do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 16 Januari 2016

SENI RUPA TERAPAN ARAB



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Tanpa kita sadari, sebenarnya semua benda memiliki nilai seni. Entah itu dari bentuk, warna, ataupun hiasannya. Namun, tidak semua benda itu memiliki nilai guna pakai, misalnya lukisan yang hanya berfungsi sebagai hiasan saja.
Seni terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat tidak hanya memperhatikan nilai estetika atau keindahannya tetapi juga memperhatikan nilai kegunaan atau fungsinya. Karya seni terapan ada yang bentuknya 2 dimensi dan ada juga yang 3 dimensi. Semuanya punya fungsi masing-masing.
Selama ini, kita lebih dipusatkan kepada seni terapan dalam negeri, seperti misalnya kain batik, kursi rotan, dan masih banyak lagi.Untuk menambah pengetahuan kita tentang seni terapan, kini kita akan mempelajari seni terapan mancanegara dari berbagai benua. Setiap negara pasti punya beberapa seni rupa terapan dengan ciri khasnya masing-masing. Banyak perwujudan seni terapan mancanegara yang dapat diamati, namun melalui makalah ini penulis akan membahas tentang “Seni Rupa Terapan yang ada di Arab”.

B.       Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah makalah ini yaitu sebagai berikut:
1.    Apakah pengertian dari seni terapan mancanegara?
2.    Bagaimanakah seni rupa terapan yang ada di Arab?

C.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini, yaitu:
1.    Agar dapat mengetahui pengertian dari seni rupa terapan mancanegara.
2.    Agar dapat mengetahui seni rupa terapan yang ada di Arab.
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Seni Rupa Terapan Mancanegara
Kata "seni" adalah sebuah kata yang semua orang di pastikan mengenalnya, walaupun dengan kadar pemahaman yang berbeda. Konon kata seni berasal dari kata "sani" yang artinya "Jiwa Yang Luhur atau Ketulusan jiwa". Dalam bahasa Inggris dengan istilah "ART" (artivisial) yang artinya adalah barang atau karya dari sebuah kegiatan. Konsep seni terus berkembang sejalan dengan berkembangnya kebudayaan dan kehidupan masyarakat yang dinamis.
Beberapa pendapat tentang pengertian seni :
·      Aristoteles : Seni adalah kemampuan membuat sesuatu dalam hubungannya dengan upaya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan oleh gagasan tertentu,
·      Ki Hajar Dewantara : Seni adalah indah, menurutnya seni adalah segala perbuatan manusia yang timbul dan hidup perasaannya dan bersifat indah hingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia lainnya.
Seni Rupa adalah cabang seni yang mengekspresikan pengalaman estetik manusia lewat unsur-unsur rupa ke dalam media dua atau tiga dimensi. Sementara, seni terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat tidak hanya memperhatikan nilai estetika atau keindahannya tetapi juga memperhatikan nilai kegunaan atau fungsinya. Seni yang dimaksud yaitu seni berasal dari luar negeri sehingga di sebut seni rupa terapan mancanegara.
B.  Seni Rupa Terapan di Arab
1)   Seni Bangunan (Arsitektur)
Pada  dasarnya  seni  bangunan  merupakan  bagian  dari  seni  rupa,  tetapi karena  kekhususan  yang  dimilikinya  seringkali  seni  bangunan  dikelompokan tersendiri dalam seni arsitektur. Berdasarkan bentuk dan fungsinya seni bangunan dapat dikategorikan sebagai seni pakai.
a.    Masjid Nabawi
Masjid Nabawi, Mahakarya Arsitektur Islam Modern.
Pilar-pilar bundar dan tegar ini dibuat dari beton dan dilapisi marmer tebal berwarna putih susu.  Di bagian kakinya yang kokoh itulah dipasangi ventilasi untuk mengalirkan hawa dingin. Jarak antara satu pilar dengan yang lain adalah 6 meter dan 18 meter. Tinggi dari lantai dasar sampai lengkungan lantai atas 5,6 m dan pada batas lengkungan itu dipajang lampu hias yang indah dan dikurung dalam sangkar berornamen lapis emas. Di bawah bangunan baru, terdapat basement seluas 73.500 meter persegi dan tinggi 4,5 meter yang digunakan untuk menempatkan pusat-pusat pengaturan elektronik, mekanik, sound system, serta AC. Untuk keperluan darurat apabila listrik padam, disiapkanlah delapan unit pembangkit listrik.
Luas halaman Masjid Nabawi yang dipersiapkan untuk dapat digunakan sebagai areal shalat adalah 206.000 meter persegi yang diperkirakan dapat menampung 400 ribu jamaah.  Halaman ini berlantai granit dan marmer putih yang didesain sedemikian rupa sehingga menampakkan bentuk seni arsitektur Islam. Di bawah lantai ini, terdapat konstruksi raksasa, terdiri atas dua lantai bawah tanah untuk parkir seluas 292 ribu meter persegi yang dapat menampung 4.500 mobil. Untuk masuk atau keluar dari areal bawah tanah ini, disediakan jalur pejalan kaki dengan tiga sistem: tangga biasa, tangga jalan, dan lift. Untuk mobil (kendaraan), disediakan enam pintu yang langsung bertemu dengan jalan-jalan raya utama seputar Masjid Nabawi yang berakses langsung ke seluruh penjuru Kota Madinah.
Miniatur dari rekonstruksi Masjid Nabawi sesuai bentuk asal di masa Nabi Muhammad SAW
Miniatur dari rekonstruksi rumah nabi Muhammad SAW yang menempel di dinding masjid Nabawi.
b.    Mada'in Saleh (Al Hijr)
Al-Hijr, Saudi Arabia.
Selain majid Nabawi, seni rupa arsitektur  Arabjuga adalah Al Hijr.Tempat itu dalam bahasa Arab pertama kali dikenal sebagai Mada'in Saleh yang berarti "Kota Saleh," yang dicetuskan oleh wisatawan Andalusia pada tahun 1336. Kedua nama ini telah disebutkan dalam Al Qur'an ketika mengacu pada permukiman ditemukan di tempat itu.
Bagian depan tempat tinggal di Al Hijr telah diukir di gunung batu pasir kadang-kadang di milenium kedua yang secara harfiah berarti 'tempat berbatu' diyakini telah dihuni oleh Nabataeans dan Tsamud. Ini fitur sumur air, makam monumental awet, prasasti dan gambar gua.
Disana terlihat bangunan yang cukup megah dan unik karena dipahat di perbukitan batu. Pahatan tersebut dibuat dengan memanfaatkan sebilah kayu dan bantuan dari air. Akan tetapi, sampai saat ini bangunan kaum Nabatean yang dibuat tersebut masih tetap kokoh dan sebagian tempatnya masih digunakan untuk tempat tinggal, pemujaan dan kuburan.
           
c.    Burj al-arab
Burj al-Arab adalah sebuah hotel mewah yang terletak di Dubai, Uni Emirat Arab. Bangunan Burj al-Arab, didesain oleh Tom Wright, mencapai ketinggian 321 meter dan adalah bangunan tertinggi yang sepenuhnya digunakan sebagai hotel.
Hotel ini sering disebut sebagai hotel ‘bintang tujuh’. Ungkapan ini merupakan hiperbola dari para praktisi di bidang pariwisata. Ini merupakan cara mereka untuk menggambarkan betapa megahnya Burj al-Arab dibanding hotel-hotel lain yang menyebut dirinya hotel bintang enam. Ironisnya, hampir seluruh sistem pemeringkat hotel di dunia, membatasi kategori hotel hanya sebatas bintang lima.
a.    Tinggi Tower Burj 321 meter
b.    Dibangun diatas pulau buatan berbentuk segitiga yang berjarak 290 meter dari pantai Jumerah Dubai, dengan panjang sisi 150 m, lapangan terbuka disekeliling area bangunan 7,5 m dari laut.
c.    Luas “gross area” adalah 1,2 juta kaki persegi dengan ketinggian 28 dua ruang lantai, tiap lantai tingginya adalah 7 m.
d.   Panjang jembatan ke pulau buatan 450 m.
e.    Pinggir atau pantai pulau buatan dilindungi dengan beton berongga (bertulang baja khusus) yang berlubang miring ke arah permukaan laut yang dapat menyerap gelombang tanpa membuang air ke atas pulau.
f.     Struktur dari beton baja diagonal (terekpos dapat memecah angin dan menyegarkan), didirikan diatas 250 tumpukan tiang beton yang menembus ke dasar laut sedalam lebih dari 40 m.
g.    Antara dua sayap terdapat atrium segitiga yang besar menghadap pantai, yang ditutupi oleh double skinned, dilapisi Teflon tenun serat layar kaca, yang teknologi ini pertama kali digunakan dalam bentuk vertikal
h.    Konstruksi bangunan ini telah menghabiskan 70.000 meter kubik beton dan 9.000 ton baja.


2)   Pakaian
Pakaian merupakan benda yang paling sering kita pakai dan merupakan hal yang paling menonjol dari kita selain penampilan tubuh. Maka dari itu, memilih pakaian juga harus yang bagus. Hal ini berarti bahwa pakaian juga memiliki arti seni dan termasuk dalam seni rupa terapan.
Seni rupa terapan berupa pakaian yang ada di Arab disebut baju abaya. Abaya merupakan nama pakaian tradisional yang berasal dari Arab Saudi. Abaya adalah jubah hitam polos yang dikenakan oleh perempuan Muslim untuk menutup pakaian biasa mereka, pakaian ini dapat digambarkan sebagai gaun jubah atau seperti lengan panjang. Pakaian tradisional ini banyak digunakan di semenanjung Arab termasuk Arab Saudi. Di Iran abaya ini disebut sebagai chador sementara di Asia Selatan disebut burqa.
Abaya menutupi seluruh tubuh kecuali wajah, kaki, dan tangan. Hal ini dapat dikenakan dengan niqab—cadar yang menutupi wajah kecuali mata. Abaya memiliki aneka ragam jenis dan desain yang diangkat dari gaya dan warna yang disukai oleh wanita dari daerah tertentu sesuai dengan penafsiran agama dan budayanya. Jenis busana ini cukup cocok jika dikenakan dengan balutan tas wanita yang elegan.
3)   Peralatan Rumah Tangga
Peralatan atau perabotan rumah tangga memiliki beragam fungsi. Contohnya gelas, piring, teko, kursi, meja, lemari, tempat tidur, dan lain-lain. Selain itu, untuk membuat rumah menjadi semakin indah sehingga pemiliknya betah, maka peralatan rumah tersebut diberikan unsur seni yang sesuai dengan kesukaan pemilik rumah tersebut.
Peralatan dapur pada jaman dahulu memiliki nilai seni yang tinggi disamping kegunaannya. Seringkali peralatan dapur diberi ornamen sehingga lebih indah.Peralatan makanan seperti sendok, garpu, piring, dan gelas juga telah diberikan sentuhan seni. Bahkan ada yang terbuat dari bahan yang mahal seperti perak dan emas.
a.       Teko dan Gelas

Teko dan gelas di atas berasal dari Arab Saudi. Teko dan gelas tersebut terbuat dari emas. Hal ini membuktikan bahwa Arab merupakan negara yang kaya karena hampir semua peralatan yang dibunakan terbuat dari emas. Biasanya digunakan sebagai oleh-oleh jama’ah haji dan disimpan sebagai pajangan di rumah. Gelas tersebut mempunyai kegunaan khusus yaitu  untuk menyimpan air zam-zam.
b.      Piring
            Sebagaimana tampak pada gambar, bahwa piring dari Arab dibuat dengan motif tertentu berupa tulisan Arab. Hal ini menjadi karakteristik tersendiri dari piring negara Arab yang membedakannya dengan negara lain.
            Piring di samping ini merupakan piring raja Arab, pada saat itu, raja Arab menggunakan piring ini untuk makan.





BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1.    Seni Rupa adalah cabang seni yang mengekspresikan pengalaman estetik manusia lewat unsur-unsur rupa ke dalam media dua atau tiga dimensi.
2.    Seni terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat tidak hanya memperhatikan nilai estetika atau keindahannya tetapi juga memperhatikan nilai kegunaan atau fungsinya.
3.    Seni rupa terapan yang ada di Arab, berupa seni bangunan (arsitektur), pakaian, peralatan rumah tangga, dan lain-lain.

B.       Saran
Adapun saran kami sebagai penulis adalah :
1.    Kita harus memaknai seni dengan baik, sehingga kita bisa menganggap bahwa seni itu berkesan.
2.    Suatu seni dapat berkembang apabila kita mampu untuk melakukan yang terbaik dan, berkreasi dalam seni
3.    Dalam penciptaan seni hendaknya disisipkan nilai–nilai moral, sehingga secara otomatis terdapat pembelajaran yang bernilai.


DAFTAR PUSTAKA
https://id.wikipedia.org/wiki/Madain_Shaleh
http://www.kabarmakkah.com/2015/12/5-tempat-wisata-di-saudi-selain-mekkah.html














TUGAS SBK
 




O L E H :
KELOMPOK 8
1.    IMAL WATI
2.    DONI BUOSAN
3.    ISLAMAY TRI HANDAYANI
4.    WAWAN MUH. RIDWAN SEKO

 




KATA PENGANTAR
                                    AssalamualaikumWarahmatullah Wabarakatu.
            Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat dan karunianyalah, sehingga makalah kami yang berjudul “Seni Rupa Terapan yang Ada di Arab” dapat terselesaikan.
            Dalamkesempataninitidaklupapenulismengucapkanbanyakterimakasihkepada guru matapelajarandanteman-teman kami yang sudahbanyak memberikan do’a yang selalumengiringi, sehinggamemberikansemangatdalammenyelesaikanmakalahini.       
Kami menyadari bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, demi penyempurnaan makalah ini, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dari pembaca. SemogamakalahdapatbermanfaatgunamengembangkanilmupengetahuandanSemoga Allah SWT selalumemberkatidanmeridhoisegalausahakita.
Amin Yaraabbal’Alamin

Raha,   Januari 2016

                                                                                     Kelompok 8


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL………………………………………………...................   i
KATA PENGANTAR………………………………………………................   ii
DAFTAR ISI........................................................................................................iii
BAB I  PENDAHULUAN.................................................................................. 1
A.    LatarBelakang........................................................................................... 1
B.     RumusanMasalah....................................................................................... 1
C.     TujuanPenulisan......................................................................................... 1
BAB II  PEMBAHASAN................................................................................... 2
A.    Pengertian Seni Rupa Terapan Mancanegara............................................ 2
B.     Seni Rupa Terapan di Arab....................................................................... 2
1.      Seni Bangunan (Arsitektur)................................................................. 2
2.      Pakaian................................................................................................ 7
3.      Peralatan Rumah Tangga..................................................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................ 10
A.    Kesimpulan................................................................................................ 10
B.     Saran.......................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 11


Poskan Komentar