do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Sabtu, 22 November 2014

STRUKTUR DAN FUNGSI LISOSOM



BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Ketika mempelajari RE dan apatatus golgi, kita telah mengenal adanya vesikuli-vesikuli yang berfungsi untuk mengangkut senyawa-senyawa hasil biosintesis RE untuk disekresikan maupun ditimbulkan. Beberapa vesikuli tersebut mengangkut enzim-enzim yang antara lain berperan untuk proses metabolisme sel.Pada tahu 1950 de Duve dan kawan-kawannya sedang intensif mempelajari enzim-enzim yang berperan dalam metabolisme karbohidrat.
Salah satu enzimya adalah asam fosfatease. Diketahui bahwa di dalam sitoplasma terdapat zat yag mengadung enzim tersebut, sehingga dapat di upayakan untuk dapat mengisolasi zahara tersebut dalam keadaan utuh. Novikoff pada tahun 1955 dengan menggunakan mikroskop electron menemukan adanya zahara yang banyak mengandung asam fosfatase.
Hasil penelitian menunjukan bahwa enzim dalam zarah tersebut akan paling aktif  jika isolatnya dibuat dengan air suling disbanding isolatya dibuat dari isolatonis misalnya dengan sukrosa, Sehingga zahaara tersebut mengandung enzim hidrolik. Zahara yang mengandung enzim hidrolik ini kemudia ditentukan sebagai organela baru dan diberi nama lisosom. Karena enzim terbanyak terdapat di lisosom adalah asam fosfatase,maka enzim ini dijadikan sebagai enzim penanda lisosom.
Lisosom adalah organel yang termasuk dalam sistem endomembran, produk atau hasil ER kasar dan Golgi aparatus. Lisosom merupakan kantung terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang digunakan untuk mencerna makromolekul. Nama lisosom berasal dari dua kata Latin yang berarti badan pemecahan. Terdapat enzim lisosom yang dapat menghidrolisis protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Enzim-enzim tersebut bekerja sangat baik pada keadaan asam kira-kira pada ph 5.
Lisosom bekerja sebagai organel pencerna. Lisosom mengandung berbagai macam enzim hidrolitik yang dihasilkan oleh reticulum endoplasma. Lisosom dapat mencerna semua mokromolekul menjadi molekul yang lebih kecil dan dikeluarkan ke sitoplasma. Enzim lisosom sangat penting. Enzim merupakan asam hidrolase sehingga dapat bekerja secara optimum pada pH asam. Lisosom secara mikroskopis merupakan suatu partikel yang secara struktur dibatasi oleh suatu membran, mengandung hidrolase yang berupa asam fosfatase.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka perlu adanya pembahasan lebih jauh lagi mengenai struktur dan fungsi dari lisosom agar kita lebih memahami tentang peran dari lisosom itu sendiri sebagai bagian dari sel yang membentuk tubuh makhluk hidup khususunya pada manusia.

1.2. Tujuan
            Tujuan daripada penulisan makalah ini yaitu:
1.      Menjelaskan mengenai pengertian dan sejarah dari lisosom,
2.      Menjelaskan mengenai struktur atau bagian dari lisosom,
3.      Menjelaskan fungsi dan peranan lisosom dalam sel,

1.3. Rumusan Masalah
          Berdasarkan tujuan di atas maka yang menjadi permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini yaitu:
1.      Apakah lisosom itu?
2.      Bagaimanakah sejarah dari lisosom?
3.      Bagaimanakah struktur atau bagian-bagian dari lisosom?
4.      Apakah fungsi dan peranan lisosom?

1.4. Manfaat
            Dengan adanya materi struktur dan fungsi lisosom yang akan dibahas dalam makalah ini tentunya dapat menjadi bahan sumber bacaan bagi kita guna menambah dan mengembangkan wawasan dan ilmu pengetahuan kita mengenai struktur dan fungsi daripada lisosom itu sendiri serta peranannya sebagai bagian dari unit sel yang merupakan unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Lisosom
Secara umum, sel eukariotik terdiri atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma. Sitoplasma merupakan daerah intrasel selain inti sel, yang terdiri atas sitosol dan sitoskeleton (rangka sel). Sitosol menempati sekitar 55% volume sel, dan pada sitosol inilah melekat organel-organel. Ada lima organel utama yang menempati sitosol, yaitu retikulum endoplasma, mitokondria, badan golgi, peroksisom, dan lisosom. Kelima organel ini memiliki fungsi yang berbeda-beda satu sama lain, namun saling terintegrasi untuk menjalankan fungsi sel secara keseluruhan demi menjaga keseimbangan homeostasis tubuh.
Seperti yang telah dikemukakan di atas, ada banyak pengertian yang dikemukakan mengenai lisosom, yang di antaranya adalah sebagai berikut:
1.      Lisosom adalah tempat pencernaan intrasel dan pergantian komponen intrasel,
2.      Lisosom adalah kantung terbungkus membran yang mengandung enzim-enzim hidrolitik kuat yang mampu mencerna dan, dengan demikian menyingkirkan berbagai sisa sel dan benda asing yang tidak diinginkan, seperti bakteri yang masuk ke dalam sel,
3.      Lisosom adalah satu dari benda kecil yang terdapat dalam berbagai jenis sel, mengandung berbagai enzim hidrolitik dan secara normal berperanan pada proses pencernaan intrasel terbatas,
4.      Lisosom adalah organel yang mengandung enzim pencernaan, dan lain-lain.
Lisosom adalah organel yang termasuk dalam sistem endomembran, produk atau hasil ER kasar dan Golgi aparatus. Nama lisosom berasal dari dua kata Latin yang berarti badan pemecahan. Lisosom terdiri atas enzim-enzim pencernaan (hidrolitik) yang dikemas dalam suatu kantung bermembran. Lisosom menggambarkan tema pokok struktur sel eukariotik, yaitu kompertamenalisasi atau perkamaran. Membran lisosom sebagai suatu kompartemen di mana enzim pencernaan disimpan dan secara aman terpisah dari bagian sitoplasma yang lain.
Lisosom merupakan organel bermambran bulat, dengan diameter yang begitu kecil (hanya 0,2 µm sampai 0,4 µm) sehingga sukar dilihat dalam mikroskop. Jumlah lisosom dalam sangat berfaryasi menurut jenis selnya. Namu ciri paling mecolok organel khusus ini adalah bahwa ia mengaqndung sejumlah besar hidrolasme asam, yang aktifitas ezimnya akan maksimal pada pH asan pada bagia dalam lisosom, Yaitu pH lebih kurang 5. Klompok enzim peting ini berpotensi menghancurkan hampir semua ungsur makromelekul pokok sel; karena itu ia harus dipencilkan dari bagian lain sel oleh mambran lisosom.
Lisosom memiliki beberapa tipe fungsi pencernaan. Lisosom bergabung dengan vakuola makanan, sehingga makanan dapat dicerna enzim yang dimiliki lisosom menjadi molekul-molekul kecil. Molekul kecil hasilnya meninggalkan lisosom dan digunakan lagi oleh sel. Lisosom juga menghancurkan bakteri yang membahayakan. Sel darah putih kita memasukkan bakteri ke dalam vakuola untuk mencernakan dinding sel bakteri. Lisosom juga berfungsi penting pada perkembangan embrio. Contohnya, enzim lisosom menghancurkan sel-sel selaput yang menghubungkan antara jari-jari pada tahapan perkembangan awal manusia. Lisosom yang abnormal menyebabkan penyakit yang fatal atau menyebabkan kematian.
Berdasarkan keadaan fisiologisnya lisosom dapat dibedakan atas 2 yaitu;
-          Lisosom primer yang merupakan lisosom yang baru terbentuk dan terlibat dalam kegiatan degradasi.
-          Lisosom sekunder yang berasal dari vakuola fagositosis (heterofagosom) atau bagian dari sitoplasma yang dibatasi oleh suatu membran (autofagosome) di mana tertuang enzim lisosom primer.
Lisosom primer dan sekunder selanjutnya menjadi Telolysosome yang berdegenerasi menjadi residu di dalam sel dan disebut Badan residu pasca­lisosom. Lisosom primer mengandung enzim hidrolase dan dapat bergabung (fusi) dengan vesikula endositosis (heterofagi) atau dengan vakuola autofagi. Hasil dari lisosom sekunder adalah merupakan tempat digesti.
1.      Lisosom primer
Lisosom primer adalah organel sel yang tetap, dibatasi oleh satu membran, mengandung enzim hidrolisa yang belum terlibat dalam proses katabolisme. Strukturnya berupa suatu badan yang bulat atau oval berdiameter antar 0,3 dan 1,5 micrometer. Dibatasi oleh hanya satu membran yang memungkinkan penyimpanan enzim. Lisosom primer dapat ditemukan pada hepatocyte yang jumlahnya tergantung pada aktivitas sel.
Lisosom primer diketahui mengandung lebih dari 60 jenis enzim. Enzim lisosom menghidrolisa substrat dari 4 kelompok utama makromolekul yaitu:
-          Protein
-          Asam nukleat
-          Karbohidrat
-          Lemak
Semuanya merupakan enzim degradasi atau enzim katabolisme yang aktivitas optimalnya berada di sekitar pH 5.
Sintesa enzim lisosomal dilakukan oleh ribosom dari Retikulum endoplasma granular, selanjutnya menuju ke apparatus golgi yang selanjutnya berkecambah menjadi lisosom primer.
Peranan utama dari lisosom primer adalah berisi hydrolase yang memungkinkan transport intrasitoplasma menuju fagosome atau autofagosome dan menuangkan produk enzimatiknya balik di dalam vakuola intraseluler dari system digestif seluler maupun dalam miliu ekstraseluler.
2.      Lisosom sekunder
Lisosom sekunder terlibat dalam fenomena digesti seluler dan merupakan hasil fusi dari lisosom primer dengan fagosom atau autofagosome. Lisasom sekunder dari jenis heterolysosome (vakuola heterofagi atau heterofagolisosom) dihasilkan dari vesikula tertentu. Sedangkan autolysosome (vakuola autofagi atau eytolisasom) adalah dibentuk dari fusi satu autofagosome dengan lisosom primer).
Vakuola heterofagi memiliki fungsi sebagai digesti intraseluler dan pertahanan. Fungsi sebagai digesti intraseluler yaitu bahwa alimentasi yang dalam bentuk solid atau liquid ditangkap oleh sel dan didegradasi dan komponennya menembus membran lisosom untuk dapat digunakan sebagai bahan sintesa.
Sedangkan fungsi sebagai pertahanan yaitu bahwa lisosom melindungi sel melawan agresi patogen. Bakteri, dan virus difagosit serta dihancurkan oleh enzim lisis. Senyawa toksik atau obat-obatan yang didegradasi oleh lisosom dikenal sebagai detoksikasi.
Autofagi adalah suatu mekanisme di rnana sel membersihkan diri dari partikel atau fragmen sitoplasma yang tidak digunakan lagi, tanpa kehilangan bahan kimia penyusunnya yang digunakan lagi oleh sel. Vakuola autofagi terlibat dalam beberapa aktivitas sel yaitu:
-          "cell turnover" clan penyusun sel
-          Differensiasi sel atau metamorfosis
-          Autofagi senyawa toksik
Gambar :  keterkaitan antara RE, apparatus Golgi dan lisosom
3.      Badan residu
Suatu badan residu adalah suatu vakuola yang berasal dari suatu heterolysome atau heterolysome atau suatu autolysome yang berupa residu non digesti oleh enzim lisosomal.
Residu memiliki sifat dan bentuk yang sangat bervariasi karena aspeknya tergantung pada asalnya. Badan residu mengandung:
-          Myelinis: merupakan produk dari degradasi fosfolipoprotein atau merupakan senyawa yang menyusun membran dari berbagai organel.
-          Pigmen biliair
-          Ferritin
-          Lipuscin: merupakan pigmen coklat termasuk grup chromolipoid. Merupakan hasil oksidasi non enzimatik lemak.
-          Suatu substansi asing yang dibuang. Fungsi
Bahan yang diindigesti dan terdapat dalam vakuola dieliminasi secara exocytosis (defekasi seluler). Kadang-kadang herada dalam kondisi ketidakmampuan mengeliminasi residu tersebut {konstipasi seluler), sehingga tetap berada hingga sel mati.

2.2. Sejarah Pencetus Lisosom
Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan. Lisosom ditemukan pada tahun 1950 oleh Christian de Duve dan ditemukan pada semua sel eukariotik. Di dalamnya, organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase, ataupun sulfatase. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, dan autofagi.
Berlawanan organel yang telah disinggung sejauh ini, MC tidak menunjukkan bukti langsung adanya lisosom. Adanya organel ini dalan sitoplasma pertama lkali dipotulatkan dalam 1955 oleh de Duve dari data biokimia. Sebelum itu de Dave dan kawan-kawan meneliti kandungan enzim dari fraksi-fraksi yang dipisahkan dari hemogenat sel hati tikus melalui pemusinga deferensial. Mereka terutama menarik terhadap penelitian enzim dan fraksi yang mengandung mitokondria. Dengan memperhalus prosedur pemusingan mereka berhasil mendapat praksi yang kompleks, walau serupa denga mitokondria dan sifat-sifatnya sedimentasi, mengandung enzim yang berbeda dengan apa yang ada pada mitokondria.
Dalam fraksi ini mereka secara tidak diduga mendapat sejumlah enzim hidrolitik, termasuk fosfatase asam. Mereka kemudian melakukan eksprimen biokimia yang menghasilkan postulat bahwa enzim hidrolik akan tertampung dalam vasikel berukuran 0,4 µm, dan bahwa setiap vasikel akan dibatasi mambra yang mencegah enzim ini bereaksi dengan substrat dalam sitoplasma. Menyadari bahwa badan-badan kecil dalam fraksi ini bukan mitokondria tetapi,malahan sejenis organel sitoplasma baru, mereka mengusukan nama lisosom untuk organel ini.
Kemudian fraksi yang mengandung fosfatase asam diamati dalam ME, seperti yang diperkirakan sebelumnya, lisosom ternyata merupakan organel bermambara dengan garis tengah ± 0,5 µm.  
Sejak itu Novi koff dan lain-lain telah mempelajari lisosom dalam sejumlah besar sel dengan menggabungkan tes hidrokimia degan fasfatase asam dengan mikroskopi elektron.
Diantara sejumlah besar haydrolase yag trdapat dalam lisosom (fosfatase,protease,nuclease,lipase,fospolipase,glikosidease,dan sufatase), fosfatase asam merupakan enzim yang apling mudah dideteksi secara biokimia. Lisosom yang dijumpai dalam mikroskop electron yang dipulas secara komprasional, yang dapat membedakan mambran unit pembatas dan isinya yang kedap electron sedangkan-sedang banyak glikoprotein. Bangunan yang di dekatnya yang lebih kedap electron merupakan lisosom sekunder.
Cara pembentukan lisosom nenyerupai yang berlaku untuk granula sekresi. Berbagai haidrolisisnya, yang hampir semuaunya glikoprotein. pada awalnya di sintesis didalam rER dan kemudian dibawa ke muka cis tumpukan golgi oleh fasikel transfer. Tumpukan golgi kemudian memisahkan mereka dari produk sekresi lain melalui proses pengenalan yang melibatkan petanda mannose-6 fosfat, seperti yang telah diuraikan dalam bab ini pada ssekresi aparat golgi. Sesampainya dimuka trans tumpukan, enzim hidrolitik memasuki bagian pelebaran mengelembung pada bagian tepi sakulus paling atas atau GERL, dan pelebaran ini dilepasakan sebagai lisosom.  
2.3. Struktur Lisosom
1. Membran lisosom
Membran lisosom sebagai suatu kompartemen di mana enzim pencernaan disimpan secara aman terpisah dari bagian sitoplasma yang lain. Untuk menyediakan pH asam bagi enzim hidrolitik, membran lisosom mempunyai pompa H+ yang menggunakan energi dari hidrolisis ATP. Membran lisosom juga sangat terglikosilasi yang dikenal denganlysosomal-associated membrane proteins (LAMP). Sampai saat ini sudah terdeteksi LAMP-1, LAMP-2, dan CD63/LAMP-3. LAMP berguna sebagai reseptor penerimaan kantong vesikel pada lisosom.

2. Enzim Hidrolitik
Enzim hidrolitik dibuat pada retikulum endoplasma, yang mengalami pemaketan di badan Golgi dan kemudian ke endosom lanjut yang nantinya akan menjadi lisosom. Untuk prosesnya ini, enzim ini mempunyai molekul penanda unik, yaitu manosa 6-fosfat (M6P) yang berikatan dengan oligosakarida terikat-N.

2.4. Fungsi Lisosom
Fungsi utama lisosom adalah berperan dalam pencernaan intrasel. Fungsi lisosom ada 3 yaitu endositosis, fagositosis, dan autofagi.
1.      Endositosis
Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar ke dalam sel melalui mekanisme endositosis, yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan, yang disebut endosom awal. Beberapa materi tersebut dipilah, ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma), yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Di endosom lanjut, materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Di dalam endosom awal, pH sekitar 6. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom.

2.      Fagositosis
Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Pertama, membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom. Kemudian, fagosom akan berdifusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).

3.      Autofagi
Proses autofagi untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri, organel yang tidak berfungsi lagi. Bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom.  Lalu autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Proses ini berguna pada sel hati, transformasi berudu menjadi katak, dan embrio manusia.
Fungsi lain:
·         Lisosom memiliki beberapa tipe fungsi pencernaan. Lisosom bergabung dengan vakuola makanan, sehingga makanan dapat dicerna enzim yang dimiliki lisosom menjadi molekul-molekul kecil. Molekul kecil hasilnya meninggalkan lisosom dan digunakan lagi oleh sel.
·         Lisosom juga menghancurkan agresi pathogen, bakteri, virus yang membahayakan. Sel darah putih kita memasukkan bakteri ke dalam vakuola untuk mencernakan dinding sel bakteri.
·         Lisosom juga berfungsi penting pada perkembangan embrio. Contohnya, enzim lisosom menghancurkan sel-sel selaput yang menghubungkan antara jari-jari pada tahapan perkembangan awal manusia. Lisosom yang abnormal menyebabkan penyakit yang fatal atau menyebabkan kematian.


BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Lisosom adalah satu dari benda kecil yang terdapat dalam berbagai jenis sel, mengandung berbagai enzim hidrolitik dan secara normal berperanan pada proses pencernaan intrasel terbatas Lisosom bekerja sebagai organel pencerna. Lisosom mengandung berbagai macam enzim hidrolitik yang dihasilkan oleh reticulum endoplasma. Lisosom secara mikroskopis merupakan suatu partikel yang secara struktur dibatasi oleh suatu membran, mengandung hidrolase yang berupa asam fosfatase. Berdasarkan keadaan fisiologisnya lisosom dapat dibedakan atas 2 yaitu lisosom primer yang merupakan lisosom yang baru terbentuk dan terlibat dalam kegiatan degradasi dan lisosom sekunder yang berasal dari vakuola fagositosis (heterofagosom) atau bagian dari sitoplasma yang dibatasi oleh suatu membran (autofagosome) di mana tertuang enzim lisosom primer.

