do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 24 Maret 2016

Etika dalam berjalan kaki



Etika dalam berjalan kaki
        Dalam sebuah hadis dari anas bin malik dikisahkan rasulullah SAW telah memberi contoh berjalan yang baik “sesungguhnya rasulullah SAW berjalan dengan tegar “( HL muslim ) ketika berjalan,Nabi Muhammad SAW megangkat kedua kakinya tinggi-tinggi karena beliau berjalan dengan tegak.
       Saking tegapnya,Nabi SAW seakan-akan berjalan dengan bertumpuh pada pangkal telapak kakinya.Rasulullah berjalan dengan tegap,tak loyo dan tak seperti berjalan orang sakit atau perempuan.kemampuan berjalan merupakan karunia yang diberikan Allah SWT kepada hambanya.kisah diatas mengambarkan bahwa islam pun mengatur tata cara atau adat berjalan yang baik .setiap muslim apabila sedang berjalan untuk sesuatu urusan diharuskan menjaga adat berjalan lalu seperti apakah adat berjalan yang diajarkan oleh islam itu? Syekh Abdul aziz Bin Fathi as-Sayyid Nada secara rinci dijelaskan adat berjalan dalam kitabnya mausuu’tul Aadab al Islamiyah yang diterjemahkan kedalam bahasa indonesia ensiklopedia adat islam menurut al-Quran dan Sunah.berikut adalah adat berjalan sesuai tuntunan islam:
Pertama,Niat yang benar.seorang muslim hendaklah berniat yang benar ketika hendak berjalan.itu untuk tujuan yang baik sebagai ibadah dengan mengharapkan ridho dari Allah SWT. “Apabila hendak berjalan ke Masjid,niatkan untuk beribadah kepada Allah.jika berjalan untuk bekerja,niatkan untuk mencari rezeki yang baik dan halal untuk keluarga,”tutur Syekh sayydi Nada.
Bahkan,ketika akan berjalan untuk suatu permainan yang diperbolehkan,kata dia,hendak lah berniat untuk mencari penyegaran agar jiwa kembali segar dan bersemangat untuk beribadah.Menurut Syekh sayydi Nada,dengan menghadirkan niat ysng benar,maka akan mencegah seorang muslim dari berjalan untuk sesuatu yang haram.
Kedua,tak berjalan untuk suatu yang haram sesungguhnya,kedua kaki akan memberi kesaksian berbicara pada hari kiamat.untuk itu,hendaklah menghindar dari berjalan untuk sesuatu yang dilarang agama .sebab,setiap ayunan langkah kita menuju sesuatu yang diharamkan akan berbuah dosa.Ketiga,bersifat tawaduh dan tak sombong ketika berjalan.
Ketiga,bersikap tawaduh dan tidak sombong.Allah SWT berfirman dalam Al-Quran surah al israh ayat 37

Artinya: “dan janganlah kamu berjalan dimuka bumi ini dengan sombong karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
Dan dalam surah lukman ayat 18 Allah SWT berfirman:
 
Artinya : “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia(karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”  
Ibnu kasir mengingatkan agar seorang muslim membanggakan diri,sombong,takabur dan keras kepala karena Allah akan murkah.
Keempat,berjalan normal.hendaklah seseorang berjalan dengan normal,yakni pertengahan antara berjalan terlalu lambat dan terlalu cepat.Ibnu katsir menjelaskan,berjalan normal adalah berjalan secara biasa.tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. “ pertengahan antara keduanya.”
Kelima,tak menoleh kebelakang dalam syahiihul jaami dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW apabila berjalan tidak menoleh ke belakang.menoleh ke belakang saat berjalan dapat membuat seseorang bertabrakan,tergekincir serta bisa juga dicurigai oleh orang yang melihatnya.
Keenam,tak berpura-pura lemahb ketika berjalan.berpura-pura lemah ketika berjalan dengan maksud untuk dilihat orang lain dilirang dalam islam.selain itu,juga tak boleh berpura-pura sakit ketika berjalan, karen a dapat mengundang kemarahan Allah SWT.
Ketujuh,berjalan dengan kiuat,setiap muslim harus berjalan dengan tegap seperti yang dicontohkasn Nabi SAW.menurut Sayyid Nada,cara berjalan seperti Rasululullah SAW lebih dekat kepada roh islam.”mukmin yang kuat lebih dicintai Allah SWT,dibandingkan muknin yang lemah,”tuturnya”.
Kedelapan,menghindari cara berjalan yang tercela.contoh berjalan yang tercela itu antara lain,berjalan dengan sombong dan takabur,berjalan dengan gelisah dan gemetaran,berjlan dengan loyo seperti orang sakit,berjalan meniru lawan jenis,berjalan terburu-buru dan terlalu cepat,serta berjalan seakan-akan melompat.
Ke sembilan,tidak berjalan dengan satu sendal.Rasulullah SAW bersabda,”apabila salah seorang dari kalian memakai sendal,maka hendaknya melalui dari yang kanan.apabila ia melepasnya,maka mulailah dari yang kiri.pakailah kedua-duanya atau lepaskanlah kedua-duanya.”
Kesepuluh,bertelanjang kaki sesekali waktu.bertelanjang kaki termaksud tanda wadhu dihadaoan Allah SWT.dalam sebuah hadis disebutkan,”Nabi SAW memerintahkan kami agar kadang kala telanjang kaki.”( HR Ahmad,Abu daud dan an-Nasa’i ) menurut Syekh sayyid Nada,bertelanjang kaki adalah perkara yang baik,syaratnya tidak terdapat najis pada tanah serta sesuatu yang dapat menyakiti kedua telapak kaki.
             
         ETIKA BERPERGIAN MENGGUNAKAN KENDARAAN UMUM
                  Saat menaiki kendaraan umum usahakan menggunakan kaki kanan sambil membaca basmala dan berdoa :
         
1.Ketika naik kendaraan umum usahakan berdandan dan berpakaian sewajarnyakarena di kendaraan umum banyak sekali terjadi tindakan kriminal.
2.Tahan diri untuk tidak menggunakan handphone ataupu gatget lain di kendaraan umum kecuali terdesak.Banyak pengalaman yang di copet karena sepanjang jalan memainkan HP.
3.Saat naik kendaraan umum bersama beberapa teman mengobrollah dengan sewajarnya,jangan sampai merasa seakan-akan milik pribadi.
4.Saat menaiki kendaraan umum utamakanlah lansia,ibu hamil atau orang cacat agar mendapatkan tempat duduk.
5.Saat menaiki kendaraan umum tolaklah makanan atau minuman yang diberikan yang akan di berikan kepadamu.
6.Ketika ada orang yang ingin berbincang-bincang denganmu berbicaralah dengan  sewajarnya,dan apabila kamu tidak ingin di ajak berbincang,jawablah pertanyaanya sesingkat mungkin.
7.Bagi anda yang suka merokok,pada saat menaiki kendaraan umum hendaknya jangan merokok,karena itu akan mengganggu orang yang ada di dalam kendaraan umum tersebut.


ETIKA BERPERGIAN MENGGUNAKAN KENDARAAN PRIBADI
       Adapun etika yang harus di patuhi dalam menggunakan kendaraan pribadi yaitu:
1.Menghormati dan menghargai kendaraan lain
Setiap pengguna jalan harus menghormati sesama pengguna jalan yang lain karena semua orang berhak melintasi jalan raya baik orang kaya,miskin,tua,muda semuanya berhak mengendarai kendaraanya di jalan umum asalkan mematuhi persyratan yang telah di tentukan oleh pemerintah dan kepolisian republik Indonesia.
Seseorang yang mengendarai kendaraan pribadi  tidak boleh membuat kendaraan lain merasa terganggu.Kadang kala ada orang yang sangat gemar memacu kendaraanya dengan kecepatan tinggi dan mendahului kendaraan lain yang berjalan lambat dengan semena-mena sehingga kendaraan yang di dahului merasa terkejut dan harus mengerem secara mendadak untuk menghindari kecelakaan yang mungkin bisa terjadi.Ada pula pengendara yang membelokkan kendaraanya tanpa melihat apa yang ada di belakang dan di sampingnya terlebih dahulu sehingga kendaraan yang ada di sekitarnya harus ekstra berhati-hati jika bertemu dengan pengendara semacam itu.
2.tidak menggunakan aksesoris yang mengganggu
   Setiap pengguna kendaraan pribadi hendakny tidak memasang perlengkapan tambahan kendaraan yang sifatnya menggangu kenyamanan pengguna  jalan yang lain contohnya seperti lampu yang menyilaukan,suara klakson tidak standar,suara kandalpot yang ribut,dan sebagainya.setiap kendaraan yang di jual biasaanya telah memenuhi kelebihan standar yang tidak mengganggu kenyamanan orang lain yang ada di sekitarnya sehingga tidak perlu di ganti dengan yang lain.
3.tidak mengebut di jalan raya dan tidak menghambat jalan raya
   Kendaraan bermotorbukanlah mainan yang bisa di gunakan sekehendak hati,sehingga setiap orang menggunakan harus menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan situasi dan kondisis yang ada di jalan raya.hindari memacu kendaraan terlalu cepat maupun terlalu lambat sehingga bisa mengganggu pengendara kendaraan yang lain.pengendara sepeda motor yang bisa melaju lebih cepat dalam kondisi lalu lintas yang padat karena apabila di hambat efeknya mungkin agak lebih berat.
4.Mematuhi peraturan lalulintas
Mematuhi segala peraturan lalulintas yang berlalku di jalan raya.menghindari pelanggaran apa pun bentuknya.jika seseorang terbiasa menlanggar  aturan lalu lintas ,maka kemungkinan besar seterusnya akan mengganggap bahwa pelanggaran lalu lintas  adalah sesuatu hal yang boleh di lakukan selama tidak ada polisi yang menjaga.pelanggaran pelanggaran lalu lintas hanya boleh di lakukan hanya pada saat khusus  seperti pada saat ada banjir,kecelakaan lalu lintas,hura huratawuran dan hal lain sebagainya.

ETIKA SEBELEUM BEPERGIAN
Dapat kita ketahui ternyata  sebelum bepergian juga mempunyai etika juga,Dalil tentang etika sebelum bepergian yaitu pada QS. Az-zukhfur ; 13

Artinya:” supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi Kami Padahal Kami sebelumnya tidak mampu menguasainya”
Ada pun etika etika yang harus di taati sebagai berikut:
1.Memilih teman seperjalanan
    Orang yang mau pergi jauh untuk tidak melakuakan tidak melalkukan perjalanan sendirian.bukan Cuma sekedar mempererat pesahabatan tetapi juga menjadi penolong kalau terjdi sesuatu.rasulullah SAW bersabda “maukah kalian aku beritahu manusia yang paling buruk?”orang orang bertanya “Ya,wahai Rasulullah”beliau bersabada,”orang yang bepergian sendirian dan orang yang tidak mau menolong temanya serta orang yang memukul hamba sahayanya.”karena itulah rasulullah SAW mengatakan”pilihlah teman baru kemudian tempuh lah perjalanan.”
2.Menyelesaikan tanggung jawab
Sebelum pergi jauh,seorang musafir harus menyelesaikan seluruh tanggung jawabnya,misalnya utang piutang atau nafkah keluarga yang menjadi tanggunganya kalau tidak mampu barulah membuat wasiat agar sepeninggalanya di bayar dari harta waris.karena  kematian siap datang kapan saja.
3.Zikir dan doa
Sebagaimna setiap melakukan perjalanan diawali dengan doa,tidak terkecuali perjalanan jauh dianjurkan setelah menyebut nama Allah membaca surah AL fatiha dan Ayat kursi serta doa yang terkait dengan bepergian yaitu:


4.Bersedekah
Sedekah memang sunnah islam yang sangat di tekankan,termasuk sebelum melakukan perjalanan.dalam beberapa hadis di sebutkan bahwa sedekah dapat menolak marabahaya dan bencana serta mencegah hal buruk lainya.Nabi SAW bersabda,”sedekah itu menolak bala (bencana)”. Dan dalam hadis lain beliau bersabda “sedekah itu menutup tujuh puluh pintu kejahatan.








                 TATA CARA SHOLAT DALAM PERJALANAN (MUSAFIR)
Dalam berpergian,ada beberapa keringanan (rukhsah) dalam beribadahvyang di berikan oleh agama kita untuk meringankan dan memudahkan pelaksanaannya. Salah satu keringanan tersebut adalah pelaksanaaan ibadah sholat dengan cara qashar  (dipendekkan) dan dengan cara jamak (menggabungkan dua sholat dalam satu waktu). Dengan demikian pelaklsanaan sholat dalam perjalanan, atau disebut” sholatu safar “, dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut :
1.      Itmam,atau sempurna yaitu dilakukan seperti biasanya saat di rumah.
2.      Qashar, yaitu sholat yang semestinya 4 rakaat di ringkas atau di pendekan menjadi dua rokaat.
3.      Jama, yaitu mengumpulkan dua sholat, Dhuhur dengan asar atau maghrib dengan isya, dalam salah satu waktunya.


SEMPURNA ATAU QASHAR
      Para ulama perpendapat mengenai manakah yang lebih utama dalam melaksanakan sholat saat berpergian mungkin seperti sholat biasa atau dengan qashar. Pendapat tersebut yaitu :
1.      Pendapat pertama mengatakan qashar sholat saat berpergian hukumnya wajib. Pendapat ini di ikuti mazhab Hanafiyah, Shaukani, Ibnu Hamad bin Abi Sulaeman mengatakan barang siapa melakukan sholat 4 rakaat saat berpergian, maka ia harus mengulanginya. Pendapat ini di sandarkan pada hadis riwayat Aisya R.A berkata “pada saat pertama kali diwajibkan sholat adalah 2 rakaat, kemudian itu ditetapkan pada sholat berpergian dan untuk sholat di sempurnakan” (Bukhari Muslim). Dalil ini juga diperkuat oleh riwayat Ibnu Umar r.a beliau berkata “aku menemani rasulullah saw dalam berpergian, beliau tidak pernah sholat lebih dari 2 rakaat sampai beliau dipanggil allah” (Bukhari Muslim).
2.      Pendapat kedua mengatakan bahwa melakukan sholat dengan cara qashar saat berpergian hukumnya sunah. Pendapat ini di ikuti dengan Mazhab Syafii dan Hanbali dan manyoritas ulama berbagai Mazhab. Pendapat ini di perjelas dalam ayat al-qur`an surah an-nisa ayat 101 yaitu :
  
Artinya :”Dan apa bila kamu berpergian di muka bumi,maka tidaklah mengapa kamu mengkasrah sholatmu,jika kamu takut di serang orang-orang kafir.Sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu.
3.      Pendapat ketiga menyatakan bahwa makruh hukumnya menyempurnakan sholat saat berpergian dan sangat di sunahkan melakukan kashar.Alasaya,bahwa kashar merupakan kebiasaan Rasulullah SAW.dan merupakan sunah,meninggalkan sunah merupakan perkara makruh.Rasulullah SAW.juga mengatakan dalam sebuah hadis yang mansyur”Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihatku melakukan sholat.


CARA SHOLAT QASHAR
                                                                                                        
Pelaksanaan sholat qashar sama seperti sholat biasa,hanya saja biasa sholat yang semestinya 4 rakaat yaitu dhuhur,ashar dan isya,di ringkas menjadi dua rakaat dengan niat qashar pada waktu takbiratul ihram.
Contoh lafadz niat qashar: Usholli fardlod-dhuhri rok`ataini qoshron lillahi ta`ala.
Artinya: “saya niat sholat dhuhur dengan diqashar dua rakaat karena Allah.
Syarat-syarat qashar
1.Bukan berpergian maksiat,seperti berpergian dengan tujuan mencuri,dll.
2. jarak yang akan di tempuh,sedikitnya berjarak kurang lebih 80,64 km.
3.Mengetahui hukum diperbolehkan qashar.
4.Sholat yang di qashar berupa sholat 4 rakaat.Yakni dhuhur,ashar dan isya.
5.Niat qashar pada saat takbiratul ihram.
6.Tidak bermakmum/berjamaah kepada orang yang tidak sedang melakukan sholat qashar
 

 
Poskan Komentar