do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 01 Agustus 2011

Tips Mendapatkan Pelanggan

Setelah sebuah usaha sudah kita lakukan, kita memiliki produk yang harus dijual ke pasar. Pemasaran hasil produksi ini terkadang menjadi kendala tersendiri bagi pengusaha kecil. Pemasaran terkadang membutuhkan resource dan biaya yang tidak kalah besar dibandingkan dengan proses produksi. Target pemasaran adalah mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya dan loyal. Loyal dalam arti setelah membeli produk dia akan kembali lagi membeli produk bahkan mereferensikan orang lain untuk menggunakan produk kita. Pemasaran berkaitan dengan upaya meyakinkan orang, bahwa usaha dan produksi yang kita miliki mereka butuhkan dan berguna bagi pelanggan. Meski barang usaha kita bagus tetapi tidak diperlukan, kita tidak akan mendapatkan pelanggan.
Salah satu kunci utama dalam pemasaran produksi adalah menentukan Target pasar. Sebelum melangkah ke langkah lebih lanjut pertama kali kita harus menentukan target pelanggan kita, siapakah pelanggan yang membutuhkan barang kita (istilahnya disebut target market). Sebagai contoh, kalau barang kita adalah perlengkapan bayi maka yang membutuhkan (target marketnya) adalah orang tua yang baru melahirkan atau memiliki bayi. Kalau barang kita adalah tas kantor maka yang membutuhkan adalah pekerja kantoran. Kalau kita menjual buku SD maka yang membeli adalah anak-anak SD. Demikian juga dengan yang lain. Setelah tahu, baru kita bidik calon pembeli ini.
Setelah Target pasar jelas ,berikut tips dan langkah-langkah untuk mendapatkan pelanggan:
1.Menarik calon pembeli supaya mendatangi kita . Untuk itu kita harus tawarkan daya tarik atau nilai tambah barang kita. Lalu kita komunikasikan supaya mereka tahu. Ini biasanya dilakukan dengan iklan yang cocok dengan perilaku media mereka. Jenis iklan ada banyak mulai dari selebaran atau brosur yang dibagikan, pemasangan spanduk, papan nama, iklan suratkabar, majalah, radio, internet (blog, facebook), sampai yang mahal seperti iklan televisi (kalau produk kita dijual secara nasional). Tujuan iklan membuat mereka tahu barang yang kita jual dan menariknya.
2. Membuat daya tarik melalui promosi yang sifatnya jangka pendek. Misalnya kita tawarkan diskon 20% untuk pembelian selama seminggu, beli sejumah tertentu dapat hadiah, beli 2 gratis 1, lakukan pameran yang cocok atau bagikan sampel. Adanya iming-iming ini akan membuat mereka cepat-cepat membeli.
3. Aktif menghubungi dan/ atau mendatangi pembeli. Istilahnya jemput bola. Kita telepon atau SMS calon pembeli yang potensial. Kita tawarkan barang kita dengan daya tariknya. Kalau barang kita dimungkinkan dibawa, kita dapat berkeliling (mobile) mengunjungi lokasi-lokasi yang banyak dihuni target market kita. Sebagai contoh, kita menjual perlengkapan bayi, kita dapat tawarkan ke ibu-ibu hamil yang sedang memeriksakan ke dokter kandungan. Mereka akan melahirkan kemungkinan membutuhkan barang kita sangat besar.
4. Mendatangi komunitas. Komunitas adalah ajang kumpul-kumpul orang yang memiliki hobi atau minat sama. Ini cukup efektif karena kita bisa memilih komunitas yang paling cocok dengan barang kita. Saya beri contoh salah satu penjual makanan burung. Untuk mendapat pelanggan, dia kunjungi komunitas pencinta burung berkicau yang sering adu lomba di lapangan terbuka. Dia mengunjungi pemilik-pemilik burung yang sedang berlomba dan efektif menawarkan makanan burungnya.
5. Bekerja sama atau networking. Ini cara yang sangat efektif dan efisien. Artinya kita bekerajasama dengan pihak lain yang memiliki kesamaan target market. Sebagai contoh rumah makan-rumah makan di pantura Jawa bekerja sama dengan agen travel atau sopir bis. Saat istirahat perjalanan, sopir menurunkan penumpang untuk makan malam di rumah makan yang bekerja sama. Otomatis para penumpang turun dan makan di rumah makan tadi. Ini terjadi karena rumah makan telah bekerja sama dengan para sopir tadi.
6. Meminta referensi atau rujukan dari pelanggan lama kita. Kalau kita sudah punya pelanggan jangan lupa meminta mereka memberikan 4-5 sahabatnya untuk membeli ke kita. Ini cara yang efektif sehingga pelanggan mereferensikan barang kita ke saudara, teman atau relasinya untuk beli juga ke kita.
7. Gabungan atau integrasi dari cara-cara di atas. Semua ini dapat diterapkan dan dipilih yang paling cocok. Yang terpenting harus mendefiniskan dulu siapa pelanggan yang membutuhkan barang kita, lalu gunakan pendekatan-pendekatan di atas.
Demikian tips singkat mendapatkan pelanggan bagi usaha/produk kita. Selamat berusaha. (Galeriukm).
Sumber:
http://swa.co.id/2010/03/bagaimana-mendapatkan-pelanggan/

Posting Komentar