do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Kamis, 24 Maret 2016

MAKALAH POLA DAN STRATEGI PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN



MAKALAH
POLA DAN STRATEGI PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN



OLEH :

1.                         WA ODE HAISAH TANDA
2.                         WA ODE IFU







SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SYARIF MUHAMMAD RAHA
2016

KATA PENGANTAR


BISMIL

                       
Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas Rahmat dan Karunia-Nya sehingga makalah yang membahas tentang ” POLA DAN STRATEGI PEMANFAATAN MEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN” dapat selesai tepat pada waktunya sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Media Pembelajaran
                        Penulis menyadari makalah ini masih jauh dari harapan pembaca yang mana di dalamnya masih terdapat berbagai kesalahan baik dari sistem penulisan maupun isi. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga dalam makalah berikutnya dapat diperbaiki serta ditingkatkan kualitasnya.

                        Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

                                                                                                      Raha,  Maret 2016
                                                                                                                                         

                                                                                                            Penyusun





DAFTAR ISI

Kata Pengantar ………………………………………………………………………          i
Daftar Isi …………………………………………………………………………….           ii
BAB I : PENDAHULUAN …………………………………………………………          1
  1. Latar Belakang ………………………………………………………………           1
  2. Rumusan Masalah …………………………………………………………..            2
  3. Tujuan Penulisan ……………………………………………………………            2
  4. Manfaat ……………………………………………………………………..            2
BAB II : PEMBAHASAN …………………………………………………………..         3
  1. Pola pemanfaatan……………………………………………….………………..     3
  2. Strategi pemanfaatan…………………………………………………………..        7
  3. Contoh kasus penggunaan media dalam pendidikan. ………………………..          8

BAB III : PENUTUP…………………………………………………………………..       9
  1. KESIMPULAN………………………………………………………………..        9
  2. SARAN………………………………………………………………………..        9
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………    10



























BAB  I
PENDAHULUAN


A. LATAR  BELAKANG
         Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru / fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan ketrampilan mengenai media pembelajaran. Dibab terdahulu telah diuraikan bahwa program media  di buat dengan rancangan yang sistematis melalui berbagai langkah  pengembangan yang melibatkan berbagai tenaga trampil dan ahli serta menggunakan berbagai jenis peralatan. Dengan cara demikian, diharapkan program yang dihasilkan dapat merupakan program media yang efektif. Namun demikian, betapa baikanya sebuah program media, bila progma itu tidak dimanfaatkan dengan baik tentulah tidak akan banyak gunanya. Oleh karena itu, yang perlu dirancang dengan baik bukan hanya pembuatan media itu sendiri. Pemanfaatan media itu pun juga perlu diatur dan dirancang sebaik- baiknya. Lebih –lebih bila media itu merupakan media pembelajaran. Supaya media pembelajaran itu efektif, pemanfaatan media itu harus direncanakan dan dirancang secara sistematis. 

B. PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN
          Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran, yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. Peranan media yang semakin meningkat sering menimbulkan kekhawatiran pada guru. Namun sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi, masih banyak tugas guru yang lain seperti: memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa yang selama ini kurang mendapat perhatian. Kondisi ini akan teus terjadi selama guru menganggap dirinya merupakan sumber belajar satu-satunya bagi siswa. Jika guru memanfaatkan berbagai media pembelajaran secara baik, guru dapat berbagi peran dengan media. Peran guru akan lebih mengarah sebagai manajer pembelajaran dan bertanggung jawab menciptakan kondisi sedemikian rupa agar siswa dapat belajar. Untuk itu guru lebih berfubgsi sebagai penasehat, pembimbing, motivator dan fasilitator dalam Kegiatan Belajar mengajar. 

C. TUJUAN
    Penggunaan media pengajaran sangat diperlukan dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam pembelajaran. tujuan penggunaan media pembelajaran adalah:
  1. Agar proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna.
  2. Untuk mempermudah bagi guru/pendidik dimana menyampaikan informasi materi kepada anak didik.
  3. Untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik.
  4. Untuk dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik.
  5. Untuk menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu
  6. Pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi.

