do-not-copy { -webkit-user-select:none; -khtml-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; user-select:none;

Jumat, 04 Maret 2016

FUNGSI PETA



Fungsi Peta
Peta sangat diperlukan oleh manusia. Dengan peta Anda dapat mengetahui atau menentukan lokasi yang Anda cari. Secara umum fungsi peta dapat disimpulkan sebagai berikut:
a.       Menunjukkan posisi atau lokasi suatu tempat di permukaan bumi.
b.      Memperlihatkan ukuran (luas, jarak) dan arah suatu tempat di permukaan bumi.
c.       Menggambarkan bentuk-bentuk di permukaan bumi, seperti benua, negara, gunung, sungai dan bentuk-bentuk lainnya.
d.      Membantu peneliti sebelum melakukan survei untuk mengetahui kondisi daerah yang akan diteliti.
e.       Menyajikan data tentang potensi suatu wilayah.
f.       Alat analisis untuk mendapatkan suatu kesimpulan.
g.      Alat untuk menjelaskan rencana-rencana yang diajukan.
h.      Alat untuk mempelajari hubungan timbal-balik antara fenomena-fenomena (gejala-gejala) geografi di permukaan bumi.
Yang membedakan adalah geografi ekonomi menelaah substansi itu dari pandangan spasial (Chislom, 1970). Demikian pula geografi tumbuhan (phythogeography) dan botani, geografi transportasi dan ilmu transportasi dan menejemen transportasi (James and Jones, 1967). Pandangan spasial inilah yang mengharuskan penggunaan peta;  baik peta kerja, peta hasil maupun peta rekomendasi. Dalam bidang pembelajaran, peta digunakan untuk media internalisasi konsep spasial. Maka menggunakan peta sebagai media pembelajaran seluruh materi pembelajaran geografi adalah suatu keharusan. Dan perkembangan teknologi informasi memberikan keuntungan yang sangat berarti dalam teknologi informasi geospasial yang aplikasinya sangat membantu dalam penyiapan peta-peta tematik (peta geografi) bagi media pembelajaran.
Peta merupakan Informasi tentang permukaan bumi yang begitu banyak (misalnya; vegetasi, sungai, jalan, pemukiman, topografi/bentuk lapangan), sehingga tidak mungkin disajikan seluruhnya sesuai bentuk dan ukuran aslinya dalam selembar peta yang mempunyai keterbatasan ruang dan ukuran.  Oleh karenanya, informasi tersebut digambarkan dalam bentuk simbol-simbol (sehingga peta sering disebut bahasa simbol).
Peta sebagai media komunikasi visual digunakan oleh berbagai kalangan berbagai bidang. Di bidang pembelajaran geografi peta merupakan media utama dalam upaya internalisasi konsep-konsep geografi oleh guru kepada siswa. Implementasi penggunaan peta sebagai media pembelajaran sepatutnya-lah memperhatikan tingkatan pendidikan siswa dan hal ini menyangkut desain simbol. Kemajuan teknologi informasi membawa pengaruh pula dalam bidang teknologi informasi spasial ibarat rahmat (blessing) dapat dimanfaatkan secara langsung untuk penyiapan peta termasuk peta geografi (peta tematik dan peta statistik).
Dengan menggunakan peta dalam proses belajar mengajar geografi dapat mempermudah proses belajar mengajar. Selain itu, dengan menggunakan peta proses belajar mengajar lebih menjadi menarik, karena siswa tidak bosan dengan materi yang di ajarkan. Selain itu dengan menggunakan peta diharapkan siswa ikut aktif dalam proses belajar mengajar. 
BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Media adalah sebuah alat yang mempunyai fungsi menyampaikan pesan (Bovee, 1997). Istilah media dapat kita artikan sebagai segala sesuatu yang menjadi perantara atau penyampai informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan. Briggs menyebutkan bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Sementara itu Schramm berpendapat bahwa media merupakan teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar dan dibaca.
Dengan demikian media pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Pesan yang akah dikomunikasikan adalah isi pembelajaran yang ada dalam kurikulum yang dituangkan oleh pengajar atau fasilitator atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi, baik simbol verbal maupun symbol non verbal atau visual.
Peta dapat didefinisikan sebagai “media penyajian informasi dari unsur-unsur alam dan buatan manusia pada permukaan bumi yang dibuat secara kartografis (informasi yang berreferensi geografis) pada bidang datar menurut proyeksi tertentu dan skala tertentu”.  Peta yang baik, adalah peta yang mempunyai nilai informatif, komunikatif, artistik dan estetik.
Peta merupakan suatu media pembelajaran yang sangat penting bagi Geografi. Data apa saja yang ditampilkan peta itu dapat menjadi informasi manakala pembaca peta mampu memahami hurufnya peta (titik,garis,poligon). Dengan merangkai huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat maka isi peta (tersurat) dapat dimengerti. Tahap berikutnya pembaca dapat menafsir ( menginterpretasi ) makna yang tersirat dibalik peta yang tersurat tersebut.
Dengan menggunakan peta dalam proses belajar mengajar geografi dapat mempermudah proses belajar mengajar. Selain itu, dengan menggunakan peta proses belajar mengajar lebih menjadi menarik, karena siswa tidak bosan dengan materi yang di ajarkan. Selain itu dengan menggunakan peta diharapkan siswa ikut aktif dalam proses belajar mengajar. 
 

| Jelaskan mengapa antara judul peta dengan isi peta harus sama ?

1. Karena untuk mempermudah mengetahui isi sebuah peta maka terlebih dahulu membaca judul peta
2. simbol titik adal simbol yang digambarkan dlm bentuk gambar, bangunan matematika ataupun dalam bentuk huruf, kegunaanya unyuk mengetahui obyek di permukaan bumi sedangkan simbol garis adalah sombolnya dibuat dalam bentuk garis atau dalam bentuk memanjang
3. simbol area dibuat dalam bentuk bidang untuk menunjukkan obyek di permukaan bumi yang berupa bidang atau wilayah sedangkan simbol warna adalah simbol yang dibuat dengan memberi warna obyek yang menjadi kenampakan bumi kegunaanya supaya mudah mengetahui obyek kenampakan alam

Pengertian dan Manfaat Atlas
Atlas merupakan kumpulan peta dan informasi lain dalam bentuk buku ataupun dalam keadaan lepas-lepas tetapi dikumpul menjadi satu. Pada hakekatnya atlas adalah buku acuan atau referensi. Sebagai buku referensi maka sebuah atlas diharapkan relatif lengkap. Nama atlas sendiri diambil dari nama dewa orang Yunani yaitu Atlas, Dewa yang memegang bumi di atas pundaknya. Gambar ini sering dipakai sebagai ilustrasi pada bagian depan kumpulan peta atau buku-buku teks Ilmu Geografi, selanjutnya nama Atlas digunakan untuk kumpulan peta yang dirancang untuk dijilid tersebut. Kumpulan peta-peta pada atlas diatur dan disusun secara logika untuk suatu tujuan. Untuk membaca peta-peta yang ada, pada bagian awal atlas diberi keterangan. Pada umumnya peta-peta atlas dibuat dalam format yang sama.

kelebihan atlas:
1. Atlas dapat memuat
informasi geografi, batas
negara, statisik geopolitik,
sosial , agama , dan ekonomi.
2. praktis, mudah dibawa karena berupa buku
3. memiliki penjelasan teks yang lengkap

kelemahan atlas:
1. atlas tidak menggambarkan
seluruh permukaan bumi,
jika semua digambarkan
pasti akan dalam bentuk
kecil/halaman
2. harga mahal

  1. Mengartikan berbagai skala
    1. Penghitungan skala di tunjukan melalui cara sebagai berikut:
–            Skala angka/skala numerik
Skala angka adalah skala pada peta yang dinyatakan dalam bentuk angka. Contohnya 1:5.000, artinya menunjukkan bahwa 1 cm pada peta sama dengan 5.000 cm pada jarak sebenarnya di lapangan
–            Skala garis /skala grafis
Skala garis yaitu skala pada peta yang dinyatakan dalam bentuk garis tertentu. Contoh :
0        2          4          6          8 km……………….. Dilapangan
0        1          2          3          4 cm……………….Peta
Skala di atas artinya jarak 4 cm pada peta sama dengan 8 km jarak sebenarnya di lapangan. Skala garis dapat diubah ke dalam skala angka sebagai berikut: Pada contoh di atas dinyatakan bahwa 4 cm (peta) : 8 km (di lapangan) diubah ke dalam skala angka, maka satuan jarak di lapangan tinggal disamakan dengan satuan jarak pada peta (1km = 100.000 cm). Jadi 4 cm : 8 km = 4 :800.000 diperkecil menjadi 1 : 200.000.
  1. Bagaimana cara mengukur jarak sesungguhnya berdasarkan skala dalam peta? Untuk menghitung jarak sesungguhnya  berdasarkan skala peta adalah dengan mengalikan jarak dalam peta dengan skala peta.
Contoh :
  1. Suatu skala peta 1 : 300.000. jarak kota A dengan kota B adalah 12 cm. berapa jarak sesungguhnya?
Jawab:
Jarak sesungguhnya = 300.000
         Jarak pada peta               1
         Jarak sesungguhnya = 300.000   x jarak pada peta
                                                1
         Jarak sesungguhnya = 300.000   x 12
                                                1
         Jarak sesungguhnya = 3.600.000 cm
Jarak sesungguhnya = 36 km
  1. Suatu peta berskala 1 : 1.000.000. bila diketahui panjang wilayah tersebut pada peta 5 cm dan lebarnya 2 cm maka berapa luas sesungguhnya ?
Jawab :
Panjang sesungguhnya         = 1.000.000 x 5 cm
                                                1
                                             = 5.000.000 cm atau 50 km
Lebar sesungguhnya              = 1.000.000 x 2 cm
                                                1
                                             = 2.000.000 cm atau 20 cm
Maka luas sesungguhnya     = 50 km x 20 km
                                             = 1.000 km



1.    Strategi yang dikembangkan guru dengan
mengembangkan peta sebagai media, memungkinkann
kepada siswa meningkatkan pengetahuan,
keterampilan dan sikapnya tidak verbalisme;
2.    Pembelajaran dengan menggunakan media
peta, dapat menciptakan suasana belajar yang
membangkitkan semangat dan gairah belajar
sehingga dapat mendorong siswa berpikir kritis,
kreatif dan inovatif;
1. Peta Umum
Peta umum adalah peta yang menggambarkan permukaan bumi secara umum. Peta umum ini memuat semua penampakan yang terdapat di suatu daerah, baik kenampakan fisis (alam) maupun kenampakan sosial budaya. Kenampakan fisis misalnya sungai, gunung, laut, danau dan lainnya. Kenampakan sosial budaya misalnya jalan raya, jalan kereta api, pemukiman kota dan lainnya. Peta umum ada 2 jenis yaitu: peta topografi dan peta chorografi.
2.Peta Khusus atau Tematik
Disebut peta khusus atau tematik karena peta tersebut hanya menggambarkan satu atau dua kenampakan pada permukaan bumi yang ingin ditampilkan. Dengan kata lain, yang ditampilkan berdasarkan tema tertentu.
Peta khusus adalah peta yang menggambarkan kenampakan-kenampakan (fenomena geosfer) tertentu, baik kondisi fisik maupun sosial budaya.
a. Peta Umum
      Peta umum yaitu peta yang menggambarkan semua unsur topografi di permukaan bumi, baik unsur alam maupun unsur buatan manusia, serta menggambarkan keadaan relief permukaan bumi yang dipetakan. - See more at: http://farid-rizky.blogspot.co.id/2012/12/pengertian-fungsi-dan-jenis-peta.html#sthash.tId4Srat.dpuf
b. Peta Tematik
       Peta tematik yaitu peta yang menggambarkan informasi dengan tema tertentu/khusus. Misal peta Geologi, peta pegunungan lahan, peta persebaran objek wisata, peta kepadatan penduduk, dan sebagainya. Salah satu contoh peta Tematik yaitu peta pegunungan lahan. Peta ini merupakan peta yang khusus menunjukan persebaran penggunaan lahan suatu wilayah yang dipetakan.

manfaat, fungsi dan kegunaan globe :
  • Globe dapat digunakan untuk keperluan
  • Menunjukkan bentuk bumi secara utuh
  • Menunjukkan garis lintang yang ada di bola bumi
  • Dapat memperagakan rotasi bumi yaitu bergerak dari barat ke timur
  • Menunjukkan terjadinya siang dan malam
  • Menunjukkan pembagian waktu dan pembagian iklim
·         Pengertian semboyan 3G
·         Semboyan 3G merupakan motivasi terbesar bangsa-bangsa barat melakukan penjelajahan samudra. Pada dasarnya semboyan ini merupakan inti dari imperialisme barat. Terkenal dengan sebutan 3G karena memang semboyan tersebut berawalan dengan huruf “G” yakni Gold, Glory, dan Gospel.
·         Apa yang dimaksud dengan Gold, Glory, dan Gospel?
·          
·          Gold
·         Salah satu semboyan dan tujuan dari penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa barat adalah “GOLD”. Gold sendiri memiliki arti Emas yang secara filsafat merupakan kekayaan. Dengan adanya semboyan ini bangsa barat bertujuan untuk mencari kekayaan dengan melakukan ekspedisi dan penjelajahan. 
·          
·         Glory
·         Dalam bahasa indonesia Kata glory memiliki arti kejayaan. Salah satu semboyan ini merupakan motivasi bangsa barat melakukan penjelajahan samudra. Dengan tujuan mencari kejayaan bangsa barat berharap mampu menguasai dunia luar dengan visi utama mencari kejayaan bagi diri mereka. Mereka yakin dengan menguasai dunia dapat mengantarkan mereka dalam kejayaan, baik kejayaan ekonomi, sosial, maupun yang lainnya.
·          
·         Gospel
·         http://4.bp.blogspot.com/-vap5mz9atUU/U85AT75cUcI/AAAAAAAAAew/rPKIanJxJIM/s1600/emas.jpg
·         “G” terakhir dari semboyan 3G adalah Gospel. Gospel adalah keinginan bangsa barat untuk menyebar luaskan atau mengajarkan agama nasrani khususnya kristen ke dunia luar. Dengan semboyan keagamaan ini biasanya membuat seseorang merasa tujuan dari semuanya merupakan kebenaran Tuhan. Di Indonesia sendiri ajaran kristen yang dibawa bangsa barat mampu berkembang pesat di penjuru tanah air yang sempat di sambangi oleh orang-orang barat. 
·         Pengertian semboyan 3G
·         Semboyan 3G merupakan motivasi terbesar bangsa-bangsa barat melakukan penjelajahan samudra. Pada dasarnya semboyan ini merupakan inti dari imperialisme barat. Terkenal dengan sebutan 3G karena memang semboyan tersebut berawalan dengan huruf “G” yakni Gold, Glory, dan Gospel.
·          
·          Gold
·         Salah satu semboyan dan tujuan dari penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa barat adalah “GOLD”. Gold sendiri memiliki arti Emas yang secara filsafat merupakan kekayaan. Dengan adanya semboyan ini bangsa barat bertujuan untuk mencari kekayaan dengan melakukan ekspedisi dan penjelajahan. 
·          
·         Glory
·         Dalam bahasa indonesia Kata glory memiliki arti kejayaan. Salah satu semboyan ini merupakan motivasi bangsa barat melakukan penjelajahan samudra. Dengan tujuan mencari kejayaan bangsa barat berharap mampu menguasai dunia luar dengan visi utama mencari kejayaan bagi diri mereka. Mereka yakin dengan menguasai dunia dapat mengantarkan mereka dalam kejayaan, baik kejayaan ekonomi, sosial, maupun yang lainnya.
·          
·         Gospel
·          
·         “G” terakhir dari semboyan 3G adalah Gospel. Gospel adalah keinginan bangsa barat untuk menyebar luaskan atau mengajarkan agama nasrani khususnya kristen ke dunia luar. Dengan semboyan keagamaan ini biasanya membuat seseorang merasa tujuan dari semuanya merupakan kebenaran Tuhan. Di Indonesia sendiri ajaran kristen yang dibawa bangsa barat mampu berkembang pesat di penjuru tanah air yang sempat di sambangi oleh orang-orang barat. 



3. Terjadinya Imperialisme di Indonesia
a. Masa Pendudukan VOC (Belanda)
Di antara bangsa-bangsa Barat yang datang ke Indonesia, yang akhirnya berkuasa paling lama adalah bangsa Belanda. Semenjak keberhasilan Cornelis de Houtman mendarat di Banten, semakin banyak pedagang Belanda yang berdatangan ke Indonesia. Kedatangan pedagang-pedagang Belanda tersebut akhirnya menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat antara pedagang-pedagang Belanda itu sendiri. Hal tersebut jelas merugikan aktivitas perdagangan Belanda sendiri.
Untuk mengatasi persaingan yang tidak sehat tersebut, Johan van Oldebarnevelt mengusulkan untuk dilakukan penggabungan (merger) terhadap semua perusahaan dagang
Belanda menjadi satu serikat dagang. Usulan tersbut kemudian diterima dan ditindaklanjuti dengan membentuk sebuah kongsi dagang yang disebut VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) pada tanggal 20 Maret 1602. VOC dibentuk dengan tujuan:
1) Menghindari persaingan antar sesama pedagang Belanda.
2) Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa lainnya seperti Portugis dan Spanyol.
3) Mendapatkan keuntungan dagang yang semaksimal mungkin.
Dalam perkembangan selanjutnya, keberadaan VOC di Indonesia tidak hanya tumbuh sebagai kongsi dagang, namun juga menjadi kekuatan politik yang banyak mempengaruhi perkembangan kekuasaan di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena VOC sebagai sebuah kongsi dagang diberi hak istimewa [octroi) oleh pemerintah kerajaan Belanda. Hak-hak yang diperoleh oleh VOC antara lain:
1) Hak memonopoli perdagangan.
2) Hak memiliki tentara.
3) Hak mencetak mata uang sendiri.
4) Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja daerah.
5) Hak memiliki pengadilan sendiri.
Hak-hak yang melekat pada organisasi tersebut menyebabkan VOC yang tadinya merupakan sebuah kongsi dagang, akhirnya berjalan seperti sebuah pemerintahan yang mempengaruhi kehidupan sosial, ekonomi, maupun politik di Indonesia. Aktivitas monopoli mulai dilakukan oleh Pieter Both, yang merupakan GubernurJendralpertama VOC. Oleh Pieter Both kekuasaan VOC dipusatkan di Ambon yang merupakan daerah penghasil rempah-rempah. Untuk menunjang kegiatan monopolinyaVOC mengeluarkan kebijakan-kebijakan, antara lain:
1) Pelayaran Hongi, yaitu misi pelayaran Belanda untuk mengawasi dan menangkap para pedagang pribumi yang berusaha menjual rempah-rempah kepada pedagang-pedagang asing lain selain Belanda.
2) Ekstirpasi, yaitu usaha penebangan tanaman rempah-rempah yang dianggap over produksi sehingga harganya tetap stabil.
3) Contingenten, yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak yang berupa
hasil bumi.
Keberadaan VOC semakin berkibar ketika Jan Pieterszoon Coen diangkat sebagai Gubernur Jendral VOC yang baru. Pada masa kekuasaannya VOC mulai mempengaruhi kehidupan politik raja-raja di Indonesia. VOC berhasil memindahkan pusat kekuasaannya di Jayakarta yang kemudian diubah menjadi Batavia. Dari pusatnya di Batavia ini VOC berhasil memperluas pengaruhnya ke seluruh Nusantara. Akibat dari politik memecah-belah yang diterapkan oleh VOC, VOC akhirnya banyak mendapatkan wilayah kekuasaan baru yang tunduk pada pengaruh kekuasaan VOC. Daerah yang berhasil dipengaruhi oleh VOC antara lain adalah kerajaan Banten dan kerajaan Mataram. Meski telah berhasil mempengaruhi kekuasaan raja-raja pribumi dan mendapatkan wilayah kekuasaan yang luas, VOC akhirnya tidak mampu mempertahankan eksistensinya. Padatahun 1799 VOC dibubarkan karena mengalami kemunduran-kemunduran. Hal tersebut antara lain disebabkan karena: '
1) Pegawai VOC banyak melakukan korupsi,
2) VOC banyak menanggung utang karena besarnya biaya yang dikeluarkan untuk perang.
3) Kemerosotan moral di kalangan penguasa akibat sistem monopoli perdagangan.
4) Tidak berjalannya peraturan-peraturan yang telah diterapkan oleh VOC akibat banyaknya korupsi.
Dengan dibubarkannya VOC, maka kekuasaannya di Indonesia kemudian diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda. Namun kerajaan Belanda sendiri pada waktu itu juga berada di bawah kekuasaan Perancis, maka peralihan kekuasaan tersebut tidak mempengaruhi kondisi kehidupan politik dan sosial di Indonesia. Gubernur Jendral pertama yang ditempatkan di Indonesia adalah Herman Willem Daendels.
Pada masa kekuasaannya di Indonesia kebijakan yang diterapkan oleh Daendels antara lain:
1) Merombak sistem perintahan feodal dengan sistem pemerintahan modern ala
barat.
2) Para penguasa lokal dijadikan sebagai pegawai pemerintah.
3) Membagi wilayah Jawa menjadi sembilan daerah prefektur.
4) Menjadikan Batavia sebagai pusat pemerintahan.
5) Membentuk pengadilan keliling sebagai upaya memberantas korupsi.
Thomas Stamford Raffles mengambil tindakan-tindakan di berbagai bidang untuk menjalankan pemerintahannya. Dengan tindakan-tindakan yang telah dilakukannya itu, Raffles telah melakukan perubahan dalam beragam bidang kehidupan rakyat. Tindakan-tindakannya itu ternyata ada yang mendatangkan penderitaan bagi rakyat Hindia Belanda. Contohnya dengan adanya pemungutan pajak yang cukup tinggi. Adapun hambatan yang dihadapi Raffles dalam menjalankan kebijakannya adalah adanya kenyataan bahwa rakyat Hindia Belanda belum mengenal uang sebagai alat pembayaran. Keadaan ini menyebabkan pelaksanaan landrente menemui hambatan. Pada satu sisi, Raffles mendatangkan banyak penderitaan terhadap rakyat Indonesia, tetapi pada sisi yang lain Raffles juga berjasa bagi bangsa ini. Diantara jasa-jasa Raffles adalah sebagai berikut:
 1. mengangkat kembali Sultan Sepuh di Yogyakarta sebagai sultan
 2. menemukan jenis bunga yang diberi nama Rafflesia Arnoldi
 3. menulis buku sejarah Pulau Jawa yang diberi judul The History of Java
4. membantu dan menyokong perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan
5. istri Raffles yang bernama Olivia Marianne berjasa sebagai perintis Kebun Raya Bogor. Kebijakan-Kebijakan yang dilakukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles di Bidang tertentu pada saat menjabat sebagai Gubernur jenderal Inggris di Indonesia. Yaitu pada bidang Birokrasi dan Pemerintahan. Langkah-langkah Raffles adalah sebagai berikut : pada bidang pemerintahan adalah: Membagi Pulau Jawa menjadi 16 keresidenan (sistem keresidenan ini berlangsung sampai tahun 1964) Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat Bupati-bupati atau penguasa-penguasa pribumi dilepaskan kedudukannya yang mereka peroleh secara turun-temurun Sistem juri ditetapkan dalam pengadilan Bidang Ekonomi dan Keuangan Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, sedang pemerintah hanya berkewajiban membuat pasar untuk merangsang petani menanam tanaman ekspor yang paling menguntungkan. Penghapusan pajak hasil bumi (contingenten) dan sistem penyerahan wajib (verplichte leverantie) yang sudah diterapkan sejak zaman VOC. Menetapkan sistem sewa tanah (landrent) yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pemungutan pajak secara perorangan. Bidang Hukum Sistem peradilan yang diterapkan Raffles lebih baik daripada yang dilaksanakan oleh Daendels. Karena Daendels berorientasi pada warna kulit (ras), Raffles lebih berorientasi pada besar kecilnya kesalahan. Badan-badan penegak hukum pada masa Raffles sebagai berikut:


Pengertian Kebudayaan – Banyak berbagai definisi tentang kebudayaan yang telah di paparkan oleh para ahli. Dari berbagai definisi dapat diperoleh kesimpulan mengenai pengertian kebudayaan yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Kata budaya atau kebudayaan itu sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Secara lebih rinci, banyak hal-hal yang dapat kita pelajari tentang definisi kebudayaan. Bagaimana cara pandang kita terhadap kebudayaan, serta bagaimana cara untuk menetrasi kebudayaan yang faktanya telah mempengaruhi kebudayaan lain. - See more at: http://duniabaca.com/definisi-budaya-pengertian-kebudayaan.html#sthash.6vXypjpk.dpuf
Proses akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara unsur-unsur kebudayaan asing dengan unsur-unsur kebudayaan sendiri. Dengan demikian, unsur-unsur kebudayaan asing tidak lagi dirasakan sebagai hal yang berasal dari luar, tetapi dianggap sebagai unsur-unsur kebudayaan sendiri. Unsur-unsur asing yang diterima tentunya terlebih dahulu mengalami proses pengolahan sehingga bentuknya tidaklah asli lagi seperti semula. Misalnya sistem pendidikan di Indonesia, untuk sebagian besar diambil dariunsur-unsur kebudayaan Barat. Akan tetapi, sudah disesuaikan serta diolah sedemikian rupa sehingga merupakan unsur-unsur kebudayaan sendiri. Namun, tidak mustahil timbul kegoncangan kebudayaan (cultural shock), sebagai akibat masalah-masalah yang muncul dapalam proses akulturasi. Kegoncangan kebudayaan terjadi apabila warga masyarakat mengalami disorientasi dan fustasi , dimana muncul perbedaan yang tajam antara cita-cita dengan kenyataan yang disertai dengan terjadinya perpecahan-perpecahan di dalam masyarakat tersebut.
Perubahan sosial secara umum dapat diartikan sebagai suatu proses pergeseran atau berubahnya struktur/tatanan didalam masyarakat, meliputi pola pikir yang lebih inovatif, sikap, serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan penghidupan yang lebih bermartabat.
Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.


Poskan Komentar