do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 18 Agustus 2011

Menimbang Bisnis Multilevel Marketing (MLM)

Di dalam menjalankan bisnis ada beberapa model sistem bisnis yang bisa dijalankan seperti pernah diulas pada tulisan terdahulu. Cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan membangun sistem bisnis sendiri, mengikuti bisnis waralaba dan Bisnis Multilevel Marketing(MLM). Sistem MLM merupakan salah satu cara untuk memasarkan produknya ke konsumen. Pada kesempatan ini akan coba didiskusikan mengenai Bisnis Multilevel Marketing (MLM) dari beberapa sisi, sisi yang berpandangan positif dan sisi yang berpandangan miring. Itu semua sebagai bahan pertimbangan anda jika anda sedang mempertimbangkan bisnis MLM ini .

Sekilas Bisnis MLM

MLM merupakan bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain. Pola bisnisnya menggunakan sistem jaringan berjenjang. Saat seseorang bergabung dengan sebuah perusahaan MLM, adalah sebagai mitra perusahaan MLM. Bukan sebagai pegawai perusahaan MLM tersebut.
Hubungan kemitraan ini berdasar atas dasar prinsip win – win solution dan menciptakan suatu hubungan hak dan kewajiban antara perusahaan dan mitranya. Perusahaan bertanggung jawab menyediakan produk yang berkualitas untuk didistribusikan. Mitranya bertugas mendistribusikan produk perusahaan. Dari produk yang didistribusikan tersebut, mitra akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga yang didapat dari pendistribusian produk tersebut.
MLM biasanya membuat peserta atau anggotanya untuk mencari anggota lain dengan imbalan tertentu secara berjenjang. Orang yang mendapatkan banyak anggota yang rajin membeli barang akan mendapat keuntungan yang berlipat ganda daripada anggota / member yang hanya membeli saja tanpa mencari anggota / bawahan. Dengan mendapatkan banyak anggota yang terdaftar hasil bujukannya serta menularkan kemampuan mencari member kepada bawahannya maka dipastikan orang itu akan sukses bermain mlm dan mendapatkan berbagai insentif, bonus, dan sebagainya.
Agar orang tersebut memiliki penghasilan yang besar dari barang yang didistribusikan maka dia harus memperluas jaringan distribusinya dengan merekrut anggota (downline) kemudian orang tersebut disebut Upline. Setiap anggota(downline) juga bisa mencari downline lagi atau berhenti disitu saja namun statusnya hanya akan berhenti sebagai custumer saja . Upline akan memperoleh prosentase keuntungan,bonus dari barang yang dijual oleh downline.Upline selain mendistribusikan barang juga berkewajiban memberikan pendampingan dan maintenance kepada downlinenya agar keuntungan terus meningkat.

Beberapa Tawaran Keuntungan Bisnis MLM

Ada beberapa pertimbangan mengapa Bisnis MLM banyak diminati , dijalankan dan diikuti oleh banyak orang.
1. Modal Bisnis yang relatif murah
Bagi orang yang ingin mempunyai penghasilan dari usaha bisnis, namun tidak memiki dana yang cukup untuk menjalankannya, maka bisnis MLM bisa dijadikan pilihan, karena modalnya relatif murah dibandingkan dengan bisnis yang lain.
2. Risiko yang kecil
Karena biaya untuk memulai relatif kecil, maka risiko yang ditimbulkan oleh ketidakberhasilan dalam bisnis ini akan relatif kecil juga.
3. Potensi untuk berpenghasilan tinggi cukup besar
Dalam bisnis MLM biasanya ada berupa reward bagi member yang berhasil meraih level tertentu. Sehingga, apabila seorang member itu unggul dalam bidang promosi dan marketing, maka ia akan mudah mendapatkan banyak orderan dan juga jaringan (downline).
4. Bisa dijalankan sebagai usaha sampingan
Bagi orang yang ingin berbisnis, namun tidak mempunyai cukup waktu untuk menjalankan bisnisnya karena sibuk dengan rutinitas kerja, maka bisnis MLM bisa dijadikan pilihan , karena biasanya tidak terlalu menyita waktu.
Meski demikian ada beberapa pandangan tidak baik dari beberapa orang yang pernah mengikuti bisnis MLM ini, karena dalam prakteknya ada penyimpangan-penyimpangan. Selain itu banyak pelaku bisnis MLM yang terlalu berlebihan di dalam mempresentasikan bisnis dan produknya kepada calon member. Ada beberapa dampak buruk yang muncul karena bisnis MLM yang berkembang ini.

Tips Memilih Bisnis MLM

Meski demikian di dalam setiap model sistem bisnis ada sisi positif dan negatif yang muncul, karena itu penting untuk jeli di dalam memilih produk bisnis MLM yang akan diikuti. Agar tidak salah memilih dan melangkah dalam bisnis MLM ini ada baiknya diterapkan tips-tips berikut :
1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi.
Mereka yang yang menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Karena itulah, lewat APLI, kita juga bisa mengenali mana perusahaan yang MLM dan yang bukan. Maklum, saat ini juga ada banyak perusahaan yang bukan MLM, tetapi ikut mengaku-aku sebagai MLM untuk menarik dana dari masyarakat. Hati-hati lho akan hal ini.
2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tetapi pilihlah yang memiliki aneka ragam barang dan jasa untuk ditawarkan; dan yang terpenting, memiliki jaminan atas kualitas barang dan jasa yang dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang sebenarnya.
3. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil. Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali. Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha, seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja.
4. Untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafide atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut diterima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya, mereka juga akan mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan distributornya.
Dengan demikan, harapan saya, penjelasan di atas dapat dijadikan acuan bagi Anda yang berminat untuk menjadikan bisnis MLM sebagai sarana untuk mencari penghasilan tambahan. Sebagai tambahan, kunci kesuksesan bisnis MLM adalah konsisten karena bisnis MLM dibangun dengan jaringan, dan jaringan itu hanya akan terbangun jika terus-menerus dibentuk. Jika Anda tinggalkan di tengah jalan, mungkin Anda harus mulai dari awal lagi untuk membangunnya kembali.(Galeriukm).
Sumber:
http://fikrirasyid.com/bagaimana-bisnis-mlm-bekerja/
http://www.beritaterkinionline.com/2010/04/4-keunggulan-bisnis-mlm.html
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/01/05/kenapa-saya-tak-mau-ikut-ikutan-bisnis-mlm/
http://organisasi.org/rahasia-dampak-buruk-bisnis-mlm-multi-level-marketing-sisi-efek-negatif-mlm

Tidak ada komentar: