do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 26 Januari 2016

MAKALAH TELEVISI



PENDAHULUAN


Media televisi pada hakikatnya merupakan suatu sistem komunikasi yang menggunakan suatu rangkaian gambar elektonik yang dipancarkan secara cepat, berurutan, dan diiringgi dengan media unsur audio. Walaupun demikian, pengertian ini harus dibedakan dengan media film yang merupakan rangkaian gambar yang diproyeksikan dengan kecepatan 24 bingkai perdetik sehingga gambar tampak hidup. Setiap gambar dari rangkaian tersebut dengan mudah dapat kita kenali dengan mata telanjang.
Dalam kehidupan sehari-hari pun kita tidak bisa terlepas dari yang namanya televisi. Salah satu alat elektronik yang sekarang sudah seperti kebutuhan primer bagi manusia.Sehingga, tidak melihat televisi sehari saja kita mungkin sudah ketinggalan banyak informasi. Selain itu, televise juga tentunya mempunyai dampak positif dan negative bagi kehidupan.
Oleh karena itu, penulis menyusun makalah yang berjudul ‘ Televisi dalam Kehidupan Manusia ‘ ini.

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini, yaitu :
a.       Apa yang dimaksud dengan televisi ?
b.      Siapa penemu televise ?
c.       Bagaimana sejarah perkembangan televisi hingga sekarang ?
d.       Apa dampak positif dan negative dari televisi ?
e.        Bagaimana cara mengatasi dampak negative dari adanya televisi ?

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu :
a.       Untuk mengetahui pengertian televisi.
b.      Untuk mengetahui penemu televise.
c.       Untuk mengetahui sejarah perkembangan televisi.
d.      Untuk mengetahui dampak ppositif dan negative dari televisi.
e.       Untuk mengetahui cara mengurangi dampak negative dari televisi.

PEMBAHASAN


Televisi merupakan sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel atau ruang. Sistem ini menggunakan peralatan yang mengubah cahaya dan suara ke dalam gelombang elektronik dan mengkonversinya kembali ke dalam cahaya yang dapat dilihat dan suaranya dapat didengar . (Soerjokanto 2003:24)
Televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang digunakan untuk memancarkan dan menerima siaran gambar bergerak, baik itu yang monokrom (“hitam putih”) maupun warna, biasanya dilengkapi oleh suara. “Televisi” juga dapat diartikan sebagai kotak televisi, rangkaian televisi atau pancaran televisi.
Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi. (http://google.com//)

Televisi pertama kali ditemukan oleh John Lodie Baird asal Skotlandia, yang melakukan demo TV pertama untuk publik di Soho, London tahun 1926. Sepuluh tahun kemudian terdapat seratus set TV di seluruh dunia. Ini sekitar satu milyar TV di seluruh dunia, dengan Cina memiliki TV terbanyak,sekitar 200 juta. Di Amerika, setahun ditayangkan sekitar 20 iklan TV.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.
Adapun perkembangan televisi, yaitu :
1. Televisi Mekanik
Mungkin susah untuk dipercaya. Namun, penemuan cakram metal kecil berputar dengan banyak lubang didalamnya yang ditemukan oleh seorang mahasiswa di Berlin-Jerman, 23 tahun, Paul Nipkow [1883], merupakan cikal bakal lahirnya televisi.
Kemudian, pada tahun Pada thun 1875, George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.
Pada tahun 1884-Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut Teleskop Elektrik dengan resolusi 18 garis.
Pada tahun 1888, Freidrich Reinitzer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
Pada tahun 1923, Vladimir Kosma Zworykin, mendaftarkan paten atas namanya untuk penemuannya, kinescope, televisi tabung pertama di dunia. Setahun kemudian, dia menyelesaikan studi doktornya di Universitas Pittsburgh. Vladimir lahir di Rusia, 30 Juli 1889. Dia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT. Keterbukaan Zworykin pada kritik, membuatnya menemukan penemuan baru lagi. Sebuah kamera tabung. Ini melengkapi teknologi televisi tabung penemuannya. Penemuan itu dinamakannya iconoscope, berasal dari bahasa Yunani, icon yang berarti citra dan scope yang berarti mengamati. Ia meninggal karena usia tua pada 29 Juli 1982. Dialah yang kemudian sebagai Sang Penemu Televisi. (1889-1982).
Pada tahun 1925, John Logie Baird asal skotlandia menunjukkan transmisi dari gambar bayangan hitam bergerak di London. Dia juga yang menemukan sistem video recording untuk pertama kalinya.
Pada tahun 1927, Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
Pada tahun 1979, Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.


2. TV elektronik
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem elektronik.
Pada tahun 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mempromosikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk distandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.

3. TV BERWARNA
CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka, harus menyadari bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA, yang belajar dari pengalaman CBS, mulai membangun sistem warna mereka sendiri. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima sistem hitam putih [BW]. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.

4. TV Plasma Display TV
Tampilan plasma diciptakan di Universitas Illinois oleh Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow pada 1964. Panel monochrome orisinal (biasanya oranye atau hijau) menikmati penggunaan yang bertambah pada awal 1970-an karena tampilan ini kuat dan tidak membutuhkan sirkuit memori dan penyegaran. Namun diikuti oleh kurangnya penjualan yang dikarenakan perkembangan semikonduktor memori membuat tampilan CRT sangat murah pada akhir 1970-an. Dimulai dari dissertasi PhD Larry Weber dari Universitas Illinois pada 1975 yang berhasil membuat tampilan plasma berwarna, dan akhirnya berhasil mencapai tujuan tersebut pada 1995.





 Adapun dampak positif dari adanya televise adalah sebagai berikut :
Tabel 1 Dampak Positif Televisi

No
Dampak Positif dari Televisi
1.
Kecepatan dan keakuratan dalam menyajikan berita, melebihi media massa lainnya seperti surat kabar dan radio
2.
Mampu menyuguhkan beragam tayangan hiburan, yang dapat menghilangkan stress karena banyaknya masalah kehidupan.
3.
Dapat menambah wawasan
4.
Televisi banyak menampilkan tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh dalam dunia pendidikan, dunia usaha, hiburan, dan lainnya. Sehingga figur-figur tersebut dapat memicu kita untuk mencontoh kesuksesan mereka.
5.
Meningkatkan kosakata anak
6.
Menciptakan momen kebersamaan antarkeluarga.



Adapun dampak negatif dari adanya televisi adalah sebagai berikut :
Tabel 2 Dampak Negatif Televisi

No
Dampak Negatif dari Televisi
1.
Dapat merusak mental sekaligus pola pikir anak-anak tanpa pandang bulu
2.
Mengajarkan budaya komersil atau konsumerisme dalam diri anak-anak
3.
Memberi dampak yang negatif untuk kesehatan badan
4.
Menayangkan keimanan semu
5.
Televisi juga menghadirkan dunia yang aneh ( maya ) dan menjadikan anak tidak kreatif.
6.
Televisi dapat membuat anda lupa waktu, bahkan malas untuk mengerjakan hal-hal lain selain menonton televisi
7.
Televisi banyak menyajikan acara-acara yang tidak mendidik, seperti film-film yang banyak adegan kekerasannya, berita kriminal, serta adegan-adegan lain yang tidak patut ditonton oleh anak-anak. Hal ini tentu sangat mempengaruhi kejiwaan seorang anak, mereka bisa saja meniru adegan kekerasan, tindak kriminal, serta adegan-adegan lainnya yang mereka tonton di televisi.
Melihat manfaat di atas, tidak ada salahnya jika orangtua menjadikan televisi sebagai sahabat untuk anak. Namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif televisi dan memaksimalkan manfaatnya, yaitu :
1.      Perhatikan penempatan televisi. Jangan berikan anak televisi khusus di kamarnya. Taruh televisi di tempat yang anak tetap bisa diawasi dan didampingi saat menonton.
2.      Batasi waktu anak menonton televisi, cukup 1-2 jam sehari.
3.      Dampingi anak saat menonton televisi.
4.      Seleksi acara yang ditontonnya
5.      Seleksi perannya. Jangan sampai Anda malah menjadikan televisi sebagai babysitter.
6.      Pastikan selalu ada alternatif kegiatan selain menonton televisi. Misalnya saja, bermain sepeda, puzzle, berkebun, dan lain-lain.
7.      Orangtua harus memberi contoh pada anak. Contohnya, ketika baru pulang kerja, jangan langsung duduk di depan televisi berjam-jam.





















Kata “televisi” merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, “jauh”) dari bahasa Yunani dan visio (“penglihatan”) dari bahasa Latin. Sehingga televisi dapat diartikan sebagai telekomunikasi yang dapat dilihat dari jarak jauh
Televisi pertama kali ditemukan oleh John Lodie Baird asal Skotlandia.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun perusahaan. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun.
Adapun perkembangan televisi, yaitu :
1. Televisi Mekanik
2. Televisi Elektronik
3. TV Berwarna
4. TV Plasma atau Display TV
Televisi sendiri membawa dampak positif dan dampak negatif dalam kehidupan manusia. Jadi, tentunya kita harus bisa memanfaatkan dampak positifnya dan mengurangi dampak negatifnya.

Adapun saran yang ingin penulis sampaikan adalah agar makalah ini dapat dimanfaatkan dan bisa juga dijadikan sebagai bahan refensi. Selain itu, penulis juga berharap setelah pembaca membaca makalah ini, pembaca dapat menerapkan hal-hal ynag baik dari makalah ini, misalnya saja mengenai cara mengurangi dampak negative dari televise.













Tidak ada komentar: