do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 13 Februari 2016

MKALAH TEFLON



PENDAHULUAN

Sejarah Teflon atau polytetrafluoroethylene (PTFE) berawal tahun 1938, teflon ditemukan secara tidak sengaja oleh Roy Plunkett dari Kinetic Chemical saat mencoba membuat CFC jenis baru. Tahun 1941 Kinetic Chemical mematenkannya dan mendaftarkan Teflon tahun 1945 sebagai merk dagang. Kinetic Chemical merupakan perusahaan yang didirikan oleh Du Pont dan General Motors tahun 1930 untuk memproduksi zat CFC yang kita kenal sebagai Freon ( merk dagang dari Du Pont).
Tahun 1954, seorang insinyur dari Perancis bernama Marc Gregoire membuat penggorengan pertama yang mengunakan lapisan antilengket dengan merk TEFAL.
Tahun 1961 Marion A. Trozzolo, memasarkan penggorengan pertama yang menggunakan lapisan antilengket The Happy Pan, di Amerika Serikat tepatnya di Kansas City.
Teflon telah digunakan secara komersial sejak tahun 1940 untuk berbagai tujuan, karena sifatnya yang stabil terhadap bahan kimia lain (sulit bereaksi terhadap bahan kimia lain) serta dapat menghasilkan permukaan yang anti gores. Pemakaian terbanyak di masyarakat dalam bentuk peralatan memasak anti lengket misalnya wajan dan panci.
Saat ini penggunaan Teflon di berbagai bidang kehidupan begitu marak, alasan itulah yang membuat pembahasan Teflon ini dirasa pentin untuk dibahas.



BAB II
PEMBAHASAN


BAHAN DASAR TEFLON

Bahan dasar teflon atau polytetrafluoroethylene  (PTFE) adalah fluorocarbon solid, karena berat molekul senyawa seluruhnya terdiri dari karbon dan fluor . Neither water and water-containing substances nor oil and oil-containing substances are wet by PTFE, as fluorocarbons demonstrate mitigated London dispersion forces due to the high electronegativity of fluorine. Baik air dan air yang mengandung zat atau minyak dan minyak yang mengandung zat yang basah oleh PTFE, sebagai fluorocarbons menunjukkan dikurangi gaya dispersi London karena tingginya elektronegativitas fluor. PTFE has one of the lowest coefficients of friction against any solid. PTFE memiliki salah satu koefisien terendah dari gesekan terhadap setiap padat.

 PTFE adalah termoplastik polimer , yang putih padat pada suhu kamar, dengan kepadatan sekitar 2,2 g / cm 3. According to DuPont, its melting point is 327 °C (621 °F), but its properties degrade above 260 °C (500 °F). [ 6 ] PTFE gains its properties from the aggregate effect of carbon-fluorine bonds , as do all fluorocarbons. Menurut DuPont, adalah titik lebur 327 ° C (621 ° F), namun sifat-sifatnya mendegradasi di atas 260 ° C (500 ° F). [6] PTFE sifat keuntungan dari efek agregat dari ikatan karbon-fluor , seperti halnya semua fluorocarbons.


Teflon adalah bahan sintetik yang sangat kuat, umumnya berwama putih. Teflon tahan terhadap panas sampai kira-kira 250°C.Di atas 250°C teflon mulai melunak, di dalam api akan meleleh dan sulit menjadi arang. Berat jenisnya kira-kira 2,2 g/cmI. Teflon tidak tahan terhadap larutan alkali hidroksida juga kurang tahan terhadap hidrokarbon yang mengandung khlor.
PTFE adalah sebuah fluorocarbon solid yang memiliki berat molekul tinggi dan terdiri dari karbon serta fluorin. Proses dekomposisi komponen kimia (pyrolisis) dari PTFE terjadi jika zat ini dipanaskan mencapai suhu 200°C (392°F). PTFE kemudian akan melepaskan gas fluorocarbon. Jika terus dipanaskan hingga mencapai 260°C (500°F), komponen-komponen kimia PTFE akan mengalami kerusakan dan dekomposisi. Menurut penelitian, produk sisa hasil dekomposisi PTFE bersifat letal (mematikan) bagi burung dan dapat menimbulkan gejala-gejala mirip flu (flu like symptoms) pada manusia.

Pada proses pembuatan Teflon, digunakan zat kimia lain yang bernama Perfluorooctanoic acid  (PFOA or C8) yang merupakan garam ammonia. Zat ini digunakan sebgai surfaktan dalam emulsi polimer PTFE.

POFA menjadi perhatian para peneliti karena zat ini dapat tertinggal di dalam lingkungan dan menumpuk di tubuh manusia untuk jangka waktu yang sangat lama. Pemeriksaan darah pada penduduk Amerika menunjukkan adanya POFA yang tertinggal meskipun dalam jumlah kecil. Akhir-akhir ini US Environtmental Protection Agency (EPA) menetapkan POFA sebagai zat yang kemungkinan bersifat karsinogenik terhadap manusia. Penelitian lebih lanjut masih dilakukan untuk menetukan kadar karsinogen yang menjadi acuan. Beberapa efek buruk lain yang telah diteliti seperti peningkatan kadar kolesterol pada para pekerja pabrik Teflon.

Beruntungnya, POFA digunakan dalam proses pembuatan Teflon, hanya sedikit kadar yang masih terdeteksi dalam hasil akhir produk Teflon.
Saat ini, EPA belum membuat rekomendasi pasti mengenai apakah masyarakat harus menghindari penggunaan Teflon atau tidak.
PTFE memiliki titik lebur yang relatif tinggi (dikarenakan oleh kekuatan gaya tarik antara rantai-rantainya) dan sangat resisten terhadap serangan kimia. Rantai karbon begitu melekat pada atom-atom fluorin sehingga tidak ada yang bisa mencapainya untuk bereaksi dengannya. Ini bermanfaat dalam industri kimia dan dalam industri makanan untuk melapisi wadah dan membuat wadah-wadah tersebut kebal terhadap hampir segala sesuatu yang dapat membuatnya korosi.
Dikenal sebagai bahan yang sangat tahan gesek, tahan kimia, tahan suhu tinggi (260 C) dan konstanta dielektriknya rendah. Dipakai sebagai bahan isolator listrik, seal, gasket, bushing dan alat anti gesek pada industri kimia, listrik dan textile.
Tersedia dalam bentuk : Batangan, Lembaran Kaku dan Lembaran Flexible.
Lapisan antilengket mempunyai nama kimia Polytetrafluoroethylene (PTFE) yang merupakan bahan sintetic fluoropolymer dari tetrafluoroethylene.
Karena itu zat kimia pada lapisan antilengket mengandung berbagai logam yang berbahaya seperti mercuri dan zat PFOA yang bersifat karsinogen.
Lapisan antilengket yang terbuat dari PTFE (polytetrafluoroethylene)
Lapisan antilengket menggunakan Perfluorooctanoic acid (PFOA) atau Ammonium Perfluorooctanoate (APFO) atau juga sering disebut C-8,
Teflon adalah polytetrafluoroethylene (PTFE), sebuah polimer ethylene fluorine.
    F   F  
    |   |  
  -(C - C)-
    |   |   n
    F   F  

PTFE memiliki koefisien gesek terendah dari bahan padat yang dikenal
Teflon adalah bahan sintetik yang sangat kuat, umumnya berwama putih. Teflon tahan terhadap panas sampai kira-kira 250°C.Di atas 250°C teflon mulai melunak, di dalam api akan meleleh dan sulit menjadi arang. Berat jenisnya kira-kira 2,2 g/cmI. Teflon tidak tahan terhadap larutan alkali hidroksida. Juga kurang tahan terhadap hidrokarbon yang mengandung khlor
Teflon adalah polytetrafluoroethylene, (PTFE).  Struktur molekul teflon adalah berupa rantai atom karbon yang panjang, mirip dengan polimer lainnya. Rantai atom yang panjang ini dikelilingi oleh atom fluor. Ikatan antara atom karbon dengan fluor sangat kuat.
PFOA, atau amonium perfluorooctanoic acid, merupakan zat kimia utama dalam pembuatan teflon sebagai pelapis dalam alat memasak.

CARA PEMBUATAN
Teflon adalah bahan sintetik yang sangat kuat, umumnya berwama putih. Teflon tahan terhadap panas sampai kira-kira 250°C.Di atas 250°C teflon mulai melunak, di dalam api akan meleleh dan sulit menjadi arang. Berat jenisnya kira-kira 2,2 g/cm2ss. Teflon tidak tahan terhadap larutan alkali hidroksida. Juga kurang tahan terhadap hidrokarbon yang mengandung khlor. Teflon digunakan sebagai bahan penyekat, misalnya untuk kotak penyekat (stuffing box), cincin geser (sifat geseran dapat diperbaiki dengan Bagian-Bagian alat dari teflon menambahkan graft ke dalamnya). Digunakan juga untuk cincin 0 atau 0-ring, untuk gasket konsentrik dengan diberi bahan lunak (sebab teflon tidak begitu elastis), alat-alat yang kecil, pipa, slang selubung pipa. Teflon dapat dipintal menjadi benang dan kemudian ditempat. Temman dari teflon merupakan bahan untuk filter yang sangat kuat.
Teflon(Tetrafluoroetena) =Pelapis panci anti lengket
Polimer ini memiliki nama dagang Teflon atau Fluon.

A. Struktur
Secara struktural, PTFE mirip seperti poli(etena) kecuali bahwa masing-masing hidrogen dalam struktur diganti dengan sebuah atom fluorin. Rantai-rantai PTFE cenderung terkemas dengan baik dan PTFE cukup berhablur (kristalin). Karena atom-atom fluorin, ranta-rantainya juga mengandung lebih banyak elektron (dengan panjang yang sama) dibanding rantai poli (etena) yang sebanding. Jika pengemasan yang baik dikombinasikan dengan elektron-elektron ekstra yang ada maka gaya dispersi Van der Waals akan lebih kuat dibanding pada poli(etena) sekalipun yang berkepadatan tinggi.

SIFAT MEKANIK
Beberapa sifat mekanik yang ada pada bahan Teflon antara lain:
1.      Kekuatan (strength) dan ketangguhan (toughness)
a.       Sifat sintetisnya sangat Kuat
-          tahan Panas dari -100 sampai 250 derajat
-          tidak bisa menjadi arang jik dibkar
b.      Teflon memiliki titik leleh 342°C.
c.       Tidak tahan oleh Alkali Hidroksida dan kurang tahan dengan Hidrokarbon yang mengandung Khlor
d.      Tahan akan gesekan
e.       Tahan akan kimia kecuali Alkali Hidroksida dan Hidrokarbon
f.       Karena Teflon adalah termasuk bahan penyekat maka  Teflon tahan oleh uap air
2.      Memiliki resistivitas atau hambatan listrik yang besar
3.      Kekerasan  (thougness)
Karena Teflon termasuk bahan penyekat bentuk padat maka Teflon memiliki kekerasan  yang tinggi.
4.      Elastisitas
Karena Teflon termasuk bahan penyekat bentuk padat maka Teflon memiliki kemampuan elastisitas yang rendah
PTFE memiliki titik lebur yang relatif tinggi (dikarenakan oleh kekuatan gaya tarik antara rantai-rantainya) dan sangat resisten terhadap serangan kimia. Rantai karbon begitu melekat pada atom-atom fluorin sehingga tidak ada yang bisa mencapainya untuk bereaksi dengannya. Ini bermanfaat dalam industri kimia dan dalam industri makanan untuk melapisi wadah dan membuat wadah-wadah tersebut kebal terhadap hampir segala sesuatu yang dapat membuatnya korosi.
Yang tak kalah pentingnya bahwa PTFE juga memiliki sifat anti-lengket yang sangat baik – sifat inilah yang menyebabkan PTFE paling banyak digunakan dalam peralatan dapur dan perkebunan yang tidak-melengket. Dengan sifat ini juga, PTFE bisa digunakan pada barang-barang seperti bantalan anti gesekan.
1. Akrilat(Metil akrilat) =Kaca jendela pesawat
2. Bakelit(metanal+fenol) =alat-alat listrik
3. Dakron(metil tereftalat+etilen glikol)=Serat tekstil
4. Karel alam (isoprena) =Pembuatan ban
5. SBR(Stirena+1,3 Butadiena) =Tapak kembangan ban mobil


Dampak Penggunaan Polimer Sintetik Terhadap Kesehatan Dan Lingkungan
Industri polimer sintetik dewasa ini berkembang sangat pesat, sehingga menghasilkan produk-produk yang membuat kehidupan bertambah praktis dan nyaman Selain harganya relatif murah, bahan plastik juga tahan lama. Bahkan plastik dianggap sebagi simbol kemajuan zaman.. Namun penggunaannya yang luas di berbagai segi kehidupan ternyata dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Ini karena pada umumnya polimer sintetik tersebut sukar diuraikan oleh mikroorganism (nonbiodegradable). Barang-barang yang sudah tidak dipakai lagi akan menumpuk dalam bentuk sampah yang tidak dapat membusuk.

SIFAT NON MEKANIK
Teflon memiliki sifat – sifat yang unik, berikut diantaranya:
  1. Tahan terhadap banyak bahan kimia, termasuk ozone, chlorine, acetic acid, ammonia, sulfuric acid, dan hydrochloric acid. Satu –satunya bahan kimia yang bisa merusak lapisan teflon adalah lelehan logam alkali.
  2. Anti radiasi Ultra Violet dan tahan segala cuaca.
  3. Anti lengket.
  4. Mempunyai performa yang baik pada temperatur ekstrim, tahan pada temperatur  -240°C sampai pada 260 °C. Teflom memiliki titik leleh 342°C.
  5. Bersifat hidrofobik (tidak suka air).

PEMANFAATAN
Teflon digunakan sebagai bahan penyekat, misalnya untuk kotak penyekat (stuffing box), cincin geser (sifat geseran dapat diperbaiki dengan Bagian-Bagian alat dari teflon menambahkan graft ke dalamnya). Digunakan juga untuk cincin 0 atau 0-ring, untuk gasket konsentrik dengan diberi bahan lunak (sebab teflon tidak begitu elastis), alat-alat yang kecil, pipa, slang selubung pipa. Teflon dapat dipintal menjadi benang dan kemudian ditempat. Temman dari teflon merupakan bahan untuk filter yang sangat kuat.

Penggunaan PTFE juga sangat beragam karena sifatnya yang antilengket dan tidak menghantar listrik. PTFE digunakan antara lain pada :
1. Penggorengan atau Frying Pan.
2. Rice cooker dan Rice Warmer Jar pada pancinya.
3. untuk melapisi tapak dasar dari setrika agar lebih licin dalam menyetrika
4. Melapisi Pipa pipa zat kimia yang sangat sensitive seperti pada uranium hexafluoride.
5. sebagai insulator pada kabel dan konektor perakitan Microwave.
6. menjadi membran pori pori pada kain sintetic
7. penggunaan pada spare part mesin dan alat alat elektronik
8. pada peralatan laboratorium karena sifatnya yang anti korosi
 Teflon digunakan sebagai bahan penyekat, misalnya untuk kotak penyekat (stuffing box), cincin geser (sifat geseran dapat diperbaiki dengan Bagian-Bagian alat dari teflon menambahkan graft ke dalamnya). Digunakan juga untuk cincin 0 atau 0-ring, untuk gasket konsentrik dengan diberi bahan lunak (sebab teflon tidak begitu elastis), alat-alat yang kecil, pipa, slang selubung pipa. Teflon dapat dipintal menjadi benang dan kemudian ditempat. Temman dari teflon merupakan bahan untuk filter yang sangat kuat.



Penggunaan Lapisan Antilengket di Indonesia
PTFE atau lapisan antilengket di Indonesia banyak digunakan pada peralatan rumah tangga sehari hari. Peralatan yang sering kita lihat adalah seperti Penggorengan (frying pan), kuali (wok), penanak nasi electric (rice cooker) dan juga setrika ( Iron). Lapisan ini sangat menolong karena kegunaanya dalam memasak yaitu :
1. mengurangi penggunaan minyak goreng atau margarine yang berlemak tinggi
2. mudah dibersihkan, pada peralatan setelah digunakan.
Namun tingkat perekonomian dan pendidikan yang belum tinggi menyebabkan masyarakat tetap menggunakan peralatan rumah tangganya meskipun sudah rusak atau tidak layak pakai. Lebih memprihatinkan lagi kurangnya minat baca dan juga perhatian pemerintah terhadap isu kesehatan menyebabkan informasi mengenai bahaya penggunaan lapisan antilengket ini belum banyak diketahui.

Bahaya penggunaan lapisan antilengket di Indonesia
Bahaya penggunaan antilengket di Indonesia lebih dikarenakan antilengket tersebut mudah tergores dan terkelupas dan digunakan pada peralatan masak. Lapisan yang terkelupas ini apabila tercampur pada makanan sangat berbahaya. Karena itu zat kimia pada lapisan antilengket mengandung berbagai logam yang berbahaya seperti mercuri dan zat POFA yang bersifat karsinogen. Penggunaan lapisan antilengket yang terkelupas sering tidak kita sadari terjadi pada Panci Rice Cooker, karena biasanya kita kurang memperhatikan panci rice cooker kita dibanding dengan penggorengan. Rice Cooker sekarang merupakan alat masak wajib ada didapur karena makanan pokok penduduk Indonesia adalah nasi. Apabila beras bercampur dengan air yang terkontaminasi zat dari Lapisan antilengket yang terkelupas akan menjadi satu ketika menjadi nasi. Nasi itu yang dimakan keluarga kita setiap hari dan minimal 2 kali sehari. Demikian juga pada penggorengan dan kuali, meskipun mungkin tidak tiap hari dipakai namun tingkat kemungkian bahayanya sama dengan penggunaan pada rice cooker.
Langkah yang dapat kita lakukan memberikan informasi yang benar pada masyarakat tentang bahayanya antilengket yang terkelupas apabila digunakan untuk masak.
Sebaiknya menggunakan peralatan masak yang food grade, yang aman bagi kesehatan dan aman bagi keluarga kita.

Posting Komentar