3.2. Saran
·         Setelah kita membaca uraian di atas, kita bisa mendapat tambahan ilmu pengetahuan dan dapat menambah wawasan kita tentang struktur dan fungsi dari lisosom sehingga kita lebih memahami peran dari unit-unit sel yang sangat kecil bentuk dan ukurannya tetapi manfaatnya yang diberikan untuk kita sangat besar dalam kehidupan kita
·         Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Olehnya itu, kami membuka diri untuk menerima kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.









DAFTAR PUSTAKA

Alberts B. 1994. Biologi Molekuler Sel, Edisi Kedua. Penerbit PT Gramedia Pustaka
          Utama: Jakarta.
Sumadi dan Aditia, 2007. Biologi Sel. Graha Ilmu: Jakarta.


Makalah          : Patologi
Dosen              : dr. Muh. Marlin

STRUKTUR DAN FUNGSI LISOSOM

4KP3R LOGO.jpg

O L E H :
KELOMPOK 4
La Ode Muhamad Tahir
Lili Asmin
Reski Amaliah Wulandari
Muhammad Aswin
Mulya Hartama
Nurdin Kowa
Nurhidayah
Nuriatil Jannah
Nurni
Nurul Fitriani Ningsih

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMKAB. MUNA
2011.
KATA PENGANTAR

            Syukur Alhamdulilllah kami haturkan Kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan Rahmat dan Hidayahnya yang diberikan kepada kami sehingga dapat merampungkan tulisan ataupun makalah yang menjadi tugas kelompok kami.

            Makalah ini merupakan salah satu tugas pada mata kuliah PATOLOGI dengan dosen dr. Muh. Marlin yang dipercayakan kepada kelompok kami yang pada dasarnya mengulas tentang Struktur dan Fungsi Lisosom yang secara garis besarnya mengulas tentang sejarah dan pengertian lisosom, bentuk lisosom, struktur atau bagian dari lisosom serta fungsi dari lisosom itu sendiri.

            Kami menyadari bahwa dengan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki, materi ulasan yang kami sajikan masih jauh dari kesempuranaan dalam hal ini masih sangat sederhana sehingga tentunya tak akan luput dari kesalahan dan kehilafan. Oleh karena itu, kami menghargai segala bentuk masukan dan kritik dari rekan-rekan ataupun pihak lain untuk lebih membangun dan menyegarkan wawasan yang lebih bijaksana di tengah-tengah perkembangan ilmu pengetahuan yang kompetitif.

            Tidak ada kata yang patut kami ucapkan selain rasa terima kasih yang mendalam bagi dosen yang telah memberikan bimbingan dan arahannya yang insya Allah kelak menjadi pengalaman yang sangat berharga dalam kehidupan bermasyarakat. Tak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu kami dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagaimana yang kami harapkan.


                                                                                                Raha,      Maret 2011



                                                                                                         Penyusun.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………….
DAFTAR ISI……………………………………………………………………

BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………
1.1.Latar Belakang………………………………………………………………
1.2.Tujuan……………………………………………………………………….
1.3.Rumusan Masalah…………………………………………………………...
1.4.Manfaat……………………………………………………………………...

BAB II PEMBAHASAN………………………………………………………
2.1.Pengertian Lisosom…………………………………………………………
2.2.Sejarah Pencetus Lisosom…………………………………………………..
2.3.Struktur Lisosom……………………………………………………………
2.4.Fungsi Lisosom……………………………………………………………..

BAB III PENUTUP……………………………………………………………
3.1.Kesimpulan…………………………………………………………………
3.2.Saran………………………………………………………………………..

DAFTAR PUSTAKA
i
ii

1
1
2
2
2

3
3
6
8
8

10
10
10










Poskan Komentar