do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 01 Juli 2011

Kesalahan Marketing Yang Perlu Dihindari

Memasarkan sebuah produk merupakan aktivitas yang bisa jadi cukup kompleks. Tidak hanya masalah mendeskripsikan produk secara baik tetapi juga melibatkan banyak hal, seperti situasi calon pembeli, pembawaan seorang petugas marketing dan banyak hal lain. Menawarkan produk kepada orang lain memerlukan identifikasi akan kebutuhan dan keinginan dari pembeli, baru ditawarkan produk yang sesuai. Marketer harus memiliki keterampilan tersebut jika ingin menguasai pasar.
Strategi marketing yang baik perlu mengantisipasi kesalahan-kesalahan marketing yang sering terjadi. Ibarat dokter memberikan resep obat, hendaknya sesuai dengan penyakit yang diderita, berdasarkan analisa-analisa medis. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh marketer agar terhindar dari kesalahan-kesalahan marketing.
1. TIMING. Kapan waktu yang ideal/tepat bagi konsumen untuk dihubungi dan dikunjungi, harus akurat dikuasai oleh seorang marketer jika tidak maka semua kesempatan akan sirna dengan sia-sia.
2. HEADLINE. Setiap promosi, headline-nya harus tepat, singkat, jelas, to the point dan juga eye catching agar konsumen tidak ragu – ragu untuk mengambil keputusan membeli produk yang dipasarkan. Jika kondisi ini tidak dimiliki maka kegagalan yang akan diraih walaupun produknya menarik, ekonomis dan dibutuhkan.
3. DISCOUNT/BONUS. Momentum pemberian discount/bonus harus tepat waktu dan sasaran. Umumnya, pemberian discount/bonus dilakukan karena omset menurun atau kompetitor (pesaing) sedang melakukan strategi pemberian discount/bonus. Tanpa adanya perencanaan dan alasan yang tepat, pemberian discount/bonus selain tidak akan meningkatkan omset, bisa saja merusak image produk (timbul kesan konsumen bahwa kualitas produk adalah under value).
4. GOOD LIST. Buat klasifikasi dan spesifikasi data konsumen. Jangan perlakukan atau melayani semua konsumen dengan cara yang sama. Contoh kasus, sebagai berikut. Untuk konsumen sangat potensial, maka sudah sepantasnya diperlakukan dengan status VVIP: Very Very Important Person dan begitu juga selanjutnya. Jika kondisi ini tidak dimiliki maka semua peluang/kesempatan akan segera lenyap alias gagal.
5. COMMUNICATION. Komunikasi kepada konsumen harus senantiasa On Line dan apapun yang berhubungan dengan perkembangan produk, harus benar-benar diketahui oleh konsumen. Misalnya, mengenai kenaikan harga, adanya special discount/bonus, launching produk baru, perubahan kemasan produk, dll.
6. TARGET. Sasaran konsumen yang akan dicapai, harus jelas, akurat realiable. Setiap konsumen, tidak bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Oleh karena itu, segmentasi konsumen berdasarkan tingkat edukasi, status sosial, dan lain sebagai juga harus dimiliki serta diketahui dengan pasti.
7. LONG TERM. Seorang marketer harus menyadari bahwa bisnis yang sukses adalah bisnis yang sifatnya long term. Oleh karena itu, unsur trust harus benar-benar dipertahankan. Jangan sekali-kali membuat konsumen merasa ‘diakalin’, baik mengenai harga, bonus, discount ataupun yang lainnya. Kejujuran memegang peranan yang sangat penting untuk meraih simpati dan kepercayaan konsumen.(Galeriukm).
Sumber:
http://www.andriewongso.com/artikel/entrepreneur_corner/3766/The_Most_Common_Marketing_Failure/

Poskan Komentar