D.  RUMUSAN PERMASALAHAN
  1. Apakah Pola dan strategi pemanfaatan media dalam proses pembelajaran
  2. Strategi Pola dan strategi pemanfaatan media dalam proses pembelajaran
  3. Contoh Kasus Pola dan strategi pemanfaatan media dalam proses pembelajaran


BAB   II
PEMBAHASAN



A. POLA PEMANFAATAN
Ada beberapa pola pemanfatan media pembelajaran. Berikut ini pola-pola pemanfaatan media pembelajaran yang dapat dilakukan :
1.   Pemanfaatan media dalam situasi kelas (classroom setting)
Dalam tatanan (setting) ini, media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan tertentu. Pemanfaatannyapun dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi kelas. Dalam merencanakan pemanfaatan media itu guru harus melihat tujuan yang akan dicapai, materi pembelajaran yang mendukung tercapainya tujuan itu, serta stategi belajar mengajar yang sesuai  untuk mencapai tujuan itu. Media pembelajaran yang dipilih haruslah sesuai dengan ketiga hal itu, yang meliputi tujuan, materi dan strategi pembelajaran.
2.   Pemanfaatan diluar situasi kelas.\
Pemanfaatan media pembelajaran diluar situasi dapat dibedakan dalam dua kelompok utama :
Pemanfaatan Secara Bebas
Pemanfaatan secara bebas ialah bahwa media itu digunakan tanpa dikontrol atau diawasi. Pembuat program media tanpa dikontrol atau diawasi. Pebuat program media  mendistribusikan program media, itu di masyarakat pemakai media, baik dengan cara diperjualbelikan maupun didistribusikan secara bebas. Hal itu dilakukan dengan harapan media itu akan digunakan orang dan cukup efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Pemakai media menggunakan media menurut kebutuhan masing  masing. Biasanya pemakai media menggunakannya secara perorangan. Dalam menggunakan media ini pemakai tidak dituntut untuk mencapai tingkatan pemahaman tertentu. Mereka juga tidak diharapkan untuk meberikan umpan balik kepada siapapun dan juga tidak perlu mengikuti tes atau ujian.
       Berikut ini contoh jenis pemanfaatan media :
Pemakain kaset pelajaran bahasa inggris
Ditoko banyak dijual kaset pelajaran bahasa inggris untuk melengkapi buku-buku pelajaran Bahasa Inggris tententu. Orang yang merasa memerlukan program itu   dapat membelinya secara bebas. Menggunakanny pun secara bebas juga. Artinya, kaset itu dapat digunakan kapan saja, dimana saja, dan untuk keperluan apa saja. Semuanya tergantung kepada pemilik kaset itu sediri. Tidak ada orang yang ikut mengaturnya. Hasil yang dicapai pun tertgantung pada orang itu sendiri secara perorangan.
Pemanfaatan Program Siaran Radio Pendidikan
Pada saat ini banyak siaran radio atau televis yang bersifat pendidikan. Program-program itu disiarkan dengan maksud untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan tertentu. Misalnya, siaran pelajaran Bahasa Inggris,Matematika,Bahasa Indonesia ,dan lain-lain.pemanfaatan program itu kebanyakan tidak dikontrol oleh penyelenggara siaran. Program tersebut disiarkan dengan harapan didengarkan dan dimanfaatkan oleh orang. Dalam hal ini penyelenggara siaran tidak mengatur bagaimana program itu didengarkan dan dimanfaatkan. Penyelenggara siaran juga tidak mengevaluasi hasil pemanfaatan program. Artinya, penyelenggara siaran tidak meniali sampai seberapa jauh pesan yang telah disampaikan kepada pendengar itu dapat diterima oleh pendengar dan apa pengaruhnya terhadap kemampuan keterampilan dan sikap pendengar.
Pemanfaatan Media Secara Terkontrol
Pemanfaatan media secara terkontrol ialah bahwa media itu digunakan dalam suatu rangakaian kegiatan yang diatur secara sistematis untuk mencapai tujuan tertentu. Apabila media itu berupa media pembelajaran , sasaran didik (audience) diorganisasikan dengan baik. Dengan begitu, mereka dapat menggunakan media itu secara teratur, berkesenambungan, dan mengikuti tujuan pola belajar- mengajar tertentu. Biasanya sasaran didik diatur dalam kelompok –kelompok belajar. Setiap kelompok diketahui oleh pemimpin kelompok dan disupervisi oleh seorang tutor. Sebelum memanfaatkan media, tujuan pembelajaran yang akan dicapai dibahas atau ditentukan terlebih dahulu.
Hasil belajara mereka dievaluasi secara teratur. Untuk  keperluan evaluasi ini pembuat program media perlu menyediakan alat evaluasi tersebut. Pelaksanaan evaluasi dapat diatur oleh para tutor. Penilaian juga dapat dilakukan oleh tutor menggunakan kunci jawaban yang telah disediakan oleh pembuat program.
Berikut ini contoh pemanfaatan program media secara terkontrol :
– Pemanfaatan Siaran Radio Pendidikan untuk penataran Guru
Pusat  Teknologi Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (PUSTEKOM) sejak tahun 1975 telah menyelenggarakan program penataran guru SD melalui radio yang disebut proyek Teknologi Komunikasi. Pendidikan Dasar (TKPD). Sasaran program penataran ini ialah guru-guru SD yang berada didaerah terpencil dan sulit berkomunikasi. Mereka yang dijadikan sasaran ialah yang perlu menambah pengetahuan dan keterampilan mengajarnya, tetapi tidak dapat memperoleh fasilitas sumber belajar yang memadia dari daerah masing-masing.
Tujuan yang akan dicapai oleh proyek TKPD ialah meningkatkan kemampuan mengajar guru SD dalam mengajarkan berbagai bidang pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, PMP, IPA, dan sebagainya, sesuai dengan kurikulum yang berlaku. program-program siaran radio pendidikan ini dibuat oleh Pus-Tekkom bersama dengan Direktorat Pendidikan Dasar (DITDIKSDAS) Ditjen Dikdasmen. Ditdikdas ini terutama memberikan masukan dalam penyusunan kurikulum dan materi program siaran. Pustekom Kemudian mengkoordinasikan penjabaran materi itu kedalam naskah siaran dan merekamnya dalam kaset. Kaset Audio itu setelah digandakan dapat dikirimkan ke RRI dan pemancar radio lain di sebelas provinsi. Peserta siaran ini didaftar dan cara belajarnya daiatur didalam kelompok-kelompok belajar yang terdiri dari 6-7 orang guru dan dipimpin oleh seorang ketua kelompok. Bahan penyerta siaran (bahan Cetak) disampaikan kepada kelompok pendengar sebelum siaran dilaksanakan. Guru –Guru anggota kelompok pendengar itu diharapkan telah membaca bahan penyerta sebelum mendengarkan mendengar siaran, mereka telah mengetahui tentang tujuan yang akan dicapai, pokok-pokok materi  siaran, dan bahan-bahan yang diperlukan pada saat membaca buku-buku atau bahan lain yang dianjurkan untuk dibaca.Selesai mendengarkan siaran, guru-guru tersebut mendiskusikan isi siaran untuk memperdalam pengertian yang mereka peroleh dari siaran. Kesulitan yang tidak dapat dipecahkan sendiri dapat diajukan kepada BPMR semarang atau Yogyakarta.  Kelompok pendengar juga diharapkan memberikan umpan balik  Feed Back) kepada pembuat program siaran. Umpan balik ini tidak menyangkut isi siaran, cara penyajian (jelas atau tidak), dan kekualitas teknik program siaran itu.
– Pemanfaatan Media Untuk Mencapai Ijazah Persamaan SMA di AS
Di Amerika Serikat ada beberapa Negara bagian yang menyelenggarakan program pendidikan untuk mendapatkan ijazah persamaan SMA (Highschool equevalancy). Orang- orang yang ingin mendapatkan ijazah itu mendaftarkan diri kepusat Sumber Belajar (Learning Rasource Center) setempat. Ia kemudian harus megikuti tes awal (pretest). Hasil tes itu memberikan petunjuk kepada siswa- siswa dan pimpinan sumber belajar itu. Siswa harus mengikuti tes secara berkala untuk mengetahui kemajuan belajar mereka. Setelah siap, siswa boleh mengajukan permintaan menempuh ujian akhir untuk mendapatkan ijazah.
– Pemanfaatan Media Secara Perorangan, Kelompok atau Massal
  1. Media dapat digunakan secara perorangan. Artinya, media itu digunakan oleh orang saja. Banyak media yang memang  dirancang untuk digunakan secara perorangan. Media seperti ini biasanya dilengkapi dengan petunjuk pemanfaatan yang jelas sehinggga orang dapat menggunakannya dengan mandiri. Artinya, orang itu tidak perlu bertanya kepada orang lain tentang bagaimana cara menggunakannya, alat apa yang diperlukan, dan bagaimana mana mengetahui bahwa ia telah berhasil dalam belajar. Buku petunjuk itu biasanya mengandung keterangan tentang tujuan pembelajaran yang aan dicapai, garis besar isi, urutan cara mempelajarinya, komponen-komponen media itu, alat yang diperlukan untuk menggunkannya, dan alat evaluasi yang biasanya terdiri dari soal tes. Apabila didalam suatu ruangan ada beberapa orang yang belajar menggunkan media secara perorangan, sebaiknya masing-masing menempati karel (Carrel) sdehingga tidak saling mengganggu. Karel ialah meja belajar yg di sekat-sekat menjadi bagian kecil yang  hanya cukup untuk duduk seorang. Tiap karel dilengakapi dengan perlengkapan media, seperti tape recorder, proyektor Film bingkai, ear phone, layar kecil dan sebagainya.
  2. Media Dapat Digunakan Secara Berkelompok. Kelompok itu dapat beruba kelompok kecil dengan anggota 2 s.d 8 orang. Atau berupa kelompok besar yang beranggotakan 9 s.d 40 orang. Media yang dirancang untuk digunakan secara berkelompok juga memerlukan buku petunjuk. Buku petunjuk ini biasanya ditujukan kepada pimpinan kelompok, tutor atau guru. Kentungan belajar menggunakan media secara berkelompok ialah bahwa kelompok itu dapat melakukan diskusi tentang bahan yang sedang di pelajari. Diskusi dapa dilakukan, baik sebelum, maupun sesudah mereka menggunakan media itu. Media yang digunakan secara berkelompok harus memenuhi beberapa persyaratan.
  • Suara yang disajikan oleh media itu harus cukup keras sehingga semua anggota kelompok dapat medengarnya.
  • Gambar atau tulisan dalam media itu harus cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anggota kelompok itu.
  • Perlu  adat alat penyaji yang dapat memperkeras suara (amplifier) dan membesarkan gambar (proyektor).
  • Medapat juga digunakan secara missal. Orang yang jumlahnya puluhan, ratusan, bahkan ribuan dapat menggunakan media itu bersama-sama. Media yang dirancang seperti ini biasanya disiarkan melalui pemancar, seperti radio, televise, atau digunakan dalam ruangan yang besar seperti film 35mm. untuk memudahkan orang yang belajar dengan menggunakan media seperti ini sebiknya kepada para peserta diberikan bahan tercetak sebelumnya. Bahan cetakan itu setidaknya- tidaknya harus memuat tujuan pembelajaran yang akan dicapai, garis besar isi, petunjuk tindak lanjut, dan bahan sumber sumber lain yang dapat dipelajari untuk memperdalam pemahaman. Bahan cetakan ini diberikan jauh sebelum penggunaan media dilakukan. Dengan demikian para peserta dapat menyiapkan diri dalam mengikuti  program media itu.
B.    STRATEGI PEMANFAATAN
Pada bab-bab terdahulu telah dibicarakan bahwa media ini seharusnya digunakan jika media itu mendukung tercapainya tujuan instruksional yang telah dirumuskan serta sesuai dengan sifat materi instuksionalnya yang telah dirumuskan. Pada bab-bab sebelumnya juga telah dibicarakan bagaimana cara memilih media yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai itu. Supaya media dapat digunakan secara efektif dan efisien ada tiga langka utama yang perlu diikuti dalam menggunakan media,
  1. Perisapan Sebelum Menggunakan Media
Supaya penggunan media dapat berjalan dengan baik kita perlu membuat persiapan yang baik pula. Pertama –tama pelajari buku petunjuk yang telah disediakan. Kemudian kita ikuti petunjuk –petunjuk  itu. Apabila pada petunjuk kita disarankan untuk membaca buku atau bahan belajar lain yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, seyogyanya hal tersebut dilakukan. Hal tersebut akan memudahkan kita dalam belajar dengan media itu. Peralatan yang diperlukan untuk menggunakan media itu juga perlu disiapkan sebelumnya. Dengan demikian, pada saat menggunakannya nanti, kita tidak akan diganggu dengan hal-hal yang mengurangi kelancaran penggunaan media itu. Jika media itu digunakan secara berkelompok, sebaiknya tujuan yang akan dicapai dibicarakan terlebih dahulu dengan semua anggota kelompok. Hal itu penting supaya perhatian dan pikiran terarah kehal  yang sama.Peralatan media perlu ditempatkan dengan baik sehingga kita dapat melihat atau mendengar programnya dengan enak. Lebih-lebih, apabila media itu digunakan secara berkelompok. Sedapat mungkin, semua anggota kelompok dapat memperoleh kesempatan yang sama dalam mendengarkan dan atau melihat program media itu. Layar dan atau pesawat radio atau tape recorder harus ditempatkan begitu rupa sehingga semua dapat melihat dan mendengarnya dengan jelas.
    2.  Kegiatan Selama Menggunakan Media
Yang perlu dijaga selama kita menggunakan media ialah suasana ketenangan. Gangguan –gangguan yang dapat mengganggu perhatian dan konsentrasi harus dihindarkan. Kalau mungkin, ruangan jangan digelapkan sama sekali. Hal itu supaya kita masih dapat menulis jika menjumpai hal-hal penting yang perlu diingat. Kita pun dapat menulis pertannyaan jika ada bagian yang tidak jelas atau sulit dipahami. Jika menulis atau membuat gambar atau membuat catatan singkat usahakan hal tersebut tidak mengganggu  konsentrasi. Jangan sampai perhatian kita terlalu banyak tercurah pada apa yang ditulis sehingga kita tidak dapat memperhatikan sajian media yang sedang berjalan. 
Ada kemungkinan selama sajian media berjalan kita diminta melakukan sesuatu, misalnya menunjuk gambar, membuat garis menyusun sesuatu, menjawab pertanyaan, dan sebagainnya. Perintah-perintah itu sebaiknya dijalankan dengan tenang, jangan sampai mengagu teman lain.
C. CONTOH KASUS PENGGUNAAN MEDIA DALAM PENDIDIKAN.
Kasus penggunaan media dalam pedidikan ini, baik yang tedapat di Negara maju maupun di Negara yang sedang berkembang ratusan jumlahnya. Sungguh diluar dungaan bahwa sebagaimana dicatat oleh Wilbur Schramm dari sekian banyak kasus penerapan teknologi pendidikan dengan media tersebut, 75% atau lebih kurang 170 kasus terdapat dinegara ketiga atau dinegara yang sedang berkembang. Mungkin  memang karena Negara berkembang meupakan sasaran yang empuk sebagai kelinci percobaan maupun pemasaran produk teknologi yang berupa perangkat keras peralatan media. Mungkin pula karena Negara berkembang memang mempunyai banyak persoalan yang harus dipecahkan dan  ketinggalan –ketinggalan yang harus dikejar agar tidak tergilas oleh lajut pesatnya perkembangan pengetahuan dan teknologi itu sendiri. Selain itu, memang kedua kemungkinan ada. Penarapan teknologi pendidikan dengan media memang tidak terlepas dri maksud, tujuan, maupun sasaran yang ingin dicapainya.  Hal ini diharapkan akan mempunyai nilai lebih jika dilihat dari manfaat sosialnya (social benefit).
BAB   III
PENUTUP


KESIMPULAN
      Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Sedangkan pembelajaran adalah usaha guru untuk menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan informasi dari guru ke siswa sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa dan pada akhirnya dapat menjadikan siswa melakukan kegiatan belajar. Manfaat media pembelajaran tersebut adalah: penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan, proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik, proses pembelajaran menjadi lebih interaktif, efisiensi dalam waktu dan tenaga, meningkatkan kualitas hasil belajar siswa, memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar serta mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. 

















DAFTAR PUSTAKA




Poskan Komentar