do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 13 Februari 2016

MAKALAH ZAT BESI DAN ASAM FOLAT



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kehamilan adalah peristiwa kodrati bagi perempuan, seorang perempuan akan mengalami perubahan dalam dirinya baik fisik maupun psikologi. Status gizi merupakan hal yang penting untuk diperhatikan pada masa kehamilan, karena status diet dan nutrisi ibu hamil mempunyai dampak langsung pada perjalanan kehamilan dan babyi yang akan dilahirkan.
Asam folat (vitamin B9) sangat penting bagi anda selama kehamilan, kekurangan asam folat dapat mengakibatkan anemia. Tambahan asam folat sangat diperlukan untuk janin kembar, spina bifida mungkin bisa dicegah jika calon ibu minum 0,4 mg asam folat sehari ini disarankan untuk semua wanita hamil khususnya mereka yang pernah melahirkan bayi dengan spina bifida (penonjolan sumsum dan tulang belakang).
Kekurangan asam folat pada ibu hamil berdasarkan penelitian bisa menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Bayi mengalami kecacatan pada otak dan sumsum tulang belakang. Sering kali para ibu tidak menyadari dirinya kekurangan asam folat karena sebagian besar kehamilan terjadi tanpa direncanakan. Kekurangan asam folat terutama menyebabkan gangguan metabolisme DNA, akibatnya terjadi perubahan dalam morfologi inti sel – sel yang sangat cepat membela, seperti sel darah merah, sel darah putih serta sel – sel epitel lambung dan usus, vagina dan serviks rahim, kekurangan asam folat menghambat pertumbuhan menyebabkan anemia megaloblastik dan gangguan darah lain, peradangan lidah (glositis) dan gangguan saluran cerna. Menurut WHO kejadian cacat bawaan fisik di Amerika Serikat (AS) 1,32 per 1.000 kelahiran salah satunya karena kekurangan asam folat.
Kekurangan asam folat menyebabkan bayi lahir dengan bibir sumbing, bayi lahir dengan berat badan rendah, Down syndrome, keguguran dan anencepalus. Bayi mengalami kelainan pembuluh darah rusaknya endokel pipa yang melapisi pembuluh darah menyebabkan lepasnya plasenta sebelum waktunya.
Kelainan lainnya adalah bayi mengalami gangguan buang air besar dan kecil, anak tidak bisa berjalan tegak dan emosi tinggi. Pada anak perempuan saat dewasa tidak mengalami menstruasi. Pada ibu hamil, kekurangan asam folat menyebabkan meningkatnya resiko anemia, sehingga ibu mudah lelah, letih, lesu dan pucat.
Ada beberapa bukti bahwa multivitamin dan asam folat prakontrasepsi dasar membantu mencegah terjadinya defek tube neural dan wanita yang merencanakan untuk hamil harus disarankan untuk mulai melakukan terapi tersebut. Menurut konsep evidence based bahwa pemakaian asam folat pada masa perikonsepsi menurunkan risiko kerusakan otak, kelainan neural, spina bifida, dan anencepalus, baik pada ibu hamil yang normal maupun yang berisiko. Asam folat juga berguna untuk membantu produksi sel darah merah, sintesis  Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada janin dan pertumbuhan plasenta.
1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka rumusan masalah yang akan di bahas adalah :
1.      Bagaimana Pengaruh asam folat dan zat besi bagi ibu hamil dan janin ?
2.      Defisiensi asam folat dan zat besi?
3.      Sumber Makanan Yang mengandung asam folat dan zat besi?

1.3  Tujuan
1.      Untuk mengetahui Pengaruh asam folat dan zat besi bagi ibu hamil dan janin
2.      Untuk mengetahui Defisiensi asam folat dan zat besi
3.      Untuk mengetahui Sumber Makanan Yang mengandung asam folat dan zat besi

























BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengaruh Asam Folat bagi ibu Hamil dan janin
Asam folat pada masa kehamilan bermanfaaf buat ibu hamil dan janin yang dikandung. Pada ibu hamil asam folat bermanfaat dalam mencegah timbulnya anemia megaloblastik, memperbaiki metabolisme tubuh dan mengurangi risiko terjadinya preeklampsia/eklampsia (tekanan darah tinggi dan kejang saat hamil). Pada janin kecukupan asam folat berperan dalam mengurangi risiko terjadinya kecacatan pada sistem saraf pusat (gangguan pada bumbung saraf/Neural Tube Defects (NTD) dan cacat lahir lainnya (bibir sumbing). Juga berperan mencegah terjadinya keguguran, sindroma down, solusio plasentae (plasenta yang copot dari tempat menempel di rahim), berat bayi lahir rendah.
NTD yang terjadi bisa berupa anensefali/akraia (janin tanpa batok kepala), spina bifida (kelainan tulang belakang yang tidak menutup), meningo-ensefalokel (tidak menutupnya tulang kepala). Kelainan-kelainan tersebut disebabkan karena gagalnya tabung saraf tulang belakang untuk tertutup sebagaimana mestinya pada hari ke-28 pasca-konsepsi.
Saat seorang wanita menyadari kehamilannya, maka kehamilan itu sebenarnya sudah berusia 5-6 minggu. Padahal, cacat tabung saraf janin (NTD) bisa terbentuk saat kehamilan berusia 2-4 minggu. Itu sebabnya, idealnya kebutuhan asam folat sudah tercukupi sejak sebelum terjadinya kehamilan.
Secara umum, kebutuhan wanita usia subur serta ibu hamil akan asam folat adalah sekitar 400-600 mikrogram (0,4-0,6 mg) per hari. Kecukupan ini bisa mencegah 50-70 persen resiko NTD. Artinya, bila memang ingin hamil, seorang wanita sebaiknya sudah harus mencukupi kebutuhan asam folatnya, minimal 4 bulan sebelum kehamilan. Jika perkembangan sistem saraf utama terganggu, maka akan mempengaruhi perkembangan janin, yakni pembentukan tulang-tulang kepala, termasuk wajah (menyebabkan sumbing), sistem hormon (pada anak perempuan, di saat dewasa kelak bisa tidak mengalami menstruasi) dan perkembangan pusat kecerdasan (gangguan belajar). Selain itu, juga berakibat pada sistem motorik (mengalami lumpuh, tidak bisa berjalan tegak), tidak ada kontrol untuk buang air besar maupun buang air kecil serta adanya gangguan jantung.
Pada ibu hamil sendiri folat berperan penting dalam pembentukan sel darah merah. Itu sebabnya, ibu hamil yang mengalami kekurangan asam folat, umumnya juga mengalami anemia dengan segala konsekuensinya (terlihat pucat dan mudah letih, lesu dan lemas). Bahkan, juga berisiko mengalami persalinan prematur, plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasentae) dan kegugura

2.2 Defisiensi Asam Folat
Masa kehamilan merupakan masa rawan yang harus diwaspadai. Saat itu kita sedang dalam proses membentuk tubuh seorang manusia, sehingga aneka bahan-bahan berupa zat-zat gizi penting harus dikonsumsi dalam jumlah cukup. Ada zat gizi yang mungkin sering diabaikan oleh ibu-ibu saat hamil, yaitu konsumsi asam folat, ternyata kekurangan asam folat bisa melahirkan bayi yang mengalami Spina Bifida yaitu suatu kelainan karena Neural Tube tidak terbentuk dengan sempurna. Bayinya jadi lahir seperti memiliki buntut atau ekor karena adanya cacat pada pembentukan tulang belakang.
Selain Spina Bifida juga bisa terjadi anencephaly, dan encephalocele,yaitu gangguan pada tulang kepala dan otak. Keduanya merupakan jenis Neural Tube Defects (NTDs)  terbuka. NTDS terbuka terjadi ketika kelainan pada otak dan atau spinal cord ditunjukkan dengan kelahiran dengan cacat pada tulang tengkorak dan atau ruas-ruas tulang belakang ( tulang punggung). Ada juga yang disebut jenis Neural Tube Defect tertutup, yang terjadi ketika cacat yang mengenai tulang belakang ditutup oleh kulit.Contoh umum dari NTDS tertutup adalahlipomyelomeningocele, lipomeningocele, dan tethered cord.
NTDs terjadi karena malformasi konggenital akibat dari gagal menutupnya neural tube selama masa embriogenesis, sehingga neural tube tidak dapat terbentuk dengan sempurna.Tidak terbentuknya neural tube berkaitan dengan perubahan status asam folat. Perubahan pada status asam folat dipengaruhi oleh gangguan distribusi folat dalam jaringan dan asupan folat yang tidak adekuat. 
Kekurangan asam folat ini terjadi pada saat konsepsi (tepat saat berhubungan intim yang terjadi pembuahan yaitu bertemunya sperma dan sel telur)  atau trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Manifestasi dari kekurangan asam folat adalah terjadinya gangguan pada proses penutupan neural tube pada otak dan tulang belakang bayi.

2.3  Sumber Asam Folat

Kita bisa memperoleh asam folat secara alami dari makanan yang banyak kita temui sehari-harinya, seperti berikut:
1.      Sayuran berwarna hijau tua seperti, bayam, kangkung, selada, asparagus, brokoli.
2.      Kacang-kacangan, seperti kacang merah, kacang kedelai, kacang hijau, termasuk juga selai kacang.
3.      Biji-bijian, seperti gandum, beras, cereal, oatmeal, termasuk juga roti gandum
4.      Buah-buahan, seperti pepaya, nenas, jeruk, pisang, dan stroberi.
5.      Daging, seperti: hati, ginjal dan beberapa organ dalam hewani lainnya.Walaupun asam folat banyak ditemukan pada sayuran, buah dan biji-bijian, dan produk daging, tetapi sulit untuk mendapatkan seluruh asam folat yang terkandung dalam makanan tersebut. Memasak makanan dengan panas tinggi dengan kompor atau microwave, atau terlalu banyak air akan mengurangi kandungan asam folat. Cobalah untuk makan sayuran yang dikukus sebentar atau mentah.

