do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 04 Maret 2016

MAKALAH KOMUNIKASI PERTANIAN




BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Sistem penyuluhan pertanian merupakan seluruh rangkaian pengembangan kemampuan, pengetahuan, keterampilan serta sikap pelaku utama (pelaku kegiatan pertanian) dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Penyuluhan Pertanian adalah suatu proses pembelajaran bagi pelaku utama (pelaku kegiatan pertanian) serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.
Pengertian tersebut mengandung makna bahwa didalam proses penyuluhan pertanian adanya proses-proses lain, yaitu:
1) Proses komunikasi persuasif, yang dilakukan oleh penyuluh dalam memfasilitasi sasaran (pelaku utama dan pelaku usaha) beserta keluarganya guna membantu mencari pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usahan mereka, komunikasi ini sifatnya mengajak dengan menyajikan alternatif-alternatif pemecahan masalah, namun keputusan tetap pada sasaran.
2) Proses pemberdayaan, maknanya adalah memberikan “kuasa dan wenang” kepada pelaku utama dan pelaku usaha serta mendudukkannya sebagai “subyek” dalam proses pembangunan pertanian, bukan sebagai “obyek”, sehingga setiap orang pelaku utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan) mempunyai kesempatan yang sama untuk a). Berpartisipasi; b). Mengakses teknologi, sumberdaya, pasar dan modal; c). Melakukan kontrol terhadap setiap pengambilan keputusan; dan d). Memperoleh manfaat dalam setiap lini proses dan hasil pembangunan pertanian.
3). proses pertukaran informasi timbal-balik antara penyuluh dan sasaran (pelaku utama maupun pelaku usaha). Proses pertukaran informasi timbal-balik ini mengenai berbagai alternatif yang dilakukan dalam upaya pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usahanya.

Fungsi penyuluhan pertanian terutama adalah memfasilitasi dan memotivasi proses pembelajaran pelaku utama dan pelaku usaha agar tercapai tujuan pengembangan sumberdaya manusia (SDM) dan peningkatan modal sosial, sehingga mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Dengan adanya program Pengembangan Usaha Agribisnis di Perdesaan (PUAP), fungsi penyuluhan pertanian memfasilitasi dalam bimbingan, pendampingan dan advokasi pengelolaan usaha agribisnis di perdesaan, memfasilitasi dan memotivasi penumbuhan dan pengembangan kelompoktani serta gabungan kelompok tani. Untuk melaksanakan fungsi tersebut, maka penyuluh sebagai fasilitator harus menguasai selain falsafah dan prinsip-prinsip penyuluhan pertanian, juga Teknik Komunikasi Persuasif.
Tugas dan fungsi Penyuluh Pertanian secara garis besar adalah melaksanakan fungsi sebagai fasilitator dalam kegiatan penyuluhan pertanian.

B. RUMUSAN MASALAH
Pembahasan kami akan merujuk pada masalah masalah sebagai berikut:
1. Apakah pengertian komunikasi?
2. Apakah tujuan komunikasi dalam penyuluhan pertanian?
3. Apa sajakah unsur dalam komunikasi dan bagaimana prosesnya?
4. Apakah yang dimaksud dengan efektivitas komunikasi?

C. TUJUAN
Makalah ini dibuat dengan maksud untuk memenuhi tugas asistensi mata kuliah Penyuluhan Pertanian dan sebagai bahan bacaan untuk memperluas ilmu pengetahuan.




















BAB II
PEMBAHASAN
A. KOMUNIKASI
Dalam berbagai media massa seperti: surat kabar dan majalah atau brosur- brosur kita sering menjumpai kata ”komunikasi”. Sebagai contoh anjuran pemerintah yang berbunyi ”agar pembangunan mencapai sasarannya, hendaknya antara pusat dan daerah selalu ada komunikasi dua arah”
Berikut adalah beberap pengertian komunikasi menurut pendapat ahli yang memahami komunikasi.
1. Dalam ”Oxpord Dictionary” (terbitan Oxford University press, tahun 1956) kita dapati bahwa yang dimaksud dengan komunikasi adalah ”The sending or exchange of information , idea,etc.” yang artinya “pengiriman atau tukar –menukar informasi, ide, dan sebagainya”.
2. Keith Davis dalam bukunya ”Human relation at work” menyebutkan ”Communication is the process of passing infarmation en under standing from one person to another”. Artinya adalah proses lewatnya informasi dan pengertian dari seseorang kepada orang lain.
3. Dr.Phil Astrid Susanto dalam bukunya ”komunikasi dalam teori dan praktek” menyebutkan ”komunikasi adalah proses pengoperan lambang-lambang yang mengandung arti”.
Dari pendapat para ahli tersebut kita dapat merumuskan bahwa ”komunikasi adalah penyampaian pengertian dari seseorang kepada orang lain, dengan menggunakan lambang-lambang dan penyampaian tersebut merupakan suatu proses”.

B. TUJUAN KOMUNIKASI DALAM PENYULUHAN PERTANIAN
Dipandang dari segi manfaat atau keuntungan komunikasi dapat memiliki beberapa tujuan diantaranya adalah:
1. Informative , yaitu bertujuan untuk memberi informasi pendekatan pada pikiran. Kalau kita berkomunikasi secara informativ, informasi-informasi yang kita sampaikan harus faktual dan objektif.sampaikan harus faktual dan objektif.
2. Persuasive, yaitu bertujuan untuk menggugah perasaan orang seperti senang dan tidak senang, suka dan tidak suka. Jadi berbeda dari jenis tujuan komunikasi yang pertama. Disini pendekatanya dari segi emosi dan bukan dari pendekatan pikiran. Dalam penyuluhan pertanian perlu sekali mengetahui/ membedakan apakah perilaku tertentu misalnya seseorang tidak mau menerima anjuran untuk menerapkan teknologi baru disebabkan karena pikirannya atau karena perasaannya. Pikiran seseorang bersifat obyektif, sedangkan perasaan bersifat subyektif. Juga dalam pengadilan, perbedaan kedua hal tersebut sangat penting, hakim berusaha untuk membedakan antara tindakan atau perbuatan yang disebabkan perasaan dan tindakan yang disebabkan pikiran.
3. Entertainment, adalah bertujuan untuk menghibur orang, misalnya seorang membuat dagelan atau lelucon bertujuan agar orang lain mempunyai perasaan gembira. Dalam komunikasi penyuluhan pertanian tujuan ini sering dianggap perlu dengan maksud agar sasaran (petani beserta keluarganya ) memiliki perasaan gembira dan tidak bosan dalam mendengarkan segala informasi yang disampaikan oleh para penyuluh.
Telah dikemukakan diatas bahwa tujuan komunikasi dapat bersifat informatif, persuasif, maupun entertainmen. Tetapi perlu diperhatikan bahwa dalam komunikasi penyuluhan pertanian tujuan komunikasi jangan terlalu berat sebelah; artinya ketiga maksud komunikasi harus seimbang disesuaikan dengan tujuan penyuluhan.
Tujuan Penyuluhan Pertanian menyangkut perubahan perilaku yang meliputi tiga unsur yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap- mental (perasaan, emosi, minat , apresiasi). Dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pertanian ke tiga unsur perilaku itu harus diperhatikan unsur mana yang harus diberi tekanan. Kualitas perilaku yang ingin dicapai hasilnya akan ditentukan oleh ketiga unsur perilaku tersebut. Tujuan penyuluhan pertanian yang khususnya bersifat persuasif (menyenyuh perasaan) supaya orang yang kita suruh timbul minatnya. Iklan-iklan di TV banyak menyangkut segi persuasifnya, meskipun entertainmennya kadang-kadang ada, Segi persuasif ini lebih banyak menentukan perubahan perilaku dari pada pengetahuan dan keterampilan.
Dalam berkomunikasi kita harus mempunyai tujuan yang jelas. Dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat tani kita berbicara dengan petani beserta keluarganya. Kalau berbicara harus jelas apa tujuaannya. Demikian pula dalam hal komunikasi melalui bahan-bahan tulisan seperti poster, folder, pamplet, dan sebagainya. tujuannya harus jelas. Kejelasan tujuan sangat penting dalam berkomunikasi. Tanpa tujuan yang jelas, sulit bagi kita untuk mengharapkan response yang benar dari proses komunikasi.
Tujuan komunikasi yang jelas mengandung beberapa dimensi dan dimensi tersebut dapat dilihat dari segi: (1) Siapa dan (2) Bagaimana.
(1) Siapa
Dalam hal siapa yang berkomunikasi terdapat dua dimensi sebagai pelaku dalam komunikasi, yaitu sumber (pengirim) dan penerima. Tujuan berkomunikasi dari kedua dimensi ini harus relevan, agar dapat terjadi komunikasi yang efektif. Tujuan si pengirim dan si penerima pesan harus berkaitan, artinya dalam melakukan kegiatan penyuluhan pertanian tujuan penyuluh harus berkaitan dengan tujuan orang yang disuluh (sasaran) yaitu petani dan keluarganya. Pada saat kita akan datang berkunjung kepada petani, tujuan kedatangan kita harus diberitahukan sebelumnya agar mereka tahu tentang tujuan kita dan hubungannya dengan tujuan mereka.
Dalam komunikasi penyuluhan pertanian, kita mengenal dua jenis penerima atau sasaran, yaitu: sasaran yang direncanakan (intended receiver) dan sasaran yang tidak direncanakan (unintended receiver). Dalam berkomunikasi dengan sasaran melalui tulisan ataupun lisan setiap penyuluh harus selalu sadar akan sasaran utama (intended) tersebut dan jangan terpengaruh oleh yang bukan sasaran (ununtended). Dengan kata lain penyuluh harus memperhatikan tujuan sasaran yang disuluh. Penyuluhan diusahakan agar mencapai sasaran, sehingga dapat memusatkan tujuan yang sesuai keinginan penyuluh, sehingga dengan demikian tujuan pengirim berkaitan dengan tujuan sasaran.
(2) Bagaimana
Dalam tujuan komunikasi harus jelas efek (hasil) yang yang dikehendaki, baik oleh sumber/pengirim (penyuluh) maupun oleh sasaran/ penerima (petani dan keluarganya). Kita berkomunukasi bukan hanya sekedar menyampaikan pesan tapi mengharapkan kelanjutannya. Hal yang harus selalu kita ingat adalah memikirkan tentang apa yang dikehendaki oleh sasaran, yaitu hasil apa yang mereka harapkan dari berkomunikasi dengan penyuluh tersebut. Akan tetapi kalau hal tersebut ditanyakan kepada mereka mungkin mereka tidak akan membawanya, hal ini bukan karena mereka tidak mempunyai harapan.
Sekarang persoalannya ialah bagaimana agar pada saat berkomunikasi dengan orang lain, mereka akan mau memperhatikan dengan sebaik-baiknya? Salah satu cara adalah dengan memperhitungkan dan memperhatikan dengan sebaik-baiknya dengan harapan dan keinginan mereka. Hal ini tentu merupakan pekerjaan yang tidak gampang, akan tetapi setiap penyuluh harus berusaha dan harus mampu mengorek dan menganalisis keinginan dan harapan-harapan dari sasaran yang akan diajak berkomunikasi dalam penyuluhan pertanian.

C. UNSUR KOMUNIKASI DAN PROSESNYA
Dalam penyuluhan pertanian proses komunikasi mempunyai beberapa unsur, yang satu sama lainnya saling berhubungan erat. Unsur-unsur tersebut adalah sebagai berikut:
a Sumber (Source)
Sumber merupakan pelaku komunikasi yang mempunyai prakarsa menggerakan proses komunikasi dan memelihara kelangsungannya. Pelaku komunikasi ini merupakan sumber informasi, ide-ide kebutuhan dalam berkomunikasi. Dalam kegiatan penyuluhan pertanian yang dimaksud sumber adalah penyuluh pertanian. Dalam melaksanakan perannya sebagai sumber komunikasi kemampuan penyuluh sangat ditentukan oleh pengetahuan, sikap mental, dan keterampilan yang dimilikinya.

b Tujuan (Objective)
Tujuan komunikasi adalah apa yang diharapkan oleh sumber (penyuluh) sebagai hasil dari proses komunikasi. Komunikasi merupakan suatu perbuatan, dan setiap perbuatan tentu ada motifnya. Motif komunikasi adalah kebutuhan-kebutuhan tertentu. Orang yang akan berkomunikasi harus dapat merasakan adanya kebutuhan berkomunikasi. Bila orang tidak merasakan kebutuhan berkomunikasi, maka orang tersebut tidak akan melakukan komunikasi. Dalam penyuluhan pertanian tujuan komunikasi misalnya peningkatan produksi padi. Tujuannya komunikasi harus jelas dan tegas, tidak terlalu umum sehingga kabur atau tidak jelas. Tujuan yang terlalu umum dan tidak jelas misalnya meningkatkan taraf hidup.
c. Sasaran (target)
Sasaran atau target dalam proses komunikasi adalah pelaku komunikasi yang diusahakan untuk menerima informasi, ide-ide dan anjuran-anjuran yang disampaikan oleh sumber, sasaran diharapkan dapat terjadi perubahan dan perbaikan-perbaikan perilaku sebagai hasil dari proses berkomunikasi dengan sumber. Jika pada sasaran tidak tampak tanda-tanda perubahan, maka komunikasi itu tidak berhasil. Dipandang dari segi sasaran keberhasilan komunikasi dipengaruhi oleh keterampilan, pengetahuan dan sikap mental yang dimilikinya. Disamping itu sistem sosial seperti adat-istiadat, tradisi dan kebudayaan, misalnya bahasa akan turut pula mempengaruhi keberhasilan komunikasi, karena itu penyuluh harus mengenal sifat-sifat sasarannya beserta sistem sosial dimana mereka berada. Sasaran utama penyuluhan pertanian tidak lain adalah petani beserta keluarganya yang hidup dan berada pada masyarakat pedesaan yang memilikin ciri-ciri yang spesifik berbeda dengan masyarakat kota.
d. Pesan (amanat)
Pesan (amanat) adalah segala apa yang disampaikan oleh sumber (penyuluhan pertanian) kepada sasaran (petani beserta keluarganya) untuk mencapai tujuan tertentu. Misalnya anjuran untuk memupuk tanaman padi agar produksinya meningkat. Isi pesan (message content) merupakan materi dalam pesan yang dipilih oleh sumber untuk mengungkapkan maksudnya. Perlu disadari bahwa isi pesan yang tidak jelas akan sangat mempengaruhi efektivitas komunikasi. Oleh karena itu penyuluh pertanian selaku sumber yang akan menyampaikan suatu amanat tertentu kepada sasaran (petani dan keluarganya) harus dapat memilih dan menentukan lambang, isyarat atau sandi-sandi untuk mengungkapkan dan memberi arti kepada orang lain (sasaran komunikasi).
e. Saluran (channel)
Saluran (channel) adalah jalan atau cara yang dipergunakan untuk menyampaikan pesan (message) kepada sasaran. Saluran yang dipakai harus sesuai dengan panca indera yang akan menangkapnya. Efektivitas penggunaan saluran tergantung pada kepekaan indera yang digunakan. Indera mana yang akan digunakan dan kelima indera (panca indera) yang ada menentukan saluran apa yang akan digunakan. Dalam penyuluhan pertanian, saluran ini dapat membentuk kunjungan rumah, demonstrasi, perlombaan, pertunjukan, kursus, latihan, pameran, darmawisata, publikkasi, film, radio, televisi, dan lain-lain
f. Perlakuan (Treatment)
Perlakuan (treatment) dari pesan dalam proses komunikasi adalah bagaimana kita meneruskan pesan itu melalui suatu saluran tertentu. Misalnya yang menjadi saluran dalam proses komunikasi penyuluhan pertanian adalah siaran radio, sedangkan perlakuan untuk menyampaikan pesan pada siaran radio itu misalnya dalam bentuk pidato, dialog, lawak, pertunjukan wayang dan lain-lain.
Sumber (penyuluh) harus menerima umpan balik dari sasaran (petani dan keluarganya) agar penyuluh tersebut dapat mengetahui apakah arti (meaning) yang dimaksudkan telah diterima (ditangkap) atau belum. Dengan adanya feedback atau umpan balik maka penyuluh dapat menyesuaikan dan memperbaiki proses komunikasi sampai arti (meaning) bisa ditangkap oleh sasaran.
Bila suatu saluran komunikasi yang dipergunakan itu sifatnya on way traffic misalnya pada siaran radio, pemutaran film, publikasi dan sebagainya pada umumnya sulit bagi penyuluh untuk mendapatkan feed back dari petani, oleh karena itu penyuluh harus mengerahkan segala cara yang ada dan mengkombinasikan secara tepat agar pesan dan arti (meaning) dapat ditangkap oleh sasaran secara cepat dan tepat.
Pada pengertian komunikasi telah disinggung bahwa komunikasi merupakan suatu proses. Dalam hal ini akan dibahas bagaimana berlangsungnya proses komunikasi secara umum, khususnya komunikasi dalam penyuluhan pertanian. Secara sederhana proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut :
Sumber à Pesan à Saluran à Penerima à Akibat

                                
                                         Umpan Balik

Komunikasi adalah suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan atau diantara dua orang atau lebih dengan tujuan tertentu. Menurut Wilbur Schramm (1973), suatu proses atau kegiatan komunikasi akan berjalan baik apabila terdapat overlaping of interest (pertautan minat dan kepentingan) diantara sumber dan penerima pesan. Untuk terjadinya overlaping of interest dituntut adanya persamaan (dalam tingkatan yang relatif) dalam hal “kerangka referensi” (frame of reference) dari kedua pelaku komunikasi (sumber dan penerima).
Yang dimaksud dengan kerangka referensi menunjuk pada : Tingkat pendidikan, pengetahuan, latar belakang budaya, kepentingan dan orientasi. Semakin besar tingkat persamaan dalam hal kerangka referensi semakin besar pula overlaping of interest, dan ini berarti akan semakin mudah proses komunikasi berlangsung.
Uraian diatas memberikan gambaran bahwa proses komunikasi akan berjalan baik atau mudah apabila diantara para pelaku komunikasi yang terlibat terdapat banyak persamaan dalam hal kerangka referensi. Namun demikian tidak berarti bahwa komunikasi baru terjadi apabila kerangka referensi dari masing-masing pelaku (sumber dan penerima) relatif sama. Artinya apabila kita ingin berkomunikasi dengan baik dengan seseorang maka kita harus mengolah dan menyampaikan pesan dalam bahasa dan cara-cara lain yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, orientasi dan latar belakang budayanya. Dengan kata lain pihak sumber perlu mengenali karakteristik individual, social dan budaya dari pihak penerima.
Setelah kita memiliki gambaran tentang bagaimana proses komunikasi itu, berlangsung, hal penting yang selalu harus kita ingat ialah bahwa konsep ”interaksi” adalah sentral untuk mengartikan konsep dari pada proses komunikasi. Komunikasi pada prinsipnya adalah merupakan proses interaksi dari orang-orang atau pelaku komunikasi (sumber dan sasaran ) dalam menyampaikan dan menerima suatu pesan (message) berupa ide-ide, informasi, dan sebagainya, sehingga terjadi saling pengertian (mutual understading).
Terjadinya saling pengertian ini merupakan perwujudan telah terjadinya kesamaan persepsi tentang pesan yang disampaikan dalam bentuk lambang-lambang. Kesamaan persepsi ini dapat terwujud kalau pelaku-pelaku dalam komunikasi (sumber dan sasaran) memiliki kesamaan dalam pengalaman. Seseorang akan memiliki persepsi yang berbeda dengan orang lain tentang sesuatu hal, apabila berbeda pengalamannya tentang hal tersebut. Adanya perbedaan persepsi inilah yang sebenarnya menimbulkan akibat tidak adanya saling pengertian tentang pesan yang disampaikan, sehingga tujuan dari proses komunikasi tidak terwujud. Dengan adanya proses interaksi dimana para pelaku berkomunikasi dan saling tukar –menukar (mengirim dan menerima) informasi serta pengalaman inilah maka kesamaan persepsi dan saling pengertian dapat terjadi ; artinya dalam keadaan inilah sesungguhnya proses komunikasi telah berlangsung secara efektif.
Sebagai contoh tentang proses komunikasi dalam penyuluhan pertanian marilah kita perhatikan suatu kejadian dimana seorang penyuluh pertanian berusaha meyakinkan petani padi tentang manfaat suatu jenis tumbuhan liar (gulma) yang disebut azola yang biasa tumbuh dan mengembang pada permukaan air di petakan sawah petani. Penyuluh menyampaikan informasi kepada petani dan menganjurkan suatu teknologi pemupukan dengan menggunakan azola sebagai pupuk untuk tanaman padi di sawah mereka. Bagaimana reaksi petani terhadap anjuran penyuluh tersebut? Semula petani dengan spontan menolak anjuran penyuluh untuk menggunakan azola sebagai pupuk. Tentu penyuluh menghadapi kenyataan ini sangat tidak puas, akan tetapi dia tidak putus asa dan berupaya terus untuk meyakinkan petani akan manfaat teknologi pemupukan tersebut sampai akhirnya petani mau menerima dan mempraktekkan anjuran tersebut.







D. EFEKTIVITAS KOMUNIKASI
          Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisienasi dari komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor:
a Dilihat dari komunikator atau sumber komunikasi.
Dilihat dari komunikator maka komunikasi dipengaruhi oleh:
1) Kecakapan Komunikator
Komunikator yang baik adalah menguasai cara-cara penyampaian buah pikiran baik secara lisan maupun secara tertulis. Dengan kata lain komunikator harus menguasai teknik berbicara dan teknik membuat surat (naskah). Ia harus cakap memilih simbol / lambang yang tepat untuk mengungkapkan buah pikiranya dan harus cakap membangkitkan minat para pendengar atau pembaca. Disaping itu harus pandai pula menarik perhatian dan menyajikannya. Keterangan- keterangannya harus sistematis dan jelas, sehingga mudah kedudukannya dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu dalam berkomunikasi harus memperhatikan keadaan masyarakat sekitar harus dengan memahami keadaan masyarakat tersebut, seperti kebisaan, aliran agama dan kepercayaan dan sebagainya. Dengan memahami hal-hal tersebut komunikasi akan menjadi lancar.
2) Komunikasi dipengaruhi oleh saluran atau alat tubuh dari komunikator, terutama dalam Komunikasi lisan. Suara yang besar dan jelas, ucapan yang jelas, tingkah laku yang baik akan menyebabkan pembicaraanya menarik. Juga tangan yang sehat dengan gerak-gerik yang baik dapat mendukung pembicaraan, oleh karena itu bila ingin berhasil dalam komunikasi alat-alat tubuh kita harus baik terutama alat-alat indera dan alat bicara.
b. Dilihat dari segi reseptor (penerima)
Keberhasilan komunikasi tidak hanya tergantung pada pihak komunikator (sumber), tetapi juga tergantung dari reseptor. Walaupun pihak komunikator telah memenuhi persyaratan, akan tetapi bila pihak reseptor kurang memenuhi maka hasil komunikasi tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Pengaruh-pengaruh dari pihak reseptor tersebut adalah:
1) Kecakapan komunikator reseptor.
Hasil komunikasi ditentukan oleh kecakapan berkomunikasi reseptor. Kecakapan ini terutama kecakapan mendengarkan dan membaca. Walaupun komunikator cakap berbicara atau menulis, aka tetapi bila reseptor kurang cakap mendengarkan dan membaca, maka hasil komunikasi kurang memenuhi harapan., olleh karena itu agar hasil komunikasi baik maka reseptor harus menguasai teknik mendengarkan dan teknik membaca. Dalam mendengarkan reseptor harus cakap memusatkan perhatian, mengambil inti sari dari suatu pembicaraan, dan harus dapat membedakan mana pokok permasalahan dan mana yang hanya merupakan penjelasan-penjelasannya saja, harus bersifat kritis, dan sebagainya. Dalam membaca ia harus dapat menangkap banyak kata-kata secara sekaligus dan menafsirkannya secara tepat.

2) Sikap Reseptor.
Hasil komunikasi dipengaruhi pula oleh sikap reseptor (penerima). Kadang-kadang reseptor selalu menaruh curiga terhadap pembicara (prejudice), atau kadang-kadang bersikap apriori artinya telah menentukan kesimpulan sebelum ada data-data yang lengkap. Sebagai contoh seorang reseptor (pendengar suatu penceramah) telah menganggap rendah kepada seseorang penceramah atau terlalu memandang tinggi kepada seorang penceramah atau pembicara. Sikap yang demikian menyebabkan hasil komunikasi kurang murni. Oleh karena itu sebagai reseptor (pendengar/pembaca) seseorang bila ingin berhasil dalam komunikasi harus bersikap wajar, apa adanya. dan siapapun yang menjadi penceramah/pembicara harus diterima sebagai apa adanya tanpa sikap curiga atau apriori.
3) Pengetahuan reseptor (pendengar/pembaca)
Hasil komunikasi di pengaruhi pula oleh kekayaan pengetahuan si reseptor, dengan pengetahuan yang banyak seorang pendengar dapat dengan cepat menangkap isi dari suatu pesan atau suatu bacaan dan mudah menafsirkan maksud dari pembicara/penulis tersebut. Sebaliknya pendengar/pembaca yang pengetahuannya sangat terbatas akan sulit menangkap pembicaraan atau bacaan.
4) Komunikasi dipengaruhi pula oleh sistem sosial.
Artinya si pendengar/pembaca harus memahami kedudukan pembicara. Sebagai contoh bila kita menghadiri suatu ceramah tertentu dan si penceramah kebetulan seorang yang berasal dai luar negeri dan tindak tanduknya seenaknya sendiri, maka kita tidak boleh bersikap negatif atau acuh tak acuh. Sebab tiap penceramah memiliki kebiasaan-kebiasaan tersendiri. Demikian pula bila kita ada di suatu kantor tertentu atau masyarakat tertentu kita sebagai reseptor (pendengar) harus dapat menyesuaikan diri, artinya memahami tata tertib dan tata pergaulan masyarakat tersebut. Dengan cara itu maka kita dapat menjadi pendengar yang baik, dan jika tidak dapat menyesuaikan terhadap kebiasaan-kebiasaan atau tradisi-tradisi pembicara/penulis, maka komunikasi menjadi terhambat, oleh karena itu sebagai pendengar atau pembaca harus dapat menyesuikan diri terhadap sistem sosial dari pihak pembaca/penulis.
5) Komunikasi dipengaruhi pula oleh saluran komunikasi, (pendengaran/penglihatan) dari pihak reseptor. Bila pendengaran, penglihatan, atau indera lainnya kurang sempurna maka komunikasi juga tidak akan sempurna., karena dengan kurang sempurnanya alat-alat penyalur tersebut (indera) maka tangkapan dapat kurang jelas.. Oleh karena itu agar komunikasi dapat lancar dan berhasil, maka indera kita harus baik.






BAB III
PENUTUP
 KESIMPULAN
Komunikasi penyuluhan pertanian merupakan proses penyampaian pesan secara simultan dari Source (Penyuluh) kepada Receiver (petani) berupa pesan, (kata-kata, lambang, warna, angka data, gestura) baik secara verbal maupun non verbal melalui saluran tertentu hingga menghasilkan umpan balik (feed back).
Tujuan Komunikasi adalah a. Informatif, artinya bahwa komunikasi bertujuan menyampaikan informasi informasi yang bersifat obyektif dan nyata, b. Persuasif, artinya komunikasi bertujuan untuk menggugah hati dan perasaan sasaran atau komunikan sehingga mau mengikuti atau melakukan tindakan/ perubahan atas kemauan sendiri sesuai yang diharap komunikator, c. Entertainment, artinya bahwa komunikasi bertujuan untuk menghibur komunikan, membuat mereka senang, tidak bersikap apatis maupun pesimis.
Suatu proses komunikasi akan dapat berlangsung dengan baik apabila terdapat unsur-unsur yang merupakan satu kesatuan. Unsur-unsur komunikasi tersebut minimal harus ada 3 unsur, yaitu : 1). Sumber/komunikator (source/sender), 2). Pesan (message), 3). Penerima/komunikan (receiver). Karena proses penyuluhan pertanian dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai metoda, teknik dan media, maka unsur komunikasi bertambah yaitu 4). Saluran (channel).
Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dan efisienasi dari komunikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor: Dilihat dari komunikator atau sumber komunikasi dipengaruhi oleh: 1) Kecakapan Komunikator 2) Komunikasi dipengaruhi oleh saluran atau alat tubuh dari komunikator, terutama dalam Komunikasi lisan. Dilihat dari segi reseptor (penerima) dipengaruhi oleh: 1) Kecakapan komunikator reseptor. 2) Sikap Reseptor. 3) Pengetahuan reseptor (pendengar/pembaca) 4) Komunikasi dipengaruhi pula oleh sistem sosial. 5) Komunikasi dipengaruhi pula oleh saluran komunikasi, (pendengaran/penglihatan) dari pihak reseptor.











DAFTAR PUSTAKA
Asngari PS.1984. Persepsi Direktur Penyuluhan Tingkat Karesidenan dan Kepala Penyuluh Pertanian terhadap Peranan dan Fungsi Lembaga Penyuluhan Pertanian di Negara bagian Texas Amerika Serikat. Media Peternakan Vol 9 No. 2  Fakultas Peternakan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Departemen Pertanian. 2005. Naskah Akademik Sistem Penyuluhan Pertanian. www.deptan.gp.id/bpsdm/naskah_akademik diakses tanggal 21 Oktober 2012 Pukul 16.00 WIB.
Hubels AV, Wahyudi R. Prabowo T.1992.Penyuluhan Pembangunan Indonesia: Menyongsong Abad XXI. Jakarta:Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara.
Mardikanto. T. 1993. Penyuluhan Pembangunan Pertanian. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Rakhmat. D. 2000. Psikologi Komunikasi. Yogyakarta:Kanisus.
Soekartawi. 1988. Prinsip Dasar Komunikasi Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Van den Ban AW, H.S. Hawkins.1999. Penyuluhan Pertanian. Yogyakarta:Kanisius






















KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

    Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

    Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.






















Makalah

KOMUNIKASI PERTANIAN

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS2b1crObY4doMYP1hxAdZCVreTqJ5Ta9eZ81b16VGbQVSUWncMpwUTrg

OLEH :
YENI AGUSTIANINGSI
913 03 001

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

SEKOLAH TINGGI PERTANIAN WUNA RAHA
2016

Poskan Komentar