do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Rabu, 20 Januari 2016

MAKALAH MULOK “MASA PEMERINTAHAN BUPATI MUNA Drs.H. LA ODE KAIMUDDIN DAN Drs. LA ODE SAAFI MAANE




MAKALAH MULOK
“MASA PEMERINTAHAN BUPATI MUNA Drs.H. LA ODE KAIMUDDIN DAN Drs. LA ODE SAAFI MAANE”

 













DI SUSUN OLEH:
WA ODE SITTI ISRAWATI
SHEVA SAFIRA AZZAHRA
MUHAMMAD RASDAN SURYA
L.M NINOL ALFA ROSET
L.M SYAHDAN RAMADAN
FIFI IRWANTI




BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Perjuangan pembentukan kabupaten Muna seiring dengan perjuangan pembentukan provinsi Sulawesi Tenggara dan perjuangan ini dilakukan secara sinergis antara tokoh muda dan tokoh tua baik yang ada di Muna  ataupun yang ada diperantauan baik perorangan maupun organisasi.
Bupati yang kelima dan keenam adalah Drs. H La Ode Kaimuddin dan Drs. La Ode Saafi Amane tanggal 10 Maret 1981-1986. Drs. La Ode Saafi Amane ditarik sebagai Bupati Muna berdasarkan hasil pemilihan DRP periode 1981.

B.      Tujuan

1)      Untuk mengetahui masa pemerintahan Bupati Muna ke lima yaitu Drs. H. La Ode Kaimuddin
2)      Untuk mengetahui masa pemerintahan Bupati Muna keenam yaitu Drs. La Ode Saafi Amane















BAB  II
PEMBAHASAN
1)      Pemerintahan Drs. H. La Ode Kaimuddin (22-4-1974 s/d 10-3-1981)
Drs.H. La Ode Kaimuddin sebagai Bupati Muna yang ke V menggantikan Bupati Drs. La Ute. Beliau terpilih oleh anggota dewan pada tahun 1974 yang berasal dari Partai Golongan Karya dan secara resmi dilantik sebagai Bupati Muna pada tanggal 22 April 1974.
Sepak terjang beliau dalam mengemban amanah sebagai Bupati Munamemiliki karakter-karakter khusus yang tentunya berbeda dengan pendahulu maupun sesudahnya. Untuk mengetahui secara lengkap akan dideskriptifkan keadaan politik,ekonomi dan sosial budaya di Kabupaten Muna pada masa pemerintahan beliau.
a.Politik
Drs.H. La Ode Kaimuddin terpilih sebagai kepala Daerah Kabupaten Muna, melalui kendaraan politiknya yaitu karya pembangunan (Golkar). Komitmen beliau dalam membangun politik tetap konsisten pada kendaraan yang mengantarkannya pada kursi Bupati. Saat itu masih jantungnya kekuasaan rezim Orde Baru dengan hanya mempopulerkan satu kontestan saja yaitu Golkar, sehingga beliau memberikan keyakinan yang mendalam kepada masyarakat untuk senantiasa berpihak pada satu-satunya kontestan bernomor 2 (dua) berlambangkan beringin (Golkar). Siapapun yang memerintah saat itu tetap menunjukkan keberpihakan pada karya pembangunan sebagai simbol kekuatan orde baru.  
Realitas sepak terjang beliau dalam membangun komitmen keberpihakan kepada Golkar terbukti dalam Pemilu 1982 Golkar Kabupaten Muna memperoleh kemenangan kurang lebih 90% . stabilitas politik pada masa pemerintahan La Ode Kaimuddin berjalan secara kondusif, hal ini ditunjang oleh faktor yaitu :
1.      Pada masa itu masih kuatnya rezim orde baru yang mengandalkan kekuatan militer
2.      Secara sosiologis beliau sebagai figus yang memiliki kharismatik.

Dengan dasar dua indikator itu maka pemerintahan berjalan secara efektif, sehingga dapat melakuakan pembangunan dalam berbagai bidang baikdalam aspek ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan kesehatan.
Kinerja anatar eksekutif dengan legislatif berjalan secara kolaboratif, walaupun dapat dinilai bahwa keberadaan legislatif hanyalah bersifat simbolik, artinya DPR tidak berfungsi sesuai dengan perannya, tetapi dari sisi positif bahwa kondusifnya hubungan legislatif dan eksekutif dapat memperlancar percepatan pembangunan daerah, misalnya: ketika eksekutif mengajukan rencana pembangunan kepada legislatif maka dengan mulus dapat terealisir tanpa ada hambatan. Jika dibandingkan dengan kondisi sekarang (zaman reformasi) yang mana legislatif telah memainkan fungsi dan peranannya akhirnya terkadang terjadi perbedaan penafsiran antara legislatif dan eksekutif, sehingga dapat menghambat proses percepatan pembangunan. Apalagi eksekutif ataupun legislatif yang mendampingkan nuansa kepentingan golongan atau pribadi. Kondisi politik pada masa pemerintahan La Ode Kaimuddin cukup kondusif, termasuk hubungan antara DPR dengan eksekutif. Kondisi inilah yang menunjang keberhasilan pembangunan yang dilakukan beliau.
Selama 2 periode beliau mengendalikan pemerintahan di Kabupaten Muna hingga 1981 tepat pada tanggal 15 Maret 1981 beliau mengakhiri masa jabatannya di Muna.
Keberhasilan beliau menduduki jabatan sebagai Bupati Muna tidak terlepas dan keberadaan partai Karya Pembanguna. Walaupun berbeda dengan keadaan sekarang yang memanfaatkan partai politik sebagai kendaraan yang dapat mengantar pada kursi Bupat, tetapi secara substansial bahwa pada masa itu juga sekalipun seorang figur tidak berasal dari partai tetapi didalam menjalankan roda pemerintahan tidak terlepas dengankeberadaan badan legislatif yang kuat dan mayoritas. Pemerintahan Bupati Drs. H. La Ode Kaimuddin yang menjabat selama 2 periode dari tahun 1974 hingga 1981 banyak melakukan perubahan- perubahan politik yang cukup signifikan antara lain :
1.      Penegakan Disiplin PNS
Pada masa pemerintahan beliaudidiplin PNS cukup ditegakkan sehingga saat itu beliau mendapat juukan sebagai tenaga disiplin di Kabupaten Muna. Keberhasilan beliau melakukan hal itu disamping ditunjang kepemimpinan yang kharismatik dan bertanggung jawab juga oleh kepemimpinan yang teladan kepada bawahannya. Misalnya, jika beliau menginstrusikan supaya masuk kantor pada jam 07:00 maka beliau berada dikantor sebelum jam 07:00. Dengan dasar ini maka pemrintahannya berjalan secara efektif.
2.      Penertiban Kota pemerintahan Drs. H. La Ode Kaimuddin yang dikenal sebagai pendobrak dan penggagas ketertiban kota Raha merupakan ciri khusus yang dimiliki oleh beliau memerintah di Muna telah banyak melakukan manufer-manufer perubahan, khususnya penertiban Kota Raha, baik dilihat dari segi aspek pembangunan fisik maupun penertiban Kota.
3.      Bukti-bukti otentik yang dapat menguatakan pernyataan tersebut adalah:
a.      Pembangunan Stadion Paelangkuta dan Gedung Olahraga (Gelora) yang diperuntukan pada Event Pekan Olahraga Daerah (Porda) Sulawesi Tenggara ke IV tahun 1974 di Raha
b.      Pembangunan Kolam Renang Jompi
c.       Pembangunan Pasar Sentral Raha (sekarang lokasi Alun-alun)
d.      Pembangunan sarana Kantor Pemerintahan seperti Kantor Bupati Kepala Daerah tingkat II Muna. Kantor Depdikbut, Depag, Kantor Koperasi, Perdagangan dan sebagainya.
e.      Pembangunan Gedung Wamelai Raha ( Sekarang Kantor Dinas Pertambangan )
Dalam  rangka penertiban Kota Raha di samping melakukan pembangunan sarana kantor pemerintahan uga melekukan penertiban Pasar Sentral terutama penjual kaki lima yang membentang tikar dan tenda yang merusak pemandangan pasar sentral. Sedangkan orientasi pada masyarakat pedesaan beliau melakukan program restelmen dengan mengarahkan masyarakat pedesaan untuk membentuk perkampungan-perkampungan pada lokasi yang telah dilewati jalan raya dan mudah hubungan transportasinya dengan kota Raha. Orientasi beliau pada program ini yaitu mengarahkan masyarakat untuk tinggal di lokasi tempat yang tersedia sarana air bersih agar masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraan dan kesehatannya.
Tujuan dari program restelmen ini disamping untuk menertibkan perkampungan masyarakat juga untuk mempercepat arus perkembangan ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehtan.

b. Pembangunan dalam bidang pendidikan
Sejalan dengan program restelmen,maka kebijakan pemerintah saat itu untuk mempercepat proses perkembangan pendidikan adalah membangun sarana pendidikan pada setiap desa atau lokasi perkampungan baru berdasarkan rasio kelayakannya,artinya tidak mutlak setiap desa ada sekolah tetapi dihitung berdasarkantingkat kepadatan penduduk,sehingga anak-anak usia sekolah dengan mudah mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
Untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA terus ditingkatkan karena daya tampung sekolah yang ada sudah tidak mampu menampung peseta didik,maka dibangunlah sekolah baru, misalnya:
1)      Untuk tingkat SMA didirikan SMA Negeri 2 Raha
2)      Untuk tingkat SMP didirikan SMP Negeri 2 Raha, SMP Negeri Matakidi, SMP Negeri Bahutara, SMP Negeri Waara, SMP Negeri Tampo SMP Negeri Kambara, sehingga setiap kecamatan memiliki sekolah menengah pertama (SMP)
Dengan demikian perkembangan pendidikan di Kabupaten Muna sedikit mengalami percepatan yang signifikan. Kepedulian pemerintah dalam mempercepat perkembangan pendidikan disamping membangun lembaga pendidikan Negeri juga karena keterbatasan daya tampung maka diberikan suport untuk membangun sekolah-sekolah swasta baik SMP maupun SMA,misalnya SMP PGRI Tula,SMP Muhamadiyyah Raha dan SMA Muhamadiyyah.

c. Pembangunan dalam bidang kesehatan
Masyarakat Muna yang memasuki transisi dari tipe masyarakat tradisional tentunya pola-pola pikiran yang berkaitan dengan kesehatan masih tergantung pada mesianisme (perdukunan).
Pada masa pemerintahan Bupati La Ode Kaimudin pembangungan dalam bidang kesehatan mencoba melakukan perubahan paradigma artinya petugan-petugan kesehatan mensosialisasikan pentingnya tenaga medis untuk membantu masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan. Pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab terhadap perbaikan kesehatan masyarakat, makan dalam kurun waktu 1974-1981 pemerintah membangun institusi kesehatan disetiap kecamatan (puskesmas) sebagai sarana/tempat pengobatan masyarakat di pedesaan. Selain itu pula beliau melalui rapat birokrasinya menekan untuk membuat jamban permanen kepada setiap masyarakat baik di kota maupun pedesaan, sehingga jamban-jamban alam yang menjadi tradisi masyarakat secara perlahan-lahan mulai ditinggalkan dan beralih kepada pola jamban semi permanen. Sebagai motivasi kepada masyarakat untuk perduli kepada pentingnya kesehatan maka dilakukan lomba desa bersih lingkungan.


d. Pembangunan dalam bidang ekonomi
Pada masa pemerintahan Drs. La Ode Kaimudin kondisi ekonomi masyarakat Muna masih sangat memprihatinkan karena sumber kehidupan masyarakat yang dominan hanyalah tergantun pada pola pertanian tradisional (ladang perpindah-pindah).Mencermati kondisi seperti ini maka beliau sebagai bupati yang berpihak pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan melakukakan beberapa manuver untuk merubah paradigma masyarakat agar tidak terkonsentrasi pada profesi sebagai petani konsumtif tetap berubah menjadi petani produktif.
Gebrakan yang dilakukan oleh beliau dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat adalah:
1)      Melalu Departemen Pertaniaan melakukan pembangunan sarana irigasi di desa Lakandito dan desa Wakumoro Kolasa untuk mencetak persahawan dan penyuluhan. Tetapi program ini tidak efektif yang disebabkan ketidaksiapan masyarakat untuk melakukan pola pertanian sawah karena masyarakat tidak memiliki ilmu dan keterampilan semacam itu.
2)      Melalui program pekan penghijauan Nasional,masyarakat Muna secara keseluruhan diawajibkan untuk mengembangkan pola perkebunan komoditas. Yang diuji cobakan dalam program pekan penghijauan tersebut adalah jambu mete. Dalam program tersebut masyarakat diberikan fasilitas berupa bibit polibek anakan jambu,insentif biaya penanaman pemeliharaan. Secara jujur dapat dikatakan bahwa program inilah yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat Muna hingga saat ini.
3)      Dalam aspek pembangunan dunia usaha, bekerjasama dengan BRI membangun sarana Pasar Sentral Raha yang secara permanen untuk tempat usaha masyarakat yang menggeluti profesi sebagai pedagang.
4)      Memberikan motifasi dan dorongan moral kepada  masyarakat dalam setiap event atau pertemuan dan perkumpulan khususnya masyarakat petani untuk melakukan aktivitas taninya dengan menhadapi segala tantangan hama khusunya hama babi. Ada satu ungkapan  yang sering dilontarkan bahwa manusia dikaruniakan akal maka harus pandai-pandai mengakali babi makhluk yang tidak berakal. Ungkapan inilah yang membangkitkan semangat masyarakat untuk melawan kemiskinan dan kekurangan bahan pangan pada saat itu, sehingga secara berangsur-angsur kemiskinan dan kekurangan makanan dapat teratasi.






2)      Pemerintahan Drs. La Ode Saafi Amane (10-3-1981 s/d 10-3-1986)
Drs. La Ode Saafi Amane adalah Bupati Muna ke VI menggantikan Drs. H. La Ode Kaimuddin. Beliau dilantik sebagai Bupati Muna berdasarkan hasil pemilihan DPR periode 1981. Dalam masa pemerintahannya beliau melakukan berbagai manufer pembangunan di daerah ini baik dalam aspek politik ekonomi maupun sosial budaya.
a.      Pembangunan Politik
Kiprah beliau dalam melakukan pembangunan politik bertepatan dengan program pemerintah untuk melakukan perubahan dalam aspek pemerintahan desa yaitu berubahnya beberapa status desa dalam lingkungan kota dan Ibu Kota Kecamatan menjadi Kelurahan. Berkaitan dengan hal itu maka di Muna terjadi pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  secara besar-besaran. Karena setiap Kelurahan yang terbentuk memerlukan tenaga adminstrasi sesuai dengan petunjuk pusat seluruh staf Kelurahan harus berstatus PNS.
b.      Pemekaran Wilayah Pedesaan
Pembangunan yang di lakukan oleh beliau berorientasi pada pengembangan pedesaan dan dalam upaya menyukseskan program tersebutmaka beliau sebagai penentu kebiakan saat itu melakukan program restelmen :
1.      Restelmen I membuka pemukiman masyarakat baru di Guali (sekarang kecamatan Kusambi) yang mana pada saat itu diresmikan oleh Menteri Sekretaris Negara ( Sudharmono SH) pada tahun 1985.
2.      Membuka pemukiman  baru kedua di Maligano sebagai perluasan kecamatan Wakorumba yang di persiapkan pengembangan Kecamatan Wakorumba ( sekarang menjadi Kecamatan Wakorumba Utara). Kedua program ini bertujuan untuk mengembangkan perluasan wilayah dan pengembangan Kecamatan kedepan. Realita dari program tersebut kedua wilayah itu saat ini menjadi Ibu Kota Kecamatan yaitu Kecamatan Kosambi dan Kecamatan Wakorumba Utara.
c.       Pembangunan Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam bidang pendidikan, pada tahun 1982 beliau merintis pembangunan sebuah lembaga pendidikan tinggi yang bernuansa keagamaan yaitu IAIN Alaudin Raha. Pembangunan lembaga tinggi pada masa pemerintahan beliau cukup berkembeng tetapi kemudian setelah itu mengalami kemunduran oleh karena Bupati pengganti beliau justru berorientasi pada pembangunan lembaga pendidikan tinggi yang baru, sehingga IAIN mengalami kemerosotan tajam. Bahkan namanya pun berubah sebagai refleksi dari perubahan ketentuan pendidikan tinggi agama Islam bahwa dikabupaten hanya boleh ada yayasan yang membina salah satu fakultas saja dan namanya dari IAIN berubah menjadi STAIS.
Pemerintah Drs. La Ode Saafi Amane pernah mencatat sejarah sebagai salah satu Bupati yang mendapat penghargaan Adipura dari pemerintah pusat dalam keberhasilannya membangun pedesaan.
Pengahargaan itu diserahkan langsungoleh menteri sekretaris Negara Sudharmono S.H yang diupacarakan secara resmi di Guali pada tahun 1985. Prestasi lain yang dicapai oleh Bupati Drs. La Ode Saafi Amane adalah menghidupkan kembali tradisi pacuan kuda dan perkelahian kuda sebagai simbol dan lambang daerah Kabupaten Muna. Realitas dari kebijakan ini adalah beliau membangun arena pacuan kuda di Punto dan Saungkaghito tetapi saat ini situs tersebut tinggal sebagai kenangan sejarah yang terlupakan oleh semua pihak, padahal kalau disimak secara sosiokultular, budaya tersebut perlu dilestarikan karena disamping mengandung nilai-nilai budaya yang dapat dikomersilkan juga merupakan sarana pengembangan wisata budaya yang dapat menarik wisatawan baik domestik maupun luar negeri sebagaimana halnya budaya Matador di Spanyol.
d.      Pembangunan Pengembangan Kota Raha
Dalam rangka pengembangan kota Raha pada masa pemerintahan Drs. La Ode Saafi Amane, pernah merencanakan pengembangan kota melalui penimbunan jalan dilaut yang menghubungkan antara Lagasa dengan Pantai Laino, tetapi perencanaan tersebut gagal oleh karena:
1.      Secara arsitek bahwa perencanaan tersebut suatu hal yang tidak mungkin dapat terjangkau karena terlampau jauh masuk ke laut. Sehingga kemungkinan timbunan mencapai 3 meter dari dasar laut
2.      Perencanaan tersebut dilakukan pada akhir jabatan beliau sehingga belum sampai pada tahap realisasi program beliau diganti oleh pejabat baru Drs. Maola Daud.

Pada masa pemerintahan Drs. La Ode Saafi Amane tidak banyak melakukan perubahan secara signifikan baik pembangunan fisik maupun nonfisik khususnya dalam hal pengembangan dan penataan kota Raha.







BAB III
PENUTUP
A.     Kesimpulan
Bupati Muna kelima dan keenam sudah banyak membangun dan lebih membuat beberapa perubahan yang di Muna. Hal ini dapat di lihat dari beberapa pembangunan yang telah dilakukan selama masa pemerintahannya.

B.      Saran
Makalah ini masih memiliki berbagai jenis kekurangan olehnya itu kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.
























DAFTAR PUSTAKA


Posting Komentar