do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 27 November 2014

MAKALAH APLIKASI LISTRIK DALAM MEDIS



BAB 1
PENDAHULUAN


A . LATAR BELAKANG
                Terapi listrik sudah banyak dilakukan dinegara negara maju sebagai alternatif pengobatan yang cukup aman. Demikian pula di Indonesia, belum lama ini telah dilakukan penelitian terhadap manfaat terapi listrik untuk pengobatan hipertensi dan kencing manis.
Gaya hidup modern kota besar hampir pasti menghalangi kita dalam memperoleh kondisi sehat. Solusinya adalah dengan terapi listrik.Sehat, awet muda, dan panjang umur adalah dambaan setiap orang. Untuk mencapai semua itu, tentu saja ada syaratnya, yaitu menerapkan gaya hidup sehat. Menjalani pola makan yang tepat, tinggal di lingkungan bersih, cukup berolahraga, menjauhi stres, dan cukup istirahat adalah langkah-langkahnya. Ironisnya, kehidupan modern di kota besar kurang memungkinkan kita melakukan semua itu.
Tingkat polusi tinggi, tingkat stres tinggi, diet tidak seimbang, tak ada waktu untuk berolahraga, dan kurang istirahat adalah hal-hal yang biasa bagi kita. Kabar baiknya, Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Karena kalau mau, Anda bisa mencoba Electric Potential Therapy (EPT) atau yang lebih dikenal dengan terapi listrik. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat khusus yang memanfaatkan energi listrik yang akan keluar dari jari-jari tangan anda ,tanpa megic.
Kelistrikan memegang peranan penting dalam bidang keokteran. Ada dua aspek kelistrikan dan magnetis dalam bidang kedokteran yaitu listrik dan magnet yang timbuldalam tubuh manusia, serta penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuhmanusia
Pada tahun 1856 Caldani menunujukkan kelistrika pada otot katak yang telahmati. Luigi Galvani (1780) mulai mempelajari kelistrikan pada tubuh hewan kemudian pada tahun 1786 Luigi Galvani melaporkan hasil eksperimennya bahwa ke dua kaki katak terangkat ketika diberikan aliran listrik lewat suatu konduktor.Arons (1892) merasakan ada aliran frekwensi tinggi melalui beliau sendiri sertaasistennya.
Pada tahun 1899 Van Seynek melakukan pengamatan tentang terjadinya panas pada jaringan yang disebabkan oleh aliran frekwensi tinggi. Schliephake (1982)melaporkan tentang pengobatan penderita dengan mempergunakan “Short Wave”Berdasarkan penjelasan, dapat dilihat adanya kerja listrik dalam tubuh manusia.Hal ini berdasarkan dari pengamatan yang dilakukan oleh berbagai ilmuan di atas. Makadari itu kami akan menjelaskan aplikasi kerja listrik dalam bidang kesehatan khususnyadalam tubuh manusia.

B.Tujuan Makalah
     Makalah ini disusun dengan tujuan sebagai berikut:
     1.Untuk mengetahui aplikasi-aplikasi yang dipakai dalam medis
     2.Untuk mengetahui alat-alat listrik yang dipakai untuk kesehatan
     3.Untuk mengetahui penyembuhan apa saja harus memakai listrik

C.Manfaat Makalah
1. Mahasiswa dapat mengetahui lebih jauh mengenai aplikasi-aplikasi apa saja yang di         pakai dalam medis.
2. Mahasiswa dapat mengetahui alat-alat medis yang mengadung listrik
3. Mahasiswa  dapat mengetahui kegunaan listrik untuk penyembuhan




















BAB II
PEMBAHASAN


1.Pengertian
Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik . Listrik  dapat juga diartikan sebagai berikut:
Listrik adalah kondisi dari partikel subatomik tertentu, sepertielektrondan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gayadi antaranya.Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karena muatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenalsebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisikayang dikenal luas, seperti petir, medan listrik , dan arus listrik . Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi-aplikasi industri sepertielektronik dan tenaga listrik.Listrik juga mempunyai sifat-sifat.
Sifat-sifat listrik 
Listrik memberi kenaikan terhadap 4 gaya dasar alami, dan sifatnya yang tetap dalam benda yang dapat diukur. Ada 2 jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melaluieksperimen, muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satusama lain. Besarnya gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb.Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyaihambatan,maka akandilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan berlipat. Sifatini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.

2.Aplikasi Listrik Dalam Medis
            Banyak aplikasi-aplikasi listrik yang di pakai dalam medis seperti EKG (Elektrokardiogram), EEG (Elektroensefalogram), TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation), Defibrilator,dan Diatermi.

A.EKG(Elektrokardiogram)
Elektrokardiografi adalah ilmu yang mempelajari aktivitas listrik jantung. Elektokardiogram adalah suatu grafik yang menggambarkan rekaman listrik jantung.
Elektrokardiogram atau yang biasa kita sebut dengan EKG merupakan rekaman aktifitas kelistrikan jantung yang ditimbulkan oleh sistem eksitasi dan konduktif khusus jantung. Jantung normal memiliki impuls yang muncul dari simpul SA kemudian dihantarkan ke simppul AV dan serabut purkinje. Perjalanan impuls inilah yang akan direkam oleh EKG sebagai alat untuk menganalisa kelistrikan jantung.
Sebelum perawat menggunakan EKG pada klien, maka perawat harus menjelaskan tujuan dan prosedur dari pemasangan EKG ini. Klien diminta untuk berbaring setenang  mungkin selama tes berlangsung.
EKG dilaksanakan dengan klien dalam posisi supine dengan dada terbuka. Sebelum menempelkan elektroda, kulit klien dibersihkan dahulu menggunakan swab alkohol untuk mengurangi minyak yang ada di permukaan kulit dan untuk meningkatkan kontak elektroda yang akan digunakan, selain itu jangan lupa untuk menggunakan pasta atau jel pada lokasi yang akan ditempelkan elektroda apabila akan menggunakan plat metal atau suction cups. Untuk memastikan kontak yang baik antara kulit dan elektroda untuk lead pada kaki, maka elektroda harus ditempatkan pada permukaan yang rata diatas pergelangan kaki dan mata kaki.
Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang dibuat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda: elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio, kata Yunani untuk jantung, gram, sebuah akar Yunani yang berarti "menulis". Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilkan informasi diagnostik yang penting.
Ø  Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung[1]
Ø  EKG memandu tingkatan terapi dan risiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut [2]
Ø  EKG membantu menemukan gangguan elektrolit (mis. hiperkalemia dan hipokalemia)[3]
Ø  EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi (mis. blok cabang berkas kanan dan kiri)[4]
Ø  EKG digunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selama uji stres jantung[5]
Ø  EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis. emboli paru atau hipotermia)
Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung. Namun, EKG dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas.[6]
EKG adalah suatu gambaran grafis dari beda potensial antara dua titik pada permukaan tubuh. EKG biasanya direkam pada kertas grafik seperti terlihat dalam Gambar 10. Dalam gambar tersebut terlihat ada dua macam kotak yaitu kotak besar dan kecil. Kotak kecil mempunyai ukuran 1mm x 1mm, dan kotak besar mempunyai ukuran 5mm x 5mm. Dalam EKG ada dua variabel yang digunakan yaitu waktu dan tegangan. Variabel waktu dinyatakan dalam arah mendatar, dan variabel tegangan dalam arah tegak. Skala untuk variabel waktu adalah 0,04s/mm atau 25mm/s. Skala untuk tegangan adalah 0,1mv/mm atau 10mm/mV.

Ada beberapa parameter untuk variabel waktu yaitu interval, segmen, dan perioda/heart rate. Untuk variabel tegangan parameternya adalah amplituda dan polaritas. Polaritas ini dilihat berdasarkan garis isoelektrik. Garis isolelektrik adalah garis lurus tanpa gelombang apapun. Polaritas positif  adalah defleksi gelombang di atas garis isoelektrik (selanjutnya disebut defleksi positif), dan polaritas negatif  adalah defleksi gelombang di bawah garis isoelektrik (selanjutnya disebut defleksi negatif).
Tiap-tiap siklus jantung dalam EKG terdidri atas beberapa komponen, yang diberi nama berdasarkan definisi sebagai berikut :
·                     Gelombang P adalah defleksi positif pertama sebelum kompleks QRS.
·                     Interval PR diukur dari permulaan gelombang P sampai permulaan defleksi garis isoelektrik berikutnya. Interval ini adalah waktu yang diperlukan impuls listrik dikonduksikan melalui atrium dan Simpul AV sampai mulai timbul depolarisasi ventrikel.
·                     Kompleks QRS, terdiri atas tiga gelombang yaitu Q, R, dan S. Gelombang Q adalah defleksi negatif pertama sesudah interval PR. Gelombang R adalah defleksi positif pertama sesudah gelombang P. Gelombang S adalah defleksi negatif yang menyertai gelombang R. Pengukuran kompleks QRS dimulai dari permulaan gelombang Q (atau gelombang R jika Q tidak ada) sampai gelombang S mencapai garis isoelektrik (atau tempat gelombang S akan mencapai garis isoelektrik jika garis ini tidak melengkung ke dalam segmen ST).
·                     Segment ST adalah bagian garis yang berlanjut dari ujung gelombang S sampai permulaan gelombang T.
·                     Gelombang T adalah defleksi (dapat positif atau negatif) yang mengiringi segment ST.




Untuk keperluan diagnosis, ada 12 macam titik sadapan (lead) EKG, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 11. Sadapan ini terdiri atas:
·                     Sadapan Einthoven, terdiri atas tiga sadapan yaitu sadapan I, II, dan III (Gambar 11.(a))
·                     Sadapan Goldberger augmented (Gambar 11.(b)), terdiri atas tiga sadapan yaitu VR, VL, dan VF (atau disebut juga aVR, aVL, dan aVF)
·                     Sadapan precordial (sadapan dada), terdiri atas enam sadapan yaitu V1, V2, V3, V4, V5, dan V6 (Gambar 11.(c)).
(a).  Sadapan Einthoven
(b) Sadapan Goldberger augmented
(c) Sadapan dada (precordial)

B.EEG (elektroensefalogram)
       EEG ( elektroensepalogram)adalah pencatatan isyarat listrik otak. Pencatatan potensial listrik otak merupakan sumasidari potensial aksi sel saraf di dalam otak amplitudo dari isyarat EEG merupakangelombang denyut demi denyut ( peak to peak) dengan jarak antara 10 mV- 100mV padafrekuensi dibawah 1 hertz sampai lebih 100 hertz.Lokasi pemasangan Elektroda :Elektroda yang digunakan adalah elektroda permukaan kulit atau elektroda jarum danelektroda “ reference” yang dipasang pada kedua daun telinga. Lokasi pemasanganelektroda menurut standart Internasional sebanyak 10-20 saluran yang disebut “ elektroda placement system”. Secara rutin hanya 8-16 saluran elektroda yang dipergunakan dan pencatatan dilakukan secara serempak, jarak tiap-tiap elektroda dengan interval 10% dan20%.
Mesin electroencephalogram (EEG) merupakan satu mesin yang digunakan untuk menghasilkan gambar yang menunjukkan aktiviti elektrik di dalam otak. Alat ni telah digunakan untuk diagnosis perubatan serta kajian neurobiologi. Komponen utama dalam mesin EEG termasuk elektroda, amplifiers, modul pengawalan komputer, dan alat paparan. Electroencephalografi adalah prosedur pencatatan aktifitas listrik otak dengan alat pencatatan yang peka sedangkan grafik yang dihasilkannya disebut Electroencephalogram.
 Electroencephalogram (EEG) dan analisa peta topografi menggabungkan fungsi perhitungan komputer berkecepatan tinggi dan diagnosis electroencephalogram yang sangat rumit, analisis jumlah besar dalam diagnosis electroencephalogram dan mengurangi kesalahan terbesar manusia. Hal ini mendapatkan hasil diagnosis yang akurat dalam beberapa menit singkat.

Mesin EEG Modern
Saat ini, software yang digunakan dalam bidang electroencephalology telah terautorisasi oleh argumentasi para ahli dan terbukti melalui berbagai aplikasi klinis. Tingkat akurasi diagnosis dari alat ini tinggi yakni hingga 85%. Biaya software yang rendah, kepraktisan ekonomi, instalasi yang mudah, dan kestabilan merupakan keuntungan tambahan. Software ini juga mudah dioperasikan. Ketika menggabungkan software dengan alat electroencephalogram, tidak hanya dapat meningkatkan standart hardware rumah sakit, tetapi juga memenuhi kebutuhan bisnis rumah sakit. Perangkat lunak ini memiliki kompatibilitas yang besar dan itu berlaku untuk berbagai electroencephalogram tipe baru, tipe lama, dan ter-upgrade.
Karakteristik Sistem EEG:

Secara otomatis dapat mendiagnosa hasil, akan lebih mudah dan akurat.
Dibandingkan dengan electroencephalogram tradisional, ia memiliki keuntungan sebagai berikut:
1.Kemampuan visualisasi kuat, tingkat akurasi yang tinggi, kesalahan kecil.
2. Mudah pengoperasian, periode pelatihan singkat.
3. Tingkat diagnosis yang akurat.
4. Memiliki sistem data diagnosis yang terautorisasi, yang menyediakan bukti kuat untuk mendiagnosis kasus yang sulit dan rumit.
Gejala-gejala yang dapat didiagnosis dengan EEG antara lain:
1. Jatuh sakit, radang otak, kekurangan pasokan darah ke serebral
2. Tumor otak, arteriosklerosis otak, trombosis serebral
3. Sakit kepala, iskemia otak, pendarahan otak
4. Trauma otak, neurasthenic.






BAB III
PENUTUP


A.                KESIMPULAN
Terapi listrik sudah banyak dilakukan dinegara negara maju sebagai alternatif pengobatan yang cukup aman. Demikian pula di Indonesia, belum lama ini telah dilakukan penelitian terhadap manfaat terapi listrik untuk pengobatan hipertensi dan kencing manis.
Gaya hidup modern kota besar hampir pasti menghalangi kita dalam memperoleh kondisi sehat. Solusinya adalah dengan terapi listrik.Sehat, awet muda, dan panjang umur adalah dambaan setiap orang. Untuk mencapai semua itu, tentu saja ada syaratnya, yaitu menerapkan gaya hidup sehat. Menjalani pola makan yang tepat, tinggal di lingkungan bersih, cukup berolahraga, menjauhi stres, dan cukup istirahat adalah langkah-langkahnya. Ironisnya, kehidupan modern di kota besar kurang memungkinkan kita melakukan semua itu.
Tingkat polusi tinggi, tingkat stres tinggi, diet tidak seimbang, tak ada waktu untuk berolahraga, dan kurang istirahat adalah hal-hal yang biasa bagi kita. Kabar baiknya, Anda tak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Karena kalau mau, Anda bisa mencoba Electric Potential Therapy (EPT) atau yang lebih dikenal dengan terapi listrik. Terapi ini dilakukan dengan menggunakan sebuah alat khusus yang memanfaatkan energi listrik yang akan keluar dari jari-jari tangan anda ,tanpa megic.

B.     SARAN
Makalah ini masih memiliki berbagai jenis kekurangan olehnya itu kritik yang sifatnya membangun sangat kami harapkan.










DAFTAR PUSTAKA


Ø  http://manfaatlistrikmagnet.blogspot.com/2013/06/listrik-dan-kemagnetan-dalam-bidang.html


























KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
     Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah Yang Maha Esa karena rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Makalah ini berjudul “APLIKASI LISTRIK DALAM MEDIS” . Makalah ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah fisika kesehatan.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan dan do’a. juga kepada Ibu dosen yang telah memberikan bimbingan dalam penulisan makalah.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat menghargai kritikan yang membangun demi perbaikan makalah ini. Demikian besar harapan penulis agar makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca khusunya ibu hamil.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.






Raha,   April 2014


     penulis





DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI...................................................................................................................ii       
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah........................................................................................2
B. Perumusan Masalah...............................................................................................2
C. Tujuan penulisan....................................................................................................3
D. Manfaat makalah...................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN
1.Pengertian.....................................................................................................................4
2.Aplikasi Listrik Dalam Medis.......................................................................................7

BAB III KESIMPULAN
A.    KESIMPULAN…………………………………………………………………8
B.     SARAN………………………………………………………………………....8
Daftar Pustaka..............................................................................................................9








MAKALAH
APLIKASI LISTRIK DALAM MEDIS

DI SUSUN OLEH:
NAMA            : RUSTIN
NIM                : 2013.IB.0082
                          TINGKAT      : I B




AKADEMI KEBIDANAN PARAMATA RAHA
KABUPATEN MUNA
2014


Poskan Komentar