do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 16 Januari 2016

MAKALAH OBAT ANTIHIPERTENSI



Tugas Individu
Nama Dosen : Drs. H. M. Syaharuddin, Apt
OBAT ANTIHIPERTENSI
Oleh:
NAMA : WA ODE HIKMA ALIGONSA
                                             NIM : PSW.B.2O14.IB.0029




YAYASAN PENDIDIKAN SOWITE
AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA
KABUPATEN MUNA
2015/2016


KATA PENGANTAR
 



Assalamuallaikum. Wr. Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah selesai tepat pada waktunya yang berjudul “Obat Antihipertensi, Obat Imunologi, & Obat Hormon”.
Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi dan pembelajaran kepada kita semua. Kesempurnaan hanyalah milik Allah swt., kami menyadari bahwa Makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan Makalah ini.
Akhir kata, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan Makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
Wassalamuallaikum. Wr. Wb.


Raha, Desember 2015
    
                              
  Penulis          



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ………………………………………….…….………. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………….… ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ………………………………………….……………... 1
B.     Rumusan Masalah ………………………………………………........... 1
C.     Tujuan ………………………………………………………………..... 1
BAB II PEMBAHASAN
A.                Obat Antihipertensi
1.      Pengertian Obat antihipertensi ………………………………
2.      Mekanisme Kerja Obat antihipertensi ………………………………
3.      Efek Samping Obat antihipertensi ………………………………
4.      Contoh Obat antihipertensi ………………………………

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ………………………………………………...………… 12
B.     Saran ………………………………………………………..………... 12
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 1






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Sistem imun atau sistem pertahanan tubuh yang sangat unik. Sistem ini menjaga manusia untuk dapat bertahan ditengah kepungan mikroba. Sistem imun merupakan salah satu sistem yang menetukan tingkat kesehatan seseorang. Sistem imun juga dipengaruhi oleh makanan, aktivitas, dan tingkat stres.
Sintesis dan sekresi hormon hipofisis anterior selain di control oleh hipotalamus, dipengaruhi oleh banyak factor antara lain oleh obat yaitu hormon  alamiah, analog dan antagonis hormon. Hubungan antara hipofisis anterior dengan jaringan perifer yang dipengaruhi merupakan contoh sempurna mekanisme umpan balik. Hormon hipofisis anterior mengatur sintesis dan sekrasi hormon dan zat-zat kimia di sel target: sebaliknya hormon yang disekresi tersebut mengatur juga sekresi hipotalamus dan/atau hipofisis. Konsep ini mendasari penggunaan hormon untuk diagnosis danterapi untuk kelainan hormon di klinik. Interaksi berbagai hormon ini juga menjelaskan mekanisme terjadinya efek samping beberapa jenis obat.
Hormon hipofisis anterior sangat esensial untuk pengaturan pertumbuhan dan perkembangan, reproduksi, metabolism dan respons terhadap stres.
Hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipofisis anterior dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama berupa hormon somatropok yang meliputi hormon pertumbuhan (GH=somatotropin), prolaktin (PRL), laktogen plasenta (LP). Kelompok kedua berbentuk glikoprotein yaitu tirotropin (TSH); lituenizing hormon (LH), hormon pemacu folikel (FSH), dan gonadotropin plasenta manusia (HCG). Hormon glikoprotein terdiri dari dua sub unit yaitu α dan β, yang masing-masing mempunyai gugus karbohidrat dan asam sialat. Spesifisitas hormon ini ditentukan oleh sub unit β dan gugus karbohidratnya. Kelompok ketiga adalah kortikotropin (ACTH), melanotropin (MSH), lipotropin (LPH) dan hormon-hormon lain.
Susunan asam amino semua hormon hipofisis anterior telah diketahui dan beberapa telah dapat disintetis, sebagian maupun secara keseluruhan. Saat ini telah dapat dibuat agonis dan antagonis hormon sintetik dengan struktur serupa gugus aktif hormon alami.

B.       Rumusan Masalah
1.            Apa pengertian Obat antihipertensi ?
2.            Apa Mekanisme Kerja Obat antihipertensi  ?
3.           Apa Efek Samping Obat antihipertensi?
4.            Apa saja Contoh Obat antihipertensi ?
          

  C.     Tujuan Penulisan
1.            Untuk mengetahui pengertian Obat antihipertensi
2.            Untuk mengetahui Mekanisme Kerja Obat antihipertensi  
3.            Untuk mengetahui Efek Samping Obat antihipertensi
4.            Untuk mengetahui Contoh Obat antihipertensi
















BAB II
PEMBAHASAN

A.    OBAT ANTI HIPERTENSI

1.      Definisi
Anti hipertensi adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah suatu keadaan medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal.Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sehingga tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg.
Untuk mempermudah pembelajaran dan penanganan, hipertensi dapat diklasifikasikan berdasarkan tingginya tekanan darah dan etiologinya
Klasifikasi
Sistol (mmHg)
Diastol (mmHg)
Normal
<120
<80
Prehipertensi
120-139
80-90
Hipertensi tingkat 1
140-159
90-100
Hipertensi tingkat 2
>160
>100
(Klasifikasi tekanan darah untuk usia 18 tahun atau lebih berdasarkan JNC VII, 2003)

Tujuan pengobatan hipertensi adalah untuk mencegah terjadinya morbiditas dan mortalitas akibat TD tinggi. Ini berarti TD harus diturunkan serendah mungkin yang tidak mengganggu fungsi ginjal, otak, jantung, maupun kualitas hidup, sambil dilakukan pengendalian faktor-faktor resiko kardio vascular lainnya.
Manfaat terapi hipertensi yaitu menurunkan TD dengan antihipertensi (AH) telah terbukti menurunkan morbiditas dan mortalitas kardio vascular, yaitu stroke, iskemia jantung, gagal jantung kongestif, dan memberatnya hipertensi.
2.      Mekanisme kerja
Obat hipertensi  dan cara kerjanya dapat dibagi dalam beberapa jenis yaitu:
a.       Meningkatkan pengeluaran air dalam tubuh : Diuretika
b.      Memperlambat kerja jantung : Beta-blokers
c.       Memperlebar pembuluh : Vaso dialtor langsung (di/hidralazim,minoxidil), antagonis kalsium, penghambat ACE dan AT II-blocker.
d.      Menstimulasi SSP : alfa-2 agonis sentral seperti kronidin dan moxonidin, metil-dopa, guanfanin dan resepin.
e.       Mengurangi pengaruh SSO terhadap jantung dan pembuluh, yakni:
1)      Alfa-1-blockers:derivate quinazolin (prazosin, doxasosin, terazosin, alfuzosin, tamsulozin), ketanserin (ketansin), dan urapidil (ebrantil).
2)      Alfa-1 dan 2-blockers : fentolamin.
3)      Beta blockers : propranolol, atenolol, metoprolol, pindolol, bisoprolol,timolol, dll.
4)      Alfa/beta-blockers: labetolol dan carvedilol (Eu-cardic).

3.      Efek samping
a.       Umum
Praktis semua obat antihipertensi menimbulkan efek samping umum, seperti hidung mampat dan mulut kering, bradykardia, rasa letih dan lesu, gangguan penglihatan, dan lambung-usus (mual, diare), ada kalanya impotensi. Efek-efek ini seringkali bersifat sementara yang hilang dalam waktu 1-2 minggu. Dapat dikurangi atau dihindarkan dengan cara pentakaran “menyelinap”, artinya dimulai dengan dosis rendah yang berangsur-angsur dinaikkan.

b.      Khusus
Lebih serius adalah sejumlah besar efek samping khusus, antara lain:
1)      Hipotensi ortostatis, yakni turunnya TD lebih kuat bila tubuh tegak  dari pada dalam keadaan berbaring, dapat terjadi pada terutama simpatolitika.
2)      Depresi, terutama pada obat-obat yang bekerja sentral, khususnya reserpin dan metildopa, juga pada beta-blockers yang bersifat lipofil, antara lain propra-nolol, alprenolol, dan metoprolol.
3)      Retensi garam dan air, dengan bertambahnya berat badan atau terjadinya udema, anatra lain antagonis Ca, reserpin, metildopa dan hidralazin. Efek samping ini dapat diatasi degan kombinasi bersama suatu deuretikum.


4.      Obat Antihipertensi
Obat antihipertensi dikelompokkan menjadi:
·         Diuretik: Diuretik tiazid, Loop Diuretik, dll.
·         Antiadrenergik: antiadrenergik sentral, antriadrenergik perifer, bloker alfa dan beta.
·         Vasodilator: penghambat ACE, Bloker pintu masuk kalsium, dan Vasodilator langsung.












                 






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa imunologi yang merupakan salah satu dari ilmu yang mempelajari tentang alam/isinya, maka dalam penyusunnannya harus didasarkan sepenuhnya pada kombinasi metode  deduktif-induktif, melalui suatu jembatan berupa proses pengembangan hipotesis. Yang oleh John Jewey digolongkan sebagai “reflective thinking”. Bahkan akhirnya dianut sebagai metode ilmiah modern yang dikenal sebagai metode “logico-hypotetico-verifikatif”.
Terlihat disini  hakekat keilmuan dari imunologi, bahwa ilmu tidak bertujuan untuk mencari kebenaran absolut melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap perkembangan tertentu. Hipotesis yang sampai saat ini tidak ditolak kebenarannya, dan mempunyai manfaat bagi kehidupan, dianggap sebagai pengetahuan yang sahih dalam keluarga keilmuan. Bahwa hipotesis ini kemudian hari ternyata tidak benar, itu tidak terlalu penting selama mempunyai kegunaan. Seperti ucapan bahwa dalam ilmu sekiranya ditemukan kebenaran baru tidak lalu menyalahkan yang terdahulu, melainkan hanya mengucapkan selamat jalan.

B.     Saran
ü  Saran Untuk Tenaga Kesehatan
Penyusun berharap hendaknya kita sebagai tenaga kesehatan lebih memahami tentang Obat antihipertensi, Obat Imunologi & Obat Hormon.
ü  Saran Untuk Institusi
Penyusun berharap agar makalah tentang ini dapat Obat antihipertensi, Obat Imunologi & Obat Hormon dijadikan referensi buku di perpustakaan Akbid Paramata.
ü  Saran Untuk Mahasiswa
Penyusun berharap agar mahasiswa prodi DIII Kebidanan lebih mengetahui tentang Obat antihipertensi, Obat Imunologi & Obat Hormon.



DAFTAR PUSTAKA

Poskan Komentar