do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 12 Februari 2016

HERPEX SIMPLEKS DAN HERPEX ZOOSTER



TUGAS : KMB I
DOSEN : YATABA,S.kep,Ns

HERPEX SIMPLEKS DAN HERPEX ZOOSTER
OLEH:
KELOMPOK III
*      ANDI ARAS
*      HERY FANTRI WIJAYA.S
*      SAIDIN
*      VEVIANTI MAVIKA SARI
*      NURJAYA
*      WD.HERLIANTI

AKADEMI  KEPERAWATAN  PEMERINTAH
KABUPATEN  MUNA
TAHUN  2012
KATA PENGATAR
“Syukur Alhamdulillah” ungkapan yang patutu dipanjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, kasih sayang dan pertolongan – Nya sehingga makalah yang berjudul “ASKEP PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN SISITEM INTEGUMEN AKIBAT VIRUS Herpes Zoster Dan Herpes Simpleks” ini dapat terselesaikan sebagaimana yang diharapkan. Shalawat dan Taslim kepada Rasulullah SAW, keluarga, dan pengikutnya hingga hari kiamat.
Adalah penting bagi manasiswa memahami serta menginterprestaikan suatu asuhan keperawatan sehingga nanti dilapangan dalam hal mempraktekan segala tindakan yang berhubungan dengna penyakit ini dapat melakukannya dengan baik. Oleh karena itu, penyusun merasa perlu penyajian makalah yang dapat mendukung salah satu indikator pembelajaran Etika Keperawatan itu sendiri.
Dengan segala kerendahan hati, penyusun menyampaikan bahwa makalah ini masih banyak kekurang sehingga diperlukan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna penyempurnaan makalah ini. Namun terlepas dari kekurangan yang ada, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para penggunanyaMahasiswa AKPER PEMKAB MUNA”.











                                                                             Raha, September 2012




                                                                                         Penyusun

DAFTAR ISI
Kata pengantar...................................................................................................................i
Daftar isi............................................................................................................................ii
Bab I Pendahuluan.............................................................................................................1
  1. Latar Belakang.......................................................................................................1
  2. Tujuan....................................................................................................................1
Bab II Pembahasan.............................................................................................................2
  1. Pengertian...............................................................................................................2
  2. Etiologi....................................................................................................................
  3. Patofisiologi.............................................................................................................
  4. Tanda dan Gejala.....................................................................................................
  5. Komplikasi................................................................................................................
  6. Pemeriksaan Penunjang...........................................................................................
  7. Penatalaksanaan Medik..............................................................................................
  8. Konsep Keperawatan..................................................................................................
Bab III Penutup..................................................................................................................
  1. Kesimpulan...............................................................................................................
  2. Saran..........................................................................................................................
Daftar Pustaka

BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Banyak diantara  kita kalau sedang mengidap suatu penyakit seperti halnya dengan herpes zoster tidak menghiraukannya. Nanti setelah dianggap besar, disaat inilah barulah diambil suatu tindakan. Pada hal jenis penyakit ini sangat berbahaya. Herpes zoster ini sendiri disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster yang dapat menyerang kulit dan mukosa.Infeksi ini merupakan reaksi virus yang terjadi setelah infeksi primer. Sedangkan Herpes Simpleks disebabkan oleh virus Herpes Simpleks tipe I dan tipe Iiyang ditandai adanya fesikel yang berkelpmpok diatas kulit yang sembab dan merah.
Di dalam makalah kami ini kami akan membahas lebih lanjut dan lebih terperinci mengenai “Herpes Zoster & Heps Zoster”.

  1. TUJUAN
1.      Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui penyakit Herpes zoster & Herpes Simpleks
2.      Agar mahasiswa dapat mengetahui dan menginterprestasikan suatu tindakan untuk menangani penyakit herpes zoster dan herpes simpleks ini sendiri

  1. TINJAUAN PUSTAKA
Teknik penulisan makalah ini adalah tinjauan pustaka dengan mengambil literatur – literatur atau teori – teori melalui buku – buku yang berkaitan dan informasi melalui layanan internet.


BAB II
PEMBAHASAN
  1. Herpes Zoster
  1. Pengertian
Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi firus varizela zoster yang menyerang kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi firus yang terjadi setelah infeksi primer.

  1. Etiologi
Reaktivasi firus varisela zoster

  1. Patofisiologi
Virus ini berdiam diganglion posterior susunan saraf tepi dan ganglion kranalis kelainan kulit yang timbul memberikan lokasi yang setingkat dengan daerah persyarafan ganglion tersebut. Kadang firus ini juga menyerang ganglion anterior, bagian motorik kranalis sehingga memberikan gejala – gejala gangguan motorik.

  1. Tanda & Gejala
Daerah yang paling sering terkena adalah daerah torakal. Frekuensi penyakt ini pada pria dan wanita. Sedangkan mengenai umur lebih sering pada orang dewasa.Sebelum tingga gejala kulit terhadap gejala prodromal seperti demam, pusing, malaise, maupun lokal seperti nyeri otot-tulang, gatal, pegal, dan sebagainya. Setelah timbul eritema yang dalam waktu singkat menjadi vesikel yang berkelimpok dengan dasar kulit yang eritema dan edema.
Vesikel ini berisi cairan jernih kemudian menjadi keruh (berwarna abu-abu) dapat menjadi pastala dan krusta. Kadang vesikel mengandung darah yang disebut herpes zoster haemoragik dapat pula timbul infeksi sekunder sehingga menimbulkan ulkus dengan penyembuhan berupa sikatrikas.

  1. Komplikasi
Pada usia lanjut lebih dari 40 tahun kemungkinan terjadi neuralgia pasca herpetik.

  1. Pemerikasaan Penunjang
Pada pemerikasaan percobaan Tzanck dapat ditemukan sel datia berinti banyak.

  1. Penetalaksanaan medis
Pada herpes zoster oftalmikus mengingat komplikasinya diberikan antiviral atau imunostimulator. Obat-obat ini juga dapat diberikan pada penderita dengan defesiensi imunitas.
Indikasi pemberian kortikosteroid ialah untuk sindrom Ramsay Hunt. Pemberian harus sedini-dininya untuk mencegah terjadinya parasialis. Terapi sering digabungkan dengan obat antiviral untuk mencegah finrosis ganglion.


  1. Konsep asuhan Keperawatan

1.      Pengkajian
A.    Pengumpulan Data
Ø  Sistem pernapasan
Bersihan jalan napas dan pola napas baik
Ø  Sistem kardiovaskuler
Tekanan darah dan nadi dalam keadaan normal
Ø  Sistem pencernaan
Pola makan baik, nafsu makan kurang baik dan terjadi malaise.
Ø  Sistem perkemihan
BAK dan BAB dalam keadaan baik dan normal
Ø  Sistem integumen
Adanya eritema, edema, pustule dan krusta.
Ø  Sistem muscoloskeletal
-          Nyeri otot-tulang
-          Pegal
-          Paralitas oto muka
B.     Pengelompokan Data

1.      Data Subjektif
Biasanya klien mengatakan :
·         Demam
·         Pusing
·         Malaise
·         Nyeri otot-tulang
·         Gatal dan pegal
·         Hipenestesi
·         Stres pada penyakitnya
·         Perasaan tidak ada harapan dan tidak berdaya
2.      Data Objektif
·         Eritema, vesikel yang berkelompok dengan dasar kulit yang eritema dan edema. Vesikel berisi cairan jernih kemudian menjadi keruh (berwarnah abu-abu) dapat menjadi pustule dan krusta. Kadang vesikel mengandung darah, dapat pula timbul infeksi sekunder sehingga menimbulkan aleus dengan penyembuhan berupa sikatrik.
·         Dapat pula dijumpai pembesaran kelenjar lymve regional. Lokasi penyakit ini adalan unilateral dan bersifat dermafonal sesuai dengan tempat persyarafan.
·         Paralitas oto muka
·         Klien nampak pusing


C.     Analisa Data

Problem
Etiologi
Symptom
Gangguan rasa nyaman nyeri
VHS
Nukles sel
Infeksi primer
Timbu vesikel-vesikel
Edema kulit yang berat
Nyeri
DS : pusing, nyeri otot, tulang pegal
DO : erupsi kulit berupa papul eritema vesikel, pustula,krusta

Gangguan integritas kulit
VHS
Infeksi primer
Dermis dan epidermis
Gingivos stomstis
Gangguan integritas kulit
DS : klien mengatakan gatal-gatal
DO :
  • Kulit eritem vesikel
  • Krusta pustula
  • Paralitas oto muka
Ansietas
Adanya penyakit
Kurang terpapannya informasi
Kurang pengetahuan
Stress psikologis
Ansietas
DS :
  • Klien mengatakan takut wajahnya cacat
  • Klien mengatakan stres pada penyaktnya
DO :
  • Tampak khawatir lesi pada wajahnya
  • Klien tampak cemas dan takut
Ganggaun konsep
Adanya penyakit
Adanya lesi pada wajah
Dapat mengandung rasa malu pasien
Pasien menjadi rendah diri
Konsep diri terganggu
DS : pasien engatakan perasaan tidak ada harapan dan tidak berdaya
DO : Adanya masalah dalam hubungan interpersonal







2.      Diagnosa keperawatan

1.      Gangguan rasa nyeri berhubungan dengan infeksi virus, ditandai dengan
DS : pusing, nyeri otot, tulang pegal
DO : erupsi kuliit berupa papul eritema, vesikel, pustula, krusta.
2.      Gangguan integritas kulit berhubungan dengan vesikel yangmudah pecah, editandai dengan :
DS : -
DO : kulit eritem vesikel, krusta pustula
3.      Ansietas berhubungan dengan adanya lesi pada wajah, ditandai dengan :
DS :
-          Klien mengatakan takut wajahnya cacat
-          Klien mengatakan stres pada penyaktnya
      DO :
-          Tampak khawatir lesi pada wajah
-          Klien tampak cemas dan takut
4.      Gangguan konsep diri berhubungan dengan adanya penyakit yang ditandai dengan :
DS : pasien mengatakan perasaan tidak ada harapan dan tidak berdaya
DO :
-          penghindaran terhadap kontak sosial
-          adanya masalah dalam hubungan interpersonal







3.      Perencanaan

No
Tujuan
     Rencana
Intervensi
keperawatan        
Rasional
1
Tujuan :
Rasa nyaman terpenuhi setelah tindakan keperawatan
Kriteria hasil :
-          Rasa nyeri berkurang / hilang
-          Klien bisa istrahat dengan cukup
-          Ekspresi wajah tenang
  • Kaji kualitas kuantitas nyeri dan kaji respon klien terhadap nyeri
  • Ajarkan teknik distrasi dan relaksasi
  • Libatkan keluarga untuk menciptakan lingkungan yang terapeutik
  • Kolaborasi pemberian sesuai program
  • Mengidentifikasi kebutuhan untuk interfensi dan juga tanda-tanda perkembangan/ resolusi komplikasi
  • Untuk mengurangi rasa nyeri dengan cara mengalihkan pasien terhadap nyeri
  • Memberi semangat pasien dan mempercepat proses penyembuhan
  • Untuk menurunkan atau mengurangi nyeri
2
Tujuan:
Integritas kulit tubuh kembali dalam waktu   7-10 hari
Kriteria hasil:
-          Tidak ada lesi baru
-          Lesi lama mengalami infolusi
  • Kaji tingkat kerusakan kulit
  • Jauhkan lesi dari manipulasi dan kontaminasi
  • Berikan diet TKTP
  • Mengetahui sejauh mana tingkat keparahan kerusakan kulit
  • Agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang bersifat patogen yang akan menyebabkan infeksi
  • Agar tidak terjadi tingkat keparahan dan akan mempercepat proses penyembuhan.
3
Tujuan :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan cemas akan hilang / berkurang
Kriteria hasil :
-          Pasien merasa yakin penyakitnya akan sembuh sempurna
-          Lesi tidak ada infeksi sekunder
  • Kaji tingkat kecemasan klien
  • Jelaskan tentang penyakitnya dan prosedur perawatan
  • Tingkatkan hubungan terapeutik
  • Libatkan keluarga untuk memberi dukungan
  • Mengetahui sejauh mana pasien takut dengan penyakit yang dideritanya
  • Diharapkan dapat mengerti dengan keadaan dan menambah pengetahuan klien
  • Membantu pasien mempercepat proses penyembuhan penyakitnya
  • Pasien akan merasa diperhatikan dan dapat memberi semangat
4
Tujuan :
Setelah diberikan tindakan keperawatan pasien mulai meraas percaya diri dan mau berinteraksi dengan orla
Kriteria hasil :
-          Pasien mulai mengerti tentang penyakitnya
-          Pasien mulai berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik
  • Beri penjelasan tentang penyakitnya
  • Tingkatkan mental pasien dengan memberi contoh kasus yang sama
  • Libatkan keluarga untuk untuk memberi suport pada pasien

  • Agar pasien dapat mengerti tentang penyakitnya
  • Untuk menghilangkan perasaan rendah diri dan membentuk pasien untuk menerima keadaan dirinya



















2. Herpes Simpleks
  1. Pengertian
Herpes simpleks adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 atau tipe II yang ditandai adanya vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan merah. Vesikel ini paling sering terdapat disekitar mulut, hidung, daerah genital, dan biokong, walaupun dapat juga terjadi dibagian tubuh lain. Berdasarkan perbedaan imunilogi dan kliks, virus herpes simpleks dapat dibedakan menjadi 2 tipe yaitu :
  1. Virus herpes simpleks tipe I
  2. virus herpes simpleks tipe II

  1. Etiologi
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I dan tipe II. Virus herpes simpleks tipe I berperan dalam kelainan disekitar mulut sedangkan virus simpleks tipe II berperan dalam kelainan disekitar genital. Daerah sering ini sring kacau karena adanya cara hubungan seksual seperti oral-genital, sehingga herpes yang terdapat di daerah genital kadang-kadang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe I sedangkan di daerah muulut dan rongga mulut dapat diakibatkan oleh virus herpes simpleks tipe II.
  1. Patofisiologi
Penyakit ini tersebar diseluruh dunia dan menyerang baik priaa dan wanita dengan frekuensi yang tidak berbeda. Infeksi virus herpes simpleks tipe I biasanya dimulai pada usia anak-anak, sedangkan infeksi virus herpes simpleks tipe II biasanya terjadi pada usia dewasa dan berhubungan  dengan peningkatan aktivitas seksual.
  1. Tanda & Gejala
Gejala herpes simpleks dapat bervariasi dari atu individu ke individu lain. Infeksi pertama berlangsung lebih lama dan lebih berat, kira-kira 3 minggu dan disertai gejala lain seperti demam, lema, nyeri disekitar mulut, tidak mau makan.
  1. Pemeriksaan Penunjang
Diagnosi herpes biasanya ditegakkan berdasarkan anmnesis dn penampilan klinis. Diagnosis dapat dibuat diperkuat dengan melakukkan biakan herpes, yang positif pada sekitar 80% penderita. Tes Tsank positif pada 50% - 80% penderita herpes. Pada tes ini bhan dari fesikel diletakkan pada gelas objek dan diwarnai deengan biru toilidin 1%. Dari hapusan yang diambiil dari penderita herpes simpleks dapat terlihat sel-sel raksa yang berinti banyak dan besar.
  1. Penatalaksanaan Medis
Untuk mengobati herpes simpleks, dokter memberikan pengobatan antivirus dalam bentuk krim dan pil. Pengobatan ini tidak dapat menyembhkan hepes simpleks, namun dapat mengurangi durasi terja FDA antara lain : Acyclovir, Valacyclovir dan Famcyclovir. Jika seseorang telah mendapat pengobatan untuuk herpes simpleks, maka pasangan seksualnya disarankan untuk diperiksa, dan bila perlu diobati juga walaupun tidak ada gejala. Hal ini akan mengurangi resiko terjadinya komplikasi yang serius pada infeksi herpen simpleks yang tidak terdiagnosis atau mencegah penyebaran  infeksi ini ke orang lain.
  1. Konsep Askep
  1. Pengkajian
A.     Pengumpulan Data
Ø  Riwayat kesehatan sekarang
a.       Keluhan utama  :  Nyeri
b.      Riwayat kesehatan utama
Yang menyebabkan nyeri adalah adanya vesikel
c.       Riwayat kesehatan masa lalu
-          Apakah klien pernah menderita penyakiit yang sama ?
-          Apakah klien pernah dirawat dirumah sakit ?
-          Pakh klien prnah menderita alergi ?
d.      Riwayat kesehatan sebelumnya
Apakah ada keeluarga yang menderita penyakit yang sama atau penyakit lain dan keturunan ?
Ø  Pola aktivitas sehari – hari

B.     Klasifikasi Data
1.      Data Ssubjektif
-          Rasa nyeri pada daerah mulut
-          Sering demam dan menggil
-          Leman dan cepat lelah
-          Malas makan
-          Klien bertanya mengenai penyakit yang dialami
-          Mearas kuurang percaya diri
2.      Data Objektif
-          dinya p Tampak meringis
-          Badan terasa hangat
-          Nampakm lemah dan letih
-          Porsi makan tidak disiapkan
-          Nampak tidak ada selera / naafsu makan
-          Berat badan turun
-          Tampak gelisah
-          Tampak malu dengan keadaannya.

C.     Analisa Data
No
Problem
Etiologi
Symptom
1
DS :
klien mengatakanmerasa nyeri pada daerah mulut
DO :
Klien nempak meringis
Infeksi primer

Peradangan

Hipotalamus

Gangguan korteks serebri

Nyeri dipersepsikan


Nyeri
2
DS :
-          Klien mengatakan sering demam dan menggil
-          Klien mengatakan badannya terasa panas
-          Klien mengatakan lemah dan cepat lelah
DO :
-          Badan klien terasa hangat
-          Klien nempak lemah dan letih
Infeksi primer

Peradangan

Pyrogen endogen

Stimulasi di hipotalamus

Pergeseran set point

Gangguan rasa nyaman dan panas



Gangguan rasa nyaman dan panas
3
DS :
Klien mengatakan malas makan
DO :
-          Porsi makan tidak dihabiskan
-          Klien nampak kurang selera/nafsu makan
-          Berat badan turun
Peradangan

Timbul kelemahan

Nafsu makan berkurang


 
Malas makan

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


Nutrisi kurang dari kebutuhan  tubuh

4
DS :
Klien mengatakan merasa kurang percaya diri
DO :
Klien tampak malu dengasn penampilannya
Pembentukan vesikel yang berkelpompok


 
kusta
Kerusakan integritas kulit
Gangguan body image


Gangguan body image
5
DS :
Klien bertanya mengenai penyakit yang dialaminya
DO :
Klien tampak gelisah
Kurang informasi
Salah interprestasi
Kurang pengetahuan



Kurang pengetahuan

  1. Dianosa Keperawatan
1.      Gangguan rasa nyeri, berhubungan dengan ulserasi dan gatal ditandai dengan :
DS : klien mengatakan merasa nyeri pada daerah mulut
DO : klien tampak meringis
2.      Gangguan rasa nyaman (panas) berhubungan dengan peradangan ditandai dengan :
DS :
-          Klien mengatakan sering demam dan menggigil
-          Klien mengatakan badannya terasa panas
-          Klien mengatakan lemah dan cepat lelah
                    DO :
-          Badan klien terasa hangat
-          Klien nampak lemah dan letih
3.      Nutrisi kurang dari kebutuhan b/d kurang nafsu makan ditandai dengan :
DS :  klien mengatakn malas makan
DO :
-          Porsi makan tidak dihabiskan
-          Klien nampak kurang selera/nafsu makan
-          Berat badan turun
4.      Gangguan body image behubungan dengan integrasi kulit ditandai dengan :
DS :  Klien bertanya mengenai penyakit yang dialaminya
DO :  Klien tampak gelisah
5.      Ansietas berhubunga dengan kurang pengetahuan tentang penyakitnya di tandai dengan :
DS :  Klien bertanya mengenai penyakit yang dialaminya
DO :  Klien tampak gelisah
  1. Rencana Keperawatan
No
Tujuan
Infeksi
Rasional
1
Tupan : setelah diberi tindakan keperawatan selama 3 hari nyeri berkurang
Tupen : setelah diberi tindakan keperawatan selama 1 hari nteri teratasi dengan kriteria :
-          Menyatakan tingkat nyeri menurun
-          Tidak ad petunjuk non verbal tentang nyeri, ulserasi dan gatal
  1. Kajinpeneyab kult terssa gatal dan nyeri yang diarasakan klien
  2. Anjurkan kopmpre uilserasi, jangan menggsruj jika kitwsa
  3. Alihkan perhatian klien sangan  nyeri
  4. Kolaborasi pembrian aspirin dan analgeti
  1. Memperoleh data dasar dan memudahkan dalam menentukan intervensi lebid lanjut
  2. Menghindari terwujudnya lesi yang berulang akibat garukkan yang memburuk ulserasi
  3. Mengalihkan perhatian dengan mengajak berdiskusi diharapkan nyeri tidak dipersepsikan
  4. Aspirin dan analgetikefektif untuk mengontrol nyeri
2
Tupan : Setelah diberi tindakan keperawatan selama 3 hari suhu tubuh membaik
Tupen : Setelah diberi tindakan keperawatan selam 1 hari suhu tubuh berangsur normal dengan kriteria :
-          Tidak ada menggigil atau gemetar
-          Klien tampak lebih tenang
-          Ekspresi wajah klien cerah
  1. Ukur suhu setiap 2 jam
  2. Berikan kompres hangat
  3. Berikan selimut tiois
  4. Atur ventilasi yang cukup
  5. Anjurkan minum air sebanyak mungkin
  1. Untuk mengetahui perubahan suhu
  2. Membuka pori-pori kulit sehingga meningkatkan penguapan
  3. Untuk meningkatkan evaporasi panas
  4. Menuurunkan panas dengan prinsip radiasi
  5. Untuk mengimbangi / mengganti cairan yang keluar akigat evaporasi

3
Tupan : Setelah diberi tindakan keperawatan selam a 3 hari kebutuhan nutrisi terpenuhi
Tupen : Setelah diberi tindakan keperawatan selama 1 hari kebutuhan nutrisi membaik dengan kriteria :
Nafsu makan kembali normal
  1. Kaji pola makan
  2. Memberi makananan dalam bentuk yang menarik
  1. Mengetahui tingkat nafsu makan klien,makanan yang disuka dan tidak disuka
  2. Membantu meningkatkan nafsu makan
4
Tupan : setelah diberi tindakan keperawatan selama body image terpenuuhi
Tupen : setelah diberikan tindakan keperawatan selama 1 hari body image teratasi dengan kritrian:
-          Mekanisme koping yang efektif
-          Menyatakan penerimaanterhadap situasi diri
  1. Observasi gangguan body iamage
  2. Dorong pasien untuk bertanya atau mengekspresikan perasaannya
  1. Dengan pemahaman yang jelas mengenai penyakitnya klien dapat beradaptasiv dan membantu dalam pelaksanaan perawatannya
  2. Dukungan akan membawa klien mengenal dirinya membagi perasaan akan mengurangi gangguan perasaannya serta menunjukkan bahwa pasien menerima pembelajaran
5
Tupan : setelah diberi tindakan keperawatan selam a 3 hari perasaan bingung berkurang.
Tupen : setelah diberi tindakan keperawatan selama 1 hari perasaan klien tampak tenang dengan kriteria :
-          Menjawab secara verbal pertanyaan yang diberikan tentang penyakitnya
-          Kooperatif dalam terapi & perawatan
-          Bebas dari kebingungan
  1. Observasi tingkat kecemasan klien
  2. Berikan penjelasan kepda klien tentang penyakitnya
  1. Sebagai data dasar untuk melanjutkan intervensi selanjutnya
  2. Membantu kliien agar dapat memahami penyakitnya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1.      Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi firus varizela zoster yang menyerang kulit dan mukosa, infeksi ini merupakan reaktivasi firus yang terjadi setelah infeksi primer.
2.      Herpes simpleks adalah penyakit seksual yang disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 1 atau tipe II yang ditandai adanya vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan merah.
3.      Pengidap penyakit Herpes zoster dan Herpes Simpleks manifestasinya dapat menimbulkan penurunan harga diri atau akan menutup diri dari pergaulan,dan lain sebagainya

B. SARAN
Herpes zoster & Herpes simpleks merupakan penyakit yang jarang ditemukan namun penting untuk diketahui oleh seorang perawat. Oleh karena itu, kita sebagai mahasisiwa Akademi Keperawatan harus mengetahui cara menangani dan memberikan asuhan keperawatan pada klien yang menderita penyakit tersebut. Sehungga jika kita menemukan kasus dilapangan, setidaknya kita sudah mengenal penyakit ini.


DAFTAR PUSTAKA




Poskan Komentar