do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 27 Agustus 2015

MAKALAH BAHASA ARAB MAF ULUM BIHI

TUGAS

 MAKALAH  BAHASA ARAB  
MAF ULUM BIHI

stikes logo.jpg


DI SUSUN OLEH :

SANTI RUBIANTI
JURUSAN : S1 KEPERAWATAN











SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN AMANAH MAKASAR KELAS RAHA
2015



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al-Quran dalam bahasa Arab dan telah memberikan kemudahan dalam mempelajarinya.
Aku bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad SAW adalah Rasul Allah yang diutus dengan membawa ajaran dan pedoman hidup yang baik untuk manusia di dunia dan akhirat.
Sebagai umat islam, kita dituntut untuk bisa mengkaji dan mempelajari Al-Quran dan Sunnah, sebagai dua sumber utama ajaran islam yang harus kita pegang teguh. Tentunya kita tidak mungkin memahami kedua sumber tersebut kecuali setelah mengetahui kaidah-kaidah bahasa Arab, khususnya ilmu Nahwu dan Sharaf, karena keduanya merupakan kunci dalam mempelajari Al-Quran dan Sunnah.
Dalam makalah ini, penulis mencoba memberikan penjelasan tentang salah satu objek kajian ilmu Nahwu yaitu tentang Maf”ul Bih. Maf’ul Bih merupakan salah satu kalimat yang terdapat dalam sebuah Jumlah Mufidah bahasa Arab, yang berartikan sebagai Objek Penderita (yang dikenakan pekerjaan oleh fa’il).
Semoga dengan dibuatnya makalah ini menjadi bekal yang bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi penulis, untuk memperoleh berbagai kemudahan dalam mempelajari Al-Quran dan Sunnah. Amin.
Walaupun demikian, penulis menyadari masih banyak kekurangan serta keterbatasan dalam pembahasan makalah ini. Untuk itu saran serta koreksi sangat penulis harapkan untuk memperoleh sebuah kesempurnaan di masa depan kelak. Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT semata.

Bandung, 29 Desember 2013

Ema Mariam











_________________________________________________________________________________

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR …………………………………………………………... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii
BAB    I           PENDAHULUAN ………………………………………………. 1
A.    Latar Belakang ....................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah .................................................................. 2
C.    Tujuan ..................................................................................... 2

BAB    II         PEMBAHASAN ………………………………………………... 3
A.    Pengertian Maf’ul Bih ……………………………………… 3
B.     Pembagian Maf’ul Bih ……………………………………... 4
C.    Pola-pola Penempatan Maf’ul Bih.………………………... 4
D.    Pembagian Maf’ul Bih berdasarkan tanda Nashabnya.…. 4
E.     Contoh Maf’ul Bih dalam Salah Satu Ayat Al-Quran…… 7

BAB    III        PENUTUP ..................................................................................... 9
                        KESIMPULAN ............................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………….. 10















BAB    I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

الأسماء المنصوبات ( Isim-isim yang Manshub) semuanya berjumlah dua belas, yaitu :
1.      المفعول به (Maf’ul Bih)
2.      المفعول فيه (Maf’ul Fiih)
3.      المفعول لأجله (Maf’ul Liajlih)
4.      المفعول المطلق (Maf’ul Al-Muthlaq)
5.      المفعول معه (Maf’ul Ma’ah)
6.      الحال (Al-Hal)
7.      التمييز (At-Tamyiz)
8.      المستثنى (Al-Mustatsna)
9.      خبر كان أو احدى أخواتها (khobar kana dan saudara-saudaranya)
10.  اسم انّ أو احدى أخواتها  (isim inna dan saudara-saudaranya)
11.  المنادى (Al-Munada)
12.  التوابع   (At-tawabi’)

Maf’ul Bih merupakan salah satu isim yang Manshub yaitu di fathah kan akhir hurufnya. المفعول به (Objek Penderita) adalah isim yang akan dibahas dalam makalah ini. Dengan alasan terkadang kita sulit menentukan المفعول به dalam suatu jumlah mufidah atau dalam beberapa jumlah mufidah terutama dalam ayat-ayat Al-Quran. Maka dari itu makalah ini disusun untuk membantu kita dalam memahami tentang المفعول به . Insyaallah.




B.     Rumusan Masalah

a.       Apa yang dimaksud dengan المفعول به ?
b.      Bagaimanakah pembagian المفعول به ?
c.       Bagaimana pola-pola penempatan المفعول به ?
d.      Bagaimana Pembagian المفعول به berdasarkan tanda nashabnya?
e.       Bagaimana contoh maf’ul bih dalam dalam salah satu ayat Al-Quran?

C.    Tujuan

a.       Memahami pengertian  المفعول به .
b.      Mengetahui pembagian tentang المفعول به .
c.       Mengetahui pola-pola penempatan المفعول به .
d.      Memahami contoh-contoh المفعول به dalam salah satu ayat Al-Quran.

_________________________________________________________________________________

BAB    II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian المفعول به
اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ هُوَ الْإِسْمُ الْمَنْصُوْبُ اَلَّذِيْ وَقَعَ عَلَيْهِ فِعْلُ الْفَاعِلِ, وَ لَهُ حُكْمٌ إِعْرَابِيْ وَهُوَ " اَلنَّصْبُ " أَيْ أَنَّهُ دَائِمًا مَنْصُوْبٌ .
اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ إِسْمٌ مَنْصُوْبٌ يَدُلُّ عَلَى مَنْ وَقَعَ عَلَيْهِ الْفِعْلُ الْفَاعِلُ وَ لَاتَتَغَيِّرُ مَعَهُ صُوْرَةُ الْفِعْلِ .
Artinya :
Maf’ul Bih adalah Isim manshub yang terletak pada fi’il dan fa’il, dan hukum I’rabnya adalah Nashob. Dan Maf’ul bih adalah isim yang menunjukkan kepada objek /penderita.
Contoh lain :
1.                   كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ  ; Anak itu telah menulis pelajaran
2.                   ضَرَبَ الأُسْتَاذُ وَلَدًا ; Ustadz itu telah memukul seorang anak
3.                   شَرِبَتْ مَرِيَمُ اللَّبَنَ  ; Maryam telah meminum air susu

Maf’ul Bih adalah objek penderita, yang dikenai suatu perbuatan. Jika fi’ilnya “memukul” berarti maf’ul bih-nya “yang dipukul”. Jika fi’ilnya “menolong” maka maf’ul bih-nya “yang ditolong”.
Dalam contoh di atas :
1.                   كَتَبَ = fi’il,        الْوَلَدُ = fa’il,       الدَّرْسَ = maf’ul bih
2.                   ضَرَبَ = fi’il,      الأُسْتَاذُ = fa’il,    وَلَدًا = maf’ul bih
3.                   شَرِبَتْ = fi’il,      مَرِيَمُ = fa’il,      اللَّبَنَ = maf’ul bih
Setiap Maf’ul bih harus senantiasa Manshub.


B.     Pembagian Maf’ul Bih

Maf’ul bih terbagi kepada dua bagian, yaitu :
1.      ظاهر           : yaitu Maf’ul bih yang terdiri dari isim zhahir (bukan kata ganti).
Contoh :    ضربَ عليٌ كلباً    : Ali memukul anjing
                  يقرأُ محمَّدُ قرآناً     : Muhammad sedang membaca Quran

2.      ضميرٌ           : yaitu Maf’ul bih yang terdiri dari isim dhamir (kata ganti).
Maf’ul bih dhamir terbagi menjadi dua, yaitu :
1.      Dhamir Muttashil (bersambung)
Maf’ul bih dhamir muttashil ada dua belas,yaitu :
ضربني, وضربنا, وضربكَ, وضربكِ, وضربكمَا, وضربكُمْ, وضربكنَّ, وضربَهُ, وضربهَا, وضربهمَا, وضربهُمْ, وضربهنَّ .
2.      Dhamir Munfashil (terpisah)
Maf’ul bih dhamir Munfashil ada dua belas, yaitu :
ايّايَ, وايَّانَا, وايَّاكَ, وايَّاكِ, وايَّاكمَا, وايَّاكُمْ, وايَّاكُنَّ, وايَّاهُ, وايَّاها, وايَّاهما, وايَّاهُمْ, وايَّاهُنَّ .

C.    Pola-pola Penempatan Maf’ul Bih

 مفعول به = قَرَأَ – مُحَمَّدُ - القُرْآنَ - فاعل - فعل -1
  سَألَ – النَّبِيَّ - رَجُلٌ =  فاعل  - مفعول به       - فعل -2
(فعل  - فاعل)  -  مفعول به  = سأَلتُ – رسولَ اللّهِ -3
(فعل -  فاعل  - مفعول به)  = أَمَرْتُكَ -4
فاعل = أَمَرَنِى - رَسُوْلُاللّهِ  - (مفعول بهفعل) -5
مفعول به -  (فعل  فاعل) = اِيّاكَ - نَعْبُدُ     -6

D.    Pembagian المفعول به berdasarkan tanda nasahabnya

1.        Tanda Nashob Fathah
a. Isim Mufrad

يُذَاكِرُ مُحَمَّدُ اَلدَّرْسَ
( Muhammad sedang mengulangi pelajaran )
تَقْرَأُ الطَّالِبَاتُ الْجَرِيْدَةَ
( Para mahasiswi sedang membaca koran )
كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ
( Anak itu telah menulis pelajaran )
ضَرَبَ الْأُسْتَاذُ وَلَدًا
( Guru itu telah memukul anak )
شَرِبَتْ مَرْيَمُ اللَّبْنَ 
( Maryam telah minum susu )
أَكَلَ مُحَمَّدٌ الْخُبْسَ
( Muhammad telah makan roti )
ضَرَبَ عَلِيٌّ كَلْبًا
( Ali telah memukul anjing )
يَقْرَأُ مُحَمَّدٌ قُرْآنًا
( Muhammad sedang membaca al-Qur’an )
يَفْتَحُ أَحْمَدُ الْبَابَ
( Ahmad sedang membuka pintu )
تَحْمِلُ فَاطِمَةُ الْقَلَمَ
( Fatimah sedang membawa polpen )

b. Jama’ Taksir

يُعَلِّمُ الْأُسْتَاذُ الطُّلَّابَ
( Guru itu sedang mengajar para mahasiswa )
يَحْمِلُ الْجُنُوْدُ اَلْأَسْلِحَةَ
( Para tentara sedang membawa senjata )
ضَرَبَ الْأُسْتَاذُ الْأَوْلَادَ
( Ustads telah memukul para anak )
تَحْمِلُ فَاطِمَةُ الْأَقْلَامَ
( Fatimah sedang membawa polpen-polpen )
يَفْتَحُ أَحْمَدُ الْأَبْوَابَ
( Ahmad sedang membuka pintu )

2. Tanda Nashob Kasrah
a. Jama’ Muannats Salim

تَشْتَرِيْ الطَّالِبَاتُ الْمجَلَّاتِ
( Para mahasiswi sedang membeli majalah )
يَجْمَعُ الطُّلَّابُ الْكُرَّاسَاتِ
( Para mahasiswa sedang mengumpulkan buku catatan )
يَغْسِلُ أَحْمَدُ السَّيَّارَاتِ
( Ahmad sedang mencuci banyak mobil )

3. Tanda Nashob Ya’
a. Mutsanna

يَحْمِلُ التِّلْمِيْذُ الْكِتَبَيْنِ
( Siswa sedang membawa dua buku)
تَقْرَأُ الْمُدَرِّسَةُ الْمَقَالَتَيْنِ 
( Guru itu sedang membaca dua makalah )
يَقْبِضُ الْبُوْلِيْسُ الْمُجْرِمَيْنَ
(Polisi sedang menangkap dua penjahat )
يَنْتَظِيْرُ الطُّلَّابُ الْحَاضِرَيْنَ
( Para siswa itu sedang menunggu dua hadirin )

b. Jama’ Mudsakkar salim

يَقْبِضُ الْبُوْلِيْسُ الْمُجْرِمِيْنَ
(Polisi sedang menangkap para penjahat )
يَنْتَظِيْرُ الطُّلَّابُ الْحَاضِرِيْنَ
( Para siswa itu sedang menunggu para hadirin )
يُكَلِّمُ الْمُدِيْرُ الْمُوَظَّفِيْنَ
( Direktur itu sedang berbicara dengan para pegawai )

E.     Contoh Maf’ul Bih dalam Al-Quran (Surat At-Takasur)
بسم الله الرحمن الرحيم
1.
اَلْهكُمُ التَّكَاثُرُ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
الْهَـ (melalaikan : fi’il (predikat))
كُمُ (kepadamu : maf’ul bih (objek)
التَكَاثُرُ (bermegah-megahan : fa’il (subjek)

 Jenis maf’ul bih pada ayat ini dibuat dari isim dhomir yaitu lafadz  كُمْ (kamu)
2.
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Sampai kamu masuk ke dalam kubur,
زُرْ (masuk “ fi’il : predikat)
تُمُ (kamu : fa’il : subjek)
الْمَقَابِرَ (kubur : maf’ul bih : objek)
3.
كَلاَّ سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
Sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatan kamu itu),
تَعْلَمُوْنَ  (mengetahui : fi’il)
 و(kamu (dhomir mustatir  pada kalimat تَعْلَمُوْنَ) : fa’il)
4.
ثُمَّ كَلاَّ سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
Kemudian sekali-kali tidak! Kelak kamu akan mengetahui.
تعْلَمُوْنَ (mengetahui : fi’il)
 و  (kamu (dhomir mustatir  pada kalimat تَعْلَمُوْنَ) : fa’il)
5.
كَلاَّ لَوْ تَعْلَمُوْنَ عِلْمَ الْيَقِيْنِ
Sekali-kali tidak! Kelak kamu mengetahui dengan pasti,
تَعْلَمُوْنَ (mengetahui : fi’il)
تَ (dhomir mustatir : fa’il)
عِلْمَ الْيَقِيْنِ (dengan pasti : maf’ul bih)
6.
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيْمَ
Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka jahim,
لتَرَوُنَّ (melihat: fi’il)
تَ (kamu (dhomir mustatir) : fa’il )
الْجَحِيْمَ (neraka jahim : maf’ul bih.
7.
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِيْنِ
Kemudian kamu benar-benar akan melihatnya dengan mata kepala sendiri,
تَ (kamu (dhomir mustatir) : fa’il)
لترَوُنَّ (melihat: fi’il)
هَا (melihat-nya : maf’ul bih (menunjukkan kepada   الْجَحِيْمَ (neraka jahim)
عَيْنَ الْيَقِيْنِ (hal)
8.
ثُمَّ لَتُسْئَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
Kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).
لَتُسْئَلُنَّ ( akan ditanya : fi’il)
يَوْمَئِذٍ (pada hari itu : maf’ul fih)
Contoh dalam ayat lain (Qs. An-Nasr : 2)

وَرَاَيْتَ النَاسَ يَدْخُلُوْنَ فِيْ دِيْنِ اللهِ اَفْوَاجًا
Dan Engkau melihat Manusia masuk islam dengan berbondong bondong
رَاَيْ (melihat : fiil (predikat)
تَ  (engkau : fail (subjek))
النَاسَ (manusia : maf’ul bih (objek)) maf’ul bih nya dzohir.

_________________________________________________________________________________
BAB    III
PENUTUP


Kesimpulan

Maf’ul Bih adalah Isim manshub yang terletak pada fi’il dan fa’il, dan hukum I’rabnya adalah Nashob. Dan Maf’ul bih adalah isim yang menunjukkan kepada objek /penderita.
Contoh :
كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ  ; Anak itu telah menulis pelajaran
Maf’ul Bih adalah objek penderita, yang dikenai suatu perbuatan. Jika fi’ilnya “memukul” berarti maf’ul bih-nya “yang dipukul”. Jika fi’ilnya “menolong” maka maf’ul bih-nya “yang ditolong”.
Lihat contoh كَتَبَ الْوَلَدُ الدَّرْسَ  :
كَتَبَ = fi’il,  الْوَلَدُ = fa’il, الدَّرْسَ = maf’ul bih
Maf’ul bih terbagi menjadi dua bagian, yang terdiri dari :
1.      Maf’ul bih Zhahir (bukan kata ganti)
2.      Maf’ul bih Dhamir (kata ganti)

Maf’ul bih memili pola-pola dalam pembentukan kalimatnya, atau dalam kata lain dapat tukar posisi. Terkadang maf’ul bih mendahului fi’il dan fa’il atau setelah fi’il dan fa’il.



DAFTAR PUSTAKA


Zakaria Aceng, 2004, “ILMU NAHWU PRAKTIS SISTEM BELAJAR 40 JAM”. Garut : ibn azka.

Nurhasanah, 2013, “makalah isim dan fa’il”. Book in “Anwar, Moch. 2009. Ilmu Nahwu. Bandung. Sinar Baru Algensindo.” Ciamis : Blogger.

Posting Komentar