do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 13 Februari 2016

MAKALAH KOMPUTER DAN MEDIA PEMBELAJARAN



BAB I
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Pada hakikatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi. Kegiatan belajar mengajar di kelas merupakan suatu dunia komunikasi tersendiri dimana guru atau dosen dan siswa/ mahasiswanya bertukar pikiran untuk mengembangkan ide dan pengertian. Dalam komunikasi sering timbul dan terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga komunikasi tersebut tidak efektif dan efisien, antara lain disebabkan oleh adanya kecenderungan verbalisme, ketidaksiapan siswa/mahasiswa,kurangnya minat dan kegairahan, dan sebagainya.
Pendidikan merupakan kebutuhan yang amat penting dalam mengembangkan dan meningkat kualitas serta menentukan arah bagi masa depan manusia, bahkan kualitas dan masa depan bangsa. Tanpa melalui proses pendidikan yang baik, sulit kiranya bagi seseorang untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Pendidikan diharapkan dapat memberikan perubahan kea rah yang lebih baik terhadap manusia itu sendiri.
Potensi siswa dapat berkembang karena guru mempunyai peran penting dalam proses pelaksanaan pendidikan, interaksi antara guru dan anak didik menuju peserta didik yang lebih kompeten adalah tuntutan utama. Seiring perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi guru dituntut untuk lebih cerdas dan kreatif  dalam menyampaikan atau menyajikan materi pembelajaran. Seorang guru harus mampu membuat media pembelajaran yang kreatif, inovatif, menarik bagi peserta didik dan dapat menimbulkan rasa keingintahuan yang besar dari diri peserta didik.
Arsyad (2007:15) menyatakan bahwa “Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran”. Bertolak dari sinilah kenapa media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses belajar mengajar, dengan menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, diharapkan akan dapat membangkitkan motivasi, dan rangsangan belajar, serta membawa pengaruh psikologis terhadap peserta didik, sehingga peserta didik  menjadi lebih mengerti tentang materi yang diajarkan melalui media pembelajaran yang digunakan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.
Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan (joyfull learning) , misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka dapat dinerikan media dengan warna yang menarik. Aspek penting lainnya penggunaan media adalah membantu memperjelas pesan pembelajaran. Informasi yang disampaikan secara lisan terkadang tidak dipahami sepenuhnya oleh siswa, terlebih apabila guru kurang cakap dalam menjelaskan materi. Disinilah peran media, sebagai alat bantu memperjelas pesan pembelajaran.
Untuk mendukung  pendidikan dan pembelajaran yang baik terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam kelangsungan proses pembelajaran, diantaranya  yaitu melakukan identifikasi kebutuhan dan karakteristik siswa, perumusan tujuan, perumusan materi, perumusan  alat pengukur keberhasilan, serta melakukan peraikan terhadap apa yang telah dilaksanakan. Terdapat banyak model pembelajaran yang bisa diterapkan untuk menerapkan aspek-aspek pembelajaran di sekolah.

B. Rumusan Masalah
1.       Untuk mengetahui tentang Pengertian media pembelajaran.
2.       Manfaat media pembelajaran.
3.       Fungsi media pembelajaran.
4.      Bagaimana seorang tenaga pendidik memberikan penjelasan tentang pertimbangan dalam perencanaan dan pemanfaatan media?
5.      Bagaimana suatu sekolah,sebagai satuan pendidikan memanfaatkan media sebagai bagian terpadu dalam organisasi sekolah?
6.      Bagaimana sebuah institusi pendidikan atau organisasi sekolah mempertimbankan cara pemanfaatan media?

C. Tujuan Pembuatan Makalah
Merujuk kepada latar belakang yang di paparkan sebelumnya maka terdapat beberapa tujuan penulisan makalah ini yaitu;
1.      Untuk memenuhi salah satu tugas Komputer dan Media Pembelajaran pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua
2.      Untuk memberikan penjelasan  tentang Pengertian media pembelajaran.
3.       Untuk memberikan penjelasan dari media pembelajaran.
4.       Fungsi dari media pembelajaran.
5.      Untuk memberikan penjelasan tentang pertimbangan dalam perencanaan dan pemanfaatan media.
6.      Untuk memberikan penjelasan bagaimana pemanfaatan media sebagai bagian terpadu dalam organisasi sekolah.
7.      Untuk  memberikan penjelasan tentang pertimbangan dalam pemanfaatan media oleh sekolah.

D. Manfaat Pembuatan Makalah
Berdasarkan latar belakang dan tujuan yang telah dipaparkan sebelumnya, maka manfaat yang akan diperoleh dari penulisan makalah ini adalah
1.      Melaksanakan tugas pada mata kuliah Komputer dan Media Pembelajaran.
2.      Untuk mengetahui pengertian media pembelajaran.
3.      Untuk mengetahui manfaat media pembelajaran.
4.      Untuk mengetahui fungsi media pembelajaran.
5.      Untuk mengetahui pertimbangan dalam perencanaan dan pemanfaatan media.
6.      Untuk mengetahui pemanfaatan media sebagai bagian terpadu dalam organisasi sekolah.
7.      Untuk mengetahui pertimbangan apa saja yang diperlukan dalam pemanfaatan media oleh sekolah.




BAB II  
PEMBAHASAN


A. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media merupakan bentuk jamak dari ‘Medium’, yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Secara khusus, kata tersebut dapat diartikan sebagai alat komunikasi yang digunakan untuk membawa informasi dari satu sumber kepada penerima.
Dikaitkan dengan pembelajaran, media dimaknai sebagai alat komunikasi yang digunakan dalam proses pembelajaran untuk membawa informasi berupa materi ajar dari pengajar kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih tertarik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman,2002:6). Latuheru(1988:14), menyatakan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna.
Berdasarkan definisi tersebut, media pembelajaran memiliki manfaat yang besar dalam memudahkan siswa mempelajari materi pelajaran. Media pembelajaran yang digunakan harus dapat menarik perhatian siswa pada kegiatan belajar mengajar dan lebih merangsang kegiatan belajar siswa. Satu hal yang perlu diingat bahwa peranan media tidak akan terlihat apabila penggunaannya tidak sejalan dengan isi dan tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan. Secanggih apa pun media tersebut, tidak dapat dikatakan menunjang pembelajaran apabila keberadaannya menyimpang dari isi dan tujuan pembelajarannya.

B. Manfaat Media Pembelajaran
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahwa membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa. Penggunaan media pembelajaran pada orientasi pembelajaran akan sangat membantu keaktifan proses pembelajaran dan menyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa mengingkatkan pemahaman, menyajikan data.

C.    Fungsi Media Pembelajaran
Ada dua fungsi utama media pembelajaran yang perlu kita ketahui. Fungsi pertama media adalah sebagai alat bantu pembelajaran, dan fungsi kedua adalah sebagai media sumber belajar. Kedua fungsi utama tersebut dapat ditelaah dalam ulasan di bawah ini.
1. Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran
Tentunya kita tahu bahwa setiap materi ajar memiliki tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada materi ajar yang tidak memerlukan alat bantu, tetapi di lain pihak ada materi ajar yang sangat memerlukan alat bantu berupa media pembelajaran. Media pembelajaran yang dimaksud antara lain berupa globe, grafik, gambar, dan sebagainya. Materi ajar dengan tingkat kesukaran yang tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa. Tanpa bantuan media, maka materi ajar menjadi sukar dicerna dan dipahami oleh setiap siswa. Hal ini akan semakin terasa apabila materi ajar tersebut abstrak dan rumit/ kompleks.
Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran. Hal ini dilandasi keyakinan bahwa kegiatan pembelajaran dengan bantuan media mempertinggi kualitas kegiatan belajar siswa dalam tenggang waktu yang cukup lama. Itu berarti, kegiatan belajar siswa dengan bantuan media akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih baik daripada tanpa bantuan media.
2. Media pembelajaran sebagai sumber belajar
Sekarang Anda menelaah media sebagai sumber belajar. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik tersebut berasal. Sumber belajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan, dan media pendidikan. Media pendidikan, sebagai salah satu sumber belajar, ikut membantu guru dalam memudahkan tercapainya pemahaman materi ajar oleh siswa, serta dapat memperkaya wawasan siswa.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dengan penggunaan media pembelajaran diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret kepada siswa, dan dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sebagai contoh yaitu media pembelajaran komputer interaktif.

D. Pertimbangan dalam Perencanaan dan Pemanfaatan Media
Terdapat banyak pertimbangan yang perlu diketahui sebelum Anda memilih untuk menggunakan media tertentu.Dalam makalah ini pembaca dapat mempelajari satu model dalam merencanakan dan memanfaatkan media yaitu model yang disingkat menjadi model " ASSURE".
MODEL ASSURE merupakan singkatan dari:
A = Analisis Karakteristik Siswa
S = Sebutkan Kompetensi
S = Sebutkan Metode-Media-Materi
U = Upayakan Gunakan Metode Media Bahan
R = Rancang Bentuk Partisipasi Siswa
E = Evaluasi.
Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu:
1. A- ( Analisis Karakteristik/Ciri-ciri Siswa).
Langkah pertama dalam perencanaan untuk mengetahui dan menganalisis siswa sehingga bisa diasosiasikan hasil belajarnya nanti, yang lebih penting diperhatikan adalah:
a)      kemampuan awal siswa,memahami kemampuan awal siswa,memudahkan seorang guru untuk menentukan media apa yang cocok untuk digunakan dalam pembelajaran.
b)      gaya belajar siswa,garner menjelaskan ada 7 gaya belajar yaitu kemampuan berbahasa/verbal,kemampuan berhitung/logika matematika,kemampuan mengeksplorasi ruang/visual-spatial,kemampuan bermusik,kemampuan memahami orang lain/interpesonal,dan kemampuan memahami diri sendiri/intrapersonal ( Gadner,1993 ).
2. S- ( Sebutkan Kompetensi).
Langkah selanjutnya menentukan standard an tujuannya sespesifik mungkin. Disini sangat penting memulai pelajaran dengan menyusun kurikulum dan teknologi (nets for students) disesuaikan dengan menyusun kurikulum daerah berdasarkan kurikulum nasional.
3. S-( Sebutkan Metode-Media-Materi )
Pemilihan strategi, media, dan materi: pada langkah ini guru melakukan pemilihan strategi yang tepat, media yang cocok dan materi yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai
4. U- ( Upayakan gunakan Metode-Media-Materi )
Penggunaan metode,media dan materi dalam step ini seorang guru menggunakan metode,media dan materi membantu siswa mencapai tujuan pembelajarannya, ada
5 proses yang dilalui yaitu;
1. Preview ; teknologi, media, materi
2. Prepare ; persiapan teknologi, media dan materi
3. Prepare ; lingkungan
4. Prepare ; student
5. Provide  ; melengkapi dengan kegiatan siswa
6. R- ( Rancang bentuk Partisipasi Siswa )
Merangsang pasrtisipasi siswa, hal ini bertujuan agar kondisi belajar siswa dapat terkendali. Di sini diharapkan ada kegiatan yang membuat mereka bisa mempraktekkan pengetahuan atau keahlian baru yang disajikan sehingga siswa dapat mengekspresikan kembali semua yang dimilikinya. Praktek-prektek yang bisa dilakukan seperti: cek sendiri, pengajaran berdasarkan  komputer, kegiatan berinternet, kegiatan kelompok.
Melibatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran merupakan inti agar siswa merasakan sendiri proses belajar yang di laluinya.untuk itu guru perlu mempersiapkan dengan cermat hal-hal berikut :
a)      Bahan yang akan disajikan
b)      Siapkan kelas
c)      Siapkan siswa
d)     Berikan pengalaman belajar yang sesuai.
6. E- ( Evaluasi )
Evaluasi dan perbaikan; setelah langkah semua yang di atas guru harus mengevaluasi semua kegiatan tersebut. Bagaimana dampaknya terhadap siswa. Evaluasi ini tidak saja menilai seberapa besar pencapaian tujuan pembelajaran namaun juga keseluruhan proses pembelajaran itu (penggunaan teknologi dan media) kalau tidak ada yang tercapai kita perlu mengadakan perbaikan agar lebih baik.
Ada 2 jenis evaluasi yang dapat dilakukan yaitu :
a.       Evaluasi tahap belajar
b.      Evaluasi media dan metode pembelajaran
E. Pemanfaatan Media sebagai Bagian Terpadu dalam Organisai Sekolah
Dalam menjalankan fungsinya sebagai satuan pendidikan,suatu sekolah perlu membuat perencanaan proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran,penilaian hadil pembelajaran,dan pengawasan proses pembelajaran.Hal tersebut sudah jelas diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan BAB IV Pasal 19 ayat ( 3 ).Ini menunjukan bahwa keseluruhan distem yang ada dalam suatu sekolah seharusnya diarahkan untuk pencapaian standar ini.
Sekolah sebagai suatu organisasi seyogyanya mempunyai perangkat organisasi yang langka agar dapat mengelola pembelajaran dengan baik.pada BAB VI Pasal 30 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan disebtkan bahwa pendidik di Sd/MI sekurang-kurangnya terdiri atas guru kelas dan guru mata pelajaran yang penugasanya ditetapkan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan keperluan.Selanjutnya pada BAB VI pasal 35 tentang tenaga kependidikan ayat (1)b disebutkan bahwa SD/MI atau bentuk lain yang dederajat sekurang-kurangmya terfiri atas kepala sekolah/madrasah,guru,tenaga administrasi,tenaga perpudtakaan dan tenaga kebersihan.
Selain faktor pendidik dan tenaga kependidikan ,dalam suatu sekolah jelas diperlukan adanya dukungan sarana dan prasarana agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif dan efisien,Untuk itu PP Nomor 19 BAB VII tentang Standar Sarana dan Prasarana pasal 42 juga menyebutkan bahwa satuan pendidikan,mefia pendidikan,buku dan sumber belajar lainya,bahan habis pakai,serta perlengkapan lain yang diperlukan.
Tugas kepala sekolah dalam hal ini sangatlah penting terutama karena ia harus menelola sumber daya manusia,keuangan,sarana dan prasarana serta mengelola kerja sama dengan pihak Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah agar proses pembelajaran dapat diarahkan semaksimal mungkin untuk membelajarkan siswa.Kerja sama dengan semua sumber mendorong pelaksanaan pembelajaran aktif,bertemu dalam rapat-rapat informal dengan para guru untuk mendorong dan berdiskusi dengan guru dalam memperbaiki kualitas pembelajaran dan mendukung hasil kerja komite sekolah (http://www.mberproject.net/mbe59.html ).
Fungsi kepala sekolah antara lain :
1.      Pendidik,kepala sekolah pada dasrnya adalah seorang tenaga pendidik yang harus mampu menjalankan tugas seperti seorang guru dalam mendifik siswa dan guru yang menjadi tanggung jawabnya.
2.      Manajer,sebagai pengelola kegiatan sekolah mulai dari kegiatan perencanaan program sekolah,pelaksanaan sampai evaluasi kegiatan sekolah.
3.      Administrator,sebagai pengelola sistem afministrasi sekolah mulai sumber daya ,anusia,keungan dan sarana serta prasarana sekolah.
4.      Supervisor, sebagai pengawas pelaksanaan seluruh kegiatan sekolah.
5.      Inovator, sebagai pencipta ide atau gagasan baru untuk memajukan sekolah.
6.      Motivator, sebagai pendorong semagat kerja setiap anggota  dalam organisasi sekolah agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya.
Memperhitungkan  adanya perubahan yang terjadi terus menerus terjadi,dalam pasal 17 Standar Nasional Pendidikan juga disebutkan bahwa suatu satuan penfifikan hendaknya mempunyai hubungan yang baik paling tidak dengan masyarakat lokal tempat sekolah tersebut berada dan sangat akan baik bila juga mempunyai jaringan dengan masyarakat tingkat nasional yang lebih luas.Untuk itu setiap Satuan pendidikan hatus mempunyai Dewan Pendidik yaitu yang terdiri dari pimpinan satuan pendidikan dan semua pendidik tetap Komite Sekolah.Komite Sekolah dirumuskan sebagai " lembaga mandirii yang beranggotakan orang tua/wali peserta didik ,komunitas sekolah serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan ".
F.Pertimbangan dalam Pemanfaatan Media oleh Sekolah
Setelah kita diperkenalkan pada metode pembelajaran ASSURE,pada pertimbangan pemanfaatan media oleh sekolah kita akan membahas tentang model ACTIONS.Model ini lebih diarahkan kepada organisasi sekolah atau institusi pendidikan dalam memanfaatkan media pembelajaran.Model ini diperkenalkan oleh Bates (1995) untuk membantu pihak sekolah atau lembaga pendidikan tertentu dalam mempertimbangkan pemilihan dan pemanfaatan media pembelajaran,
1.      A ( Access/ Akses ) merajuk pada mudah tidaknya sebuah media dijangkau atau dimiliki suatu sekolah dan dimanfaatkan oleh siswanya.sebagai contoh media pemutar cd adalah media sangat populer saat ini dan banyak dimiliki oleh orang tua siswa dan sekolah-sekolah.dengan demikian pemanfaatan media ini dapat dipertimbangkan oleh oihak sekolah.
2.      Cost ( Biaya ) berkaitan dengan biaya yang diperlukan untuk menggunakan suatu media.
3.      Teaching ( Mampu membelajarkan ) berhubungan dengan kemampuan sebuah media pembelajaran untuk menjadi perantara pesan yang ingin disampaikan.
4.      Interctivity dan Friendliness ( Interaktif dan Ramah ) .Ini berkaitan dengan tingkat kemudahan penggunaan suatu media oleh guru dan siswa.Apakah penggunaan media justru mempersulit guru dalam menjelaskan suatu topik?Apakah media ini "ramah " terhadap penggunaanya sehingga mereka senang menggunakanya ?
5.      Organizational Issues ( Masalah Organisasi Sekolah ).Faktor ini berkaitan erat dengan dampak yang ditimbulkan oleh pemanfaatan suatu media pembelajaran terhadap suatu organisasi suatu sekolah.Apakah sekolah mampu dan mau menyediakan media yang dibutuhkan guru? Mampu memeliharanya? Mampu mengelola pemanfaatanya oleh seluruh guru dan siswa.
6.      Novelly ( Kebaruan ). Hal ini berhungan dengan faktor berapa lama suatu media akan dapat bertahan digunakan. Apakah teknologi media tersebut cepat usang atau dimanfaatkan dalam jangka waktu cukup lama?
7.      Speed ( Kecepatan ) . Ini  berkaitan dengan seberapa cepat sebuah pesan dari suatu media dapat direvisi atau dioerbaiki? Apakah perubahanya mudah dilakukan atau sulit dan memerlukan waktu yang lama? Apakah bhan ajar yang sudah dicetak dalm bentuk buku lebih sulit di perbaiki bila dibanfingkan dengan program yang direkam dikaset audio atau video CD








BAB III
PENUTUP


A. Kesimpulan
1.      Dalam suatu proses belajar mengajar, ada unsur yang amat penting yaitu media pembelajaran. Pemilihan media pembelajaran tertentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media.
2.      Media mempunyai manfaat dan fungsi sebagai sarana bagi guru untuk dapat menyampaikan materi pelajaran menjadi lebih menarik, tidak hanya monoton, siswa tidak hanya diajak untuk berhayal dan membayangkan saja tetapi siswa dapat melihat kenyataan walaupun hanya melalui gambar ataupun video.
3.      Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.Secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien serta sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim,kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
4.      Model ASSURE merupakan suatu model pembelajaran  yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas.
5.      Dalam menjalankan fungsinya sebagai satuan pendidikan,suatu sekolah perlu membuat perencanaan proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran,penilaian hadil pembelajaran,dan pengawasan proses pembelajaran.
6.      Dalam menjalankan fungsinya sebagai satuan pendidikan,suatu sekolah perlu membuat perencanaan proses pembelajaran,pelaksanaan proses pembelajaran,penilaian hadil pembelajaran,dan pengawasan proses pembelajaran.
7.      Model  ACTIONS ini lebih diarahkan kepada organisasi sekolah atau institusi pendidikan dalam memanfaatkan media pembelajaran
8.      Kepala sekolah dan guru harus memiliki cukup pertimbangan dalam memanfaatkan suatu jenis media dan sumber belajar dalam proses pembelajaran.

B. Saran
1.      Dengan menggunakan media pembelajaran maka akan mempermudah pendidik dalam proses belajar mengajar.Oleh karena sangatlah penting dalam proses mengajar itu menggunakan media sebagi bahan untuk menyampaikan materi agar peserta didik dapat lebh memahami yang disampaikan oleh pendidik.Media pembelajaran ini juga berfungsi untuk memperbaiki metode pengajaran.
2.      Seorang guru harus bisa memanfaatkan media pembelajaran, dan memperdalam pengetahuan tentang media pembelajaran demi mendukung tercapainya tujuan yang diinginkan,danmendapatkan siswa dan siswi yang berprestasi.
3.      Pengertian, tujuan, manfaat, macam-macam media,Prinsip – prinsip Pemilihan dan Penggunaan Media, dan Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Memilih Media pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar, sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai.









DAFTAR PUSTAKA


Bretz. ( 1971). The Selection of Appropriate Communication Media for Instruction: A Guide for Designers of Air force  Tecnical Programs.California: Santa Monica,Rand.
Fardiaz, D. & Gardjito. (1988). Mefia Trandparansi ( Makalah dipresentasikan pada workshop Produksi Media di IPB Bogor,11 - 16 juli 1988 )
U of M/ 3M Study,Teaching With Overhead Projaction.
Schramm,w. (1977). Big Media Little Mefia.London: Sage Publication.
Kemp & Daytone. (1985). Planing &Producing Instructional Mefia. New York : Harper  & Row Publishers.
Marisa. (2014). Komputer dan Media Pembelajaran. Tangerang Selatan : Penerbit Universitas Terbuka











MAKALAH
KOMPUTER DAN MEDIA PEMBELAJARAN
( Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran : Berbagai Faktor yang Perlu Diperhatikan )




Oleh :
Nama                           : WA ODE NUR HAYATI
Nim                              : 822830295
Program Studi             : S-1 PGSD
Pokjar                          : Raha B
Semester                       : IX




FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
 UPBJJ - KENDARI
2015
DAFTAR ISI


HALAMAN SAMPUL ……………………………..……………..…….    i
KATA PENGANTAR ………………………………………………….     ii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………     iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ………………………………………………………      1
B. Rumusan Masalah …………………………………………………..       2
C. Tujuan Pembuatan Makalah ………………………………….. ………   3
D. Manfaat Pembuatan Makalah ……………………………….. ……….   3
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Media Pembelajaran………………………………………...   4
B. Manfaat Media Pembelajaran…………………………………………..  5
C. Fungsi  Media Pembelajaran………………………………………….     5
D. Pertimbangan dalam Perencanaan dan Pemanfaatan Media..................   6
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan …………………………………………………………..     12
B. Saran …………………………………………………………………...  13
DAFTAR PUSTAKA











KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang "Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran: Berbagai Faktor yang Perlu Diperhatikan"dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.Penulis juga berterima kasih kepada Tutor mata kuliah Komputer dan Media Pembelajaran yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai pemanfaatan media dalam pembelajaran: Berbagai faktor yang perlu diperhatikan.Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.
Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. 
   


 Raha,  Mei 2015


Penyusun


Posting Komentar