do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Selasa, 08 Maret 2016

Cerpen Kenangan Bersama Sahabat



Kenangan Bersama Sahabat
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBGk_y25024k_rZ1lY_cGxifFFiaT03b53ArNOxEQ480HF9Mlkd0eLxiXm7IaW5j8eozvPXjkL9ulGMRn11C-QmEgABhNgSS_1NqI8Q_ZPbAVv6006hCAZGneARXO6R65ApX-Lo0DyIiX5/s1600/contohcerpenpersahabata.jpg


"Kangen, itu yang kurasakan saat ini setelah hampir 4 tahun lamanya aku tidak pernah bertemu lagi dengan sahabat-sahabat istimewaku. Malik, Madan, Ais, Anyong, Shaum, Manto, Dedi, Yugus, dan Zaenal adalah sahabat terbaikku sekaligus partner kerjaku dulu di Surabaya. Aku sendiri biasa dipanggil Herteg oleh teman-temanku. Banyak kenangan berharga yang kuperoleh selama 3 bulan bersama mereka. Diantaranya adalah ketika memasuki bulan puasa kami jadi semakin akrab dan kompak. Kami sering sahur dan buka puasa bersama ditempat kerjaan. Mbak Indra biasanya yang sering memasak nasi untuk kami, sementara kami hanya tinggal beli lauknya saja di warung terdekat. Riko dan Kemal biasanya yang paling rakus makan. Sampai-sampai yang masak pun tidak kebagian nasi. Zaenal juga sering tak kebagian jatah nasi. Ia mengalah untuk bikin mie instan saja. Menurutnya lebih praktis dan irit tentunya. Yang memprihatinkan ialah kalau sedang mendekati tanggal tua. Semua teman-teman pada ngirit, sampai makan pun seadanya. Pernah kami semua cuma makan pakai kerupuk dan kecap manis. Mbak Indra yang merasa kasihan menyuruh Lia untuk membeli gorengan di warung seadanya. Tak tahunya yang dibelinya justru molen dan pisang goreng. Aku dan teman-teman yang lain sampai ketawa gara-gara Lia salah beli gorengan. Karena sudah terlanjur dibeli, terpaksa kami makan bersama nasi. Yang penting kami kenyang walaupun rasanya sungguh tak dapat kami bayangkan.

Kami juga sering bercanda kalau lagi kumpul bersama. Hendrik dan Kemal malah sering usil kalau lihat karyawan cewek yang lagi sendirian. Mbak Indra, Ika, dan Lia pernah hampir nangis gara-gara ulah mereka berdua. Aku sendiri juga pernah dikerjain mereka. Waktu itu aku lagi sibuk bersih-bersih. Tiba-tiba Hendrik memanggilku dan menyuruhku berbalik ke belakang. Katanya sih bajuku belakangnya kotor. Eh gak tahunya dia malah memasukkan pecahan es batu kedalam bajuku. Sontak aku kaget dan kedinginan. Justru teman-teman yang melihatku malah tertawa.

Kejadian seru lain yaitu ketika Aku, Malik, Wiro, Shaum, Anyong, Memet, Ais dan Madan pergi memancing. Aturan mainnya yang kalah mukanya harus dicoretin pakai spidol. Kemal dan Lia bergantian kalah terus sehingga muka mereka kelihatan seperti badut dipinggir jalan, penuh dengan coretan. Aku dan yang lain jadi tertawa lepas melihat mereka. Beruntung aku hanya sekali kalah saat itu.

Dan kenangan yang satu ini yang pasti selalu ku ingat hingga sekarang. Yaitu Abil hamper mati tenggelam saat ka,I ,amdi-mandi di jompi. Kejadian itu bermula saat Shaum dan Madan ingin mengantar Abil di pinggir yang agak dangkal supaya Abil bisa latihan belajar berenang. Tapi entah mengapa kejadian sial menimpa mereka. Tiba-tiba Shaum dean madan kelelahan saat mengantar Abil ke pinggir jompi. Dan abil tenggelam dan pasrah. Untung saja ada Memet yang menyelam ke dasar dan ,mendorong Abil yang tenggelam kayak batu dari bawah yang lalu Di tarik oleh Anyong yang sedang bermain perahu2 bersama saya. Untung nyawa Abil masih bisa diselamatkan. Setelah kejadian itu kami tertawa lepas.

Puncak kebersamaan kami adalah ketika tiap sebulan sekali kami mengikuti Lintas alam yang dilaksanakan hari Minggu lalu.
Semoga lebaran tahun depan kita bisa berkumpul bersama setidaknya untuk reuni kecil setelah kita saling terpisah karena ada rejeki yang lebih baik ditempat lain.
Terimakasih para sahabat istimewaku."

Tidak ada komentar: