do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 16 Januari 2016

ASKEP KELUARGA SEDANG MENGASUH ANAK



ASKEP KELUARGA SEDANG MENGASUH  ANAK

Asuhan keperawatan keluarga  yaitu suatu rangkaian kegiatan yang diberikan melalui praktek keperawatan pada keluarga . Asuhan keperawatan keluarga  digunakan untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan keluarga  dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat diterima oleh keluarga, maka perawat harus mengerti, memahami tipe dan struktur keluarga, mengetahui tingkat pencapaian keluarga  dalam melakukan fungsinya. Memerlukan pemahaman setiap tahap perkembangan keluarga dan tugas perkembangannya. Pengkajian asuhan keperawatan keluarga  dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keluarga  memenuhi tugas perkembangannya. Pasangan baru ( keluarga  baru menikah) ialah ketika masing-masing individu laki-laki dan perempuan membentuk keluarga  melalui perkawinan yang sah dan meninggalkan keluarga nya masing-masing.
Mempersiapkan keluarga  yang baru membutuhkan penyesuaian peran dan fungsi sehari-hari diantaranya belajar hidup bersama, beradaptasi dengan kebiasaan sendiri dan pasangannya. Masing-masing menghadapi perpisahan dengan keluarga  sendiri dan orang tuanya, mulai membina hubunganungan baru dengan keluarga  dan kelompok social lainnya.

A.      Definisi
Bayi baru lahir (neonatus) adalah suatu keadaan dimana bayi baru lahir dengan umur kehamilan 38-40 minggu.
Bayi baru lahir yaitu bayi dengan umur kehamilan 38-40 minggu,lahir melalui jalan lahir dengan presentasi kepala secara spontan tanpa gangguan, menangis kuat, nafas secara spontan dan teratur,berat badan antara 2500-4000 gram.
Peralihan dari kehidupan intrauterin ke ekstrauterin memerlukan berbagai perubahan biokimia dan faali. Dengan terpisahnya bayi dari ibu, maka terjadilah awal proses fisiologik sebagai berikut :
1.      Peredaran darah melalui plasenta digantikan oleh aktifnya fungsi paru untuk bernafas (pertukaran oksigen dengan karbondioksida)
2.      Saluran cerna berfungsi untuk menyerap makanan
3.      Ginjal berfungsi untuk mengeluarkan bahan yang tidak terpakai lagi oleh tubuh untuk mempertahankan homeostasis kimia darah
4.      Hati berfungsi untuk menetralisasi dan mengekresi bahan racun yang tidak diperlukan badan
5.      Sistem imunologik berfungsi untuk mencegah infeksi
6.      Sistem kardiovaskular serta endokrin bayi menyesuaikan diri dengan perubahan fungsi organ tersebut diatas
Banyak masalah pada bayi baru lahir yang berhubungan dengan gangguan atau kegagalan penyesuaian biokimia dan faali yang disebabkan oleh prematuritas, kelainan anatomik, dan lingkungan yang kurang baik dalam kandungan, pada persalinan maupun sesudah lahir.
Masalah pada neonatus biasanya timbul sebagai akibat yang spesifik terjadi pada masa perinatal. Tidak hanya merupakan penyebab kematian tetapi juga kecacatan. Masalah ini timbul sebagai akibat buruknya kesehatan ibu, perawatan kehamilan yang kurang memadai, manajemen persalinan yang tidak tepat dan tidak bersih, kurangnya perawatan bayi baru lahir. Kalau ibu meninggal pada waktu melahirkan, si bayi akan mempunyai kesempatan hidup yang kecil.

B.       Standar Pelayanan Pada Bayi Baru Lahir
Untuk mampu mewujudkan koordinasi dan standar pelayanan yang berkualitas maka petugas kesehatan dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk dapat melaksanakan pelayanan essensial neonatal yang dikategorikan dalam dua kelompok yaitu
*      Pelayanan Dasar
1.      Persalinan aman dan bersih
2.      Mempertahankan suhu tubuh dan mencegah hiportermia
3.      Mempertahankan pernafasan spontan
4.      ASI Ekslusif
5.      Perawatan mata
*      Pelayanan Khusus
1.      Tatalaksana Bayi Neonatus sakit
2.      Perawatan bayi kurang bulan dan BBLR
3.      Imunisasi

C.      Tugas Tahap Perkembangan Keluarga Pada Anak Baru Lahir
Tahap II. Keluarga “Child-bearing” (Kelahiran Anak Pertama)’
Keluarga yang menantikan kelahiran dimulai dari kehamilan sampai kelahiran anak pertama dan berlanjut sampai anak pertama berusia 30 bulan. Kehamilan dan kelahiran bayi perlu dipersiapkan oleh pasangan suami istri melalui beberapa tugas perkembangan yang penting.
Tahap Perkembangan II. Keluarga “Child bearing (Kelahiran Anak Pertama)
Persiapan menjadi orang tua
·         Adaptasiu dengan perubahan anggota keluarga: peran, interaksi, hubungan seksual dan kegiatan
·          Mempertahankan hubungan yang memuaskan dengan pasangan.
·         Kelahiran bayi pertama memberi perubahan yang besar dalam keluarga sehingga pasangan harus beradaptasi dnegan perannya untuk memenuhi kebutuhan bayi. Sering terjadi dengan kelahiran bayi, pasangan merasa diabaikan karena focus perhatian kedua pasangan tertuju pada bayi. Peran utama perawat keluarga adalah mengkaji peran orang tua; bagaimana orang tua berinteraksi dan merawat bayi serta bagaimana bayi berespon. Perawat perlu memfasilitasi hubungan orang tua dan bayi yang positif dan hangat sehingga jalinan kasih sayang antara bayi dan orang tua dapat tercapai.
D.      Reaksi Emosional Penerimaan Keluarga
Pada neonatus yang menderita sakit, maka keluarga akan merasa cemas, tidak berdaya, dan lain sebagainya yang merupakan reaksi keluarga terhadap kenyataan bahwa bayinya menderita suatu penyakit. Berikut adalah reaksi emosional penerimaan keluarga terhadap neonatus sakit dan bagaimana perawat mengatasi hal tersebut :
1.    Denial
Respon perawat terhadap penolakan adalah komponen untuk kebutuhan individu yang kontinyu sebagai mekanisme pertahanan. Dukungan metode efektif adalah mendengarkan secara aktif. Diam atau tidak ada reinforcement bukanlah suatu penolakan. Diam dapat diinterpretasikan salah, keefektifan diam dan mendengar haruslah sejalan dengan konsentrasi fisik dan mental. Penggunaan bahasa tubuh dalam berkomunikasi harus concern. Kontak mata, sentuhan, postur tubuh, cara duduk dapat digunakan saat diam sehingga komunikasi berjalan efektif.


2.   Rasa bersalah
Perasaan bersalah adalah respon biasa dan dapat menyebabkan kecemasan keluarga. Mereka sering mengatakan bahwa merekalah yang menjadi penyebab bayinya mengalami kondisi sakit. Amati ekspresi bersalah, dimana ekspresi tersebut akan membuat mereka lebih terbuka untuk menyatakan perasaannya.
3.   Marah
Marah adalah suatu reaksi yang sulit diterima dan sulit ditangani secara therapeutik. Aturan dasar untuk menolak marah seseorang adalah hindari gagalnya kemarahan dan dorong untuk marah secara assertif.

E.       Data lingkungan
a.     Karakteristik Rumah
Luas bangunan rumah yang ditempati adalah sekitar  32m2 (panjang 8 Meter dan Lebar 4 mter), terdiri 2 kamar tidur, 1 dapur, 1 wc, dan 1 ruang keluarga, dan didepan teras terdapat sumur dan septic tank yang jaraknya sekitar 7 meter. Tn.H Tinggal dirumah yang permanaen terbuat dari semen dan sudah memilik ventilasi yang bagus, dan tempat pembuangan sampah dibelakang rumah dan nantinya akan dibakar, dan rumah tampak bersih dan asri.
b.    Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW
Keluarga Tn.H tinggal didesa rasa persaudaraan antar sesama warga tinggi, penduduk disekitar rumah adalah penduduk asli bugis Makassar yang datang dari berbagai daerah, umunya interaksi banyak terjadi pada sore hari karena pada siang banyak tetangga yang sibuk bekerja
c.    Mobilitis Geografis Keluarga
Keluarga Tn.H sudah menempati rumah yang sudah ditempati sejak 1bulan  berumah tangga sampai sekarang, dan tidak pernah berpindah-pindah rumah. Namun karena Bapak Hamka adalah wiraswasta maka dari itu  bapak Hamkah jarang berada dirumah
d.   Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Keluarga berkumpul setiap satu sekali satu bulan di rumah orang tuan Tn.H karena Tn.H sudah tinggal sendiri, ini  merupakan upaya untuk meningkatkan keharmonisan dan silaturahmi dengan saudara.
Ny.R juga sering pergi ke mesjid mengikuti pengkajian dan ibu ini aktif dalam anggota arisan kompleks didaerah tempat tinggalnya sehingga hubungan baik diikalangan masyarakat tercipta
e.    System Pendukung Keluarga
Apabila An.V demam maka Ny.R hanya meminta bantuan kepada ibu bidan.

F.       Struktur Keluarga
1.    Pola / Cara Komunikasi Keluarga
Dalam Kehidupan sehari-hari Keluarga menggunakan Bahasa Makassar yang jelas dan jika ada suatu masalah maka dimusyawarahkan dengan baik dan terbuka dan didiskusikan dengan orang tua untuk diminta pendapatnya.Dan tidak ada mengalami masalah.
2.    Struktur Kekuatan Keluarga
Sebelumnya Keluarga mampu menyelesaikan masalah jika ada salah satu sikap anggota keluarga yang salah maka karena sikap saling perhatian bisa diatasi, namun semenjak ibu melahirkan kami sering bertanya dan minta bantuan dengan orang tua cara merawat anak.
3.    Struktur Peran (Peran masing-masing anggota keluarga)
Dalam Keluarga Peran sudah berjalan dengan baik seperti Tn.H Sebagai Kepala keluaga mencari nafkah untuk membiayai keluarga dan Ny.R sebagai Ibu rumah tangga juga sudah mampu mengatur keluarga dan membina hubngan baik dengan tetangga teapi belum mampu merawat anak dengan baik.
4.    Nilai dan Norma Keluarga
Nilai yang dianut dalam keluarga dalah berdasarrkan kepercayaan yang dianut yaitu islam, dan tidak ada konflik nilai yang terjadi. begitu juga dengan nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat juga menjadi pedoman dalam ketentuan keluarga dan masing-masing keluarga wajib untuk mentaatinya, seperti tidak boleh pulang malam, memakai pakaian yang sopan baik didalam maupun luar rumah, dan juga menjaga perilaku yang tidak menyimpang,
Namun kalau dari segi kesehatan karena kurang pengetahuan sehingga Ny.R belum bisa merawat anak dan tidak memberikan ASI ekslusive pada anaknya.

G.      Fungsi keluarga
1.    Fungsi Afektif
Keluarga ini Harmonis, rukun dan saling menghargai dari masing-masing peran
2.    Fungsi Sosialisasi
Keluarga berperan aktif di masyarakat ini tampak dari Ny.R adalah anggota aktif arisan kompleks dan ikut berperan serta dalam kegitan kemasyarakatan. Dan mentaati norma yang berlaku dimasyarakat
3.    Fungsi Perawatan Kesehatan
Keluarga Tn.H merupakan keluarga yang mampu memberikan makanan 3 kali sehari dan berpakaian yang bagus dan semesetinya dan sensitif terhadap anggota yang sakit, dan pola hidupnya juga sehat seperti tidur, buang sampah, dan pola makan
4.    Fungsi Reproduksi
Karena Ny.R baru melahirkan maka beliau menggunakan alat kontrasepsi, yaitu Pil KB dan akan berencana berhenti untuk mengkomsumsi Pil KB saat anaknya usia 2 atau 3 tahun dan Ny.R tidak ada masalah dalam masalah seksual sama bapak walaupun bapak sering keluar pergi bekerja.

H.      Harapan keluarga
Semoga demamnya turun dan Ny.R bisa merawat anaknya dengan baik. Petugas kesehatan dapat membantu Ny.R dalam merawat anaknya dan mengajarkan hal yang harus dilakukan jika terjadi demam dan iritasi pada kulit bila terjadi pada anaknya.


I.         Diagnosa Keperawatan
No.
Diagnosa keperawatan
1.
Defisiensi pengetahuan merawat bayi berhubungan dengan ketidakmampuan merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
2.
Ketidakefektifan pemberian ASi  berhubungan dengan ketidakmampuan memodifikasi lingkungan keluarga untuk menjamin kesehatan keluarga.
3.
Demam berhubungan dengan  ketidakmampuan memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga.
4.
Kerusakan integritas berhubungan dengan ketidakmampuan mengenal masalah kesehatan keluarga



DAFTAR PUSTAKA




1.      Suprajitno,S.Kp.2004.”Asuhan Keperawatan Keluarga Aplikasi  Dalam Prktik”. Jakarta.EGC
2.      firwanintianur93.blogspot.com/.../asuhan-keperawatan keluarga pada msalah anak baru lahir
3.      bams-sujatmiko.blogspot.com/.../asuhan-keperaw keluarga pada msalah anak baru lahir

Tidak ada komentar: