do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 13 Oktober 2014

MAKALAH Glikogenesis dan Glikogenolisis



Tugas Makalah biokimia

Glikogenesis dan Glikogenolisis”


AKPER MUNA (PEMKAB)
 









OLEH
 KELOMPOK VI:

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMKAB MUNA
2011


                              KATA PENGANTAR

          Puji serta Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah, SWT. Yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya dan dengan seizin serta pertolongan-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

Makalah ini berjudul tentang “lisosom dimana dimaksud untuk membantu dalam proses pembelajaran khususnya dalam perkuliahan biokimia ini dan dapat di jadikan referensi untuk lebih mngembangkan cakrawala berpikir.

            Dalam penyusunan makalah ini Penyusun menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritikan maupun sumbang saran yang sifatnya membangun isi pembahasan makalah ini sangat penulis harapkan demi perbaikan-perbaikan selanjutnya.Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya bagi para mahasiswa.





Raha,     Mei 2011


Penulis





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR………………………………………………………………….
i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………
ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………
1
A.    LATAR BELAKANG…………………………………………………………
1
B.     RUMUSAN MASALAH………………………………………………………
2
C.     TUJUAN……………………………………………………………………….
2
BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………….
3
BAB III PENUTUP………………………………………………………………….....
11
A.    KESIMPULAN…………………………………………………………………
11
B.     SARAN…………………………………………………………………………
11











 BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang

Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat setelah makan; atau teraktivasi pada akhir siklus Cori.
Glikogenolisis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh, selain glukoneogenosis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia. Pada glikogenolisis, glikogen digradasi berturut-turut dengan 3 enzim, glikogen fosforilase, glukosidase, fosfoglukomutase, menjadi glukosa. Hormon yang berperan pada lintasan ini adalah glukagon dan adrenalin.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas dalam makalah ini akan dibahas mengenai pengertian serta siklus glikogenesis dan glikogenolisis.

C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu agar manusia secara umum dan khususnya kita sebagai mahasiswa dapat mengetahui dan mengembangkan cakrawala berpikir dalam kehidupan sehari-hari agar dapat terealisasikan dengan baik.









BAB II
PEMBAHASAN

A.    GLIKOGENESIS
Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat setelah makan dan aktivitas siklus cori. Glikogen dalam hati juga dibentuk dari asam laktat, membutuhkan UDPG yg dibentuk dari reaksi uridinitrifosfat dengan glukosa-1-P. Siklus pengubahan glukosa, asam laktat dan glikogen disebut dengan siklus cori.
Siklus Cori yang disebut berdasarkan penemunya, Carl Cori dan Gerty Cori, adalah lintasan metabolisme antara jaringan otot dan hati yang membentuk siklus. Asam laktat yang disintesis oleh otot pada lintasan glikolisis akan diserap oleh hati dan dikonversi menjadi glukosa. Sekresi glukosa oleh hati, kemudian diserap oleh otot dan dikonversi kembali menjadi asam laktat.
Gambaran Siklus Cori                     
 Pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi piruvat. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil KoA masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi. Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi untuk aktifitas, misalnya berpikir, mencerna makanan, bekerja dan sebagainya. Jika kita memiliki glukosa melampaui kebutuhan energi, maka kelebihan glukosa yang ada akan disimpan dalam bentuk glikogen. Proses anabolisme ini dinamakan glikogenesis. Hidrolisis pirofosfat inorganik berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi ke arah kanan persamaan reaksI.
Dengan kerja enzim sintesis glikogen, atom C1 pada glukosa yang diaktifkan UDPGIc membentuk ikatan dengan C4, sehingga membebaskan uridin difosfat. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya atau glikogen primer harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin. Glukosa sisa disimpan dalam bentuk glikogen. Sebelumnya sudah ada glikogen primer, jadi glukosa hanya menambahkan cabang-cabangnya jika sudah berjumlah delapan. 1 – 4, maksudnya glukosa akan berikatan pada atom C no.1 dan atom C no.4





           Glikogen merupakan bentuk simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%), otot jarang melampaui jumlah 1%. Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati, maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak. Glukosa yang bercabang.Seperti amilum, glikogen merupakan polimer  Glikogen otot berfungsi sebagai sumber heksosa yang tersedia dengan mudah untuk proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Sedangkan glikogen hati sangat berhubungan dengan simpanan dan pengiriman heksosa keluar untuk mempertahankan kadar glukosa darah, khususnya pada saat di antara waktu makan. Setelah 12-18 jam puasa, hampir semua simpanan glikogen hati terkuras habis. Tetapi glikogen otot hanya terkuras secara bermakna setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama.

Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:


1. Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.
2. Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat. Enz-P + Glukosa«Enz + Glukosa 1,6-bifosfat «Enz-P + Glukosa 6-fosfat  1-fosfat
3. Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase. UDPGlc + PPi«UTP + Glukosa 1-fosfat
Uridin difosfat glukosa (UDPGlc) (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper)
4. Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kearah kanan persamaan reaksi
5. Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin.  UDP + (C6)n+1àUDPGlc + (C6)n GlikogenGlikogen
 untuk membentuk
àResidu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1 rantai pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul glikogen, sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlahmolekulglikogenin.
6.  Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim 4 (panjang minimal 6àpembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 6 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabangà1 glukosil danàini akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1 pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.

·      Glikogenesis terutama terjadi dalam hepar dan otot
Glikogen merupakan bentuk simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%), otot jarang melampaui jumlah 1%. Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati, maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih -D-Glukosa yangµbanyak. Seperti amilum, glikogen merupakan polimer  bercabang.
Glikogen otot berfungsi untuk  menjadi sumber  heksosa yang tersedia bagi proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Glikogen hepar sebagian besar  berhubungan dengan  simpanan  dan pengiriman  heksosa keluar untuk memepertahankan  kadar glukosa darah khususnya pada   saat-saat sebelum sarapan.  Setelah  12-18 jam puasa, hampir  seluruh simpanan  glikogen di dalam  hepar  mengalami deplesi.  Sedangkan   glikogen otot baru mengalami deplesi yang berarti setelah  seseorang  melakukan olahraga  yang berat dan lama





         
B.Glikogenolisis
Glikogenolisis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh, selain glukoneogenosis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia. Pada glikogenolisis, glikogen digradasi berturut-turut dengan 3 enzim, glikogen fosforilase, glukosidase, fosfoglukomutase, menjadi glukosa. Hormon yang berperan pada lintasan ini adalah glukagon dan adrenalin.
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan glikogenolisis. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis, akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim 4àfosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 1 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi 6.àcabang 1
 (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
à(C6)n + Pi .



















BAB III
PENUTUP

A.        Kesimpulan

Adapun kesimpulan yang dapat di perik dalam  makalah ini adalah:
Glikogenesis adalah lintasan metabolisme yang mengkonversi glukosa menjadi glikogen untuk disimpan di dalam hati. Lintasan ini diaktivasi di dalam hati, oleh hormon insulin sebagai respon terhadap rasio gula darah yang meningkat, misalnya karena kandungan karbohidrat setelah makan; atau teraktivasi pada akhir siklus Cori.

Glikogenolisis adalah lintasan metabolisme yang digunakan oleh tubuh, selain glukoneogenosis, untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa di dalam plasma darah untuk menghindari simtoma hipoglisemia. Pada glikogenolisis, glikogen digradasi berturut-turut dengan 3 enzim, glikogen fosforilase, glukosidase, fosfoglukomutase, menjadi glukosa. Hormon yang berperan pada lintasan ini adalah glukagon dan adrenalin.


B.     Saran
   Kami menyadari bahwa dalam penyusun makalah ini masih sangat jauh dari sifat kesempurnaan untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan agar dalam pembuatan makalah berikutnya lebih baik lagi.










DAFTAR PUSTAKA



Posting Komentar