do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 13 Oktober 2014

MAKALAH PERKEMBANGAN SPRITUAL



                                                                                BAB II
                                                                                PEMBAHASAN
II.1 Pengertian perkembangan spiritual
                Dari semua cabang ilmu kasehatan , ilmu kesehatan jiwa yang paling dekat dengan agama bahkan menurut Dadang Hawali ( 1996) terdapat titik temuh antara kesehatan jiwa dan agama, pada prakteknya ilmu pengetahuan dan agama saling menunjang seperti yang dikatakan oleh Albert Eistein. Ilmu pengetahuan tanpa agama bagaikan orang buta tetapi agama tanpa ilmu pengetahuan bagaikan orang lumpuh merujuk pada penting pengetahuan dan agama untukn jiwa yang sehat banyak dilakukan penelitian yang mengatakan kelompok yang tidak terganggu jiwanya adalah yang mempunyai agama yang bagus dan sebaliknya.
Kesehatan spiritual merupakan keharmonisan antara individu dengan orang lain , alam dan kehidupan tertinggi kehormatan ini dicapai ketika seseorang menemukan keseimbangan antara nilai, tujuan dan system keyakinan mereka dengan hubungan.
Setiap individu mempunyai 3 kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencapai sehat spiritual yaitu :  
v  Kebutuhan akan arti dan tujuan hidup
v  Kebutuhan untuk mencintai dan berhubungan
v  Kebutuhan untuk mendapat pengampunan

Perawat  yang bekerja harus mampu memenuhi semua kebutuhan klien , perawat yang mempunyai tugas memenuhi kebutuhan spiritual klien, penting skali mengetahui perkembangan spiritual manusia agar tetap memberikan asuhanya , tahap perkembangan spiritual dimulai dari lahir sampai meninggal.

II.2  Tahapan – Tahapan Perkembangan Spiritual
Perkembangan aspek spiritual pada remaja ( 12-18 tahun), dewasa muda, dewasa pertengahan, dewasa akhir, dan lanjut usia.
A.      Remaja ( 12-18 tahun)
Pada tahap ini sudah mengrti akan arti dan tujuan hidup, menggunakan kepercayaan dengan mencoba dalam hidup secara alami, mereka dapat bingung ketika menemukan perilaku dan model yang tidak konsisten.
B.      Dewasa muda ( 18-25 tahun)
Pada individu menjalani proses perkembangan dengan melanjutkan pencarian identitas spiritual, memikirkan untuk memilih nilai- nilai dan kepercayaan maka yang dipelajari saat anak –anak dan berusaha melaksanakan system kepercayaan sendiri.
C.      Dewasa pertengahan ( 25-38 tahun)
Dewasa pertengahan merupakan tahap perkembangan spiritual yang sudah benar-benar mengetahui konsep yang benar dan salah. Mereka menggunakan keyakinan moral, agama dan etika sebagai dasar dari system nilai.
D.      Dewasa akhir ( 38-65 tahun)
Periode perkembangan pada tahap ini digunakan untuk instropeksi dan mengkaji kembali dimensi spiritual , kemampuan nintropeksi sama baik dengan dimensi yang lain dan diri individu tersebut biasanya kebanyakan spiritual meningkat.
E.       Lanjut usia ( 65 tahun)
Menurut hobert ( 1887) pada masa I ni maupun membayangkan kematian mereka bsnyak menguliti spiritual sebagai isu yang menarik karena mereka melihat agama sebagai factor yang mempengaruhi kebahagian dan rasa bergunsa bagi orang lain .riset membuktikan orang yang agamanya baik, mempunyai kemungkinan melanjutkan kehidupan lebih baik. Bagi lansia agamanya tidak baik menunjukan tujuan hidup yang kurang, rasa tidak berharga , tidak dicintai, ketidak bebasan, dan rasa takutmati. Sedangkan pada lansia yang spiritualnya baik ia tidak takut mati, dia dapat lebih mampu untuk menerima kehidupan. Jika marasa cemas terhadap kematian disebabkan cemas pada proses bukan pada kematian itu sendiri.
                II.3   Peranan Perawat Terhadap perkembangan Kesehatan Spiritual klien
                                Dimensi spiritual menjadi bagian yang komperhensif dalam kehidupan manusia , karena setiap individu pasti memiliki aspek spiritual, walaupun dengan tingkat keamanan dan pengamatan berbeda. Berdasarkan nilai dan keyakinan mereka yang percaya setiap fase dari tahap perkembangan individu menunjukan perbedaan, tingkat atau pengalaman spiritual yang berbeda.
                                Pada intinya keperawatan adalah komitmen tentang mengasihi ( laring) suatu elemen perawat kesehatan berkualitas adalah untuk menunjukan kasih sayang pada klien sehingga terbentiuk hubungan saling percaya . rasa percaya diperkuat ketika member perawat menghargai dan mendukung kesejahtraan spiriyual klien . penerapan proses keperawatan dari perspektif kebutuhan spiritual klien tidAK  sederhana. Hal ini sangat jauhan sekedar mengkaji ritual dan praktik keagamaan klien . memahami spritulitas klien dan kemudian secara tepat mengidentivikasi tingkat dukungan dan sumber yang diperlukan membutuhkan perspektif baru yang lebih luas, seluruh dimensi kebutuhan yang terdiri dari : dimensi fisik, social dan spiritual dimana setiap dimensi spiritual menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena memiliki keterkaitan dan mampu mempengaruhi dimensi lainya,melalui spiritual akan terbentuk nilai keyakinan tujuan hidup sehingga berpengaruh terhadap kemampuan dari dimensi lainya.
                                Oleh karena itu penting bagi perawat, memberikan ASKEP memperhatikan dan memenuhi kebutuhan spiritual, untuk mendapatkan hasil asuhan keperawatan yang tepat, maka perawat dapat melihat klien berdasarkan perkembangan aspek spiritual mereka, kemudian membuat rencana tindak lanjut berdasarkan perkembangan spiritualnya.
                  
 II.4  Manfaat perkembangan spiritual
                                Manfaat perawat memahami perkembangan spiritual klien :
Ø  Memudahkan perawat dalam memberikan pemenuhan kebutuhan klien akan arti dan tujuan hidup
Ø  Membantu perawat dalam memberikan pemenuhan kebutuhan klien untuk mencintai dan berhubungan
Ø  Membantu perawat dalam memberikan pemenuhan kebutuhan klien untuk dapat pengampunan.

Tidak ada komentar: