do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 13 Februari 2016

MAKALAH PEMBERIAN OBAT MELALUI WADAH INTRAVENA



TUGAS MAKALAH
DOSEN : DINA ASMINATALIA.,S.kep.Ners

PEMBERIAN OBAT MELALUI WADAH INTRAVENA

OLEH: KELOMPOK III
                1)  UGUSTINA
                2)  LISTI ANITA SARI RAMLI
                3)  WA ODE SITI NURNIATI
                4)  AMELIA
                5)  MIRNAWATI
         
                     
YAYASAN PENDIDIKAN SOWITE
AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA
2014/2015

KATA PENGANTAR

            Assalamu’alaikum Wr. Wb
            Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas berkat berkat dan rahmatnya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik. Makalah ini terdiri dari pokok pembahasan mengenai “PEMBERIAN OBAT MELALUI WADAH INTRAVENA” Setiap pembahasan di bahas secara sederhana sehingga mudah dimengerti.

Kami sadar, sebagai  mahasiswa yang  masih dalam proses pembelajaran, penulisan dalam makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.
            Wassalamu’alaikum Wr. Wb


                                                                                                Raha, 26 Maret 2015

                                                                                                         Penulis 






DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL………………………………………………..
KATA PENGANTAR..............................................................................................
DAFTAR ISI............................................................................................................
BAB I: PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang......................................................................................
B.     Tujuan....................................................................................................
C.    Rumusan Masalah..................................................................................
BAB II: PEMBAHASAN
A.    Pengertian Obat...................................................................
B.     Pemberian  Obat  Melalui Wadah  Intravena.........................................
BAB II: PENUTUP
A.    Kesimpulan..........................................................................................
B.     Saran...................................................................................................
                   
DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN
                                                          
A. Latar  Belakang  Masalah

Salah satu tugas terpenting seorang Bidan adalah memberi obat yang aman dan akurat kepada klien. Obat merupakan alat utama terapi untuk mengobati klien yang memiliki masalah. Obat bekerja menghasilkan efek terapeutik yang bermanfaat. Walaupun obat menguntungkan klien dalam banyak hal, beberapa obat dapat menimbulkan efek samping yang serius atau berpotensi menimbulkan efek yang berbahaya bila kita memberikan obat tersebut tidak sesuai dengan anjuran yang sebenarnya.
Seorang Bidan juga memiliki tanggung jawab dalam memahami kerja obat dan efek samping yang ditimbulkan oleh obat yang telah diberikan, memberikan obat dengan tepat, memantau respon klien, dan membantu klien untuk menggunakannya dengan benar dan berdasarkan pengetahuan. Bidan bertanggung jawab dalam  pemberian obat – obatan yang aman . Bidan harus mengetahui semua komponen dari perintah pemberian obat dan mempertanyakan perintah tersebut jika tidak lengkap atau tidak jelas atau dosis yang diberikan di luar batas yang direkomendasikan .
 Secara hukum bidan bertanggung jawab jika mereka memberikan obat yang diresepkan dan dosisnya tidak benar atau obat tersebut merupakan kontraindikasi bagi status kesehatan klien . Sekali obat telah diberikan , bidan bertanggung jawab pada efek obat yang diduga bakal terjadi. Buku-buku referensi obat seperti , Daftar Obat Indonesia ( DOI ) ,  Physicians‘ Desk Reference (PDR), dan sumber daya manusia , seperti ahli farmasi , harus dimanfaatkan bidan  jika merasa tidak jelas mengenai reaksi terapeutik yang diharapkan , kontraindikasi , dosis , efek samping yang mungkin terjadi , atau reaksi yang merugikan dari pengobatan  ( Kee and Hayes, 1996 ).





B.   Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari obat ?
2.      Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan saat memberikan obat ?
3.      Bagaiman cara pemberian obat melalui wadah intravena ?


C.   Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari obat.
2.      Untuk mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan saat pemberian obat.
3.      Untuk mengetahui bagaimana cara pemberian obat melalui wadah intravena.














BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Obat
Obat merupakan  Semua zat kimiawi, hewani, nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan, dan mencegah penyakit/ gejalanya, yang diberikan  kepada pasien dengan  maksud tertentu  sesuai dengan  guna  obat tersebut. Pemberian obat yang aman dan akurat adalah tanggung jawab penting bagi seorang bidan. Meskipun obat menguntungkan, namun  bukan berarti tanpa reaksi yang  merugikan. Sebagai seorang bidan harus mengetahui prinsip-prinsip dalam pemberian obat secara aman dan benar. Karena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien, maka pemberian obat menjadi salah satu tugas bidan yang paling penting.
Obat yang digunakan sebaiknya memenuhi berbagai standar persyaratan obat diantaranya kemurnian, yaitu suatu keadaan yang dimiliki obat karena unsure keasliannya, tidak ada pencampuran dan potensi yang baik.selain kemurnian, obat juga harus memiliki bioavailibilitas berupa keseimbangan obat, keamanan, dan efektifitas.
B. Pemberian Obat Intravena Tidak Langsung ( via Wadah )
          Memberikan obat intravena melalui wadah merupakan pemberian obat dengan menambah kan atau memasukan obat kedalam wadah cairan intra vena.tujuannya untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapeutik dalam darah.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
a.  Injeksi intra vena secara tidak langsung hanya dengan memasukkan cairan obat ke dalam    botol infuse yang telah di pasang sebelumnya dengan hati-hati.
b.  Jenis spuit dan jarum yang digunakan.
c.  Infeksi yang mungkin terjadi selama injeksi.
d.  Obat yang baik dan benar.
e.   Pasien yang akan di berikan injeksi tidak langsung adalah pasien yang tepat dan benar.
f.   Dosis yang diberikan harus tepat.

                           

Persiapan alat dan bahan
:
  1. Spuit dan jarum sesuai dengan ukuran.
  2. Obat dalam tempat nya.
  3. Wadah cairan ( kantong/botol)
  4. Kapas alcohol
Prosedur Kerja:
  1. Cuci tangan 
  2. Jelaskan mpada pasien mengenai prosedur yang akan di lakukan.
  3. Periksa identitas pasien, kemudian ambil obat dan masukan ke dalam spuit.
  4. Cari tempat penyuntikan obat pada daerah kantong.
  5. Lakukan desinfeksi dengan kapas alcohol dan stop aliran.
  6. Lakukan prnyuntikan denga memasukan hingga memasukan njarum spuit hingga menembus bagian tengah dan masukan obat perlahan-lahan ke dalam kantong/ wadah cairan .
  7. Setelah selesai , tarik spuit dan campur larutan dengan membalikan kantong cairan secara perlahan-lahan dari satu ujung ke ujung lain.
  8. Periksa kecepatan infuse
  9. Cuci tangan
  10. Catat reaksi pemberian , tanggal, waktu dan posisi pemberiannya.
BAB III
 PENUTUP
A.  Kesimpulan
Obat merupakan  Semua zat kimiawi, hewani, nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan, meringankan, dan mencegah penyakit/ gejalanya, yang diberikan  kepada pasien dengan  maksud tertentu  sesuai dengan  guna  obat tersebut. Pemberian obat yang aman dan akurat adalah tanggung jawab penting bagi seorang bidan.
    Memberikan obat intravena melalui wadah merupakan pemberian obat dengan menambah kan atau memasukan obat kedalam wadah cairan intra vena.tujuannya untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapeutik dalam darah.

B.  Saran
Penulis mengharapkan,semoga dengan hadirnya makalah ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca,dan merupakan tambahan referensi untuk ilmu pengetahuan khususnya tentang imunoglobulin. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.

                                                                                                                    





DAFTAR PUSTAKA

                       
Samba, Suharyati,2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta.EGC











Poskan Komentar