do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 13 Oktober 2014

MAKALAH PENYAKIT JANTUNG BAWAAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Penyakit Jantung Bawaanmerupakan jenis penyakit yang cukup banyak diderita.Menurut hasil penelitian, 10 dari 1000 bayi yang dilahirkan kemungkinan memiliki penyakit jantung bawaan.Adapun jenis kelainan pada penyakit jantung bawaan sangat bervariasi, ada yang hanya menyebabkan gangguan ringan pada fungsi jantung tetapi ada juga kelainan yang cukup fatal hingga mengganggu fungsi kerja jantung dalam mendistribusikan darah ke seluruh tubuh.
Pada umumnya kelainan Jantung bawaan dapat dideteksi sejak lahir, namun tak jarang gejalanya baru muncul setelah bayi berumur beberapa minggu atau beberapa bulan.Gejala umum dari penyakit jantung bawaan adalah sesak nafas dan bibir terlihat kebiru-biruan.
Dengan adanya masalah-masalah diatas,kelompok berusaha mengkaji jauh lebih dalam mengenai penyakit ini, guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bermunculan tentang penyakit ini.

B.     Permasalahan
1.      Apakah pengertian penyakit jantung bawaan?
2.      Apa etiologi dari penyakit jantung bawaan?
3.      Bagaimana manifestasi klinis penyakit jantung bawaan?
4.      Bagaimana penatalaksanaan medis penyakit ini?
5.      Apa saja yang menjadi komplikasi dari penyakit jantung bawaan ini?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian penyakit jantung bawaan
2.      Untuk mengetahui etiologi/penyebab penyakit jantung bawaan
3.      Untuk mengetahui menifestasi klinis penyakit jantung bawaan
4.      Untuk mengetahui penatalaksanaan medisnya
5.      Dapat mengetahui komplikasi dari penyakit jantung bawaan

BAB II
PEMBAHASAN
1.      Pengertian
Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah  malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir. Penyakit jantung bawaan yang kompleks terutama ditemukan pada bayi dan anak. Apabila tidak dioperasi, kebanyakan akan meninggal waktu bayi. Apabila penyakit jantung bawaan ditemukan pada orang dewasa, hal ini menunjukkan bahwa pasien tersebut mampu melalui seleksi alam, atau telah mengalami tindakan operasi dini pada usia muda.
Kelaianan yang termasuk dalam penyakit Jantung bawaan banyak sekali jenis nya, mencakup gangguan pada bilik dan atau serambi jantung serta gangguan pada pembuluh darah jantung.Apapun jenis kelaian pada penyakit jantung bawaan, semuanya mengakibatkan ketidaklancaran sirkulasi darah, karena Jantung sebagai salah satu organ vital dalam tubuh memiliki tugas memompa dan mengalirkan darah keseluruh bagian tubuh.

Beberapa kelainan pada jantung yang paling banyak diderita yang termasuk dalam kategori penyakit jantung bawaan adalah kelainan pada katup balik, kelainan pada katup serambi dan kebocoran pada pembuluh darah balik paru-paru, berikut pembahasannya :

A.    Kelainan katup balik.
Dinding yang memisahkan bilik kanan dan kiri pada jantung tidak selalu tertutup rapat, kadangkala pada dinding pemisah itu terdapat suatu lubang atau celah, hingga menyebabkan tekanan aliran darah yang menuju paru-paru meningkat, hal ini lah yang disebut kelainan jantung bawaan pada katup balik.Gejala kelainan ini tidak spesifik, karena tergantung dari besar kecilnya celah yang terdapat pada katup pemisah bilik tersebut.Semakin besar celah pada katup pemisah, semakin terlihat gelaja penyakit jantung bawaan yang diderita. Sesak nafas, bibir kebiruan, tidak berselera makan, banyak mengeluarkan keringat dan ada kalanya mengalami infeksi paru-paru yang sering kambuh

B. Kelainan katup serambi
Seperti hal nya serambi kanan, serambi kiri jantung juga dipisahkan oleh katup.Dan pada katup ini pun sering terdapat celah yang mengakibatkan aliran darah ke serambi kanan menuju ke serambi kiri jantung menjadi tidak nomal.Kelainan pada katup serambi pada umumnya lebih banyak diderita oleh wanita, namun belum dapat dipastikan apakah hal ini terjadi karena faktor genetik yang terkait pada kromosom gender.

C. Kebocoran pada pembuluh arteri paru-paru
Sejak lahir, pembuluh darah dari paru-paru ke aorta yang ada saat bayi dalam kandungan akan menutup dengan sendirinya sesuai dengan perkembangan tumbuh kembang anak, namun sayang nya tidak semua bayi demikian. Ada anak-anak yang pembuluh arteri paru-parunya tidak menutup walaupun makin beranjak dewasa.celah tersebut akan mengalirkan darah di antara pembuluh arteri paru-paru dan aorta.
(IPD FKUI,1996 ;1134)
  1. Etiologi
Penyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan :
    1. Faktor Prenatal :
*      Ibu menderita penyakit infeksi.
*      Ibu alkoholisme.
*      Umur ibu lebih dari 40 tahun.
*      Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM) yang memerlukan insulin.
*      Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu.
    1. Faktor Genetik :
*      Anak yang lahir sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan.
*      Ayah / Ibu menderita penyakit jantung bawaan.
*      Kelainan kromosom seperti Sindrom Down.
*      Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.
(Buku Ajar Keperawatan Kardiovaskuler, Pusat Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah Nasional Harapan Kita, 2001 ; 109)
  1. Manifestasi Klinis
Manifestasi klinis PDA pada bayi prematur sering disamarkan oleh masalah-masalah lain yang berhubungan dengan prematur (misalnya sindrom gawat nafas).Tanda-tanda kelebihan beban ventrikel tidak terlihat selama 4 – 6 jam sesudah lahir. Bayi dengan PDA kecil mungkin asimptomatik, bayi dengan PDA lebih besar dapat menunjukkan tanda-tanda gagal jantung kongestif (CHF)
      • Kadang-kadang terdapat tanda-tanda gagal jantung
      • Machinery mur-mur persisten (sistolik, kemudian menetap, paling nyata terdengar di tepi sternum kiri atas)
      • Tekanan nadi besar (water hammer pulses) / Nadi menonjol dan meloncat-loncat, Tekanan nadi yang lebar (lebih dari 25 mm Hg)
      • Takhikardia (denyut apeks lebih dari 170), ujung jari hiperemik

      • Resiko endokarditis dan obstruksi pembuluh darah pulmonal.
      • Infeksi saluran nafas berulang, mudah lelah
(Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236, Betz & Sowden, 2002 ; 376)
  1. Komplikasi
  • Endokarditis
  • Obstruksi pembuluh darah pulmonal
  • CHF
  • Hepatomegali (jarang terjadi pada bayi prematur)
  • Enterokolitis nekrosis
  • Gangguan paru yang terjadi bersamaan (misalnya sindrom gawat nafas atau displasia bronkkopulmoner)
  • Perdarahan gastrointestinal (GI), penurunan jumlah trombosit
  • Hiperkalemia (penurunan keluaran urin.
  • Aritmia
  • Gagal tumbuh
(Betz & Sowden, 2002 ; 376-377, Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236)
  1. Penatalaksanaan Medis
  • Penatalaksanaan Konservatif : Restriksi cairan dan bemberian obat-obatan : Furosemid (lasix) diberikan bersama restriksi cairan untuk meningkatkan diuresis dan mengurangi efek kelebihan beban kardiovaskular, Pemberian indomethacin (inhibitor prostaglandin) untuk mempermudah penutupan duktus, pemberian antibiotik profilaktik untuk mencegah endokarditis bakterial.
  • Pembedahan : Pemotongan atau pengikatan duktus.
  • Non pembedahan : Penutupan dengan alat penutup dilakukan pada waktu kateterisasi jantung.
(Betz & Sowden, 2002 ; 377-378, Suriadi, Rita Yuliani, 2001 ; 236)
  1. Pemeriksaan Diagnostik
    1. Foto Thorak : Atrium dan ventrikel kiri membesar secara signifikan (kardiomegali), gambaran vaskuler paru meningkat
    2. Ekhokardiografi : Rasio atrium kiri tehadap pangkal aorta lebih dari 1,3:1 pada bayi cukup bulan atau lebih dari 1,0 pada bayi praterm (disebabkan oleh peningkatan volume atrium kiri sebagai akibat dari pirau kiri ke kanan)
    3. Pemeriksaan dengan Doppler berwarna : digunakan untuk mengevaluasi aliran darah dan arahnya.
    4. Elektrokardiografi (EKG) : bervariasi sesuai tingkat keparahan, pada PDA kecil tidak ada abnormalitas, hipertrofi ventrikel kiri pada PDA yang lebih besar.
    5. Kateterisasi jantung :hanya dilakukan untuk mengevaluasi lebih jauh hasil ECHO atau Doppler yang meragukan atau bila ada kecurigaan defek tambahan lainnya.
(Betz & Sowden, 2002 ;377)























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang kami uraiakan yaitu sebagai berikut :
1)      Penyakit jantung kongenital atau penyakit jantung bawaan adalah sekumpulan malformasi struktur jantung atau pembuluh darah besar yang telah ada sejak lahir.
2)      Gejala umum dari penyakit jantung bawaan adalah sesak nafas dan bibir terlihat kebiru-biruan.

B.     Saran
Dengan adanya makalah yang berjudul “penyakit jantung bawaan” ini, kelompok mengharapkan dapat menambah wawasan pembaca khususnya bagi para perawat pemula yang sedang kiat-kiatnya dalam menambah wawasan untuk menuju perawat yang ahli, professional dan berwawasan luas dalam menangani masalah-masalah kesehatan yang ada di masyarakat.





































DAFTAR PUSTAKA

Http//penyakit jantung bawaan. Betz, Sowden.co.id.
Http//info penyakit jantung bawaan. 2000. Suriadi, Rita Yuliani. Co. id
Watson Roger. 2002. Anatomi Fisiologi untuk Perawat Edisi 10.Jakarta : EGC

Tidak ada komentar: