do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Minggu, 20 Maret 2016

Kala Geologi dan Sejarah Kehidupan



D. Kala Geologi dan Sejarah Kehidupan
   Kajian perkembangan Bumi dilakukan berdasarkan ukuran-ukuran tertentu yang disebut kala atau waktu geologis. waktu geologis ini diketahui berdasarkan pengukuran dan pengamatan terhadap lapisan-lapisan batuan tiap lapisan batuan terbentuk pada masa tertentu dan menyimpan berbagai informasi pada saat pembentukannya.seperti kondisi alam seperti jenis hewan dan tumbuhan yang hidup pada masa itu. Banyak ilmuan telah berupayah untuk mengetahui umur bumi dan proses perkembangan muka bumi hingga menjadi seperti sekarang terkait dengan hal tersebut umur bumi dinyatakan dalam waktu geologis secara umum waktu geologis terbagi menjadi waktu geologi relativ  dan waktu geologi numerik atau waktu geologi absolut.waktu geologis relativ adalah pengelompokan peristiwa geologis berdasarkan urutan terjadinya waktu geologis tidakmenggunakan satuan yang dapat di ukur seperti tahun,hari,atau jam. waktu geologi numeric/absolut adalah pengukuran yang dilakukan terhadap peristiwa geologis dengan menggunakan satuan yang dapat diukur misalnya tahun.
1. Zaman Prakambrium
    Zaman prakambrium adalah kurun waktu yang lebih tua dari 600 juta tahun yang lalu. ciri zaman prakambrium adalah lapisannya  selalu terdapat dibawah lapisan yang mengandung fosil. Lapisan batuan dari zaman prakambrium selalu tertutup lapisan berfosil. batuan prakambrium terdiri atas batuan berhablur,baik yang berasal dari pembekuan magma cair maupun peleburan kembali sedimen-sedimen dan batuan lain yang disebabkan oleh perubahan kimiawi dan fisis pada sedimen dan batuan beku. batuan ini jarang di jumpai di bumi hanya terdapat di beberapa daerah tertentu. batuan prakambrium  tidak tampak di permukaan bumi karena sejak pembentukannya batuan ini tidak pernah tertutup oleh sedimen yang lebih mudah atau sedimen tersebut sudah habis terkikis oleh erosi dan umumnya daerah itu merupakan pusat gempa. wilayah batuan beku dan metamorf  yang luas,relativ datar dan stabil pada kerak bumi disebut perisai benua. pada wilayah Grand Canyon disepanjang sungai Colorado,terselip lapisan prakambrium sebagai alas dan diatas terdapat tumpukan lapisan sedimen yang makin  ke atas makin muda. lapisan-lapisan pada daerah itu dapat dibedakan menjadi lapisan atas mesozoikum lapisan bawah paleozoikum dan bagian terbawah terdiri atas lapisan-lapisan prakambrium.
2. Zaman Paleozoikum

a.  Masa Kambrium
    Pada masa kambrium banyak dtemukan fosil-fosil dengan menggunakan jejak fosil dapat di ketahui jenis fauna pada masa kambrium yaitu :
1. Fauna kambrium bawah
   Fauna pada masa kambrium bawah masih bersifat kosmopolit yaitu hewan yang terdapat di berbagai tempat di dunia contohnya trilobite Olenelus.




2. Fauna kambrium tengah
    Pada masa ini fauna sudah terbagi menjadi fauna pasifik dan atlantik daerah samudra atlantik dikenal sebagai lokasi ditemukannya fosil trilobita paradoxides fosil trilobita Oleneides ditemukan di samudra pasifik.
3. Fauna kambrium atas
    Daerah fauna pasifik bercirikan trilobita Dikelocephalus yang terdistribusi mulai dari eropa,cina-tibet-spanyol.daerah fauna atlantik bercirikan trilobita Olenelus.
b.  Masa silur
   Pada masa silur banyak kelompok hewan baru muncul pada zaman silur diantaranya vetebrata  atau hewan bertulang belakang.Grapolit adalah fosil penunjuk pada zaman silur dan kumpulan hewan kecil yang disebut  rabdosoma. iklim pada masa silur di berbagai tempat bersifat hangat dan hampir sama dengan masa kambrium di Indonesia, batuan masa silur adalah batuan tertua yang diketahui. fosil silur berupa koral bulat yang berjenis Halysites di temukan di sekitar pegunungan Jayawijaya,Papua.
c.   Masa Devon
     Masa ini bercirikan munculnya tumbuhan darat dan hewan bertulang belakang di laut dijumpai perkembangan hewan yang tidak bertulang belakang,seperti amonit. periode Devon di bagi 3, Devon bawah,Devon tengah,Devon atas. vormasi batuan yang berasal dari masa Devon batu pasir merah tua atau old red sanstone (ORS) terdiri atas arkosa konglomerat,batu pasir,lempeng,batu lumpur atau (mud stone) daerah ORS meliputi semua pegunungan Kalidonia,Inggris,Skotlandia,Skandinavia hingga jauh melampaui daratan tinggi Rusia.di Indonesia peninggalan periode devon hanya daapat ditunjukan di beberapa tempat saja.Pada masa devon keadaan iklim sangat panas.
d.  Masa Karbon
   Masa ini di tandai dengan terbentuknya sejumlah besar karbon bebas di berbagai dunia. pada masa karbon ini terjadi pembentukan pegunungan yang menyebabkan masa karbon dapat di kenal dengan nyata. beberapa jenis amfibi yang muncul pada masa devon mengalami perkembangan. serangga pada zaman ini bersifat pemakan daging.
e.  Masa Perm
     Masa perm memiliki ciri lain adanya penyimpangan fauna laut dari fosil pada zaman paleozoikum akhir. di Indonesia peninggalan masa perm ditemukan di lembah sungai Temor berupa lapisan lava bantal. Lapisan batuan di zaman perm mengandung minyak kalium,lempung,besi dan batubara. Pada masa ini benua pangea telah terbentuk.tumbuhan yang dominan umumnya berupa koniver,paku,dan tumbuhan yang tahan kekeringan. Hewan yang berkembang pada masa ini hewan darat berkaki empat,seperti reptil dan  nenek moyang mamalia,ikan bertulang belakang amonit dan nautiloit.Masa perm di akhiri dengan kepunahan massal yang memusnahkan lebih dari 90 pesen hewan laut dan 70 persen hewan darat. Kepunahan ini merupakan kepunahan terbesar yang terjadi di bumi hingga saat ini. kepunahan ini di akibatkan oleh antara lain letusan gunung api,perubahan iklim,gempa bumi,tsunami,hingga tumbukan meteorit.
3.Zaman mesozoikum
   Zaman mesozoikum terdiri atas masa trias,jura,dan krateseus. Ketiga masa ini di sebut tingkatan kehidupan pertengahan kehidupan. keadaan iklim panas dan basah diketahui dari pertumbuhan dan perkembangan flora dan fauna pada masa itu.Pada masa Ini mulai berkembang tumbuhan berdaun lebar,hewan melata,ambifi,ikan dan mamalia.
4. Zaman kenozoikum
   Zaman kenozoikum atau neozoikum terdiri atas zaman tersier dan kuarter dan tingkat kehidupan baru.
a.  Masa tersier
   Masa tersier terbagi menjadi kurun Eosen,Oligosen,Pleistosen. masa tersier tumbuhan berkenbang dan melus keseluruh wilayah kontinen,tumbuhan berbunga,dan juga mulai muncul dan berkembang. hewan menyusui dan burung mulai mengalami persebaran pada zaman ini pada saat itu batubara mulai terbentuk.
b.  Masa kuarter
    Masa kuarter terdiri atas kurun waktu pleistosen  atau Dilivium dan kurun Holosen atau Alivium kedua kurun ini berumur kurang lebih dua juta tahun yang lalu.  Masa kuarter merupakan permulaan era baru dengan munculnya manusia dibumi.  Persebaran  fauna dan flora meluas serta sudah berkembang dengan baik.


E. kelayakan planet bumi untuk kehidupan
1. Bumi Merupakan Satu-satunya planet Untuk Kehidupan
    Bumi merupakan satu-satunya tempat dimana manusia dapat hidup dan bertahan tanpa alat bantu,tanah dan air yang melimpah,serta atmosfer yang dapat di hirup untuk bernapas. Diatas muka bumi inilah manusia menjalani kehidupannya.
2.bumi merupakan planet yang istimewa
   Dibandingkan planet lain bumi merupakan planet yang istimewa. Keistimewaan bumi dibandingkan planet lain yaitu sebagai berikut :
a.    Jaraknya dengan matahari tidak terlalu  dekat dan tidak terlalu jauh. Akibatnya,udara bumi tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
b.    Dibumi banyak terdapat sumber air (sungai,danau,dan lautan).
c.    Bumi mempunyai atmosfer sehingga tejadi awan dan hujan.
d.    Atmosfer bumi mengakibatkan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak terlalu jauh (seperti dibulan).
e.    Atmosfer bumi mengandung oksigen sehingga terdapat kehidupan seperti sekarang.
f.    Atmosfer bumi  melindungi kehidupan dari kerusakan yang dsebabkan oleh sinar dan partikel dari matahari yang dapat merusak bumi.
g.    Medan magnet bumi dapat menangkap partikel dan angkasa luar sehingga berkumpul dalam zona Sabuk Van Allen.Letaknya kurang lebih  3000 kilometer-18000kilometer dari per,ukaan tanah namun demikian,ada juga partikel yang lolos dan tidak terperangkap oleh sabuk Van Allen. Partikel ini terbentuk di daerah kutub bumi sehingga mengakibatkan terbentuknya cahaya gemerlap didaerah kutub. Dinamakan sinar kutub atau kutub Aurora sinar kutub ini terjadi pada saat partikel-partikel membentuk  atmosfer bumi. Aurora di kutub utara disebut Aurora Borealis,sedangkan dikutub selatan disebut Aurora Australis .
h.    Selama mengorbit matahari ,bumi juga melakukan rotasi.Sekali rotasi membutuhkan waktu satu kali dua puluh empat jam sehingga terjadi siang dan malam. Di katulistiwa,bumi berputar sekitar 1600 kilometer/jam sehingga manusia tidak merasakan pusing  dan tidak merasakan terjadinya putaran hal ini disebabkan pengaruh gravitasi bumi tetap berada ditempatnya masing-masing.

3. Keseimbangan yang Memungkinkan Kehidupan di Bumi
Ahli astronomi telah membuat tentang faktor yang mentukan bagi kehidupan antara lain sebagai berikut :
a.  Gravitasi
     Jika gravitasi lebih kuat dari sekarang,atmosfer terlalu banyak menahan amonia dan metana. Jika gravitasi lebih lemah dari sekarang,atmofer akan banyak kehilangan air.
b.  Jarak dengan induk (matahari)
     Jika lebih jauh, planet akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil jika lebih dekat planet akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil.
c.   Ketebalan kerak bumi
  Jika lebih tebal maka terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfer ke kerak bumi,jika lebih tipis aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar.
d.  Periode rotasi
  Jika lebih lama perbedaan suhu pada siang dan malam hari terlalu besar jika lebih cepat,kecepatan angin pada atmosfer terlalu tinggi.
e.  Interaksi gravitasi dengan bulan
   Jika  lebih besar,efek pasang surut air laut,atmosfer dan periode rotasi bersifat merusak jika lebih kecil,perubahan tidak langsung  pada orbit mengakibatkan  ketidak stabilan iklim.
f.   Medan magnet
   Jika lebih kuat,badai elektromagnetik terlalu merusak.Jika lebih lemah,bumi kurang perlindungan dari radiasi bintang yang membahayakan.
g.  Albedo (perbandingan antar cahaya yang di pantulkan dengan yang diterima pada permukaan)
  Jika lebih besar,zaman es yang tidak terkendali akan terjadi. Jika lebih kecil efek rumah kaca yang tak terkendali akan terjadi.


h. Kadar karbon dioksida dan uap air dalam atmosfer
   Jika lebih besar efek rumah kaca akan terjadi jika lebih kecil,efek rumah kaca tidak memadai.
i.   Kadar ozon dalam atmosfer
   Jika lebih besar,suhu permukaan bumi terlalu tinggi,terlalu banyak radiasi ultra violet.
j.   Aktivitas gempa
   Jika lebih besar, terlalu banyak mahluk hidup yang punah,jika lebih kecil,bahan makanan didasar laut  (yang dihanyutkan alliran sungai) tidak akan di daur ulang kedaratan melalui pengangkatan tektonik.
Itu hanya sebagian kondisi yang memungkinkan tempat kehidupan manusia kondisi ini tidak terjadi secara kebetulan atau tidak  terjadi secara acak melainkan  sudah didisein secara sempurna oleh Tuan Yang Maha Esa.(Allah SWT)

Poskan Komentar