do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 22 November 2014

MAKALAH TANAMAN HOLTIKULTURA



TUGAS INDIVIDU

           MAKALAH
                TANAMAN HOLTIKULTURA
     (Budidaya Tanaman Kacang Hijau)




blackbird_iphk.bmp
 












   OLEH :
   M U N A R T I
   (1913 03 015)






         POGRAM STUDI AGRIBISNIS
SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN ( STIP) WUNA
RAHA

KATA PENGANTAR

Dengan memanjat puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberi Rahmat dan Ridhan-Nya, sehingga penyusun makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tanp hambatan apa pun.
Dalam penyusunan makalah ini, penyusun telah mendapatkan bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak. Oleh karena itu melalui kesempatan ini penyusun menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada segenap pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini sampai berakhir seperti sekarang ini.
Makalah ini disusun dengan maksud untuk memenuhi salah satu tugas pada mata kuliah ”Budidaya Tanaman Holtikultura”.
Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penyusun mengharapkan kritik dan saran dari pembacadan dosen pembimbing sangat diharapkan demi perbaikan dan kesempurnaan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pengembangan pelajaran dan pendidikan, khususnya bagi penyusun dan juga pembaca.
                                                                                                Penulis,








                                                            DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL                                                                                                         
DAFTAR ISI            ...........................................................................................     ii
KATA PENGANTAR           ..............................................................................    iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang           .....................................................................     1
1.2  Rumusan Masalah         ...............................................................     1
1.3  Tujuan           ...................................................................................     1

BAB II PEMBAHASAN
           2.1 Budidaya Tanaman Kacang Hijau ..............................................     2
          
BAB III PENUTUP
           3.1 Kesimpulan            ..........................................................................     9
           3.2 Saran             ....................................................................................     9

DAFTAR PUSTAKA












BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kacang hijau merupakan salah satu tanaman Leguminosaeyang cukup penting di Indonesia. posisinya menduduki tempat ketiga setelah kedelai dan kacang tanah. Sampai saat ini perhatian masyarakat terhadap kacang hijau masih kurang. Kurangnya perhatian ini diantaranya disebabkan oleh hasil yang dicapai per hektarnya masih rendah. Di samping itu, panen kacang hijau ini harus dikerjakan beberapa kali. Peningkatan produksi kacang hijau dilakukan dengan cara memperbaiki kultur teknis petani, mendapatkan varietas-varietas yang produksinya tinggi dan masak serempak, serta peningkatan usaha pasca panen. Dari segi agronmis dapat dilakukan dengan tindakan pengairan, pemupukan NPK dan pengaturan jumlah populasi, jarak tanam, sanitasi, pengendalian hama dan penyakit tanaman. Setiap tanaman dalam siklus hidupnya pastikan mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
1.2 Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah dalam penulisan makalah ini adalah bagaimana tehnik budidaya tanaman kacang hijau
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar kita dapat mengetahui dan memahami teknik bididya tanaman kacang hijau.





BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Tekhnik Budidaya Tanaman Kacang Hijau
Ø Benih dan Varietas
-          Semua varietas kacang hijau yang telah dilepas cocok ditanam di lahan sawah maupun tegalan.
-          Varietas terbaru tahan penyakit embun, tepung dan bercak daun seperti sriti, kutilang, perkutut dan mural dapat dianjurkan untuk ditanam pada daerah yang endemik penyakit tersebut.
-          Kebutuhan benih sekitar 20 kg/ha dengan daya tumbuh 90%.
Ø Penyiapan Lahan
-          Pada lahan bekas padi tidak perlu dilakukan pengolahan tanah
-          Apabila tanah becek maka perlu dibuat saluran drainase dengan jarak 3-5 m.
-          Sedangkan pada lahan tegalan atau bekas tanam palawija lain atau jagung perlu pengolahan tanah yakni pembajakan sedalam 15-20 cm, kemudian dihaluskan dan diratakan, saluran irigasi dibuat dengan jarak 3-5 m.
Ø Cara Tanam
-          Tanam dengan sistem tugal, dua biji/lubang.
-          Pada musing hujan digunakan jarak tanam 40 cm X 15 cm sehingga mencapai populasi 300-400 ribu tanaman/ha.
-          Pada musim kemarau digunakan jarak tanam 40 cm X 10 cm sehingga populasinya sekitar 400-500 ribu tanaman/ha.
-          Pada bekas tanaman padi, penanaman kacang hijau tidak boleh lebih dari lima hari setelah padi dipanen.
-          Penyulaman dilakukan pada saat tanaman berumur tidak lebih dari 7 hari.

Ø Pemupukan
-          Untuk lahan yang kurang subur tanaman dipupuk 45 kg urea + 45-90 SP36 + 50 kg KCL/ha yang diberikan pada saat tanamn secara larikan disisi lubang tanam sepanjng barisan tanaman.
-          Bahan organik berupa pupuk kandang sebanyak 1520 ton/ha dan abu dapur sangat baik untuk pupuk dan diberikan sebagai penutup lubang tanam.
-          Dilahan sawah bekas padi yang subur, tanaman kacang hijau, tidk perlu dipupuk maupun diberi bahan organik.
Ø Mulsa Jerami
Untuk menekan serangan hama lalat bibit, pertumbuhan gulma dan penguapan air, jerami padi sebanyak 5 ton/ha dapat diberikan sebagai mulsa.
Ø Penyiangan
Penyiangan dilakukan dua kaali pada saat tanaman berumur 4 minggu
Ø Pengairan
-          Pada daerah panas (suhu udara 30-31 derajat celcius) dan kelembaban udara rendah tnaman perlu diairi du kali pada saat tanaman berumur 21 hari dan 33 hari.
-          Pada daerah sedang (suhu udara 24-26 derajat celcius) dan kelembaban udara sedang pengairan cukup diberi satu kali yakni pada saat berumur 21 hari atau 38 hari.
-          Periode kritis kacang hijau terhadap ketersediaan air adalah pada saat mejelang berbunga (umur 25 hari) dan pengisian polong (45-50 hari), sehingga jika kekurangan air pada periode tersebut perlu dilakukan pengairan.
Ø Pengendalian Hama
-          Hama uatam kacang hijau adalah lalat kacang, ulat jengkal, kepik hijau, kepik coklat, penggerek polong dan kutu.
-          Pengendalian hama dapat dilakukan dengan insektisida seperti cwifidor,  regent, curacron, ataabnon, furadan dengan dosis 2-3 ml/liter air dan volume somprot 50 liter/ha.
-          Pada daerah endemik lalat bibit perlu tindakan perlakuan benih dengan insektisida carbosulfan (10 g/kg benih).
Ø Pengendalian penyakit
-          Penyakit utama dalah bercak daun, busuk batang, embun tepung dan penyakit puru.
-          Pengendalian dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida seperti banlate, baicor, atau daconil pada awal serangan dengan dosis 2g/l air.
-          Penyakit embun tepung sangat efektif dikendalikan dngan fungisida heksakona yang diberikan pada umur 4-6 minggu.
-          Penyakit bercak daun efektif dikendalikan dengaan fungisida heksakonazol yang diberikan pada umur 4,5 dan 6 minggu.
Ø Panen dan Pasca Panen
-          Panen dapat dilakukan apabila polong sudah berwarna hitam atau coklat
-          Panen dengn cara dipetik dan polong segara dijemur selama 2-3 hari hingga kulit mudah terbuka.
-          Pembijian dapat dilakukan dengan cara dipukul sebaiknya di dalam kantung plasik atau kain utuk mengjindari kehilangan hasil.
-          Pembersihan biji dari kotoran dengan menggunakan nyiru (tampah) dan biji dijemur lagi sampai kering simpan yaitu kadar air 8-10 %.





















BAB III
KESIMPILAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Adapun simpulan dari penulisan makalah ini adalah kacang hijau dapat di tanamam di lahan sawah pda musim kemarau atau lahan tegalan pada musim hujan. Dengan tehnik budidaya yang tepat maka akan menghasilkan tanaman kacang hijau yang baik. Saat ini tersedia pilihan varietas kacang hijau yang beragam baik ukuran bijinya (besar dan kecil) dan kulit biji yang hijaau kusam atau mengkilat.
3.2 Saran
            Adapun saran dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Bahwa dalam penanaman kacang hijau perlu dilakukan pemeliharaan seperti penyiraman secara teratur sesuai dengan kebutuhan tanaman kacang hijau
2.    Jarak tanam perlu diatur agar populasi tidak terlalu padat pada areal yang memanfaatkan sumber daya seperti sinar matahari, air dan unsur hara.

      








DAFTAR PUSTAKA
Harjadi, M.M.Sri Setyati. 1988. Pengantar Agronomi. Gramedia: Jakarta.

Rusmana. 2002. Diktat Mata Kuliah Ekologi Tanaman. Jurusan Agronomi. Faperta- Untira. Serang.

Rusmana. 2007. Petunjuk Praktikum Mata Kuliah Ekologi Tanaman. Jurusan Agronomi. Faperta­-Untirta. Serang

Sitompul dan Guritno. 1995. Analisa Pertumbuhan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Sumadi, Soeprapto Hardjo. 1993. Bertanam Kacang Hijau. Penebar Swadaya. Jakarta.

Poskan Komentar