Sabtu, 21 November 2009

Tips Cara Berpikir Kreatif


Kemampuan berpikir kreatif bukanlah soal genetika. Dia dapat dilatih dan dikembangkan. Buku berjudul Seni Berpikir Kreatif (the Art of Creative Thinking) menguraikan bagaimana kita dapat melatih diri kita mengembangkan pikiran kreatif untuk dijabarkan ke dalam tindakan yang produktif. Berikut adalah poin-poin yang terdapat dalam buku tersebut:


Anda bukan manusia kreatif yang serba bisa, tetapi Anda mempunyai peluang untuk mengembangkan kreativitas yang Anda miliki dan mempersembahkan suatu sumbangan buat masyarakat.



Cara memupuk kreativitas:



1. Sisihkan waktu-waktu tertentu setiap hari/malam guna berpikir kreatif. Coba waktu-waktu yang berlainan untuk mengetahui waktu terbaik buat kita
2. Mencari lingkungan/tempat terbaik buat memupuk kreativitas
3. Membuat alat-alat pengingat agar kita selalu konsisten untuk terus berpikir kreatif
4. Membantu dan mendorong orang lain untuk menjadi kreatif akan memupuk juga kreativitas diri kita sendiri



Memanfaatkan metode brainstorming:



1. Tunda keputusan. Jangan mengkritik dan mengevaluasi gagasan ketika pembahasan tengah berlangsung. Pilih gagasan yang terbaik


2. Dapatkan sejumlah besar gagasan. Tuliskan sebanyak mungkin gagasan secepatnya. Gunakan gagasan aneh dan menggelikan untuk merangsang lahirnya gagasan konvensional. Jangan membatasi diri/terikat pada satu gagasan tertentu sebelum Anda meneliti sebanyak mungkin gagasan yang dapat dikembangkan



Menjadi kreatif melibatkan risiko kegagalan, ketidakpastian, dan kerja keras yang sia-sia. Setiap hal yang baru akan menuai penolakan. Namun mengucurkan keringat untuk bekerja kreatif jauh lebih baik daripada membiarkan diri berkarat dalam kebiasaan



Tentukan sasaran Anda, pilih waktu terbaik, pecahkan masalah, dan jadikan hidup lebih menyenangkan, produktif, dan memiliki segi-segi petualangan.



Dalam hidup kita, berapa banyak kita perlu bersikap tuli, berhenti mempercayai orang-orang yang bersikap negatif, yang mengatakan pada kita bahwa kita telah gagal, padahal dalam batin kita tahu kita sungguh mempunyai kemauan untuk menang?

Poskan Komentar