do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Senin, 04 Juni 2012

Empat syarat untuk menerapkan disiplin

untuk menerapkan disiplin diperlukan empat syarat yaitu adanya aturan,sanksi, hadiah atau peneguhan dan konsistensi.a. Pertama perlu disepakati terlebih dahulu aturan yang berlaku bagi semuaorang, misalnya masuk kelas tepat waktu, mengerjakan PR, tidakmengganggu teman yang lain.b. Kedua, perlu disepakati adanya sanksi dan hukuman dari suatu pelanggaran,misalnya apabila anak mengganggu temannya, dia harus minta maaf pada teman yang diganggunya, bila tidak mengerjakan tugas atau PR anak harusmengerjakannya dipapan tulis.c. Ketiga, adanya peneguhan apanbila anak telah melakukan tindakan yangbenar, maka seorang guru atau orang tua harus memberikan pukian, acunganjempol, hadiah, dan lain- laind. Keempat, adalah konsistensi artinya ialah apabila suatu tindakan dianggapsalah maka yang lain juga harus menganggap itu salah, dan sansi harus tetapdiberikan.Dalam merencanakan pendisiplinan pada anak pendidik tidak perlu harusmemberikan hukuman berupa fisik terdadap anak. Ada beberapa karakter khasyang perku kita ketahui untuk mendisiplinkan anak tanpa harus menggunakanhukuman fisik yaitu sebagai berikut :1. Usia 0-2 tahun· Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sehngga sering melakuamtindakan yang tidak terduga yang kadang berbahaya atau kita anggap salah· Untuk melatih disiplin yang perlu kita lakukan pertama kali adalahmengamankan lingkungan dari hal-hal yang membahayakan untumengamankan anak dari godaan anak.
· Biasakan mengatakan apa yang boleh dilakuakan dan yang tidak bolehdilakukan sambil diungkapakan secara sederhana, mengapa orang tua ataupendidik ingin hal itu dipatuhi.2. Usia 3-5 tahun · Anak mulai memahami anatara hubungan dan konsekensi· Orang tua atau guru bias membuat aturan-aturan menjelaskan apa yngdiinginkan dan memberitahukan konsekuensi yang harus ditanggung anakjika melakukan pelanggaran, Aturan dan konsekuensi harus dibuat dejelas mungkin, misalnya anak tidakboleh mencoret-coret tembok dengan crayon, bila meleanggar anak harusmembersihkannya, sebelumnya anak harus diberiahukan bahwacrayon hanyadigunakan diatas kertas, lalu jelaskan kenapa tembok tidak boleh dicoret.48Dari pemaparan yang telah dijelaskan diatas penulis mengambilkesimpulan bahwa dalam memberikan hukuman atau punishment untuk anakusia dini seorang pendidikan harus benar-benar memperhatikan batasan-batasanseperti yang diberikan oleh para tokoh yang elah disebutkan diatas, yaituseorang pendidik hendaknya lebih memperhatikan aspek psikologis anak, dandiharapkan untuk tidak menggunakan hukuman fisik

Poskan Komentar