Tips untuk mendapatkan asam folat dengan baik:
Makan buah-buahan dan sayuran segar setiap hari. Jangan memasak sayuran terlalu lama. Panas akan menghancurkan asam folat.
Jangan merokok
Jangan minum minuman yang mengandung alcohol karena itu akan mengganggu penyerapan asam folat.
Minum suplemen tambahan yang dianjurkan oleh dokter anda.
Ingat bahwa asam folat tersedia dari makanan segar dan belum diproses, jadi tidak aneh banyak orang yang masih kekurangan asam folat walaupun makanan tersebut dikonsumsi setiap hari. Ini mungkin karena budaya masak kita yang sering memasak dengan panas tinggi dan waktu yang lumayan lama.

2.6 Pengertian Fe
adalah suatu zat dalam tubuh manusia yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Zat besi diperlukan untuk pembentukan darah dan untuk mencegah anemia. Dalam bentuk tablet atau pil yang berisi 60mg zat besi dan 500mikro gram asam folat dan berwarna merah.
Pada setiap kehamilan, kebutuhan zat besi yang diperlukan sebanyak 900 mg Fe yaitu meningkatnya sel darah ibu 500 mg Fe, terdapat dalam plasenta 300 mg Fe dan untuk darah janin sebesar 100 mg Fe. Kebutuhan zat besi selama triwulan pertama relatif kecil yaitu 0,8 mg/hari, namun meningkat dengan pesat selama triwulan kedua dan ketiga hingga 6,3 mg/hari. Tablet besi atau tablet Tambah Darah (TTD) diberikan pada ibu hamil sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferro sulfat setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Penanggulan anemia pada balita diberikan preparat besi dalam bentuk sirup.

2.7 Asupan Fe
uang cukup mampu mencegah penurunan Hb akibat hemodilusi pada ibu hamil. Zat besi juga berfungsi dalam sistim pertahanan tubuh, menecegah bayi lahir dengan berat badannya di bawah normal ( BBLR) dan mencegah bayi lahir premature.Selain itu, juga berperan sebagai komponen untuk membentuk mioglobin (protein yang membawa oksigen ke otot), kolagen (protein yang terdapat di tulang, tulang rawan, dan jaringan penyambung), serta enzim. 
Kurangnya zat besi dapat menyebabkan anemia. Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap. Awalnya terjadi penurunan simpanan cadangan zat  besi, bila tidak dipenuhi masukan zat besi lama kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan kadar Hb. Ciri-ciri gejala anemia tidak khas dan sulit ditemukan tetapi dapat terlihat dari kulit dan konjungtiva yang pucat,  tubuh lemah, nafas pendek dan nafsu makan hilang. Penentuan anemia klinis dipengaruhi oleh banyak variabel seperti ketebalan kulit dan pigmantasi yang tidak dapat diandalkan kecuali pada anemia berat. Oleh karena itu, pemeriksaan  laboratorium sebaiknya digunakan untuk mendiagnosis dan menentukan beratnya anemia (Daemeyer, 1993). Kekurangan zat besi sejak sebelum hamil bila tidak diatasi dapat mengakibatkan ibu hamil menderita anemia. Kondisi ini meningkatkan risiko kematian pada saat melahirkan, melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, janin dan ibu mudah terkena infeksi, dan keguguran.


2.8. Cara dan waktu yang tepat pengkonsumsian Fe
Waktu yang tepat untuk mengkonsumsi zat besi:
Setiap ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi zat besi sebanyak 30 mg tiap hari. Takaran ini tidak akan terpenuhi hanya melalui makanan. Oleh karena itu, suplemen sebesar 30-60 mg, dimulai pada minggu ke-12 kehamilan yang diteruskan sampai 3 bulan pascapartum, perlu diberikan setiap hari.
Cara mengkonsumsi zat besi yang benar:
Sebaiknya makanan yang mengikat Fe seperti kopi, teh, garam kalsium, magnesium, dan fitat, dihindari atau tidak dimakan dalam waktu bersamaan, karena ada tanin sebagai zat penghambat penyerapan zat besi. Jika memang sudah terbiasa minum kopi atau teh ketika makan maka ada cara agar zat besi yang dikonsumsi tetap dapat diserap tanpa dihambat oleh Tanin yaitu dapat minum teh atau kopi 2 jam setelah makan karena makanan yang telah selesai dimakan, dicerna dan diserap oleh tubuh kurang lebih selama 2 jam. Cara lainnya adalah dengan mengkonsumsi sumber vitamin C seperti jeruk setelah makan (segera setelah selesai makan) karena vitamin C dapat mempercepat penyerapan zat besi.

2.9 Sumber Fe
Ada dua jenis zat besi dalam makanan, yaitu zat besi yang berasal dari hem dan bukan hem. Walaupun kandungan  zat besi hem dalam makanan hanya antara 5 – 10% tetapi penyerapannya hanya 5%. Makanan hewani seperti hati ayam, kerang, udang, hati sapi, telur bebek, telur puyuh, telur ayam, daging sapi, daging ayam, ikan kembung merupakan sumber utama zat besi hem. Zat besi yang berasal dari hem merupakan Hb. Zat besi non hem terdapat dalam pangan nabati, seperti sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan dan buah-buahan (Wirakusumah,1999). 
Berikut ini kandungan zat besi dalam bahan kacang-kacangan: oncom, kacang merah, Kacang hijau, Kacang tanah, tempe, Kacang mete, Tahu, Kacang polong. Berikut ini kandungan zat besi dalam bahan sayuran: bayam merah, bayam, daun katu, sawi, selada, kangkung, daun pakis, daun singkong, daun papaya, kol.

BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan

Menurut konsep evidence based bahwa pemakaian asam folat pada masa kehamilan dapat menurunkan risiko kerusakan otak, kelainan neural, spina bifida, dan anencepalus, baik pada ibu hamil yang normal maupun yang berisiko.
Asupan zat besi selain dari makanan  adalah melalui suplemen tablet zat besi. Makanan yang banyak mengandung zat besi antara lain daging, terutama hati dan jeroan, apricot, prem kering, telur, polong kering, kacang tanah dan sayuran berdaun hijau (Pusdiknakes, 2003).
Pada setiap kehamilan, kebutuhan zat besi yang diperlukan sebanyak 900 mg Fe yaitu meningkatnya sel darah ibu 500 mg Fe, terdapat dalam plasenta 300 mg Fe dan untuk darah janin sebesar 100 mg Fe. Kebutuhan zat besi selama triwulan pertama relatif kecil yaitu 0,8 mg/hari, namun meningkat dengan pesat selama triwulan kedua dan ketiga hingga 6,3 mg/hari. Tablet besi atau tablet Tambah Darah (TTD) diberikan pada ibu hamil sebanyak satu tablet setiap hari berturut-turut selama 90 hari selama masa kehamilan. TTD mengandung 200 mg ferro sulfat setara dengan 60 miligram besi elemental dan 0,25 mg asam folat. Penanggulan anemia pada balita diberikan preparat besi dalam bentuk sirup.


3.2 Saran
Demikianlah makalah ini kami buat sebaik–baiknya namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun penulis sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini.













DAFTAR PUSTAKA



Ø  Almatsier,sunnita.2009.Prinsip Dasar Ilmu Gizi.Jakarta.PT Gramedia Pustaka Utama.
Arisman.2008.Gizi dalam Daur Kehidupan.Jakarta:EGC





























MAKALAH
ZAT BESI DAN ASAM FOLAT


AKBID PARAMATA.JPG


OLEH KELOMPOK VI :

1.                   MINA BUTON
2.                   WA ODE RATNA
3.                   SELFI
4.                   ONU SAFITRI
5.                   FEMI FEBRIANTI






YAYASAN PENDIDIKAN SOWITE
AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA
KABUPATEN MUNA
2015


 


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayah kepada kita semua, sehingga berkat karunia-Nya kami dapat menyelesaikan  ” MAKALAH  ZAT BESI DAN ASAM FOLAT”.

Dalam penyusunan makalah ini, kami tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih pada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini sehinggga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah  KDPK

Dalam penyusunan makalah ini kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun sendiri maupun kepada pembaca umumnya. Kami mohon maaf apabila ada kekurangan maupun kesalahan pada penulisan makalah ini untuk itu kami berterima kasih apabila pembaca memberi saran atau kritikan kepada kami.



Raha,   November  2015


                                          Penyusun





                                                                               




i
 
 


DAFTAR ISI
                                                                                             

Kata Pengantar.............................................................................................        i
Daftar Isi......................................................................................................        ii
BAB IPENDAHULUAN...........................................................................        1    
1.      Latar Belakang.......................................................................................        1
2.      Rumusan Masalah..................................................................................        1    
3.      Tujuan Penulisan....................................................................................        1
BAB IIPEMBAHASAN.............................................................................        2
BAB IIIPENUTUP.....................................................................................        8
A.    Kesimpulan............................................................................................        8
B.     Saran......................................................................................................        8
Daftar Pustaka.............................................................................................        9





ii
 
 
Poskan Komentar