do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 25 Februari 2016

Kepedulian Terhadap Kondisi Seorang Sahabat



Judul              : Kepedulian Terhadap Kondisi Seorang Sahabat
Tema              : Soial
Pemain:          7 Orang
Karakter       
  1. Muhammad Febriansyah    (Baik)
  2. Iqbal Happy    (Sedang sakit)
  3. Peta Raharja    (Baik)
  4. Kurniawan   (Baik)
  5. Muh. Fadrin Saputra        (Bijak)
  6. Radit Saputra   (Kurang peduli teman)
  7. Adi Aksa     (Tidak peduli teman)

PERMASALAHAN:
Iqbal Happy  sedang jatuh sakit, dan Muhammad Febriansyah meminta persetujuan teman-temannya untuk menjenguk Iqbal Happy  dirumahnya sebagai bentuk dari jiwa sosial serta rasa bertanggung jawab terhadap seorang sahabat. 

KOMPLIKASI:
Dari keenam orang sahabat, dua diantarnya tidak setuju untuk menjenguk keadaan Iqbal Happy  yang sedang sakit. Dua temannya tersebut adalah Radit Saputra  dan Adi Aksa . Mereka berdua menganggap, bahwa menjenguk keadaan Iqbal Happy  yang sedang sakit tidaklah penting.

SOLUSI:
Muh. Fadrin Saputra  berhMuh. Fadrin Saputra l menyadarkan Radit Saputra  dan Adi Aksa  tentang pentingnya memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama sahabat, termasuk ketika dia sedang sakit. Radit Saputra  dan Adi Aksa  akhirnya bersedia menjenguk Iqbal Happy .

ADEGAN DRAMA DIMULAI.....
Muhammad Febriansyah:
Apa kalain setuju kalau kita berkunjung ke rumahnya Iqbal Happy  besok sore?
Peta Raharja :
Aku setuju, sepertinya besok aku tidak ada acara apa-apa.
Muhammad Febriansyah:
BagaIqbal Happy a dengan kMuh. Fadrin Saputra an, apa kMuh. Fadrin Saputra an setuju juga?
Dari enam orang bersahabat, hanya Radit Saputra  dan Adi Aksa  yang bersikap aneh.
Kurniawan :
Iya, aku setuju aja. Sebaiknya kita memang berkunjung ke rumah Iqbal Happy  besok saja, tidak usah ditunda-tunda.
Muh. Fadrin Saputra :
Okay, aku akan siap-siap besok sore.
Muhammad Febriansyah:
Kalau kamu bagaIqbal Happy a, San? kamu juga ada waktu kan besok sore?
Radit Saputra  tidak bisa berjanji akan ikut Muhammad Febriansyah dan teman-teman lainnya kerumahnya Iqbal Happy .
Radit Saputra :
Aku belum tahu, lihat besok ya..
Adi Aksa :
Aku tidak ikut, kMuh. Fadrin Saputra an saja yang pergi kesana.
Muhammad Febriansyah pun bertanya, kenapa Adi Aksa  tidak mau menjenguk Iqbal Happy .
Muhammad Febriansyah:
Kenapa kamu tidak ikut? kamu tidak merasa bersalah sudah tahu ada teman yang sakit kamu malah tidak menjenguknya?
Kurniawan :
Iya, benar kata Muhammad Febriansyah itu. Teman kita kan sakit, kenapa kita tidak menjenguk?
Adi Aksa :
Namanya juga manusia, pasti ada waktu dIqbal Happy a dia akan mengalami sakit. Aku juga sama seperti Iqbal Happy  dan orang lain pada umumnya.
Muhammad Febriansyah:
Iya, tapi kita kan teman. Kalau ada diantara kita yang sedang sakit, maka kita wajib menjenguknya.
Adi Aksa  dan Radit Saputra  terus bersikap seperti orang asing, dan bukan seorang sahabat. 
Radit Saputra :
Ya tapi kalau tidak ada waktu kan tidak wajib juga.
Peta Raharja :
Waktu itu kita yang menentukan. Kalau kMuh. Fadrin Saputra an menganggap Iqbal Happy  itu penting, pastinya kamu punya waktu luang.
Radit Saputra :
Kamu ngomong aja gampang!
Adi Aksa :
Iya, kalau ngomong saja mudah.
Muhammad Febriansyah pun semakin bingung dengan kedua temannya itu.
Muhammad Febriansyah:
Maksud kMuh. Fadrin Saputra an bagaIqbal Happy a? ngomong saja mudah bagaIqbal Happy a? ini kan cuma niatan untuk menjenguk seorang sahabat yang sedang sakit, apa iya kMuh. Fadrin Saputra an tidak punya waktu luang sedikitpun?

Peta Raharja  mencoba ikut menyadarkan Radit Saputra  dan Adi Aksa  tanggung jawab seorang sahabat.
Peta Raharja :
Iya, benar itu. Mana mungkin waktu sebentar untuk menjenguk sahabat saja tidak ada.
Radit Saputra :
Hemmm.... aku belum bisa ngasih jawaban.
Muhammad Febriansyah:
Kalau kamu, Sil?
Adi Aksa :
Aku malas. 
Muhammad Febriansyah semakin tidak mengerti dengan sikap aneh Adi Aksa .
Muhammad Febriansyah:
Malas? bisa-biasanya kamu bilang malas? kamu tidak merasa punya teman Iqbal Happy  ya?
Adi Aksa :
Ya merasa, tapi kan bukan berarti aku harus melakukan apa saja demi dia.
Muhammad Febriansyah:
Melakukan apa? kita kan cuma harus menjenguk dia dirumahnya karena saat ini dia sedang sakit. Itu saja.
Adi Aksa :
Ya, tapi aku kan lagi malas. Kenapa harus memaksakan diri kalau sedang malas.
Peta Raharja :
KMuh. Fadrin Saputra an harusnya tahu apa arti persahabatan itu. Jika ada salah satu diantara kita yang sedang mengalami kesedihan ataupun sakit, maka kita harus menjadi obat baginya, dan bukannya bersikap seperti orang asing.
Radit Saputra  dan Adi Aksa  terdiam... Kemudian, Muh. Fadrin Saputra  berhasil menyadarkan Radit Saputra  dan Adi Aksa .
Muh. Fadrin Saputra :
Tahukah kMuh. Fadrin Saputra an, apa yang membedakan kita dengan makhluk lain? apakah bentuk fisiknya saja atau sifatnya?
Radit Saputra  dan Adi Aksa  meraba-raba dalam hati apa yang dimaksud oleh Muh. Fadrin Saputra . Kemudian mereka menjawab.
Radit Saputra :
Sifatnya yang membedakan.
Muh. Fadrin Saputra :
Kalau menurut kamu, Sil?
Adi Aksa :
Iya, sudah pasti sifatnya.

Muh. Fadrin Saputra :
Kalau kMuh. Fadrin Saputra an sudah tahu, bahwa yang membedakan manusia dengan makhluk lain itu adalah sifatnya, maka seharusnya kMuh. Fadrin Saputra an paham bahwa manusia dalam hal ini seorang sahabat itu harus memiliki rasa sosial kepada sahabat kita yang sedang sakit.
Radit Saputra  dan Adi Aksa  terdiam.. kemudian mereka sadar diri.
Radit Saputra :
Iya, benar kata kamu, Al.
Adi Aksa :
Iya juga ya.. Iqbal Happy  itu kan sahabatku, jadi aku harus menjenguknya karena dia sedang sakit. Siapa tahu dengan kedatanganku keadaan dia bisa membaik.
Muhammad Febriansyah terlihat senang sekMuh. Fadrin Saputra  dengan sikap Radit Saputra  dan Adi Aksa  yang akhirnya sadar diri.
Muhammad Febriansyah:
Seperti itu baru sahabat sejati namanya.
Muh. Fadrin Saputra :
Okay, sampai ketemu besok dirumah Iqbal Happy . Semoga keadaan Iqbal Happy  akan semakin baik dengan kedatangan kita besok.

Teman-teman Muh. Fadrin Saputra :
Okay, semoga saja.




SELESAI



Tidak ada komentar: