat tetapi tidak berumur panjang, inilah yang terkadang menjadi permasalahan pelaku usaha.

Salah contoh perusahaan yang bisa dijadikan inspirasi dalam mengembangkan usaha adalah apa yang telah dilakukan oleh Pabrik semen PT Holcim Indonesia Tbk. Perusahaan yang awalnya bernama PT Semen Cibinong ini mengalami sejumlah persoalan ketika diakuisisi Grup Holcim pada tahun 2002. Saat itu perusahaan masih merasakan dampak krisis ekonomi 1998. Pada saat itu Semen Cibinong berada di urutan ketiga di pasar, tetapi jaraknya dengan perusahaan di atasnya cukup lebar. Sehingga ada banyak hal yang harus dibenahi pada 2001-02. Dari sisi positioning bisnis, sebut contoh, Holcim memutuskan mengubah dari yang berbasis bisnis komoditas menjadi perusahaan pemberi solusi dan inovasi bagi pelanggan. Ada beberapa langkah yang dilakukan PT.Holcim dalam membangun Usaha yang kuat antara lain dengan melakukan langkah-langkah :

1.Memperbaiki Organisasi Perusahaan

Langkah pertama yang dilakukan adalah melakukan perbaikan di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Holcim berkeyakinan bahwa dengan pengorganisasian SDM yang baik akan mampu memberi dampak yang lebih besar dibandingkan dengan perubahan dalam hal pemasaran dan inovasi. Perbaikan SDM ini dilakukan dengan mendirikan Holcim Academy Holcim Academy. Ini bukanlah lembaga pendidikan, melainkan konsep peningkatan mutu SDM. Di dalamnya ada sejumlah program yang dianggap penting. Contohnya, people development program dan succession planning. Tujuan program yang dilakukan sejak awal 2005 ini adalah menetaskan leader untuk memimpin unit-unit organisasi. Holcim Academy juga menyelenggarakan program Organizational Performance Improvement (OPI). Melalui program ini, Holcim mengambil beberapa orang terbaiknya, lalu diberi pelatihan untuk menjadi coach. Setelah dilatih, mereka dikembalikan ke unit area untuk membantu proses perubahan selama sekitar 8 bulan. Program itu berlaku bagi seluruh lapisan karyawan, dari kepala departemen sampai level terendah.

2.Membina Karyawan sendiri

Holcim Lebih memilih untuk membina Karyawan sendiri dari Fresh Graduate dibandingkan merekrut karyawan yang sudah jadi karena dipandang lebih efisien. Selain itu dalam rangka meningkatkan kualitas karyawan diadakan program penugasan kartawan ke negara-negara lain dimana ada bisnis Holcim.

3. Program-Progran Inovasi

Program-program inovasi memang menjadi prioritas manajemen Holcim agar perusahaan jadi winning company. Untuk menjadi organisasi yang inovatif juga dirancang melalui berbagai program resmi contohnya adalah Holcim rutin mengadakan CEO Award yang dengan itu masing-masing unit bisnis bisa saling melihat dan berkompetisi mana saja yang memiliki ide inovatif. Salah satu produk inovatif Holcim adalah Solusi Rumah, sebuah produk yang menawarkan bantuan dalam membangun rumah dan memberikan akses keuangan bagi konsumen untuk mendapatkan rumah. Inovasi lain adalah membuat sarana pengangkut dalam ukuran yang lebih kecil agar dapat menjangkau jalan-jalan kecil di kota yang memiliki tingkat kemacetan tinggi seperti Jakarta.

4. Menawarkan Waralaba/ Franchise

Holcim sukses melakukan co-branding dengan beberapa pebisnis di daerah, dan menawarkan kesempatan franchise/Waralaba untuk Solusi Rumah dan Holcim Beton. Untuk Solusi Rumah, Holcim menawarkan waralabanya sejak 2008, sedangkan Holcim Beton baru mulai Juni 2009. Melalui PT Holcim Beton, grup ini ingin membuat terobosan dalam perluasan pasar dengan melibatkan masyarakat, dengan konsep waralaba. Cara ini pertama kali ada di Indonesia dan sudah sudah diterapkan Holcim di Thailand dengan menuai sukses. Di Thailand, dari 77 batching plant Holcim, sekitar 22 dikelola mitra investor.
Semua yang telah ditempuh tersebut memerlukan waktu yang cukup lama sekitar 7 tahun untuk menerapkan konsep-konsep tersebut. Kesabaran dalam waktu lama tersebut yamh mengantarkan kesuksesan dalam jangka panjang dan memiliki fondasi usaha yang cukup kuat. (Galeriukm).
Sumber: Majalah Swa


Poskan Komentar